Pemanfaatan Raspberry PI 3 dengan Sensor Infrared dan Kamera dalam Menjaga Keamanan Site Indosat
Rizky Tahara Shita, Subandi, Lauw Li Hin
Perbandingan Hasil Turbidity Sensor dengan Sensor Cahaya pada Smart Akuarium
Riri Irawati, Rizky Pradana
Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital Berbasis Android untuk Manajemen Keuangan Pribadi
Reni Hariyani, Tio Prasetio
Merancang Sistem E-Commerce untuk Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus Pada Toko Rakjat Ketjil)
Bruri Trya Sartana, Rizal Manthovani Juniar, Ririt Roeswidiah
Pengamanan Data menggunakan Algoritma AES Pada Aplikasi Imom Berbasis Android
Abdurrahman Johnsen Feriyansah, Ferdiansyah , Ika Susanti
Perancangan Sistem Aplikasi Booking Parking menggunakan Mikro- kontroler dengan Sensor Infrared berbasis Mobile Apps Di PT.Visionet Data Internasional
Ahmad Pudoli, Firhansyah , M.Jamaluddin Anas, Dewi Kusumaningsih
ASOSIASI PERGURUAN TINGGI INFORMATIKA & ILMU KOMPUTER (APTIKOM) WILAYAH 3
Sekretariat Redaksi : Universitas Budi Luhur Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Jakarta Selatan 12260 Telp. 021.5853753 Fax .021.5869225
TICOM VOL. 1 NO. 2 JANUARI 2013
Jurnal TICOM adalah jurnal ilmiah dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (Aptikom) wilayah 3. Jurnal TICOM terbit 3 kali dalam satu tahun yaitu: September, Januari dan Mei
Pelindung:
Ketua APTIKOM Wilayah 3:
Mochamad Wahyudi, M.M., M.Kom., M.Pd.
(STIMIK Nusa Mandiri)
Ketua Dewan Redaksi:
Dr. Ir. Nazori AZ, MT (Universitas Budi Luhur)
Redaksi Pelaksana:
Dra. Andiani, M.Kom (Universitas Pancasila) Ina Agustina, S.Si, S.Kom, MMSI (Universitas Nasional)
Dwiza Riana, S.Si, MM, M.Kom (STMIK Nusa Mandiri) Nani Tachjar, S.Kom, MT (ABFI Institute Perbanas)
I.G.N. Mantra, M.Kom (ABFI Institute Perbanas) Muhaemin, MM, M.Kom (STMIK Indonesia)
Mitra Bestari:
Prof. Jazi Eko Istiyanto, Ph.D (Universitas Gadjah Mada) Prof. Iping Supriana Suwardi (Institut Teknologi Bandung) Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc (ABFI Institute Perbanas)
Prof. Dr. Djoko Lianto Buliani (ITS Surabaya) Prof. Dr. Zainal Hasibuan (Universitas Indonesia)
Dewan Editor:
Benfano Soewito, ST, M.Sc, Ph.D (Universitas Bakrie) Dr. Iskandar Fitri, ST, MT (Universitas Nasional)
Muhammad Agni Catur Bhakti, ST, MSc, Ph.D (Universitas Pancasila) Dr. Manik Haspara, M.Kom (Universitas Bakrie)
Prof. Marsudi Wahyu Kisworo, Ph.D ( ABFI Institute Perbanas) Prof. Dr. Ir. Kaman Nainggolan, MS (STMIK Nusa Mandiri)
Rusdah, S.Kom, M.Kom (Universitas Budi Luhur)
Sekretariat Redaksi:
Universitas Budi Luhur
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Jakarta Selatan 12260 Email: [email protected]
[email protected]
TICOM
EDITORIAL
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya jurnal ilmiah “TICOM” ini dapat diterbitkan. Penerbitan jurnal ilmiah ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi untuk menuangkan ide-ide dan pembahasan seputar isu-isu di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Penerbitan jurnal TICOM edisi ini adalah merupakan penerbitan Vol. 8 No. 1 September 2019, yang memuat 6 paper dari berbagai perguruan tinggi yang merupakan hasil penelitian dan kajian ilmiah. Topik jurnal edisi ini memuat:
1. Pemanfaatan Raspberry PI 3 dengan Sensor Infrared dan Kamera dalam Menjaga Keamanan Site Indosat
2. Perbandingan Hasil Turbidity Sensor dengan Sensor Cahaya pada Smart Akuarium
3. Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital Berbasis Android untuk Manajemen Keuangan Pribadi 4. Merancang Sistem E-Commerce untuk Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus Pada Toko
Rakjat Ketjil)
5. Pengamanan Data menggunakan Algoritma AES Pada Aplikasi Imom Berbasis Android 6. Perancangan Sistem Aplikasi Booking Parking menggunakan Mikrokontroler dengan Sensor
Infrared berbasis Mobile Apps Di PT.Visionet Data Internasional
Sebagai penutup, kami selaku tim redaksi ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang banyak membantu sehingga terbitnya jurnal TICOM Vol. 8 No. 1 September 2019 ini. Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada para penulis yang telah bersedia menyumbangkan karya tulisnya dari mulai tahapan reviewer, editing sehingga “camera ready paper” sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan jurnal TICOM.
Jakarta, September 2019 Tim Redaksi
TICOM VOL. 8 NO. 1 SEPTEMBER 2019
DAFTAR ISI
1. Pemanfaatan Raspberry PI 3 dengan Sensor Infrared dan Kamera dalam Menjaga Keamanan Site Indosat
Rizky Tahara Shita, Subandi, Lauw Li Hin...
... 1 2.Perbandingan Hasil Turbidity Sensor dengan Sensor Cahaya pada Smart Akuarium
Riri Irawati, Rizky Pradana...
... 73. Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital Berbasis Android untuk Manajemen Keuangan Pribadi
Reni Hariyani, Tio Prasetio...
... 144. Merancang Sistem E-Commerce untuk Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus Pada Toko Rakjat Ketjil)
Bruri Trya Sartana, Rizal Manthovani Juniar, Ririt Roeswidiah... 20
5. Pengamanan Data menggunakan Algoritma AES Pada Aplikasi Imom Berbasis Android Abdurrahman Johnsen Feriyansah, Ferdiansyah , Ika Susanti... 27
6. Perancangan Sistem Aplikasi Booking Parking menggunakan Mikrokontroler dengan Sensor Infrared berbasis Mobile Apps Di PT.Visionet Data Internasional
Ahmad Pudoli, Firhansyah , M.Jamaluddin Anas, Dewi Kusumaningsih... 32
1
Pemanfaatan Raspberry PI 3 dengan Sensor Infrared dan Kamera dalam Menjaga Keamanan Site Indosat
Rizky Tahara Shita#1, Subandi#2, Lauw Li Hin#3
# Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12260 Telp.(021) 5853753
ABSTRAK — Dalam menjalankan proses bisnis, faktor keamanan sering sekali terlupakan; hal ini memang tidak dapat dipungkiri karena banyak faktor yang lebih diutamakan agar mencapai proses bisnis tersebut.
Keamanan yang berbanding terbalik dengan kenyamanan sering diabaikan dan biasanya akan direalisasikan jika ada kejadian yang tentunya sudah mendapatkan dampak negatif. Ada baiknya pencegahan dilakukan dengan menerapkan keamanan agar dapat mencegah hal yang tidak diinginkan. PT. Indosat Ooredoo adalah perusahaan telekomunikasi yang memiliki banyak menara pemancar sinyal telepon seluler (site) agar pelanggannya dapat menikmati layanan yang diberikan oleh PT. Indosat Ooredoo dengan baik. Dalam melayani pelanggan; selain melakukan pemeliharaan, penjagaan terhadap site yang merupakan aset juga harus diperhatikan, yang mana faktor penjagaan ini pada umumnya masih dilakukan secara manual dan minim pengawasan manusia yang bertujuan untuk menekan biaya pengeluaran. Sebagai pengganti pengawasan manusia yang berada pada site dan penjagaan tetap dapat dilakukan dan dipantau, perlu adanya sebuah cara agar kedua hal tersebut dapat terlaksana; salah satu nya yaitu dengan memasang alat yang selalu memantau dan memberikan informasi jika terdapat hal yang mencurigakan kepada pemilik maupun pengawas site, sehingga dengan adanya alat tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam menangani masalah yang ada.
Kata kunci: keamanan, sensor, raspberry
ABSTRACT — In running a business process, the safety factor is often forgotten; this is indeed undeniable because many factors are preferred in achieving the business process.
Security that is inversely proportional to comfort is often ignored and will usually be realized if there are events that
would have had a negative impact. It is better to do prevention by implementing security in order to prevent undesirable things. PT. Indosat Ooredoo is a telecommunications company that has many cell phone signal transmitter towers (site) so that its customers can enjoy the services provided by PT. Indosat Ooredoo well. In serving customers; In addition to carrying out maintenance, safeguarding of the site which is an asset must also be considered, which is generally still done safeguarding factors and minimal human supervision aimed at reducing costs. As a substitute for human surveillance that is on site and safeguards can still be carried out and monitored, there needs to be a way so that both of them can be carried out; one of them is by installing a tool that always monitors and provides information if there is anything suspicious to the owner or supervisor of the site, so that with the tool it is expected to be one of the solutions in dealing with existing problems.
Keywords: security, sensor, raspberry I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Penerapan Teknologi Informasi pada zaman sekarang memang memiliki kemajuan yang sangat cepat, dan mulai banyak di manfaat kan oleh banyak perusahaan yang ingin membuat sesuatu yang bersifat mobile seperti menggunakan SMS untuk menyalahkan lampu rumah, monitor kelembaban suhu tanah melalui aplikasi pada handphone; ada juga cctv yang bisa di akses dari handphone.
PT. Indosat Oredoo adalah perusahaan telekomunikasi, seperti kita tau banyak sekali tower milik Indosat di seluruh Indonesia. Di dalam area tower (site), banyak property milik mereka yang sangat berharga, dan muda sekali untuk di curi.
Untuk menjamin termonitor nya site Indosat tersebut,
2 diperlukan sebuah cara untuk dapat memantau dan memberikan informasi jika terdapat pergerakan yang ada didalam site kepada pemilik maupun penjaga site tersebut melalui aplikasi Telegram yang berupa foto maupun video singkat.
1.2. Masalah
Dari latar belakang tersebut, terdapat masalah yang terjadi;
yaitu:
Adanya kemungkinan pencurian aset pada site Indosat karena minimnya pengawasan.
Aktivitas pada sita yang kurang termonitor.
Kurangnya keamanan pada site Indosat yang masih menggunakan pengamanan secara manual.
1.3. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Meminimalisir aktivitas yang tidak termonitor agar dapat dimonitor dengan mudah.
Memungkinkan untuk membantu menangkap orang yang mencuri aset pada site Indosat.
Meningkatka pengamanan dari hal yang dapat menimbulkan kerugian materi.
1.4. Batasan Masalah
Agar penelitian ini tidak keluar dari pembahasan maka diperlukan ruang lingkup masalah, yaitu:
Area penelitian sebatas pada site yang dimiliki oleh Indosat.
Pemanfaatan Raspberry dengan sensor infra merah dan kamera dalam mengamankan site Indosat untuk menangkap pergerakan yang terjadi dalam bentuk gambar maupun video dan dikirimkan melalui aplikasi Telegram.
II. LANDASAN TEORI
2.1. Raspberry Pi 3 Model B+
Raspberry PI, sering disingkat dengan nama Raspi, adalah komputer papan tunggal (single-board circuit – SBC) yang memiliki ukuran sebesar kartu kredit dimana dapat menjalankan program perkantoran, permainan komputer dan sebagai pemutar media hingga video beresolusi tinggi.
Raspberry PI ini memiliki konektor GPIO (General Purpose Input Output) yang dapat digunakan untuk membuat berbagai macam alat atau sensor, RAM sebesar 1 GB, 4 Port USB, Ethernet Shield dan 1 Port HDMI.
2.2. Sensor PIR (Passive Infrared)
Sensor PIR (Passive Infrared) adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah. Sensor PIR bersifat pasif, artinya sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari luar.
Sensor ini biasanya digunakan dalam perancangan detektor gerakan berbasis PIR. Karena semua benda memancarkan energi radiasi, sebuah gerakan akan terdeteksi ketika sumber infra merah dengan suhu tertentu melewati sumber infra merah
yang lain dengan suhu yang berbeda, maka sensor akan membandingkan pancaran infra merah yang diterima setiap satuan waktu, sehingga jika ada pergerakan maka akan terjadi perubahan pembacaan pada sensor.
2.3. PI Camera NoIR
Modul kamera Raspberry Pi NoIR atau disingkat Raspicam merupakan kamera yang digunakan untuk mengambil foto atau video. Raspicam mempunyai resolusi sebesar 8 megapixel dan mendukung resolusi video 720p, 1080p dan VGA90. Raspicam dapat terhubung ke Raspberry Pi melalu port CSI yang memang diperuntukan untuk koneksi kamera Raspberry menggunakan kabel Ribbon.
2.4. Telegram Chat App
Telegram adalah sebuah aplikasi layanan pengirim pesan instan multiplatform berbasis awan yang bersifat gratis dan nirlaba. Klien Telegram tersedia untuk perangkat telepon seluler dan sistem perangkat komputer. Para pengguna dapat mengirim pesan dan bertukar foto, video, stiker, audio, dan tipe berkas lainnya. Ada fitur pada aplikasi Telegram yang dapat membuat Bot untuk kebutuhan khusus, seperti membalas otomatis chat, dapat juga untuk memonitoring sebuah alat dengan memberikan perintah pada Telegram Bot; maka Telegram Bot akan mengirim perintah tersebut ke alat yang sudah terkoneksi dengan Application Protocol Interface (API).
2.5. Phyton
Python adalah bahasa pemrograman multiguna dengan filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas dan dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif.
III. ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN
3.1. Analisa Masalah
Sebagai suatu perusahaan yang banyak memiliki aset diluar kantor, PT. Indosat Ooredoo selaku pemilik banyak tower seluler di seluruh Indonesia, kurang sekali melakukan pemantauan terhadap aset yang dimiliki dilingkungan tower atau BTS, sering sekali aset tersebut hilang tanpa tahu siapa pelaku nya dan selalu terulang kembali. Jika sebuah aset di tower tersebut hilang, maka akan mengganggu kinerja dari tower seluler tersebut; sampai bisa menyebabkan tower tersebut tidak berfungsi. Hal ini yang perlu dilakukan agar dapat melakukan pemantauan dan memberikan informasi terhadap site yang dimiliki oleh PT. Indosat Ooredoo.
3.2. Pemecahan Masalah
Pemantauan dan penyampaian informasi terhadap site menjadi penting dilakukan untuk meminimalisir hal yang menyebabkan kerugian bagi PT. Indosat Ooredoo tanpa perlu penambahan pegawai sebagai pengawas secara langsung pada site tertentu. Karena hal tersebut, maka perlu dibuat sesuatu
3 yang dapat bekerja untuk menjawab kebutuhan yang ada. Salah satunya adalah dengan membuat alat yang dapat melakukan pemantauan dan memberikan informasi jika ada pergerakan pada site. Alat tersebut haruslah dapat mendeteksi pergerakan yang terjadi dan memberikan informasi berupa gambar maupun video melalui aplikasi yang mudah digunakan oleh pengguna.
3.3. Diagram Blok
Dalam diagram blok ini dijelaskan bahwa data masuk pada mikrokontroler melalui sensor Infrared akan ditampilkan melalui pesan pada aplikasi Telegram.
Gambar 1: Diagram Blok
Disini dapat dilihat bagaimana pentingnya mikrokontroler yang mana sebagai pengendali utama akan mengolah Input dan mengirim Output.
3.4. Konstruksi Alat
Alat ini memiliki cara kerja yang sangat sederhana, untuk mengaktifkan mode standby. Tanpa mode standby alat tidak akan bekerja jika ada pergerakan disekitar, tetapi masih bisa menangkap gambar atau video secara manual dengan mengetik perintah pada Telegram, ketika posisi standby kamera pada alat ini tidak akan menyala, ketika sensor Infrared menangkap suatu gerakan, maka kamera akan aktif dan menangkap gambar sekitar, gambar yang sudah ditangkap oleh kamera akan disimpan pada memory di Raspberry dan selanjutnya akan di proses dan dikirimkan melalui koneksi internet ke aplikasi chat Telegram melalui Bot yang sudah dibuat. Untuk menangkap video harus di proses dulu dengan cara di convert ke .mp4, karena secara default video pada Raspberry memiliki ekstensi .h264, untuk ekstensi tersebut tidak support untuk dikirmkan melalui Telegram, ketika sudah terkonversi menjadi .mp4, maka file tersebut bisa dibaca oleh aplikasi Telegram dengan format .gif.
3.5. Rancangan Alat
Sensor dan Kamera yang sebelumnya sudah terpasang, dilakukan pengecekan fungsi sebagaimana mestinya alat itu bekerja ketika sensor Infrared menangkap pergerakan, maka kamera akan menangkap gambar. Setelah semua fungsi optimal, maka sensor Infrared, kamera dan modul Raspberry disatukan dalam kotak yang berfungsi sebagai dudukan sensor, kamera dan tempat meletakan modul Raspberry. Untuk mengurangi panas pada alat, ditambahkan kipas sebagai sirkulasi agar suhu tetap terjaga.
Gambar 2: Rancangan Alat
3.6. Rancangan Aplikasi A. Sistem Operasi Raspberry
Sebelum digunakan, Raspberry harus di install Sistem Operasi Raspbian terlebih dahulu; dimana untuk melakukan konfigurasi, diperlukan SoftwareRaspbian yang berbasis Linux dan dapat diunduh pada website resmi Raspberry.
B. Telegram pada Raspberry
Sebelum aplikasi Telegram dapat terkoneksi pada Raspberry, maka harus di konfigurasi dengan cara mengInstall library Telegram, agar Telegram dapat terkoneksi dengan Raspberry. Hubungkan terlebih dahulu Raspberry dengan menggunakan aplikasi putty, dan ketik perintah “apt-get install python-pip” dan “sudo pip install telepot”. Setelah selesai maka Telegram sudah dapat melakukan koneksi ke Raspberry dengan memanfaatkan token.
C. Telegram Bot
Pada aplikasi Telegram, terdapat sebuah Bot yang dikembangkan oleh pihak ketiga. Bot pada Telegram bisa dikontrol melalui perintah yang telah dibuat sebelumnya, jadi fungsi Bot pada alat ini sebagai sarana untuk komunikasi antara user dan modul Raspberry. Dengan menggunakan BotFather, maka akun untuk Bot dapat dibuat dan dimanfaatkan melalui API yang terhubung dengan aplikasi dan modul Raspberry.
D. Flowchart
Dalam menggambarkan sebuah urutan proses, digunakan flowchart untuk memperjelas urutan bagian alat dalam memproses suatu informasi sampai selesai.
4 Gambar 3: Flowchart Aplikasi
IV. HASIL IMPLEMENTASI DAN ANALISA PROGRAM
4.1. Implementasi
Setelah melakukan perancangan dan pemasangan berbagai komponen, maka selanjutnya adalah pengujian pada tiap-tiap bagian alat seperti sensitivitas sensor, sudut optimal sensor, jarak optimal sensor, pengujian keberhasilan mengirim
gambar dan video, pengukuran delay pengiriman gambar dengan resolusi gambar yang berbeda.
Gambar 4: Prototype Alat
4.2. Uji Kasus
Beberapa pengujian dilakukan untuk mengetahui performa dari alat dan aplikasi yang sudah dibangun. Berikut ini adalah serangkaian hasil uji coba pada beberapa faktor:
A. Pengujian Aplikasi via Telegram secara Black Box Tabel 1: Hasil Pengujian Aplikasi via Telegram secara Black
Box Pengujian 1
Skenario Request perintah /uptime Harapan hasil Merespon waktu hidup alat Hasil Uji
Kesimpulan Valid Pengujian 2
Skenario Request memulai monitoring Harapan hasil Merespon “Started Working”
Hasil Uji
Kesimpulan Valid Pengujian 3
Skenario Alat menangkap pergerakan
5 Harapan hasil Merespon “Motion detect”
Hasil Uji
Kesimpulan Valid Pengujian 4
Skenario Request perintah /GetImage Harapan hasil Merespon berupa gambar Hasil Uji
Kesimpulan Valid Pengujian 5
Skenario Request perintah /GetVideo Harapan hasil Merespon berupa gambar bergerak Hasil Uji
Kesimpulan Valid Evaluasi:
Berdasarkan pengujian tersebut, maka disimpulkan bahwa aplikasi dapat terintegrasi dengan Telegram dan dapat memberikan respon yang sesuai dengan permintaan / request.
B. Pengujian Jarak Jangkauan Sensor Infrared Tabel 2: Pengujian Jarak Jangkauan Sensor Infrared Jarak
(meter)
Hasil Pengujian %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 B B B B B B B B B B 100 2 B B B B B B B B B B 100 3 B B B B B B B B B B 100 4 B B B B B B B B B B 100 5 B B B B B B B B B B 100 6 B B B B B B B B B B 100 7 B B G B B B B G G B 70 8 B G B B G G B G B G 50 9 G G G G G G G G G G 0 10 G G G G G G G G G G 0 Keterangan: B = Berhasil; G = Gagal
Evaluasi: Dari hasil pengujian jangkaun jarak sensor, dapat disimpulkan bahwa sensor dapat bekerja maximal sampai pada jarak 6 meter, sedangkan pada jarak 7 meter, hanya 70% dari pengujian yang berhasil dilakukan oleh sensor inframerah dalam melakukan pendeteksian. Pada jarak 8 meter, sensor dapat mendeteksi sebesar 50% dari pengujian yang dilakukan dan diatas itu sensor tidak dapat melakukan pendeteksian.
Tabel 3: Pengujian Suhu Ruangan Suhu Ruangan (Celcius) Hasil
18 Terdeteksi
19 Terdeteksi
20 Terdeteksi
21 Terdeteksi
22 Terdeteksi
23 Terdeteksi
24 Terdeteksi
25 Terdeteksi
26 Terdeteksi
27 Terdeteksi
28 Terdeteksi
29 Terdeteksi
30 Terdeteksi
6 Evaluasi: dalam keadaan suhu ruang antara 18 sampai 30 derajat celcius, sensor dapat bekerja secara normal dan tidak terpengaruh terhadap suhu ruangan.
Tabel 4: Pengujian Waktu Pengiriman Gambar Resolusi
Gambar
Waktu Kirim Waktu Terima Selisih (detik) 640 x 480 02:03:55 02:03:11 15 1280 x 720 02:12:02 02:12:29 27 1640 x 922 02:15:51 02:16:27 36 1640 x 1232 02:18:29 02:19:07 37 1920 x 1080 02:28:26 02:29:11 45 3280 x 2464 02:31:21 02:33:11 110 Evaluasi: Semakin besar resolusi gambar yang diinginkan, maka butuh waktu lebih lama dalam memproses gambar. Hal ini menjadi berbanding terbalik jika ingin lebih cepat memproses gambar, maka resolusi gambar diturunkan yang tentunya berpengaruh terhadap kualitas gambar yang disimpan.
4.3. Kelebihan dan Kekurangan Program A. Kelebihan Program
Deteksi maksimal dari alat ini adalah maksimal 6 meter, agar alat dapat berfungsi dengan baik, maka harus dipastikan pemasangan alat tepat, tidak terlalu jauh dari benda-benda yang dicurigai akan hilang.
Letak posisi alat yang strategis, akan membuat alat tersebut dapat mendeteksi dari sudut 30o sampai 150o.
Delay yang terjadi akibat pengiriman gambar, dapat di minimalkan dengan memilih opsi ukuran gambar 640 x 480.
Alat ini dapat berjalan di suhu terendah 18o sampai 30o.
Alat ini dapat berjalan dengan baik, mendeteksi pergerakan, mampu mengirimkan file gambar dan video.
Alat ini hanya bisa mengambil satu video, selebihnya kamera terdeteksi error, belum diketahuin apakah kesalahan Program atau hardware kamera.
B. Kekurangan Program
Program belum dapat berjalan secara otomatis ketika alat dihidupkan.
Membutuhkan sirkulasi udara yang baik untuk membuang panas yang dihasilkan dari alat.
Membutuhkan koneksi internet yang memadai agar pengiriman data maupun gambar berjalan dengan baik dan tidak mengalami kendala.
V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik terhadap permasalahan yang dihadapi dan aplikasi yang dikembangkan untuk memberikan solusi adalah bahwa pemanfaatan Raspberry dengan sensor Infrared dan Kamera dapat membantu melakukan pemantauan dan memberikan informasi jika sensor mendeteksi pergerakan pada site Indosat melalui aplikasi chat Telegram dan hal ini membantu dalam melakukan pemantauan site Indosat meskipun tidak ada orang yang selalu standby ditempat. Beberapa kemudahan tersebut juga memiliki kekurangan, dimana alat akan selalu bergantung pada listrik dan koneksi internet yang memadai agar tetap dapat memantau dan memberikan informasi terhadap pergerakan yang ada pada site Indosat.
5.2. Saran
Meskipun kesimpulan yang ditarik cukup memuaskan, akan tetapi untuk pengembangan kedepannya terdapat juga saran yang dapat dilakukan dengan membuat pasokan listrik alternatif dan koneksi internet yang berbeda provider. Selain itu, dibutuhkan juga sebuah cara agar aplikasi dapat langsung berjalan pada saat alat dinyalakan tanpa perlu memberikan perintah terlebih dahulu.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Krisnawan, A. (2015). Perancangan Sistem Keamanan Ruangan Menggunakan Raspberry Pi.
[2] Mohammad, A. (2017). An IOT based Solar Integrated Home Security System by using GSM Module and Raspberry pi.
[3] Kurniawan, M dan Sunarya, U. (2017) : Internet of Things : Sistem Keamanan Rumah berbasis Raspberry Pi dan Telegram Messenger.
[4] Pangalila, A dan Irawan, L. (2017). Implementasi Sensor PIR sebagai Pendeteksi Gerakan untuk Sistem Keamanan Rumah menggunakan Platform IoT.
[5] Anwari, S dan Akbar, S. (2017). Implementasi Prototype Sistem Home security dengan Pemanfaatan Kode Akses berbasis Arduino Mega.
[6] Joshi, S dan Wani, G. (2018). Whatsapp/Telegram Controlled Advanced Security System.
[7] Budijono, S dan Andrianto, J. (2014). Design and implementation of modular home security system with short messaging system.
[8] Sharmila, S. (2017). Smart Intrusion Alert System Using Raspberry Pi and Pir Sensor.
[9] Andriani, T dan Hidayatullah, M. (2018). Rancang Bangun Sistem Keamanan Menggunakan Sensor Passive Infrared Dilengkapi Kontrol Pendingin Ruangan Berbasis Arduino Uno dan Real Time Clock.
7
Perbandingan Hasil Turbidity Sensor dengan Sensor Cahaya pada Smart Akuarium
Riri Irawati#1, Rizky Pradana#2
# Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12260 Telp.(021) 5853753
2[email protected] ABSTRAK — Akuarium menjadi objek yang sangat
menarik saat ini, hampir setiap rumah tangga memiliki akuarium dirumah. Air yang bersih sangat penting untuk kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada didalamnya, seperti ikan-ikan, karang-karang, kura-kura dan lain-lain.
Akan tetapi untuk perawatan kebersihan airnya membutuhkan effort yang tinggi untuk mengerjakannya apabila kita harus melakukannya sendiri. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diciptakannya smart akuarium untuk membantu dan mempermudah kerja manusia dengan menggunakan bantuan teknologi berupa kumpulan sensor-sensor yakni sensor turbidity (kekeruhan air) dan sensor ultrasonic sebagai pembacaan tinggi level air; dan diatur oleh mikrokontroler arduino agar berjalan secara berkesinambungan antara input dan output. Output yang dihasilkan adalah tampilan LCD Keypad Shield dan putaran pompa berdasarkan hasil penyaringan air. Untuk operasinya air harus diisi dulu sampai ketinggian air <30, jika airnya kotor maka motor filter berputar. Jika airnya sudah jernih maka motor filter akan berhenti dan motor buang berputar. Motor buang akan berhenti jika ketinggian air >50. Berdasarkan pada batasan nilai tersebut alat bekerja dengan baik 100%.
Kata Kunci: Smart akuarium, Mikrokontroler Arduino, Turbidity sensor, sensor ultrasonic
ABSTRACT — Aquariums are very interesting objects nowadays, almost every household has an aquarium at home.
Clean water is very important for the survival of living things in it, such as fish, corals, turtles and others. However, for maintenance of cleanliness of the water requires high effort to do it if we have to do it yourself. To overcome this problem, the creation of smart aquariums to help and facilitate human work by using technological assistance in the form of a collection of sensors namely turbidity sensors (water turbidity) and ultrasonic sensors as high water level readings;
and regulated by the Arduino microcontroller so that it runs continuously between the input and output. The resulting
output is the LCD Keypad Shield display and pump speed based on the results of water filtration. For the operation of water, it must be filled first until the water level is <30, if the water is dirty, the motor filter rotates. If the water is clear, the motor filter will stop and the exhaust motor spins. The exhaust motor will stop if the water level is> 50. Based on these value limits the tool works well 100%.
Keywords: Smart akuarium, Mikrokontroler Arduino, Turbidity sensor, sensor ultrasonic
I. PENDAHULUAN
Masyarakat modern indonesia banyak menggunakan akuarium sebagai bagian dari interior sebuah ruangan.
Akuarium yang digunakan untuk dapat memberikan nilai keindahan dari ruangan tersebut. Namun, permasalahan yang banyak terjadi adalah akuarium yang mudah kotor dengan kandungan bahan organik terlarut tinggi. Penggunaan filter biasanya hanya menggunakan kain kasa (penyaringan secara fisika), sehingga tidak dapat mengurangi kandungan bahan oraganik terlarut. Oleh sebab itu, kami mengusung ide untuk membuat smart aquarium. Smart Aquarium adalah akuarium yang menerapkan sistem resirkulasi air yang ditunjang dengan sistem pengolahan air mandiri yang menggabungkan sistem pengolahan air secara semi robotik dan penyaringan geologi.
Smart Aquarium merupakan desain akuarium pintar yang mandiri yang didesain untuk memenuhi kebutuhan manusia akan estetika dan hiburan di era modern. [1] Smart Aquarium yang diciptakan dengan sistem terintegrasi mampu menjaga kualitas air lebih lama sehingga pengguna dapat melakukan pergantian air akuarium dalam rentang waktu yang lebih lama.
Melalui Smart Aquarium, selain pengguna mendapatkan keuntungan dalam melakukan penghematan energi, dapat pula menjadi salah satu upaya dalam melakukan penghematan air melalui penggunaan air yang efisien oleh Smart Aquarium ini.
8 II. LANDASAN TEORI
Adapun penelitian yang dijadikan referensi adalah sebagai berikut:
a. Air limbah merupakan masalah yang harus segera ditanggulangi karena menyangkut kepentingan banyak kehidupan. Untuk mengatasi solusi ini maka peneliti membuat alat dengan memanfaatkan air kotor untuk diproses menjadi air bersih, agar air sungai tidak tercemar.
Dengan menggunakan sensor cahaya sebagai pembaca keruhnya air dan sensor height sebagai penghitung ketinggian level air, mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengendali sistem kontrol antara input dan output, dimana output yang dihasilkan adalah tampilan LCD Keypad Shield dan putaran pompa berdasarkan hasil penyaringan air. Untuk operasinya air harus diisi dulu sampai ketinggian air <30, jika airnya kotor maka motor filter berputar. Jika airnya sudah jernih maka motor filter akan berhenti dan motor buang berputar. Motor buang akan berhenti jika ketinggian air >50. Berdasarkan pada batasan nilai tersebut alat bekerja dengan baik 100%. [2]
b. Penyaring air sederhana skala kecil dipasang untuk mengatasi masalah air bersih warga. Penyaring air dibuat dari pipa PVC dengan menggunakan pasir, kerikil, arang batok, sabut kelapa dan spons sebagai media penyaring.
Unit penyaring yang dipasang berhasil menjernihkan air dengan menurunkan turbiditas dari 68,06NTU menjadi 0,81NTU, dengan pH air stabil pada 7,41. Air hasil penyaringan telah memenuhi standard air bersih
berdasarkan PERMENKES RI No.
416/MENKES/PER/IX/1990, bahkan turbiditasnya memenuhi standard air minum yang tertuang di SK MENKES No 907/MENSKES/SK/VII/2002. [3]
c. Merancang teknologi pengolahan air untuk daerah pedesaan yang sederhana, mudah dan murah yakni teknologi saringan sederhana. Metoda yang digunakan ialah menyiapkan alat dan bahan, Alat dan bahan yang digunakan yaitu bak, kerikil, ijuk, pasir, dan arang sekam, lalu potong bagian atas drum untuk memasukan bahan- bahan saringan, lubangi drum di bagian samping bawah kurang lebih 5 cm dari bawah permukaan, ukur sketsa ketebalan bahan penyaringan, cuci bahan yang akan digunakan lalu keringkan, masukkan bahan kedalam drum dan susun sesuai dengan ketebalannya, masukkan air kotor, bandingkan air yang dimasukkan dengan yang ditampung. Setelah dilakukan penyaringan tersebut, air yang tertampung lebih bersih dibandingkan dengan air yang dimasukkan, karena kotoran-kotoran yang terdapat dalal air tersebut telah tersaring oleh bahan-bahan yang dimasukkan kedalam drum, air ini sudah dapat digunakan untuk keperluan rumah rumah tangga namun belum dapat dikonsumsi secara langsung karena didalam air tersebut masih banyak terkandung patogen yang berbahaya. Dapat disimpulkan bahwa dari beberapa bahan yang digunakan yang sangat berperan untuk penjernihan air ialah arang tempurung kelapa dan semakin tebal lapisan penyaringan
maka air yang disaring semakin bersih. [4]
d. Rumusan masalah adalah membuat alat penyaringan air kotor menjadi air bersih menggunakan mikrokontroller Atmega32. Perangkat lunak yang digunakan meliputi sistem operasi, bahasa pemrograman dan perangkat lunak pengelolah data. Sistem operasi yang digunakan Microsoft Windows 7 sebagai sistem operasi. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa Pemrograman Basic – Bascom AVR dan Visual Basic 6.0.
Uji coba dilakukan dengan menguji Alat penyaringan air kotor menjadi air bersih sesuai dengan harapan dan rancangan. Yaitu sensor dapat mendeteksi tingkat kejernihan air sumber dan air hasil penyaringan dan ditampilkan pada LCD 16 x 2 dan Aplikasi PC dengan ukuran persen. [5]
e. Telah dilakukan pembuatan sistem otomatis pada penjernihan air sumur galian berbasis mikrokontroller ATMega 8535. Sistem terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian penjernih air dan bagian otomatisasi. Bagian penjernihan air merupakan sistem mekanik dengan memanfaatkan bahan-bahan alami berupa pasir kerang dan juga karbon aktif. Pada bagian otomatisasi terdiri dari sensor ultrasonik yang berfungsi sebagai masukan untuk level air, sensor cahaya LDR yang berfungsi sebagai masukan untuk kejernihan air serta bagian proses yang dilengkapi dengan relay yang akan mengantar arus listrik masuk ke aktuator untuk menyalakan solenoid valve dan pompa. Secara kualitatif, keluaran penjernihan air lebih baik jika dibandingkan dengan air sumur galian yang digunakan. Air ini kemudian dapat digunakan untuk keperluan non konsumsi sehari-hari. [6]
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah pada metodologi dan alat yang digunakan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fuzzy Logic pada proses pengerjaannya dimana Fuzzy Logic controller memproses aturan – aturan yang dibuat user yang memerintah system control target, yang terdiri dari dua sensor masukan yakni sensor ultrasonic dan turbidity sensor. Keluaran yang dihasilkan adalah hasil pembacaan kejernihan air melalui layar LCD dan kinerja buka/tutup katup pompa.
III. METODE
3.1. Objek Penelitian
Objek penelitian ini dibagi berdasarkan fase yang terjadi, yaitu objek pada fase input, fase proses dan fase output. Pada fase input, objek yang yang menjadi indikator masukan ada dua macam, yaitu level kekeruhan air dan level tingginya air pada penampungan. Turbidity Sensor mengukur kualitas air dengan mendeteksi tingkat kekeruhannya. Sensor ini mendeteksi partikel tersuspensi dalam air dengan cara mengukur transmitansi dan hamburan cahaya yang berbanding lurus dengan kadar Total Suspended Solids (TTS). Sensor Ultrasonik bekerja dengan cara memancarkan gelombang suara ultrasonik sesaat dan kemudian akan menghasilkan output berupa pulsa
9 yang sesuai dengan waktu pantulan dari gelombang suara ultrasonik yang dipancarkan sesaat kemudian kembali menuju sensor.
Pada fase kedua yaitu fase proses, objek yang diteliti adalah nilai digital yang masuk melalui fase input yang kemudian dikonversikan lagi ke dalam bentuk range dalam jangkauan 0 sampai 100 sebagai indikator dari persentase kekuatan input.
Kemudian pada fase terakhir, objek yang diteliti adalah hasil tampilan pada LCD keypad shield dan buka tutup pompa.
Pada Layar LCD akan ditampilkan nilai presentase dari pendeteksian pada turbidity sensor dan sensor ultrasonic.
Apabila pada layar LCD memberikan nilai persentase 0%
sampai dengan 20% maka memiliki batas anggota rendah dan persentase 21% sampai dengan 100% maka memiliki batas anggota tinggi dari turbidity sensor, Untuk kejernihan Air, semakin rendah nilai presentase maka air semakin jernih. Pada sensor ultrasonic jika nilai presentase <30mm maka motor pompa akan tetap berhenti, jika sudah mencapai 30mm maka motor pompa filter atau motor pompa buang akan bekerja sesuai dari kondisi kejernihan air. Sebagai contoh pertama apabila air keruh dan level ketinggian air sudah mencapai 30mm, maka motor pompa filter akan bekerja menyedot air keruh ke penampungan awal. Contoh kedua apabila air sudah jernih dan ketinggian level air mencapai 30mm maka motor pompa buang akan terbuka dan diisikan ke dalam penampungan akuarium.
3.2. Desain Penelitian
Pada tahap ini desain dari sistem yang dibuat terbagi kedalam tiga macam, sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh masing-masing model arsitektur. Pada konsep ini terbagi kedalam tiga bagian, yaitu pembentukan arsitektur, pembentukan set keanggotaan dan terakhir penentuan rule fuzzy dari sistem yang dibentuk.
1) Arsitektur
Pada arsitekturnya, untuk konsep yang pertama terkait dengan hardware yang digunakan, yaitu komponen untuk input, proses dan output. Berikut adalah gambar konsep arsitektur yang terbentuk:
Gambar 1: Arsitektur Smart Aquarium
Dari gambar tersebut, terlihat bahwa komponen input yang digunakan adalah sensor turbidity, sensor ultrasonic kemudian pada bagian selanjutnya semua komponen baik input maupun output dihubungkan dengan arduino uno.
2) Set Keanggotaan
Pada set keanggotaannya dibagi kedalam tiga kategori, yaitu satu kategori input dan satu kategori output. Pada kategori input pola set keanggotaan terlihat pada diagram venn berikut:
i. Set keanggotaan Turbidity Sensor:
Gambar 2: Himpunan Turbidity
Dimana set keanggotaan tersebut memiliki dua kategori himpunan yang saling beririsan dengan ketentuan:
= {0,1,2, … ,20}
= {20,21,22, … ,100}
Dan syarat bahwa:
{ ∈ | ∈ }
{ ∈ | ∈ }
Sehingga dapat membentuk keanggotaan dari fuzzy seperti gambar dibawah ini:
Gambar 3: Set Turbidity Jernih
10 Pada gambar 3 menunjukkan set keanggotaan dari Turbidity Jernih dimana batasan-batasan nilainya adalah [0 0 10 30].
Nilai 21 sampai dengan 100 merupakan batas nilai keadaan air jernih.
Gambar 4: Set Turbidity Keruh
Pada gambar 4 menunjukkan set keanggotaan dari Turbidity Keruh dimana batasan-batasan nilainya adalah [0 0 10 30].
Nilai 0 sampai dengan 20 adalah batas nilai untuk keadaan air keruh.
ii. Set Keanggotaan Sensor Ultrasonik:
Gambar 5: Himpunan Ultrasonik
Dimana set keanggotaan tersebut memiliki dua kategori himpunan yang saling beririsan dengan ketentuan:
= {0,1,2, … ,29}
= {30,21,22, … ,100}
Dan syarat bahwa:
{ ∈ | ∈ }
{ ∈ | ∈ }
Sehingga dapat membentuk keanggotaan dari fuzzy seperti gambar dibawah ini:
Gambar 6: Set Ultrasonik Katup Terbuka
Pada gambar 6 menunjukkan set keanggotaan dari sensor ultrasonik dimana batasan-batasan nilainya adalah [0 0 20 40]. Nilai 0 sampai dengan 30 adalah batas nilai untuk keadaan pompa terbuka.
Gambar 7: Set Ultrasonik Katup Tertutup
Pada gambar 7 menunjukkan set keanggotaan dari sensor ultrasonik dimana batasan-batasan nilainya adalah [0 0 20 40]. Nilai 40 sampai dengan 100 adalah batas nilai untuk keadaan pompa tertutup.
3) Pembentukan Rule
Konsep pembentukan rule dari model ini adalah dengan mengkombinasikan seluruh nilai input terhadap nilai output yang diinginkan. Berikut adalah pola rule fuzzy yang dibentuk:
11 Gambar 8: Turbidity Sensor
Gambar 9: Rule Fuzzy Sensor Ultrasonik IV. HASIL PEMBAHASAN
4.1. Tampilan Komponen a. ArduinoUno
Penelitian ini pada intinya menggunakan perangkat arduino uno sebagai perangkat Artificial Intelligence. Pada board ini disematkan program fuzzy logic dan kontrol terhadap semua komponen terkait. Berikut adalah gambar dari arduino uno yang digunakan:
Gambar 10 : Tampilan Arduino Uno
Berdasarkan gambar diatas, dapat dilihat bahwa perangkat arduino uno yang digunakan menjadi central processing unit yang terhubung dengan PC, AC adaptor, LCD keypad shield dan motor driver.
b. Sensor Ultrasonic
Sensor Ultrasonic mengirimkan sinyal untuk membaca ketinggian air pada tempat penampungan air. Apabila sensor Ultrasonic membaca ketinggian air <30 mm maka air akan tetap mengalir sampai batas air maksimum tercapai. Apabila sensor Ultrasonic membaca pada ketinggian = 30 mm maka motor
driver memerintahkan pompa untuk berhenti. Berikut tampilan dari sensor water level: Berikut tampilan dari sensor ultrasonik.
Gambar 11: Sensor Ultrasonic c. Sensor Turbidity
Pengujian sensor GE turbidity ini dilakukan dengan beberapa cara, yang pertama yaitu dengan memberikan catu daya 5 volt pada sensor, ketika sensor dirasa sudah aktif maka langkah selanjutnya adalah mengkalibrasi sensor dengan cara mencelupkannya kedalam air putih bersih, selanjutnya celupkan sensor turbidity ini ke beberapa sempel air dan hasil pembacaan nilai kekeruhannya.
Gambar 12 : Sensor Turbidity d. LCD Keypad Shield
LCD Keypad Shield yang digunakan adalah sebagai berikut:
Gambar 13: LCD Keypad Shield
12 Pada gambar tersebut tertera “LEV WTR” (ketinggian level air) bernilai 29 mm yang berarti sensor ultrasonic membaca ketinggian level air didalam penampungan air sebesar 29 mm. Dimana penampung air harus diisi setinggi 30 mm. TURB’Y = 193 nut.
e. Motor Driver Board L298N
Motor driver ini digunakan untuk mengatur debit air yang keluar dari pompa berdasarkan dari aturan fuzzy yang dibuat, dengan batasan nilai bit yang mempengaruhi kekuatan arus listrik yaitu 0 bit untuk motor stop, 128 bit untuk motor slow dan 255 bit untuk motor fast. Motor driver menjembatani antara pompa sebagai objek keluaran dan arduino board yang menjadi central processing unit. Berikut tampilan dari Motor driver L298N:
Gambar 14 : Motor Driver L298N
Pada saat sensor ultrasonic membaca ketinggian setinggi
= 30 mm maka motor driver akan memerintahkan pompa air untuk stop, sebaliknya apabila belum mencapai ketinggian 30 mm maka pompa air akan terus mengalir.
Pada saat pembacaan oleh sensor Turbidity (kejernihan air), motor outcats akan berputar pada kondisi kejernihan air
>20%. Motor filter akan berputar pada kondisi kejernihan air
<20%.
f. Pompa Mini
Pompa mini digunakan pada modul 1 dan 2 sebagai komponen output penelitian. Karena alat yang dibuat masih dalam bentuk prototype maka pompa air yang digunakan adalah pompa mini akuarium seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini:
Gambar 15: Pompa air mini
4.2. Analisa
Cara analisa hasil dari peneilitian ini didasari oleh model testing secara deduktif, yaitu dari bentuk umum ke penarikan kesimpulan secara khusus, dimana bentuk umum yang diambil berupa signal analog yang didapat dari sekitar sistem yang kemudian di ubah ke bentuk digital oleh masing-masing sensor yang terdapat pada masing-masing model sistem, yang kemudian diterjemahkan oleh kode program ke dalam bentuk laporan pada layar LCD dan putaran pompa.
Gambar 16: Rangkaian secara keseluruhan
Pada gambar diatas terlihat bahwa rangkaian tersusun atas mikrokontroler arduino uno yang terhubung dengan motor driver untuk mengontrol pompa air, LCD keypad shield, turbidity sensor dan sensor ultrasonic.
Gambar 17 : Tempat Penampungan dan Penyaringan Air Pada gambar diatas terlihat bahwa rangkaian penampungan air tersusun atas 3 tingkat box penyimpanan air dan dapat terlihat penampungan air tengah diberikan air kotor (keruh) pada tingkat 1 (paling atas). Tingkat 1 dan 2 untuk penampungan penyaringan air dan tingkat 3 (paling bawah) di berikan 2 selang untuk mengeluarkan air jika kondisi air keruh maka air akan kembali lagi keatas untuk disaring kembali, jika sudah jernih maka akan dibuang langsung keluar.
13 Gambar 18: Hasil Penampakan Air Keruh Dikembalikan
Kembalikan ke Tempat Tingkat 1 Penyaringan Air V. KESIMPULAN
a. Optimalisasi kehandalan dari sensor-sensor yang menjadi tolak ukur pendeteksian pembacaan dari kedua sensor yang digunakan, yang diterapkan pada penyaringan air limbah secara otomatis dengan menggunakan sensor cahaya dan sensor height dengan memanfaatkan perangkat arduino uno yang dilengkapi dengan metode fuzzy logic mamdani didalam penelitian ini.
b. Penelitian ini menggunakan model fuzzy yang dibuat terdiri dari 2 input dan dua output, yaitu satu input sensor turbidity dan satu input sensor ultrasonic serta 2 output berupa pompa buka tutup kran air dan tampilan LCD keypad shield.
c. Buka/tutup servo bekerja dengan baik berdasarkan pembacaan dari keruh tidaknya air. Pada saat sensor ultrasonic membaca ketinggian setinggi = 30 mm maka motor driver akan memerintahkan pompa air untuk stop, sebaliknya apabila belum mencapai ketinggian 30 mm maka pompa air akan terus mengalir. Pada saat
pembacaan oleh sensor Turbidity (kejernihan air), motor outcats akan berputar pada kondisi kejernihan air >20%.
Motor filter akan berputar pada kondisi kejernihan air
<20%.
d. Jika airnya sudah jernih maka motor filter akan berhenti dan motor buang berputar. Motor buang akan berhenti jika ketinggian air >50. Berdasarkan pada batasan nilai tersebut alat bekerja dengan baik 100%.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Muflih, Akrom. 2014. Akuarium Dengan Sistem Geobiofilter Untuk Peningkatan Efisiensi Penggunaan Air. Institut Pertanian Bogor.
[2] Riri, Irawati. 2019. Penerapan Metode Fuzzy Logic Dalam Penyaringan Air Limbah Secara Otomatis Dengan menggunakan Sensor Cahaya. Jurnal Bit Vol. 16 No. 1.
ISSN 1693-9166.
[3] Kristianto, H. et.al,.2016. Penerapan Teknologi Penyaringan Air Sederhana Di Desa Cukanggenteng.
Jurnal Udayana Mengabdi, Volume 15 Nomor 3.
[4] Gusdi, Riyal. et.al,. 2017. Pembuatan Alat Penyaringan Air Sederhana Dengan Metode Fisika. Jurnal Nasional Ecopedon JNEP Vol. 4 No.1 hal. 19 – 21.
[5] Susanto, Diko. et.al,. 2014. Alat Penyaringan Air Kotor Menjadi Air Bersih Menggunakan Mikrokontroller Atmega 32. Jurnal Media Infotama Vol. 10 No. 2. ISSN 1858 – 2680.
[6] Megawati. et.al,. 2016. Prototipe Alat Penjernih Air Sumur Otomatis Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535.
Jurnal Coding, Sistem Komputer Untan Volume 04, No 01, hal 11-20. ISSN : 2338-493X.
14
Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital Berbasis Android untuk Manajemen Keuangan Pribadi
Reni Hariyani#1, Tio Prasetio*2
# Akademi Sekretari Budi Luhur
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12260 Telp.(021) 5853753
*Fakultas Ekonomi dna Bisnis, Universitas Budi Luhur
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12260 Telp.(021) 5853753
2[email protected] ABSTRAK — Penelitian ini bertujuan untuk
memberikan gambaran mengenai penggunaan aplikasi keuangan digital berbasis android untuk manajemen keuangan pribadi mahasiswa khususnya catatan keuangan harian dengan kategori sumber pemasukan dan sumber pengeluaran. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Akademi Sekretari Budi Luhur Angkatan 2016 yang memiliki pengetahuan mengenai jenis transaksi pemasukan dan pengeluaran. Sampel yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling berjumlah 38 mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mix methods (mengkombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif). Teknik pengumpulan data kualitatif yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan data kuantitatif yaitu data laporan keuangan untuk 90 hari dari aplikasi keuangan digital. Hasil penelitian yaitu responden dapat menggunakan aplikasi keuangan digital berbasis android dengan kategori sumber pemasukan terbesar berasal dari uang saku yaitu 46%, untuk kategori sumber pengeluaran terbesar berasal dari biaya makan dan transportasi yaitu 26% serta dari laporan keuangan pribadi mahasiswa menunjukkan bahwa 65,8%
mahasiswa memiliki jumlah pemasukan yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengeluaran.
Kata kunci : aplikasi, keuangan, digital, manajemen.
ABSTRACT — This study aims to provide an overview of the use of android-based digital financial applications for student to manage personal financial, especially daily financial records with category income and expenditure.The population of this study are Akademi Sekretari Budi Luhur student’s (2016 class) who have
knowledge about the types of income and expenditure tra nsaction. Data samples taken from puposive sampling method to 38 students. This study using mix methods (combining quantitative and qualitative methods). The Techniques to collect qualitative data are interviews, observation and documentation, quantitative data is daily financial statement data for 90 days from financial digital applications. This study result that responden could use android-based digital finance applications with the largest source of income categories from pocket money 46%, the largest source of expenditure categories from food and transportation costs 26% and from students personal financial reports that 65.8% students have a greater income than expenditure.
Keyword: application, financial, digital, management I. PENDAHULUAN
Sebagian besar mahasiswa Akademi Sekretari Budi Luhur mendapatkan sumber pemasukan utama (uang saku) dari orang tua atau walinya. Meskipun beberapa diantara mahasiswa (minoritas) sudah memiliki sumber pemasukan lain berasal dari usaha pulsa, usaha makanan gorengan, usaha kosmetik dan usaha mencari followers online pada instagram.
Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa secara personal behavior finance mahasiswa tidak pernah membuat anggaran pengeluaran maupun catatan pengeluaran setiap bulan sehingga sering mengalami defisit [8]. Sumber pemasukan utama (uang saku) yang diterima oleh setiap mahasiswa dengan jangka waktu yang berbeda-beda, yaitu ada yang mereka terima setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan dari orang tua atau walinya. Kemampuan mahasiswa dalam mengelola atau mengatur keuangan yang dimiliki menentukan
15 masa depan keuangan mereka. Pemasukan yang mahasiswa terima hanya habis untuk keperluan konsumsi, transportasi dan belanja umum (kosmetik, keperluan perlengkapan kuliah, pulsa handphone, pembelian tas, baju dan sepatu), dengan tidak memiliki perencanaan keuangan untuk menabung.
Mahasiswa Akademi Sekretari Budi Luhur belum memiliki pendapatan atau penghasilan sendiri, karena mahasiswa fokus untuk berkuliah (belum bekerja). Sehingga cadangan dana juga terbatas untuk digunakan setiap bulannya. Mereka masih bingung dalam mengelola keuangan (manajemen keuangan). Bagi mahasiswa, manajemen keuangan pribadi bukanlah hal mudah untuk dilakukan sebab ada saja kendala-kendala yang dihadapi, seperti keterlambatan kiriman dari orang tua/wali (untuk mahasiswa yang kos), atau uang bulanan yang habis sebelum waktunya karena kebutuhan tidak terduga (fotokopi diktat atau modul kuliah dari dosen), ataupun disebabkan manajemen keuangan pribadi yang salah (tidak ada penganggaran atau perencanaan keuangan), serta gaya hidup dan pola perilaku konsumtif yang boros (tanpa memperhatikan skala prioritas).
Permasalahan itu terjadi karena sering melakukan pengeluaran yang tidak penting seperti belanja kebutuhan yang tidak perlu dan mendesak, mudah tergiur dengan diskon yang sedang diadakan dan sebagainya. Bahkan lupa dengan rincian pengeluaran yang telah dikeluarkan. Sehingga mahasiswa merasakan kesulitan melakukan manajemen keuangan pribadi. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan bagi mahasiswa adalah penting karena diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran agar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa semakin lama semakin banyak, serta dapat digunakan bekal untuk menjadi wirausaha [10].
Dengan adanya teknologi smartphone android dapat membuat pengguna semakin dimudahkan dengan beragam aplikasi yang dikembangkan oleh para pengembang. Salah satunya adalah aplikasi keuangan digital. Agar setiap orang dapat lebih teliti dalam melakukan perincian keuangan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang serta lebih bijaksana dalam melakukan manajemen keuangan pribadi. Aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna tersebut adalah aplikasi manajemen keuangan pribadi. Dahulu untuk dapat mengakses aplikasi manajemen keuangan pribadi diperlukan sebuah komputer yang memiliki aplikasi khusus untuk melakukan perhitungan terhadap pemasukan dan pengeluaran harian. Kini dengan adanya aplikasi manajemen keuangan pribadi berbasis android, diharapkan mampu membantu pengguna untuk melakukan manajemen terhadap keuangan setiap saat.Salah satu aplikasi keuangan digital yang dapat digunakan adalah “Catatan Keuangan Harian”. Aplikasi yang hanya dapat diinstall pada smartphone android ini memiliki keunggulan yaitu aplikasi dapat digunakan untuk mencatat transaksi keuangan setiap hari meliputi rincian pemasukan dan pengeluaran, aplikasi didesain dengan sederhana sehingga mudah digunakan, dan aplikasi ini memiliki fitur-fitur yang sangat bermanfaat untuk manajemen keuangan pribadi diantaranya yaitu dapat menampilkan laporan
keuangan serta melakukan export dalam bentuk microsoft excel serta diperlukannya PIN (Personal Identification Number) untuk mengakses aplikasi keuangan tersebut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Mahasiswa dapat melakukan manajemen keuangan pribadi dengan mengetahui transaksi rincian pemasukan dan pengeluaran setiap harinya, 2) Mahasiswa dapat melakukan manajemen keuangan pribadi menggunakan aplikasi catatan keuangan harian pada smartphone android.
Tujuan penelitian yaitu untuk memberikan gambaran mengenai penggunaan aplikasi keuangan digital berbasis android untuk manajemen keuangan pribadi mahasiswa khususnya catatan keuangan harian dengan kategori sumber pemasukan dan sumber pengeluaran.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Secara istilah pengertian aplikasi adalah suatu program yang siap untuk digunakan yang dibuat untuk melaksanankan suatu fungsi bagi pengguna jasa aplikasi serta penggunaan aplikasi lain yang dapat digunakan oleh suatu sasaran yang akan dituju [1]. Aplikasi merupakan program komputer atau perangkat lunak yang didesain untuk mengerjakan tugas tertentu [3].
Keuangan merupakan ilmu dan seni dalam mengelola uang yang mempengaruhi kehidupan setiap orang dan setiap organisasi. Keuangan berhubungan dengan proses, lembaga, pasar, dan instrumen yang terlibat dalam transfer uang dimana diantara individu maupun antar bisnis dan pemerintah [7].
Digital adalah sebuah metode yang kompleks dan fleksibel yang membuatnya menjadi sesuatu yang pokok dalam kehidupan manusia. Sedangkan teori digital adalah sebuah konsep pemahaman dari perkembangan zaman mengenai teknologi dan sains, dari semua yang bersifat manual menjadi otomatis ,dan dari semua yang bersifat rumit menjadi ringkas [5].
Manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola, dari arti tersebut secara substantif makna manajemen mengandung unsur-unsur kegiatan yang bersifat pengelolaan [3].
Manajemen dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian aktifitas (termasuk perencanaan dalam pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber daya organisasi (manusia, financial, fisik dan informasi) dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien [2].
Manajemen keuangan pribadi adalah suatu proses mengatur keuangan individu untuk mencapai kepuasan ekonomi pribadi. Proses manajemen ini dapat membantu individu dalam mengontrol kondisi keuangannya. Setiap individu memiliki keadaan ekonomi (keuangan) yang berbeda sehingga dibutuhkan pengelolaan dalam merencanakan keuangan untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan tertentu [2].
Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis Linux yang mencakup sistem operasi,
16 middleware dan aplikasi. Aplikasi catatan keuangan harian adalah aplikasi untuk mencatat aktivitas keuangan, baik pengeluaran dan pemasukan [4].
Fitur utama pada aplikasi catatan keuangan harian yaitu sebagai berikut:
a. Mencatatat pengeluaran/pembelanjaan uang harian (daily expense)
b. Mencatat pendapatan (Income) c. Laporan keuangan dan pendapatan d. Menghitung selisih
e. Laporan perbulan
f. Export dan simpan dalam format excel (xls/spreadsheet) g. Laporan semua aktivitas keuangan pertransaksi,
mempermudah anda untuk melihat riwayat pengeluaran sebelumnya
h. Edit dan menambahkan kategori pengeluaran, pemasukan i. Fitur PIN sebelum masuk aplikasi
j. Desain simple dan mudah dipakai
Informasi mengenai aplikasi catatan keuangan harian (tersedia pada handphone android )
a. Rating : 4,6 b. Versi : 1.0.10
c. Download :1.000.000+ Download d. Email Developer: [email protected]
e. Alamat Developer: Jl. Raya Madiun – Surabaya wilangan nganjuk 64462, Jawa Timur
f. Diupdate pada : 22 September 2018
g. Ditawarkan oleh: Catatan Keuangan Harian h. Dirilis tanggal: 13 Juni 2017
Update Versi pada aplikasi catatan keuangan harian, yaitu sebagai berikut:
a. Versi 1.0.10
•Update Library
•Menambah kebijakan privasi dan layanan b. Versi 1.0.8
•Fitur laporan grafik, calculator, reset data, new theme
•Upgrade android libraries
•Perbaikan bug alarm di android 8.0
•Perbaikan bugs & improvement c. Versi 1.0.6
•Perbaikan bugs & improvement
•Fitur share d. Versi 1.0.5
•Laporan per kategori dan laporan per minggu
•Manual back up dan restore
•Alarm pengingat untuk mencatat
•Fitur export laporan (format excel dan text) III. METODE
Penelitian ini menggunakan mix methods dengan menggabungkan metode kualitatif dengan kuantitatif untuk diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliabel dan objektif [6]. Objek penelitian ini adalah manajemen keuangan
pribadi. Sedangkan subjek penelitiannya adalah mahasiswa Program Studi Sekretari Akademi Sekretari Budi Luhur.
Variabel operasional yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
A. Variabel Untuk Data Kualitatif
1) Metode Interview (Wawancara). Sumber data yang diwawancara (informan) adalah mahasiswa Program Studi Sekretari Akademi Sekretari Budi Luhur angkatan 2016 yang telah mengetahui berbagai jenis pemasukan dan pengeluaran dalam kehidupan sehari- hari. Pengetahuan tersebut diberikan oleh peneliti pada minggu pertama perkuliahan di semester Gasal tahun ajaran 2018/2019. Pengetahuan manajemen keuangan pribadi bagi mahasiswa didukung dengan aplikasi keuangan digital catatan keuangan harian.
Peneliti membuat tutorial panduan mengenai penggunaan catatan keuangan harian dan memberikan penjelasan secara rinci kepada mahasiswa (informan) mengenai penggunaan aplikasi manajemen keuangan pribadi catatan keuangan harian. Peneliti menggunakan wawancara interview bebas terpimpin.
2) Metode Observasi pada penelitian ini meliputi proses pengamatan secara periodik penginputan transaksi pemasukan dan pengeluaran pada aplikasi keuangan digital catatan keuangan harian.
3) Metode Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tutorial panduan penggunaan aplikasi keuangan digital catatan keuangan harian, dimana tutorial tersebut disusun oleh peneliti.
B. Variabel Untuk Data Kuantitatif yaitu data berupa laporan keuangan harian yang bersumber dari aplikasi keuangan digital catatan keuangan harian, yang telah diinput oleh mahasiswa selama 3 bulan (September 2018 s.d November 2018) dan berisi transaksi pencatatan pemasukan dan pengeluaran.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Pembahasan Hasil Kualitatif
Hasil untuk data kualitatif menunjukkan bahwa (1) sumber jenis-jenis pemasukan pribadi berasal dari uang saku, hasil usaha, dan non uang saku (pemberian dari orang tua, kakak atau saudara); (2) sumber jenis-jenis pengeluaran pribadi berupa makan siang di kampus, transportasi (bensin, parkir, ongkos naik angkutan umum), pembelian pulsa handphone, dan belanja umum (pembelian kosmetik, biaya fotokopi, pembelian cemilan, pembayaran uang kas, pembayaran arisan, dan tabungan) (3) responden yang mengetahui pencatatan keuangan berjumlah 10 responden (26,3%) sedangkan yang sudah mempraktikkan dengan mempunyai catatan pemasukan dan pengeluaran berjumlah 4 responden (10,5%). (4) responden yang mengetahui aplikasi keuangan digital berjumlah 2 responden (5,26%). Responden sudah pernah mendengar mengenai aplikasi catatan keuangan harian dan money manager. Tetapi belum ada responden (0%) yang menginstall atau menggunakan aplikasi keuangan digital berbasis android.
17 Implikasi data kualitatif pada aplikasi catatan keuangan harian menunjukkan beberapa kategori pemasukan meliputi 4 hal yaitu hasil usaha, gaji, bonus, dan lainnya. Untuk uang saku dimasukkan ke dalam kategori gaji. Untuk uang tambahan dimasukkan ke dalam kategori lainnya. Untuk uang dari hasil sampingan pekerjaan dimasukkan ke dalam kategori hasil usaha. Dan untuk uang yang diterima dari arisan atau sejenisnya dimasukkan ke dalam kategori bonus.
Tabel 1. Hasil Implikasi Kategori Pemasukan Pribadi Kelompok Pemasukan
CA
No Kategori Jumlah 1 Hasil Usaha 1
2 Gaji 16
3 Bonus 0
4 Lainnya 15
CB
No Kategori Jumlah 1 Hasil Usaha 13
2 Gaji 12
3 Bonus 4
4 Lainnya 0
Total
No Kategori Jumlah 1 Hasil Usaha 14
2 Gaji 28
3 Bonus 4
4 Lainnya 15
Sumber: Hasil Implikasi (2019)
Berdasarkan tabel 1 didapatkan hasil implikasi dari 38 responden selama periodik 3 bulan atau ± 90 hari bahwa mayoritas sumber pemasukan pribadi secara berurutan berasal dari kategori gaji atau uang saku sebanyak 28 transaksi (46%), lainnya sebanyak 15 transaksi (25%), hasil usaha sebanyak 14 transaksi (23%), dan bonus sebanyak 4 transaksi (7%).
Kategori pengeluaran meliputi 5 hal yaitu makanan, transportasi, pulsa HP, belanja umum, dan lainnya. Hasil implikasi dari kategori pengeluaran pribadi disajikan dalam tabel di bawah ini yaitu sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Implikasi Kategori Pengeluaran Pribadi Kelompok Pengeluaran
CA
No Kategori Jumlah
1 Makanan 18
2 Transportasi 18
3 Pulsa HP 7
4 BelanjaUmum 11
5 Lainnya 15
CB
No Kategori Jumlah
1 Makanan 20
2 Transportasi 20
3 Pulsa HP 15
4 BelanjaUmum 13
5 Lainnya 9
Total
No Kategori Jumlah
1 Makanan 38
2 Transportasi 38
3 Pulsa HP 22
4 BelanjaUmum 24
5 Lainnya 24
Sumber: Hasil Implikasi (2019)
Berdasarkan tabel 2 didapatkan hasil implikasi dari 38 responden selama periodik 3 bulan atau ± 90 hari bahwa mayoritas sumber pengeluaran pribadi secara berurutan berasal dari kategori pembelian makanan sebanyak 38 transaksi (26%), pembayaran transportasi sebanyak 38 transaksi (26%), belanja umum sebanyak 24 transaksi (16%), pulsa HP sebanyak 22 transaksi (15%) dan lainnya sebanyak 24 transaksi (16%).
Implikasi data kualitatif oleh responden dilakukan dengan menggunakan aplikasi keuangan digital catatan keuangan harian yaitu pada tampilan berikut:
Gambar 1: Tampilan Input Transaksi
18 Gambar 2: Tampilan Kategori Transaksi
Gambar 3: Tampilan Hasil Laporan
Gambar 4: Tampilan Hasil Grafik Laporan Keuangan
Gambar 5: Tampilan Ekspor Laporan Keuangan
Gambar 6 : Tampilan Mengatur Kata Sandi Aplikasi