• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengamatan pada saat pelaksanaan diskusi

Dalam dokumen ILMU KALAM Guru edited 4 maret 2015 (Halaman 91-101)

SYIRIK DALAM AJARAN ISLAM

A. Pengamatan pada saat pelaksanaan diskusi

Aspek dan rubrik penilaian

1. Kejelasan dan kedalaman informasi.

a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna, skor 30.

b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan kurang sempurna, skor 20.

c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap, skor 10.

2. Keaktifan dalam diskusi.

a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi, skor 30. b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi, skor 20.

c. Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi, skor 10.

3. Kejelasan dan kerapian presentasi

a. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 40.

b. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 30. c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang

rapi, skor 20.

d. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas dan tidak rapi, skor 10.

No Nama siswa Aspek yang dinilai Skor Maks

Nilai Ketuntasan Skor

Maks TindakLanjut

1 2 3 T TT R P 1 2 3 4 5 Keterangan:

T : Tuntas mencapai nilai .... ( disesuaikan dengan nilai KKM ) TT : Tidak Tuntas jika nilai yang diperoleh kurang dari nilai KKM R : Remedial

P : Pengayaan

B. Kolom Evaluasi

1. Kolom pilihan ganda.

Pilihan ganda: jumlah jawaban benar x 2,5 (maksimal 20 x 2,5 = 50) 2. Kolom uraian.

Uraian: rubrik penilaian

No. Rubrik Penilaian Skor

1.

a. Jika peserta didik dapat menjelaskan pengertian syirik lengkap, dan sempurna, skor 10.

b. Jika peserta didik dapat menjelaskan pengertian syirik, kurang lengkap, skor 5.

10

2.

a. Jika peserta didik dapat menunjukkan dasar argumen naqliyah dengan benar, skor 10.

b. Jika peserta didik dapat menunjukkan dasar argumen naqliyah, kurang lengkap, skor 5.

10

3

a. Jika peserta didik dapat mengidentiikasi klasiikasi syirik dengan

benar, skor 10.

b. Jika peserta didik dapat mengidentiikasi klasiikasi syirik, kurang

lengkap, skor 5.

10

4.

a. Jika peserta didik dapat menyebutkan akibat perbuatan syirik di dunia dengan dalilnya dengan benar, skor 10.

b. Jika peserta didik dapat menyebutkan akibat perbuatan syirik di dunia dengan dalilnya kurang lengkap, skor 5.

5.

a. Jika peserta didik dapat menyebutkan akibat perbuatan syirik di akhirat dengan dalilnya dengan benar, skor 10.

b. Jika peserta didik dapat menyebutkan akibat perbuatan syirik di akhirat dengan dalilnya kurang lengkap, skor 5. 10

Jumlah skor maksimal 50

Nilai : Jumlah skor yang diperoleh (pilihan ganda dan Isian) x 100

jumlah skor maksimal

Skor penilaian sebagai berikut:

a. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya tepat pada waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 100.

b. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 90.

c. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya sedikit ada kekurangan, nilai 80. jumlah skor maksimal

C. Tugas Portofolio

1. Latar belakang orang melakukan perbuatan syirik yakni usaha untuk melipat gandakan kekayaan menggunakan praktik perdukunan, santet dan riya!

No. Perilaku Yang Diamati Tanggapan/Komentar Anda

1. Mencari Pesugihan

2. Santet

3. Riya

2. Menurut Anda, cara menghindari perbuatan syiik yang benar berupa usaha melipat ganda menggunakan praktik perdukunan, santet dan riya!

No. Perilaku Yang Diamati Tanggapan/Komentar Anda

1. mencari Pesugihan

2. Santet

3. Riya

Skor penilaian sebagai berikut:

a. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya tepat pada waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 100.

b. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 90.

c. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya sedikit adkekurangan, nilai 80.

..., 20

Mengetahui,

Guru mata pelajaran Orang Tua/Wali Siswa

(...) (...)

Nilai akhir yang diperoleh oleh peserta didik adalah sebagai berikut. a. Jumlah nilai rata-rata pada kolom uji kompetensi pilihan ganda/uraian

dan tugas x 50%.

b. Jumlah nilai rata-rata pada kolom diskusi x 50%.

Nilai akhir= nilai a + nilai b

Peserta didik memperoleh nilai :

Sangat Baik : apabila memperoleh skor 3,20 – 4,00 (80 – 100) Baik : apabila memperoleh skor 2,80 – 3,19 (70 – 79) Cukup : apabila memperoleh skor 2.40 – 2,79 (60 – 69)

Kurang : apabila memperoleh skor kurang 2.40 (kurang dari 60%)

Kunci Jawaban:

1. C 2. A 3. A 4. A 5. D 6. C 7. A 8. D 9. B 10. A 11. B 12.C 13. C 14. B 15. A 16. D 17. B 18. C 19. B 20. D Uraian 1. Pengertian syirik :

Secara bahasa (etimologi) syirik berasal dari bahasa Arab syaraka

(كش)

, yang berarti

menyekutukan atau menduakan dengan sesuatu yang lain. Dalam pengertian menya-makan Allah dengan selain- Nya. Sedangkan secara terminologi, syirik berarti menjad-ikan bagi Allah tandingan atau sekutu.

َلاَق ُم َظَْعأ ِبْنَذا َُيَأ َمَلَسَو ِهْيَلَع ُ ٰلا َل َص ِ ٰلا َلوُسَر ُتْلأَس َلاَق ِ ٰلا ِدْبَع ْنَعَ

اًدِن ِ ٰ ِل َلَعْت ْنَ َأ ُكْ ِّشلا

Artinya:

Dari Abdillah berkata, saya bertanya kepada Nabi Saw.; dosa apa yang paling besar ?, Nabi Saw. bersabda; Syirik yaitu engkau membuat tandingan bagi Allah. (HR. Nasa’i).

2. Dasar argumen naqliyah bahwa orang yang menyakini ada Tuhan selain Allah yang

berhak untuk disembah orang tersebut telah melakukan perbuatan syirik adalah QS. Luqman: 13 dan QS. an-Nisa: 48.

ٌميِظَع ٌمْل ُظَل َكْ ِّشلا َنِإ ِ ٰلاِب ْكِ ْشت َا َ َنُب َاي ُهُظَِعي َوُهَو ِهِنْبِ ِإ ُناَمْقُل َلاَق ْذِ

Artinya:

Janganlah mensekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah (syirik) merupakan aniaya yang sangat besar (QS. Luqman [31]: 13).

ِ ٰلِاب ْكِ ْشُي ْنَمَو ُءا َشَي ْنَمِل َِكلَذ َنوُد اَم ُرِفْغَيَو ِِهب َكَ ْشُي ْنَأ ُرِفْغَي َا َ ٰلا َِنإ

اًميِظَع اًمْثِإ ىَ َتْفا ِدَقَف

Artinya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni seg

-ala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS.

an-Nisa [4]: 48).

3. Klasiikasi syirik sebagai berikut :

Syirik besar-nyata (syirk kabīr - jalī)

Syirik besar-nyata, yaitu suatu perbuatan yang nyata-nyata didasarkan atas anggapan bahwa ada Tuhan selain Allah, dan diyakini memiliki kekuatan untuk mengubah nasib manusia. Sebagai contoh adalah orang-orang musyrik di zaman Nabi Muhammad Saw., di mana mereka percaya bahwa Allah adalah pencipta alam semesta, tapi bersamaan den-gan itu, mereka menyembah berhala-berhala (Latta, Uzza Manat, dan sebagainya) yang mereka yakini memiliki kekuatan untuk memenuhi permintaan mereka.

Yang termasuk dalam kategori pertama adalah: syirik niat, yakni ketika seseorang melakukan amal kebaikan, seperti shalat, tahajud, puasa, dan lain sebagainya, bukan meraih ridha Allah, melainkan untuk memperoleh balasan langsung di dunia, atau untuk tujuan duniawi lain, seperti kekuasaan dan kekayaan. Jadi, semua ibadah harus ditujukan

hanya untuk Allah semata seperti dalam QS. Al-An’ām [6]: 162-163).

b. Syirik kecil tersembunyi (syirk ṣaghīr-khafī)

Syirik kecil tersembunyi, yakni suatu perkataan yang secara tersirat mengakui bahwa ada yang kuasa selain Allah, atau suatu perbuatan yang ditujukan untuk selain Allah, atau kekaguman dan ketaatan kepada makhluk Allah yang melebihi batas namun tidak sampai pada tingkat penyembahan. Contoh dari syirik yang kedua ini adalah jika seseorang yang berkata “obat dari dokter inilah yang membuat saya sembuh total dari penyakit saya”. Jika ingin terhindar dari syirik, maka perkataan tersebut hendaknya diubah menjadi “atas pertolongan Allah melalui pak dokter inilah saya sembuh total.

Termasuk juga dalam kategori syirik yang kedua ini adalah sikap riya’ atau pamer. Riya’ ini sendiri ada beberapa bentuk. Bentuk perbuatan seperti memanjangkan ruku’ atau sujud di dalam shalat, dan menunjuk-nunjukkan kekhusyu’an. Dalam bentuk penampilan,

misalnya pakaian yang mengesankan kealiman. Ada pula yang dalam bentuk perkataan,

4. Akibat-akibat perbuatan syirik di dunia dengan dalilnya sebagai berikut :

a. Bimbang dan ragu

َنْوُبِذْكَي اْونُ َك اَمِب ٌمْ ِلَأ ٌباَذَع ْمَُهلَو ا ًضَرَم ُ ٰلا ُمُهَداَزَف ٌضَرَم ْمِهِبوُلُق ِف

Artinya:

Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS. al Baqarah [2]: 10)

b. Mematikan kesucian jiwa

ُهُف َطْخَتَف ِءاَم َسلا َنِم َرَخ اَمَنأَكَف ِ ٰلاِب ْكِ ْشُي ْنَمَو ِِهِب َ ْنِكِ ْشُم َ ْيَ َغ ِ ِٰل َءاَفَنُح

ٍقيِحَس ٍنَكَم ِف ُحْيِّرلا ِهِب يِوْهَت ْوَأ ُ ْي َطلا

Artinya:

dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsia

-pa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”

c. Sulit menerima kebenaran

ٌميِظَع ٌباَذَع ْمُهَلَو ٌةَواَشِغ ْمِهِرا َصْبأ َ َ َعَو ْمِهِعْمَس َ َعَو ْمِهِبْوُلُق َ َع ُ ٰلا َمَتَخ

Artinya:

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang Amat berat. (QS. al-Baqarah [2]: 7)

d. Hilangnya sifat ‘izzah (kemuliaan).

ٍميِوْقَت ِنَسْحَأ ِف َنا َسْ نِإْا اَنْقَلَخ ْدَقَل

Artinya:

4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-bai

-knya . (QS. at Tin [95]: 4)

a. Allah tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik

ِ ّٰلِاب ْكِ ْشُي ْنَمَو ُءا َشَي ْنَمِل َِكلَذ َنوُد اَم ُرِفْغَيَو ِِهب َكَ ْشُي ْنَأ ُرِفْغَي ا َ ٰلا َنِإ

اًميِظَع اًمْثِإ ىَ َتْفا ِدَقَف

Artinya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni se

-gala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsia

-pa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.

(QS. an Nisa [2]: 48)

b. Mendapat balasan di neraka

َلْيِئاَ ْسِإ ِنَب اَي ُحْيِسَمْلا َلاَقَو َمَيْرَم ُنْبا ُحْيِسَمْْلا َوُه َ ٰلا َنِإ اوُلاَق َنْيِ َذا َرَفَك ْدَقَل

ُهاَوْأَمَو َةَنَلا ِهْيَلَع ُ ٰلا َمَرَح ْدَقَف ِ ٰلاِب ْكِ ْشُي ْنَم ُهَنِإ ْمُكَبَرَو ِّبَر َ ٰلا اوُدُبْعاْ

ٍرا َصْنَأ ْنِم َ ْنِمِلاَظلِل اَمَو ُراَنا

Artinya:

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Al

-lah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ia-lah Neraka, tidak-lah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun. (QS. al-Mā’idah [5]: 72)

c. Syirik menghapuskan pahala segala amal kebaikan

َنَنوُكَ َتَو َكُلَمَع َن َطَبْحَ َل َتكَ ْشْ َأ ْنِئَل َكِلْبَق ْنِم َنْيِ َذا َىِ َكْ َلِإ َ ِحوُأ ْدَقَلَو

َنيِ ِساَْلا َنِم

Artinya:

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi- Nabi) sebelum

-mu: “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. az-Zumar [39]: 65)

Tugas (Kebijakan Guru)

Catatan:

nilai-nilai karakter yang dimiliki boleh peserta didik dapat dilakukan dengan tabel berikut ini: Nama Peserta Didik Aktiitas Jumlah Skor Tingkat Pengua-saan Nilai (MK, MB, MT, BT) Keterangan Kerja Sama Keaktifan Paartisipasi Inisiatif

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Rubrik penilaian:

1. Apabila peserta didik belum memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator. 2. Apabila sudah memperlihatkan perilaku tetapi belum konsisten yang dinyatakan

dalam indikator.

3. Apabila sudah memperlihatkan perilaku dan sudah konsisten yang dinyatakan dalam indikator.

4. Apabila sudah memperlihatkan perilaku kebiasaan yang dinyatakan dalam indikator

Catatan:

Penguasaan nilai disesuaikan dengan karakter yang diinginkan. Rentang Skor = Skor Maksimal – Skor Minimal

= 16 - 4 = 12 MK = 4 - 16 MB = 1- 13 MT = 8 - 10 BT = 4 - 7 Keterangan:

BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai

tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten).

MK : Membudaya/kebiasaan (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten).

Peserta didik yang telah mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan guru dapat diberi tugas berupa:

1. Mengerjakan soal pengayaan yang telah disiapkan oleh guru berupa pertanyaan- pertanyaan berkaitan dengan materi yang berbeda dengan pertanyaan yang telah diberikan kepada peserta didik sebelumya.

2. Menyusun makalah atau artikel sesuai dengan materi pembelajaran.

3. Menambah wawasan keilmuan dengan membaca makalah, artikel, buku-buku Ilmu Kalam atau memberi petunjuk untuk melacak situs pada international networking (internet) 4. Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam

pengayaan.

R e m e d i a l

Peserta didik yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetap-kan, guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Peserta didik yang belum menguasa materi akan dijelaskan kembali oleh guru dengan materi yang pernah dipelajari.

2. Guru melakukan penilaian kembali dengan soal yang sejenis.

3. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan contoh: pada saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran (30 menit setelah jam pelajaran selesai).

Interaksi Guru Dengan Orang Tua

Di antara cara yang dapat ditempuh adalah:

1. Guru meminta peserta didik memperlihatkan hasil pengerjaan kolom Uji Kompetensi dalam buku teks kepada orangtua untuk memberikan komentar dan paraf.

2. Menggunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.

3. Berkomunikasi langsung maupun melalui telepon, tentang perkembangan perilaku anak.

BAB 4

Dalam dokumen ILMU KALAM Guru edited 4 maret 2015 (Halaman 91-101)