Prestasi Belajar
2) Pengamatan terhadap aktifitas siswa
Hasil observasi terhadap aktifitas siswa pada pertemuan pertama dan kedua menunjukkan bahwa beberapa siswa sudah aktif dalam menanggapi pertanyaan dari guru, siswa juga sudah ada yang berani berpendapat. Pada kegiatan eksperimen siswa tertarik untuk mencoba melakukan pengamatan pada kegiatan mengukur dan membandingkan jumlah denyut nadi sebelum dan sesudah melakukan aktifitas. Siswa juga terlihat antusias mengikuti kegiatan turnamen. Pada saat evaluasi siswa mampu bersikap jujur dalam mengerjakan soal evaluasi dan tidak ada yang berusaha untuk melihat catatan atau mencontek jawaban teman.
Kegiatan presentasi kelas berlangsung kurang maksimal karena beberapa siswa ada yang tidak memperhatikan penjelasan dari guru, tampak ada yang bercanda dengan teman sebangku, menyandarkan kepala di atas meja sambil mencorat-coret kertas. Pada kegiatan belajar kelompok beberapa siswa juga tidak mau menerima dengan pembagian kelompoknya yang dilakukan oleh guru, dengan alasan kelompok yang didapat tidak sesuai dengan yang diinginkannya,
64
bahkan ada yang berkata tidak mau apabila berkelompok dengan siswa tertentu. Hal tersebut berdampak pada kerja sama yang kurang baik dalam kelompok. Beberapa siswa juga belum mematuhi peraturan turnamen. Selain itu permainan akademik yang dilakukan belum membuat semua siswa tertarik untuk mengikutinya.
d. Refleksi Tindakan Siklus I
Pelaksanaan refleksi dilakukan pada akhir siklus I atau setelah pelaksanaan tindakan selesai. Refleksi tindakan ini bertujuan untuk menganalisis masalah maupun kekurangan yang ada pada pelaksanaan tindakan siklus I. Peneliti bersama dengan guru melakukan diskusi untuk mengevaluasi langkah-langkah pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Dari pelaksanaan siklus I ada beberapa masalah yang muncul pada pelaksanaan tindakan siklus I yaitu:
1) Langkah belajar kelompok dan turnamen dalam TGT belum berjalan dengan optimal karena beberapa siswa ada yang kurang paham dengan aturan turnamen, sehingga saat pelaksanaannya siswa masih bertanya-tanya dan menghambat pelaksanaan turnamen.
2) Beberapa siswa kurang memperhatikan penjelasan dari guru baik penjelasan tentang materi, pembagian kelompok, dan penjelasan tentang peraturan turnamen.
65
3) Guru kurang tegas dalam menertibkan siswa, sehingga beberapa siswa melanggar perintah guru.
4) Permainan akademik yang dipilih guru belum membuat semua siswa tertarik untuk mengikutinya.
5) Beberapa siswa tidak mau menerima dengan pembagian kelompok yang dilakukan oleh guru, hal ini dikarenakan kelompok yang didapat siswa tidak sesuai dengan yang diinginkannya, bahkan ada yang tidak mau berkelompok dengan siswa tertentu.
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, maka perlu adanya upaya perbaikan pembelajaran. Peneliti bersama dengan guru melakukan upaya perbaikan pada pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus II. Upaya perbaikan tersebut yaitu:
1) Guru memberikan peringatan atau teguran kepada siswa yang membuat gaduh, bercanda bersama temannya, dan tidak memperhatikan penjelasan materi. Selain itu guru lebih sering memberikan pertanyaan untuk siswa agar siswa bisa fokus memperhatikan materi pelajaran.
2) Guru berupaya lebih tegas untuk menertibkan siswa dengan menegur kemudian mencatat nama siswa di papan tulis bagi siswa yang melanggar perintah dan membuat gaduh kelas.
3) Pembagian kelompok (kelompok heterogen) dan pembagian pemain turnamen (kelompok homogen) diumumkan beberapa hari sebelum pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menempelkan
66
daftar pembagian kelompok di papan informasi kelas, sehingga siswa akan lebih siap dengan kelompoknya dan tidak bertanya-tanya lagi tentang anggota kelompoknya.
4) Penjelasan tentang aturan turnamen dilakukan apabila semua siswa telah benar-benar siap pada meja turnamen masing-masing.
5) Membuat permainan akademik yang lebih menarik perhatian seluruh kelas dengan permainan tebak kata yang dipandu langsung oleh guru dan diikuti oleh semua kelompok.
6) Guru memberikan pengertian kepada siswa tentang kerja sama yang baik tanpa membeda-bedakan teman. Guru juga memberikan dorongan agar setiap anggota kelompok dapat berpartisipasi dalam kelompoknya walaupun dari hal-hal kecil dan mengajak siswa untuk saling membantu dalam menyelesaikan tugas kelompok. 3. Pelaksanaan Siklus II
a. Tahap Perencanaan
Secara umum perencanaan tindakan pada siklus II sama dengan perencanaan tindakan pada siklus I. Hanya saja, pada perencanaan tindakan siklus II ditambahkan upaya perbaikan tindakan sebagai hasil dari refleksi siklus I. Berikut perencanaan tindakan siklus II dan upaya perbaikan tindakan:
1) Membuat RPP mata pelajaran IPA materi tumbuhan hijau.
2) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) tentang mengamati tempat penyimpanan cadangan makanan pada tumbuhan.
67
3) Membuat pembagian kelompok heterogen yang dapat ditempel pada papan informasi kelas.
4) Mempersiapkan alat dan bahan untuk kegiatan eksperimen/pengamatan.
5) Membuat lembar observasi untuk guru dan siswa.
6) Mempersiapkan permainan akademik berupa tebak kata yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
7) Membuat soal turnamen dan lembar skor turnamen. 8) Membuat kartu bernomor dan kartu jawaban. 9) Membuat soal evaluasi.
Sedangkan upaya perbaikan tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II yaitu:
1) Guru lebih memperhatikan siswa yang tidak fokus dalam pelajaran dengan cara memberikan teguran dan memberikan pertanyaan kepada siswa secara acak agar semua siswa siap dan lebih memperhatikan penjelasan materi.
2) Guru bertindak tegas dengan mencatat nama siswa yang susah diatur di papan tulis agar siswa dapat mematuhi perintah guru. 3) Pembagian kelompok (kelompok heterogen) dan pembagian
pemain turnamen (kelompok homogen) diumumkan beberapa hari sebelum pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menempelkan daftar pembagian kelompok di papan informasi kelas.
68
4) Menyiapkan permainan akademik yang lebih menarik perhatian seluruh kelas.
5) Guru memberikan pengertian kepada siswa tentang kerja sama yang baik tanpa membeda-bedakan teman.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1) Siklus II pertemuan pertama
Hari/tanggal : Selasa, 16 Agustus 2016
Materi : Tumbuhan hijau dan manfaatnya Jam Pelajaran : 4-5
Standar Kompetensi:
2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan Kompetensi Dasar:
2.1Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan. 2.2Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada
tumbuhan hijau sebagai sumber makanan Indikator Pencapaian Kompetensi:
1. Menjelaskan proses fotosintesis sebagai proses pembuatan makanan pada tumbuhan.
2. Menyebutkan bahan-bahan yang diperlukan tumbuhan untuk membuat makanan.
3. Menyebutkan hasil dari proses fotosintesis.
4. Melengkapi tabel tempat penyimpanan cadangan makanan pada tumbuhan.
69
5. Menyebutkan bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dan hewan.
Tujuan Pembelajaran:
1. Melalui penjelasan dari guru, siswa mampu menjelaskan proses fotosintesis dengan benar.
2. Melalui penjelasan dari guru, siswa dapat menyebutkan bahan-bahan yang diperlukan dalam proses fotosintesis dengan tepat. 3. Melalui penjelasan dari guru, siswa dapat menyebutkan hasil
dari proses fotosintesis dengan tepat.
4. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat melengkapi tabel tempat penyimpanan makanan pada tumbuhan dengan benar.
5. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menyebutkan bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dan hewan dengan tepat.
Kegiatan Awal
Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan melakukan apersepsi untuk membangun pengetahuan awal siswa dalam mempelajari materi yang baru. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya “Anak-anak, selain manusia apa saja yang termasuk makhluk hidup?” Siswa menjawab “Hewan pak guru” kemudian ada yang menjawab “Tumbuhan pak guru”. Kemudian guru melanjutkan “Ya benar, hewan dan tumbuhan juga makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Pada pelajaran kali ini
70
kita akan mempelajari tentang tumbuhan hijau dan manfaatnya bagi manusia dan hewan”. Setelah guru selesai menyampaikan apersepsi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti a) Presentasi Kelas
Presentasi kelas pada pelaksanaan siklus II tidak jauh berbeda dengan presentasi kelas pada pelaksanaan siklus I. Hanya saja pada pelaksanaan siklus II guru berusaha untuk lebih meningkatkan partisipasi dan perhatian siswa kepada penjelasan materi yang diajarkan. Pada siklus II materi yang diajarkan oleh guru yaitu materi tumbuhan hijau dan manfaatnya bagi manusia dan hewan. Setelah menyajikan materi secara singkat, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang sedang dipelajari.
b) Belajar Kelompok
Sebelum memasuki tahap belajar kelompok, guru memberikan pengertian kepada siswa tentang bagaimana melakukan kerja sama yang baik tanpa membeda-bedakan dan pilih-pilih teman. Guru menjelaskan bahwa kita sebagai manusia harus saling menghargai dan tolong menolong. Setelah semua siswa paham dengan penjelasan tersebut, guru memerintahkan
71
siswa untuk langsung berkumpul dengan kelompoknya masing-masing karena daftar pembagian kelompok heterogen dan kelompok turnamen (homogen) sudah dipajang di papan informasi kelas satu hari sebelum pelaksanaan pembelajaran IPA berlangsung. Nama kelompok heterogen masih sama seperti pada siklus I memakai nama-nama bunga yaitu Mawar, Melati, Tulip, Matahari, Kamboja, dan Anggrek. Setelah semua siswa berkumpul dalam kelompok masing-masing, guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS). Sebelum siswa mulai mengerjakan LKS, terlebih dahulu guru meminta siswa untuk bersama-sama mempelajari kembali materi yang telah disampaikan guru.
Pada LKS siswa diberi tugas untuk mengamati beberapa tumbuhan, kemudian siswa diminta untuk melengkapi tabel tentang tempat penyimpanan cadangan makanan dan menjawab beberapa pertanyaan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, siswa menggunakan buku paket dan buku lainnya sebagai sumber informasi. Setelah semua kelompok selesai, kemudian pembahasan LKS dilakukan secara bersama-sama, guru memberikan kesempatan kepada kelompok yang ingin menyampaikan hasil pekerjaannya. Setelah itu guru memberikan koreksi terhadap hasil pekerjaan siswa.
72 c) Permainan
Pembahasan LKS selesai kemudian dilanjutkan dengan permainan akademik yang memuat materi yang sedang dipelajari. Berbeda dengan permainan pada siklus I, pada siklus II ini bentuk permainannya yaitu tebak kata dan dipandu oleh guru. Setiap kelompok bersaing untuk saling menjawab dan memiliki juru bicara masing-masing agar tidak terjadi rebutan antar anggota dalam satu kelompok.
Kegiatan Akhir
Memasuki kegiatan akhir, guru menanyakan hal-hal yang belum dipahami siswa, guru juga mengajak siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajari dan membimbing siswa untuk membuat kesimpulan hasil pembelajaran. Pada akhir pelajaran guru menginformasikan pelaksanaan turnamen pada pertemuan selanjutnya dan meminta siswa untuk mempersiapkan diri dengan belajar materi yang telah dipelajari. Kemudian guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.