• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengamanan Data menggunakan Algoritma AES Pada Aplikasi Imom Berbasis Android

Dalam dokumen Vol. 8 No. 1 September 2019 (Halaman 31-36)

Abdurrahman Johnsen Feriyansah#1, Ferdiansyah #2, Ika Susanti#3

# Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur

Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12260 Telp.(021) 5853753

1[email protected]

2[email protected]

3[email protected] ABSTRAK — Penyebaran informasi pada era milenial di

sebuah lembaga pendidikan yang mempunyai kegiatan akademik maupun non akademik, selalu melaksanakan perencanaan yang matang dan koordinasi antar pihak yang berkepentingan. Perencanaan kegiatan terkadang harus dilakukan secara bersama-sama. Komunikasi dan koordinasi diwadahi pada forum pertemuaan yang berulang-ulang, agar kegiatan berjalan dengan sukses.

Komunikasi dan koordinasi melalui pertemuan atau rapat akan selalu menghasilkan kesepakatan dan keputusan yang didokumentasikan melalui pencatatan pada media kertas.

Catatan pertemuan ini dianggap tidak aman dari risiko kerusakan, kehilangan, dan kebocoran rahasianya. Maka dibuatlah aplikasi iMoM sebagai solusi pencatatan pertemuan tersebut. Aplikasi iMoM dibuat pada platform Android yang dirancang dengan interface yang sederhana dan user friendly. Aplikasi iMoM menerapkan teknik kriptografi dengan algoritma Advanced Encryption Standard (AES) untuk mengamankan catatan pertemuan yang dihasilkan. Aplikasi iMoM melakukan enkripsi terhadap catatan, dan menyimpannya di dalam database MySQL. Selanjutnya dengan kunci yang diberikan pada saat enkripsi, aplikasi iMoM dapat melakukan proses dekripsi untuk mengembalikan teks catatan yang terenkripsi dari database. Dalam pengujian enkripsi, rata ukuran cipher text adalah sebesar 56,8 bytes dan rata-rata waktunya sebesar 21,4382 milidetik. Dalam pengujian dekripsi, rata-rata ukuran plain text adalah sebesar 33,2 bytes dan rata-rata waktu sebesar 36,0317 milidetik.

Aplikasi iMoM ini berhasil melakukan pengamanan data catatan pertemuan. Dengan aplikasi iMoM ini diharapkan dapat membantu kinerja civitas akademika dalam hal penyimpanan catatan pertemuan.

Kata kunci: AES, Android, Dekripsi, Enkripsi, Kriptografi

ABSTRACT — Dissemination of information in the millennial era in an educational institution that has both academic and non-academic activities, always carries out careful planning and coordination between stakeholders.

Planning activities sometimes must be done together.

Communication and coordination are accommodated on repeated meeting forums, so that the activities run successfully. Communication and coordination on every meetings will always produce agreements and decisions documented through recording on paper media. These meeting notes are considered unsafe from the risk of damage, loss and leakage of the secret. So the iMoM application was made as a solution for recording the meeting. The iMoM application is made on the Android platform which is designed with a simple and user friendly interface. The iMoM application applies cryptographic techniques with the Advanced Encryption Standard (AES) algorithm to secure the resulting meeting notes. The iMoM application encrypts records, and stores them in a MySQL database. Furthermore, with the key given during encryption, the iMoM application can perform the decryption process to return the encrypted note text from the database. In encryption testing, the average cipher text size is 56.8 bytes and the average time is 21.4382 milliseconds. In decryption testing, the average size of plain text is 33.2 bytes and the average time is 36.0317 milliseconds.

This iMoM application successfully manages meeting record data. With the iMoM application, it is expected to help the performance of the academic community in terms of storing meeting records

Keyword : AES, Android, Decription, Encryption, Cryptography

28 I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Banyaknya aktifitas dan rencana kegiatan yang akan dilakukan terlupakan oleh sebagian pihak. Pencatatan hasil pertemuan yang lebih rapi di atas selembar kertas diterapkan untuk mengatasinya dan menjadi pedoman untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan.

Pencatatan hasil pertemuan di atas kertas menjadi sangat penting, akan tetapi selanjutnya kurang efektif dan efisien. Bila peserta pertemuan berjumlah besar atau anggota kegiatan tersebut sangat banyak, maka dibutuhkan banyak kertas untuk mendistribusikannya. Banyak peristiwa yang tidak diharapkan dapat saja terjadi seperti kertas rusak, hilang, bahkan yang lebih buruk lagi adalah informasi dapat diketahui oleh pihak lain yang tidak berkepentingan. Pada akhirnya ini akan sangat merugikan.

Penggunaan server data kemudian digunakan untuk menyimpan catatan hasil pertemuan untuk menggantikan kertas. Namun hal ini juga tidak dapat menghalangi akses pihak yang tidak berkepentingan ke dalam server data. Keamanan data catatan kemudian menjadi perhatian selanjutnya.

Diperlukan suatu cara agar data catatan yang dihasilkan tidak mudah diketahui oleh pihak-pihak yang tidak dikehendaki.

Salah satu upaya yang dipergunakan adalah dengan mengimplementasikan aplikasi iMoM. Aplikasi ini dibuat berbasis android, sehingga mudah dipergunakan. Aplikasi ini akan mengenkripsi data catatan menggunakan algoritma Advanced Enryption Standard (AES) sehingga tidak dapat diketahui lagi arti dan maksud catatan tersebut. Lalu dengan menggunakan sebuah kunci yang dipakai dalam proses enkripsi, pengguna aplikasi dapat melakukan dekripsi untuk mengembalikan catatan ke dalam bentuk semula.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Pernah ada sebuah penelitian yang dilakukan [1] dengan judul Aplikasi Mobile Catatan Kerja Dokter berbasis Android (Studi Kasus Dokter Spesialis Ortopedi), dimana pada penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi berbasis android untuk melakukan pencatatan kerja dokter.

Sebelumnya pernah dilakukan penelitian serupa untuk mengamankan data teks catatan harian pada smartphone dengan algoritma kriptografi RC6 untuk mengenkripsi dan mendekripsi. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 ini berjudul Perancangan Aplikasi Diary Menggunakan Algoritma Kriptografi RC6 Berbasis Android [2]. Aplikasi yang telah dibangun dapat berjalan pada smartphone android dengan sistem operasi minimal Gingerbread dan dengan kapasitas RAM minimal 512MB.

Pengimplemantasian algoritma AES untuk pengamanan data pada aplikasi android pun telah dilakukan dengan judul Implementasi Algoritma AES dan Algoritma XOR pada Aplikasi Enkripsi dan Dekripsi Teks Berbasis Android, dimana pada penelitian ini menghasilkan sebuah text yang terenkripsi dengan menggunakan dua buah kata kunci, , dimana kata kunci

pertama menggunakan algoritma AES, dan kata kunci kedua menggunakan XOR[3].

Algoritma dalam kriptografi merupakan sekumpulan aturan (fungsi matematis yang digunakan) untuk prooses ennkripsi dan proses dekripsi. Dalam beberapa metode kriptografi terdapat perbedaan antara fungsi enkripsi dan fungsi dekripsi.

Berdasarkan jenis kunci yang digunakan sebuah algoritma dibedakan menjadi dua jenis yaitu, Algoritma simetris dan Algoritma Asimetris dimana perbedaan dari kedua buah jenis kunci tersebut adalah dimana pada asimetri memiliki dua buah kunci yang berbeda pada proses enkripsi dan dekrispi, berbanding terbalik dengan algoritma dengan kunci simetris dimana kunci yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi adalah sama.

Algoritma Advanced Encryption Standard (AES) adalah suatu algoritma block chiper dan mempunyai sifat simetri yang menggunakan kunci simetri pada waktu proses enkripsi dan dekripsi [4]. Pada tahun 2001, AES digunakan sebagai standar algoritma kriptografi terbaru yang dipublikasikan oleh NIST (National Institute of Standard and Technology) sebagai pengganti algoritma DES (Data Encryption Standard) yang sudah berakhir masa penggunaannya. Algoritma AES adalah algoritma kriptografi yang dapat mengenkripsi dan mendekripsi data dengan panjang kunci yang bervariasi, yaitu 128 bit, 192 bit, dan 256 bit.

Perbedaan dari ketiga urutan tersebut adalah panjang kunci yang mempengaruhi jumlah round (perputaran) yang dapat digambarkan dalam bentuk tabel.

Tabel 5: Tabel urutan data algoritma AES Panjang

Penggunaan Algoritma AES didasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan dengan judul Perbandingan Algoritma DES, AES, IDEA Dan Blowfish dalam Enkripsi dan Dekripsi Data, dimana waktu yang diperlukan untuk proses Enkripsi dan Dekripsi menggunakan algoritma AES lebih baik dibandingkan dengan menggunakan algoritma Blowfish [5]

III. METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Aplikasi iMoM sebagai solusi permasalahan mengamankan isi catatan rapat sehingga tidak dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. iMoM merupakan sebuah aplikasi yang dijalankan pada sistem operasi android, yang akan mengenkripsi teks catatan rapat. Proses enkripsi menggunakan kunci yang hanya diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja.

29 3.2 Rancangan Basis Data

Database aplikasi iMoM menggunakan MySQL, memuat tabel tblnotes dan tabel tbluser. Sifatnya dinamis, yaitu database dapat ditambahkan, diubah, dan dihapus, tanpa mengubah program. Database ini diberi nama db_imom.

Tabel tblnotes memuat data teks catatan seperti yang ditunjukkan pada tabel 2.

Tabel 6: Tabel tblnotes Nama Field Tipe Data Ukuran

Field

Keterangan id_notes varchar 5 Id catatan

Tanggal datetime Tanggal

dibuatnya catatan Title varchar 30 Judul catatan

Key varchar 10 Kunci enkripsi

Notes varchar 1000 Isi catatan foto_notes varchar 50 url

gambar/foto catatan

id_user int 11 Id user

Durasi varchar 20 Waktu

enkripsi

Tabel tbluser memuat data mengenai user aplikasi iMoM, diperlihatkan pada tabel 3.

Tabel 7: Tabel tbluser Nama Field Tipe

Data

Ukuran Field

Keterangan

Nama varchar 30 Nama user

Jenkel varchar 1 Jenis kelamin user

no_telp varchar 12 Nomor

telepon id_user varchar 5 Id user Username varchar 15 Username Password varchar 15 Password

Level varchar 5 Level akses

3.3 Flowchart Proses Enkripsi

Aplikasi iMoM menggunakan algoritma kriptografi AES.

Teks catatan sebagai masukan akan dienkripsi lalu disimpan dalam database. Proses enkripsi ditunjukkan flowchart pada Gambar 1.

Gambar 1: Proses enkripsi

3.4 Flowchart Proses Dekripsi

Cipher text dari database akan didekripsi oleh alikasi iMoM. Proses dekripsi diperlihatkan pada Gambar 2.

Gambar 2 : Proses dekripsi

30 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak Pada pengujian aplikasi iMoM, digunakan perangkat keras sebagai berikut:

- Processor : Intel® Core™ i7-7700HQ CPU @ 2.80GHz

- RAM : 8.00 GB - Harddisk : 1 TB - VGA : Intel® HD Graphics

Perangkat lunak yang digunakan dalam pengujian aplikasi iMoM:

- Android Studio

Digunakan untuk pembuatan program aplikasi iMoM dan menjalankannya

- Xampp

Digunakan sebagai web server lokal dan database server lokal

- Android Software Development Kit (SDK) dan Android Development Tools (ADT)

Digunakan sebagai emulator android.

4.2. Tampilan halaman utama aplikasi iMoM

Halaman utama akan muncul ketika pengguna aplikasi iMoM menjalankannya untuk pertama kali. Tampilan halaman utama aplikasi iMoM diperlihatkan pada Gambar 3.

Gambar 3 : Tampilan halaman utama aplikasi iMoM 4.3. Tampilan halaman input catatan (proses enkripsi)

Sebelum disimpan dalam database, teks catatan terlebih dahulu akan dienkripsi. Tampilan halaman input teks catatan dan proses enkripsi diperlihatkan pada Gambar 4.

Gambar 4 : Tampilan halaman input teks catatan yangmemproses enkripsi

4.4. Tampilan halaman isi catatan (proses dekripsi) Isi catatan dari database masih berupa cipher text. Proses dekripsi dilakukan untuk menampilkan isi catatan yang sebenarnya (plain text). Tampilan halaman isi catatan baik berupa cipher text maupun plain text diperlihatkan pada Gambar 5.

Gambar 5: Tampilan halaman isicatatan setelah dilakukan proses dekripsi iMoM

31 4.5. Pengujian Proses Enkripsi

Pengujian aplikasi iMoM untuk proses enkripsi diperlihatkan pada Tabel 4.

Tabel 8: Tabel Proses Enkripsi

Dari Tabel 4, dapat dilihat bahwa teks isi catatan yang diisikan pada form berhasil dienkripsi dengan baik. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk proses enkripsi adalah 21,4382 milidetik. Data berhasil diamankan melalui proses enkripsi tersebut. Teks terenkripsi (cipher text) disimpan dalam database.

4.6. Pengujian Proses Dekripsi

Di dalam database aplikasi iMoM, teks isi catatan tersimpan dalam bentuk teks terenkripsi. Aplikasi iMoM akan melakukan proses dekripsi pada saat menampilkan isi catatan tersebut bila diberikan kunci yang sesuai. Pengujian dilakukan untuk memperlihatkan bahwa iMoM dapat melakukan proses dekripsi tersebut dengan baik. Hasil pengujian disajikan pada tabel 5.

Tabel 9: Tabel Proses Dekripsi

Dari Tabel 5 dapat dilihat bahwa teks yang terenkripsi (cipher text), berhasil didekripsi oleh aplikasi iMoM. Rata-rata waktu

yang diperlukan untuk proses dekripsi adalah sebesar 36,0317 milidetik. Teks hasil dekripsi pada Tabel 4 sama dengan data masukan awal berupa teks asli yang diinput pada form pembuatan isi catatan, yang disajikan pada Tabel 3.

Hal ini membuktikan bahwa aplikasi iMoM sudah dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Proses enkripsi berhasil berfungsi mengamankan data yang diberikan, sedangkan proses dekripsi yang dilakukan oleh aplikasi iMoM berhasil mengembalikan data seperti semula.

V. KESIMPULAN

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari rangkaian uji coba, analisa dan implementasi program aplikasi iMoM ini adalah sebagai berikut:

a. Implementasi algortma AES untuk mengamankan data pada program aplikasi iMoM ini berjalan dengan baik, sehingga isi catatan pada database tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berkepentingan.

b. Aplikasi iMoM berhasil mengenkripsi data masukan dengan baik dan juga dapat mengembalikannya lagi menjadi bentuk semula.

c. Aplikasi ini menggunakan kunci untuk mengenkripsi data masukan. Tanpa kunci, isi catatan yang terenkripsi pada database tidak dapat didekripsi lagi.

d. Aplikasi iMoM mempunyai tampilan yang sederhana dan user friendly sehingga mudah dimengerti dan digunakan.

e. Proses enkripsi membutuhkan waktu rata-rata 21,4382 milidetik.

f. Proses dekripsi membutuhkan waktu rata-rata 36,0317 milidetik.

DAFTAR PUSTAKA

[1] A. Wirayuda, B. Setiawan, and R. P. Wibowo,

“Aplikasi Mobile Catatan Kerja Dokter berbasis Android (Studi Kasus Dokter Spesialis Ortopedi),” J.

Tek. POMITS, 2013.

[2] A. S. Assaidi and A. Amborowati, “Perancangan Aplikasi Diary Menggunakan Algoritma Kriptografi Rc6 Berbasis Android,” Semin. Nas. Teknol. Inf. dan Multimed., 2016.

[3] R. Amalia and P. Rosyani, “Implementasi Algoritma AES dan Algoritma XOR pada Aplikasi Enkripsi dan Dekripsi Teks Berbasis Android,” Fakt. Exacta, 2018, doi: 10.30998/faktorexacta.v11i4.2878.

[4] A. U. Rahman, S. U. Miah, and S. Azad, “Advanced encryption standard,” in Practical Cryptography:

Algorithms and Implementations Using C++, 2014.

[5] D. A. Meko, “Perbandingan Algoritma DES, AES, IDEA Dan Blowfish dalam Enkripsi dan Dekripsi Data,” J. Teknol. Terpadu, 2018.

32

Perancangan Sistem Aplikasi Booking Parking

Dalam dokumen Vol. 8 No. 1 September 2019 (Halaman 31-36)

Dokumen terkait