• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengalaman World Bank dan Lembaga-lembaga Lainnya.

27

Moser, O.N. 1993. Gender Planning and Development: Theory Practice and Training/Perencanaan dan Pengembangan Gender: Teori Praktek dan Pelatihan London: Routledge.

24

54. Dalam menanggapi pemikiran kembali mengenai perempuan dalam pembangunan,

berikut ini merupakan pengalaman dan evaluasi pendekatan-pendekatan terdahulu, pada tahun 1980-an, baik dari badan-badan multilateral maupun bilateral yang telah memperbaiki kebijakan WID lebih awal dan menerapkan suatu pendekatan GAD lebih luas untuk mencerminkan perbaikan pemikiran mengenai masalah ini.

1. Kebijakan World Bank

55. World Bank pada tahun 1994, telah memperbaiki kebijakan WIDnya yang terdahulu,

yang cenderung memperlakukan perempuan sebagai kelompok target khusus dari sasaran

manfaat proyek dan program, dan menggantikannya dengan suatu kebijakan GAD yang baru.28

Kerangka kerja yang diperbaiki ini lebih luas, mencerminkan cara-cara, dimana hubungan antara kendala laki-laki dan perempuan , atau upaya-upaya memajukan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan menuntaskan kemiskinan. Ketentuan kebijakan GAD World Bank didasarkan atas pengakuan bahwa "menginvestasikan dalam masalah perempuan adalah sentral terhadap pembangunan yang berkelanjutan" dan mengacu pada studinya sendiri yang menunjukkan suatu argumentasi perekonomian yang kuat untuk berinvestasi dalam kepentingan perempuan.

56. Kebijakan ini menyatakan bahwa masalah-masalah gender akan dipadukan ke dalam

aliran-utama kegiatan WB dalam semua strategi bantuan negaranya dan rancangan dan implementasi dari program pinjaman, termasuk operasi penyelesaiannya. World Bank selanjutnya juga menyatakan bahwa kiprah ekonomi dan sektornya, TA, dan peranserta dalam prakarsa internasional akan mempunyai sasaran peningkatan kebijakan dan program-program yang peka gender. Kebijakan ini mencakup suatu komitmen, bahwa pekerjaan analitis masa depan akan difokuskan pada diferensiasi gender dan faktor-faktor yang mendasari struktur hubungan gender dengan rumah tangga guna mendapatkan praktek-praktek terbaik dalam menangani perbedaan gender tersebut.

57. Kebijakan WB menyatakan bahwa bantuan yang ditargetkan sesuai dengan gender

akan difokuskan pada lima strategi operasional utama untuk meningkatkan status dan produktivitas kaum perempuan:

(i) memperluas pendaftaran anak-anak perempuan di sekolah-sekolah,

(ii) meningkatkan kesehatan perempuan,

(iii) meningkatkan peran serta perempuan didalam angkatan kerja, (iv) memperluas opsi-opsi perempuan dalam pertanian, dan

(v) memberikan pelayanan jasa keuangan kepada perempuan.

dengan memadukan semuanya ini, maka dukungan dapat diberikan kepada pemerintah untuk:

28

World Bank. 1994. Enhancing Women's Participation in Economic Development: A Policy Paper/Meningkatkan Partisipasi Perempuan dalam Perkembangan Ekonomi: Naskah Kebijakan. . Washington: World Bank.

25

(i) mengembangkan ketentuan kebijakan dan program yang peka gender,

(ii) mengubah kerangka kerja hukum dan regulatori yang mencegah perempuan dari keikutsertaan dalam pembangunan ekonomi,

(iii) membangun suatu kapasitas kelembagaan untuk mengimplementasikan program-

program guna meningkatkan status perempuan,

(iv) memperkuat database untuk memperkuat analisis gender, dan

(v) memobilisasi sumber-sumber daya untuk menangani masalah perbedaan gender.

58. Demi memudahkan implementasi kebijakan GAD ini dan memastikan konsultasi

sebagaimana mestinya dengan masyarakat sipil, maka WB telah menetapkan suatu kelompok penasihat luar mengenai gender yang terdiri dari para tokoh-tokoh perempuan masyarakat kunci yang akan memberikan nasihat dan pedoman mengenai masalah-masalah gender. Di samping itu, suatu kelompok luar mengenai gender yang terdiri dari 14 organisasi LSM (dua dari masing- masing tujuh kawasan WB) melakukan rapat setiap tahun, dan telah mengadakan dialog mengenai kegiatan gender WB.

59. Struktur kelembagaan WB untuk menangani masalah gender dan memudahkan

implementasi ketentuan kebijakan operasionalnya mencakup (i) penasihat senior mengenai kesejajaran gender yang terletak pada posisi Vice President Sumberdaya Manusia, yang merupakan titik pusat WB untuk masalah-masalah gender in-house; (ii) suatu Unit Analisis dan Kebijakan Gender dalam Vice Presidency pembidangan Pengembangan Modal Sumber Daya Manusia, dengan enam staf tetap dan lima konsultan jangka panjang, yang bertanggungjawab atas masalah-masalah kebijakan dan membantu WB untuk mendefinisikan dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan gendernya, melaksanakan penelitian, dan memberikan dukungan operasional pada Vice President kawasan; (iii) Suatu Tim Gender dan Kemiskinan dalam Divisi Sumberdaya Manusia di Departemen Teknis Asia, yang diisi dengan tiga staf tetap dan empat konsultan jangka panjang yang memberikan dukungan gender di kawasan tersebut melalui penelitian dan dukungan operasional; (iv) empat pakar teknis gender di empat misi residen (Bangladesh, India, Indonesia, dan Pakistan) untuk membantu implementasi proyek-proyek ini dengan sasaran langsung pada pengurangan perbedaan gender dan menjadi penghubung antara pemerintah dan koordinasi bantuan pada masalah-masalah gender; (v) beberapa pakar teknis gender yang bertempat di berbagai departemen operasional dan teknis yang tidak perlu bekerja secara eksklusif mengenai masalah-masalah gender, dan (vi) koordinator gender departemental yang akan memudahkan dan memonitor kegiatan gender dalam masing-masing departemen bersama-sama dengan kegiatan lainnya.

2. Inter-American Development Bank

60. Kebijakan WID operasional Inter-American Development Bank (IADB)29

mendefinisikan tujuan operasional WID nya sebagai

29

Inter-American Development Bank. 1987. Operating Policy on Women in Development/Kebijakan Operasional mengenai Perempuan dalam Pembangunan. Washington D.C.

26

(i) mengakui dan menempatkan peran potensial perempuan sesungguhnya dalam kegiatan produktif dan sosial serta sumbangsih mereka kepada proses pembangunan nasional;

(ii) memudahkan akses perempuan pada sumberdaya, pelayanan jasa produktif dan manfaat sosial maupun ekonomi yang diperoleh dari operasi IADB;

(iii) mengurangi kendala sosial, hukum dan ekonomi yang menekan kemampuan perempuan untuk secara efektif berperanserta dalam dan memanfaatkan program berorientasi pembangunan produktif dan lainnya; serta

(iv) meningkatkan efektivitas lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas penerapan peranserta sosial dan ekonomi perempuan dalam proses pembangunan.

61. Area-area yang ditargetkan untuk penekanan fisik dalam implementasi kebijakan di

IADB adalah kegiatan untuk meningkatkan kesempatan hubungan kerja, pendidikan, pelatihan, perpanjangan dan kredit untuk perempuan ; kerjasama teknis untuk lembaga pembangunan yang diarahkan pada peningkatan status dan kebutuhan perempuan; kekerasan terhadapperempuan ; dan penelitian serta studi mengenai peranserta perempuan.

62. Untuk memudahkan implementasi dari kebijakannya ini, IADB mempunyai suatu

pusat Unit WID/Gender yang terletak di Departemen Program Sosial dan Pengembangan Berkelanjutan terdiri dari satu ketua, tiga staf biasa, dan lima konsultan jangka panjang. Di Beijing World Conference mengenai Perempuan, IADB mengumumkan bahwa ia akan menetapkan suatu dana khusus bagi kepemimpinan perempuan dan representasi yang akan mendanai program-program pelatihan kepemimpinan dan kapasitas pembangunan untuk LSM.

63. Seperti WB, IADB juga telah mendirikan suatu Dewan Penasihat Gender yang

melakukan rapat setiap tahun dan terdiri dari para akademisi, peneliti, dan tokoh perempuan kunci dari masyarakat sipil yang akan memberikan pedoman dan nasihat mengenai masalah- masalah gender. IADB juga dalam proses pelaksanaan suatu evaluasi program WID dan kegiatannya.

3. Perwakilan Bantuan Bilateral

64. Transisi dari suatu pendekatan WID ke pendekatan GAD telah dirintis dan pada

awalnya, diterapkan oleh banyak bantuan bantuan bilateral terutama negara-negara Nordic. Mereka adalah negara-negara pertama yang secara terbuka menerapkan dan menempatkan kebijakan GAD untuk meningkatkan kesejajaran gender. Kebanyakan dari para pendiri bilateral yang mengakui keterbatasan peningkatan WID, membuat transisi ke GAD pada awal 1990-an.

27

65. Pengarahan ke dalam suatu fokus aliran-utama adalah penting bagi kebanyakan

kebijakan GAD bantuan bilateral untuk peningkatan kesejajaran gender melalui bantuan pembangunan. Analisis gender dianggap sebagai kewajiban untuk semua proyek dan upaya ditempatkan pada pertimbangan gender yang terpadu dalam program bantuan pembangunan mereka secara keseluruhan. Ciri-ciri perancangan khusus dibangun dalam proyek-proyek untuk memudahkan peranserta perempuan melalui peningkatan penggunaan pakar GAD dalam perancangan proyek dan implementasinya. Kebijakan bilateral GAD dan bantuannya juga menekankan peningkatan kepekaan gender dan pelatihan pengembangan ketrampilan gender bagi staf dan konsultan. Dengan suatu pandangan untuk meningkatkan aliran-utama kepentinganperempuan, beberapa badan bilateral seperti Danish International Development Agency (DANIDA) telah mendirikan mekanisme untuk menetapkan kuota, alokasi dana bagi perempuan dan daftar sektor yang berkembang.

Dokumen terkait