• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian dan Pembahasan

4. Pengarahan

Fungsi pengarahan atau penggerakan dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan kemampuan masyarakat Sangkrah dalam melaksanakan program SANIMAS. Pengarahan biasanya diberikan oleh pembuat program yaitu pemerintah kepada penerima program. Meskipun sudah dijelaskan saat sosialisasi tapi penerima program belum tentu semua paham dengan program yang akan dilakukan. Dengan adanya pengarahan atau pergerakan diharapkan masyarakat akan menjadi lebih paham dan potensi yang mereka miliki dapat dikembangkan, masyarakat yang dulunya pasif dalam kegiatan sosial akan menjadi aktif sehingga akan tercipta masyarakat yang suka bergotong-royong, bertoleransi, dan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri ataupun masalah publik.

commit to user

Dalam masyarakat, setiap individu pasti memiliki kemampuan yang berbeda-beda apalagi untuk daerah-daerah yang tergolong padat, kumuh, dan miskin seperti di Sangkrah. Peran pemerintah dan KSM Insan Harapan sebagai koordinator masyarakat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam melaksanakan program SANIMAS di kelurahan Sangkrah. Ketua KSM harus mampu memberikan motivasi kepada masyarakat agar masyarakat mau mendukung dan bekerja bersama-sama untuk menyukseskan program SANIMAS. Selama ini KSM Insan Harapan memberikan motivasi kepada masyarakat berupa dukungan moril seperti meyakinkan kepada masyarakat bahwa program SANIMAS milik semua yang nantinya juga dibutuhkan oleh masyarakat.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari Bapak Farhat Kamil selaku Ketua KSM Insan Harapan dan juga ketua RT 04 RW 08, sebagai berikut :

“awal memang ada sebagian masyarakat yang ragu akan pembangunan SANIMAS ini, tapi setelah ada pendekatan dan mengadakan pertemuan-pertemuan akhirnya mereka bersemangat, saya terus memberikan dorongan kepada mereka selain itu juga mereka termotivasi dengan besarnya anggaran yang didapatkan dari pembangunan program ini”. (wawancara, 12 Mei 2012)

Sedangkan Bapak Mahendra Nugrahadi, S.Sos selaku Kepala Kelurahan Sangkrah memberikan pernyataan sebagai berikut :

“masyarakat sini itu tergolong kompak-kompak, setiap ada kegiatan mereka saling bantu membantu, kalau sudah seperti itu kerja saya jadi enak tinggal berkeliling memantau mereka dan memberikan motivasi kepada mereka, dengan adanya saya di lokasi kerja bakti mereka akan lebih semangat bekerja karena merasa diperhatikan, motivasi dari kelurahan ya seperti itu”. (wawancara, 11 Mei 2012)

commit to user

Motivasi masyarakat Sangkrah juga didapat dari kompetisi antar SANIMAS se-Jawa Tengah. Untuk mendorong kinerja masyarakat dalam mengoperasikan dan memelihara SANIMAS, maka Kementerian Pekerjaan Umum memiliki program yang bernama SANIMAS Award. Program SANIMAS Award ini diadakan sekali dalam setahun di tiap-tiap provinsi, pesertanya adalah SANIMAS se-Jawa Tengah yang nantinya akan diseleksi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan LSM BORDA. Untuk kategori kompetisi ini adalah pengelolaan yang baik, adanya partisipasi masyarakat dan juga pemeliharaan sarana prasarana. Pada tahun 2011 kemarin SANIMAS Sangkrah keluar menjadi juara pertama menyisihkan 53 kontestan lainnya. Dengan adanya penghargaan ini masyarakat Sangkrah semakin semangat mengelola dan bangga akan SANIMAS yang telah mereka buat.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari Bapak Udin selaku warga masyarakat Kelurahan Sangkrah, sebagai berikut:

“citra dari SANIMAS ini bagus orang luar juga sering datang kesini, kemarin itu SANIMAS ini dimuat di media-media karena meraih juara 1 SANIMAS terbaik, saya merasa bangga dan terbantu karena adanya SANIMAS ini”. (wawancara, 18 Mei 2012)

Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Bapak Supangat selaku seksi operasional dan pemeliharaan di SANIMAS Sangkrah, sebagai berikut :

“iya kemarin SANIMAS sini dapat penghargaan dari Dinas Pekerjaan Umum, mungkin penilainya dilihat dari kebersihan dan keberlanjutannya, sekarang ini banyak SANIMAS yang mangkrak karena pengelolaannya kurang baik seperti contoh SANIMAS Danukusuman itu kemarin saya datang kesana kelihatan kumuh

commit to user

sekali, sebenarnya juga ada yang mengelola tapi mungkin tidak maksimal atau mungkin masyarakatnya sendiri yang memang kurang peduli.” (wawancara, 18 Mei 2012)

Selain dengan dorongan atau motivasi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Sangkrah, pengarahan program SANIMAS juga dilakukan dengan pelatihan-pelatihan. Pelatihan-pelatihan tersebut berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan tujuan agar masyarakat nantinya dapat mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan apabila bangunan IPAL SANIMAS Sangkrah sudah jadi dan juga dapat mengatasi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi. Berdasarkan data sekunder yang didapat dari Buku Pedoman Sanimas, Pelatihan program SANIMAS Sangkrah meliputi :

1. Pelatihan Seleksi Kampung

Pelatihan seleksi kampung diikuti oleh TFL dan juga LSM (pendamping) dan staf Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta. Tujuannya adalah agar para pihak yang terkait dengan program SANIMAS Sangkrah memahami keluaran yang hendak dicapai dalam proses seleksi lokasi kegiatan SANIMAS yaitu lokasi padat, kumuh, miskin memiliki masalah sanitasi serius, serta masyarakatnya memiliki respon yang positif terhadap program SANIMAS. Sedangkan untuk TFL sendiri dapat memfasilitasi proses sosialisasi, pemberdayaan dan proses seleksi penentuan lokasi kegiatan. Pelatihan seleksi kampung dilakukan pada awal program SANIMAS dengan lama waktu pelatihan selama 4 hari.

commit to user

2. Pelatihan Rencana Kerja Masyarakat (RKM)

Tujuannya adalah agar semua pihak yang terkait dengan program SANIMAS Sangkrah dapat memahami proses keluaran dari penetapan lokasi, penetapan dan penguatan kelompok swadaya Masyarakat (KSM) sebagai perwakilan masyarakat model pelaksanaan pekerjaan kontruksi yang telah disepakati masyarakat, serta pencairan dana bantuan dari Pemerintah Kota Surakarta. Sasaran dari pelatihan ini adalah masyarakat Sangkrah, tenaga fasilisator, staf DPU Surakarta, dan juga LSM BORDA dengan narasumber dari Kementerian Pekerjaan Umum bidang Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, LSM dan Praktisi. Pelatihan Rencana Kerja Masyarakat ini berlangsung selama 5 hari.

3. Pelatihan Pelaksanaan Kontruksi

Pelatihan pelaksanaan kontruksi merupakan pelatihan untuk teknis pembangunan IPAL SANIMAS. Pelatihan ini meliputi:

a. Pelatihan Kelompok Swadaya Masyarakat

KSM Insan Harapan perlu diberikan pelatihan secara khusus agar mereka dapat memahami tugas-tugas pokok mereka. KSM Insan Harapan harus dapat memahami dan bertanggung jawab dalam menyusun dan menjalankan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KSM yang telah ditetapkan bersama masyarakat Sangkrah. KSM Insan Harapan diharapkan transparan terhadap anggaran serta akuntabel dalam administrasi. Peserta pelatihan KSM ini tingkatnya

commit to user

adalah 54 KSM SANIMAS yang ada di wilayah Jawa Tengah. Setiap KSM terdiri dari 3 orang dengan rincian 1 orang ketua atau sekretaris, 1 orang bendahara, dan 1 orang seksi operasional. Pelatihan ini berlangsung selama 1 hari.

b. Pelatihan Mandor dan Tukang

Pelatihan mandor dan tukang dilaksanakan bersamaan dengan pelatihan KSM tingkat provinsi. Mandor dan tukang ini berasal dari masyarakat Sangkrah sendiri mereka dilatih supaya mampu memahami spesifikasi teknis, membaca dan mengaplikasikan pekerjaan fisik dari detail engineering design (DED) maupun rencana anggaran biaya yang akan dibuat oleh TFL. Topik dari penelitian ini meliputi:

- Prinsip dasar pengolahan limbah - Standar kualitas kontruksi

- Supervisi dan laporan progress pembangunan - Penjelasan gambar

- Material standar

-Pelaksanaan pekerjaan dan - Finishing

Peserta diberikan pengarahan oleh satuan kerja dari Kementerian Pekerjaan Umum dalam bentuk on the job training. Jumlah peserta ditentukan oleh jumlah titik lokasi pelaksanaan kegiatan kontruksi dalam masa anggaran pembangunan yang sama,

commit to user

SANIMAS Sangkrah masuk dalam anggaran tahun 2006 sehingga pelaksanaan pelatihannya pun juga tahun 2006. Peserta pelatihan mandor dan tukang ini terdiri dari 1 orang seksi pembangunan, 1 orang mandor, dan 1 orang tukang dari masing-masing lokasi SANIMAS.

4. Pelatihan Pengoperasian dan Pemeliharaan

Program SANIMAS merupakan program dari pemerintah pusat untuk masyarakat kumuh dan miskin agar dapat mengolah limbah secara mandiri. Untuk dapat mengolah limbah maka masyarakat perlu diberikan pelatihan secara khusus agar nantinya sesuai dengan harapan program SANIMAS. Sasaran dari penelitian Pelatihan operator dan pengguna bertujuan agar operator teknis dan masyarakat mengetahui dasar-dasar peraturan pemerintah tentang air limbah domestik, operator teknis diharapkan dapat mengerti cara kerja DEWATS dan mengerti cara-cara mengoperasikan dan memelihara IPAL yang sudah dibuat. Bentuk pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan ini sama dengan pelatihan mandor dan tukang yaitu dengan pelatihan on the job training karena ini berhubungan langsung dengan teknis pelaksanaan tidak efektif apabila hanya dengan teori sehingga perlu dipraktekkan langsung. Peserta dari pelatihan operator dan pemeliharaan ini adalah masyarakat Sangkrah dan juga operator teknis yang sudah ditunjuk oleh masyarakat Sangkrah sendiri. Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari.

commit to user

Pemerintah Kota Surakarta melakukan pengarahan hanya melalui pelatihan-pelatihan. Setelah IPAL SANIMAS Sangkrah sudah selesai dibangun tidak ada lagi pengarahan atau pun pendampingan dari pemerintah. Program SANIMAS memang ditujukan untuk masyarakat agar dapat hidup secara mandiri. Selama ini Selama lebih dari 6 tahun keberlangsungan SANIMAS di Sangkrah terbilang baik meskipun tidak mendapatkan pendampingan secara keberlanjutan dari pemerintah. Hal tersebut terbukti dari penghargaan yang telah diraih oleh SANIMAS Sangkrah pada tahun 2011 kemarin. Selain mendapatkan predikat SANIMAS terbaik se-Jawa Tengah, SANIMAS Sangkrah juga ditunjuk sebagai SANIMAS riset dari LSM BORDA. LSM BORDA hanya memilih SANIMAS yang benar-benar berjalan dengan baik untuk dijadikan riset. Di Indonesia hanya ada 3 SANIMAS yang dipilih oleh LSM BORDA yaitu SANIMAS di Sangkrah, SANIMAS di Blitar, dan SANIMAS di Bali.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bapak Supangat selaku seksi operasional dan pemeliharaan di SANIMAS Sangkrah, sebagai berikut :

“selama ini tidak ada pendampingan dari pemerintah, kadang-kadang kalau ada kunjungan tamu dari luar kota selalu ada pemberitahuan terlebih dahulu dari DPU biasanya juga Pak Saryanto yang menghubungi saya seperti kemarin ada 8 bus dari jogja yang berkunjung kesini, pendampingan untuk pengembangan SANIMAS ini pun juga tidak ada, paling dari BORDA yang kesini untuk melakukan riset’. (wawancara, 18 Mei 2012)

commit to user

Hal tersebut dibenarkan oleh Bapak Saryanto selaku Kepala Seksi Perumahan dan Pemukiman Dinas pekerjaan Umum Kota Surakarta :

“untuk pengecekan atau pendampingan sekarang sudah jarang, biasanya dilakukan oleh bu Bekti dan Pak Sofyan tapi karena pekerjaan kita di kantor banyak dan juga tidak itu saja jadi kita lepas dan kita pasrahkan ke KSM meskipun dalam penyerahan itu tidak secara formal”. (wawancara, 7 Mei 2012)

Dalam pelaksanaan program SANIMAS di Kelurahan Sangkrah diharapkan pemerintah Kota Surakarta lebih berperan aktif memberikan dukungan teknis kepada masyarakat agar mereka lebih termotivasi serta dapat memanfaatkan sarana dan prasarana dengan baik. Masyarakat juga berharap agar pemerintah Kota Surakarta melakukan pengecekan kondisi SANIMAS secara rutin baik dari segi fisik bangunan maupun dari segi kesehatan.

5. Pengoperasian

Tahap pengoperasian dilaksanakan pada awal bulan Maret tahun 2007 yang diresmikan oleh walikota Surakarta Ir.Joko Widodo. Tahap ini dilakukan setelah pembangunan kontruksi IPAL SANIMAS sudah selesai dilakukan. SANIMAS Sangkrah tidak akan terasa menfaatnya apabila tidak dioperasikan dengan baik. Pengoperasian ini merupakan wujud keberlanjutan dari program SANIMAS serta pelestarian aset yang telah dibangun oleh masyarakat Sangkrah. Dalam tahap pengoperasian pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat Sangkrah melalui KSM Insan Harapan.

commit to user

Pengoperasian SANIMAS Sangkrah menjadi tanggung jawab KSM Insan Harapan sebagai lembaga yang telah dibentuk oleh masyarakat. Dalam pengoperasian SANIMAS Sangkrah, KSM Insan Harapan membuat aturan- aturan organisasi dan operasional prasarana dan sarana atas kesepakatan masyarakat Sangkrah dalam sebuah forum. Aturan tersebut mengatur tentang siapa penerima manfaat SANIMAS Sangkrah, besarnya iuran yang harus dibayar, apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh pengguna, serta siapa petugas yang melakukan pemeriksanaan dan perbaikan kalau terjadi kerusakan dan juga menentukan biaya operasional. Masyarakat Sangkrah menunjuk Bapak Supangat untuk menjadi seksi operasional SANIMAS Sangkrah. Bapak Supangat bertanggung jawab penuh terhadap pengoperasian serta pemeliharaan sarana dan prasarana SANIMAS Sangkrah, selain itu juga mengontrol saluran pemipanaan secara rutin. Meskipun sudah ada petugas diharapkan masyarakat juga ikut menjaga kebersihan dan memelihara prasarana dan sarana SANIMAS.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari Bapak Mahendra Nugrahadi, S.Sos selaku Kepala Kelurahan Sangkrah memberikan pernyataan sebagai berikut

“SANIMAS itu yang mengoperasikan masyarakat sendiri mas, yang milih juga masyarakat sekarang kan jamannya demokrasi jadi semuanya dari masyarakat, kelurahan juga tidak mungkin karena SDMnya juga terbatas, apalagi mereka yang diberi pelatihan jadi mereka sudah paham betul dalam mengoperasikan SANIMAS tersebut”. (wawancara, 11 Mei 2012)

commit to user

Pernyataan tersebut diperkuat Ibu Bekti Dharmayani selaku staf Seksi Perumahan dan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum. Sebagai berikut :

“pengoperasian dan pemeliharaan SANIMAS biasanya dari masyarakat sendiri, masyarakat yang terpilih untuk mengoperasikan SANIMAS akan diberikan bekal berupa training oleh DPU, agar nantinya apabila menemui kendala-kedala dalam mengoperasikan SANIMAS akan dapat diatasi sendiri, masyarakat tersebut juga dapat gaji.” (wawancara, 7 Mei 2012)

Setiap pengoperasian dan pemeliharanaan pastinya membutuhkan dana untuk keberlangsungan program SANIMAS. Dana tersebut digunakan untuk :

1. Membiayai perbaikan sarana 2. Menggaji petugas operasional

3. Membiayai penggantian komponen yang rusak

4. Membiayai operasional sehari-hari seperti listrik, PDAM, sabun, dan lain-lain

5. Depresiasi alat atau sarana

Sumber pendanaan SANIMAS Sangkrah berasal dari masyarakat Sangkrah sendiri. Dana tersebut berupa iuran dari pengguna SANIMAS yang sudah dihitung berdasarkan kesepakatan bersama akan kebutuhan operasional dan pemeliharaan serta rencana pengembangan sarana di masa mendatang. Meskipun iuran tersebut terbilang kecil masih ada masyarakat yang tidak membayar, hal tersebut yang dapat menghambat pengembangan SANIMAS di Sangkrah. Untuk iuran di SANIMAS Sangkrah telah disepakati bersama seperti pada tabel berikut ini :

commit to user

Tabel IV. 11

Iuran Penggunaan SANIMAS Sangkrah

NO FASILITAS IURAN Masyarakat Sangkrah Masyarakat luar 1 Kamar Mandi Rp. 300 Rp. 500 2 WC Rp. 200 Rp. 300 3 Mencuci Rp. 500 Rp. 1000

4 Air bersih (PDAM)

Disesuaikan pemakaian _ 5 Biogas Rp. 15.000/ bulan _

Sumber : hasil wawancara dengan Bapak Supangat 18 Mei 2012.

SANIMAS Sangkrah mempunyai 5 fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk fasilitas air bersih dan biogas hanya bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar SANIMAS saja. Selama ini pelanggan air bersih mencapai 20 KK dan biogas 2 KK. Tidak semua SANIMAS dapat menyediakan fasilitas seperti di Sangkrah, biasanya SANIMAS-SANIMAS yang ada hanya berupa MCK dan biogasnya pun hanya dimanfaatkan sendiri oleh petugas operasional bahkan ada juga yang tidak dimanfaatkan sama sekali. Inilah yang menjadi nilai lebih dari SANIMAS Sangkrah dibandingkan dengan SANIMAS-SANIMAS yang lainnya.

Selama ini SANIMAS Sangkrah dalam membiayai kebutuhan untuk operasional dan pemeliharaan hanya mengandalkan iuran dari masyarakat.

commit to user

Pemerintah Kota Surakarta tidak pernah menganggarkan untuk biaya operasional SANIMAS. Pendanaan dari pemerintah hanyalah untuk pembangunan dan pembimbingan saja. Pemerintah sengaja tidak memberikan bantuan pembiayaan operasional karena masyarakat biar lebih mandiri dan kreatif. Meskipun tidak mendapatkan dana dari pemerintah, masyarakat Sangkrah sadar bahwa pemeliharaan, perbaikan, dan pengembangan prasarana adalah tugas bersama.

Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Bapak Farhat Kamil selaku Ketua KSM Insan Harapan dan juga ketua RT 04 RW 08, sebagai berikut :

“Pemerintah gak pernah memberikan dana untuk operasional, selama ini apabila ada kerusakan atau untuk menggaji Pak Supangat ya cuma dari kotak saja, sebenarnya bantuan dana operasional itu tergantung pemerintahannya kok mas kalau di Sleman itu tiap bulan dianggarkan Rp. 300.000 nah ini yang akan saya perjuangkan di Solo melalui AKSANSI dan minta dukungan dari AKSANSI pusat agar bisa menganggarkan pengurasan kan juga butuh biaya, kalau tidak bisa seperti Sleman ya paling tidak Pemkot memberikan bantuan mobil tanki untuk menguras SANIMAS se-Solo, Solo kan termasuk kota yang mempunyai banyak SANIMAS”. (wawancara, 12 Mei 2012) Pernyataan tersebut diperkuat oleh Pak Supangat :

“selama ini gak ada anggaran dari pemerintah, kalau ada kerusakan ya memperbaiki sendiri dengan kas kita sendiri, paling gak disini setiap 2 bulan sekali harus melakukan pengurasan, kalau tidak saluran pipa itu selalu mampet. Masalah operasional ya saat pipa itu mampet, selama ini masyarakat masih ada yang buang putung rokok, pembalut, bungkus sampo ke dalam toilet, padahal itu yang membuat mampet, udah gitu kadang masih ada yang habis menggunakan langsung pergi,kita juga tidak bisa memaksa, bangunan ini kan juga milik masyarakat”.

commit to user

Sedangkan pernyataan dari Bapak Mahendra Nugrahadi, S.Sos selaku Kepala Kelurahan Sangkrah memberikan pernyataan sebagai berikut :

“Tidak ada anggaran rutin dari pemerintah, mereka kan memiliki kas sendiri yang pemasukannya dari iuran warga jadi apabila ada apa-apa ya menggunakan kas tersebut, kalau mereka dikasih uang terus kan mereka malah tidak bisa maju, dengan uang terus menerus mengalir maka akan mematikan kreatifitas mereka dan pasti ada permasalahan-permasalahan sosial yang akan muncul”. (wawancara, 11 Mei 2012)

Operasional SANIMAS Sangkrah dapat dikatakan cukup baik dan profesional. Keberlanjutan SANIMAS Sangkrah sampai saat ini merupakan bukti yang nyata, selain itu banyak pengembangan prasarana yang sudah dilakukan oleh KSM Insan Harapan dalam jangka waktu 6 tahun. SANIMAS Sangkrah telah menyalurkan air bersih ke rumah-rumah warga sekitar SANIMAS. Masyarakat yang dulunya mengambil air harus datang ke SANIMAS sekarang tinggal memutar kran air saja. SANIMAS Sangkrah juga menyalurkan biogas kepada masyarakat sekitar meskipun kapasitasnya kecil. Hal tersebut yang tidak ada di SANIMAS-SANIMAS lainnya. Petugas operasional SANIMAS Sangkrah juga tinggal di bangunan IPAL tersebut sehingga SANIMAS Sangkrah selalu ada yang jaga dan dapat beroperasi 24 jam. Permasalahan yang dihadapi adalah tidak adanya anggaran operasional, dan masih adanya masyarakat yang membuang sampah di dalam toilet. Meskipun masih terdapat masalah akan tetapi secara umum operasional SANIMAS Sangkrah sudah sangat baik sehingga pantas mendapatkan predikat SANIMAS terbaik se-Jawa Tengah.

commit to user

6. Pengawasan

Pengawasan dilakukan diseluruh kegiatan program SANIMAS mulai dari perencanaan sampai tahap pengawasan itu sendiri. Pengawasan penting untuk dilakukan agar penyimpangan dalam pelaksanaan program SANIMAS dapat diantisipasi serta sebagai sarana untuk mengevaluasi pelaksanaan program. pengawasan dapat dilakukan dengan cara memantau langsung atau membuat catatan dan pelaporan secara berjenjang dan sistematis, selain itu pengawasan juga dilakukan dengan cara supervis baik terhadap administrasi kegiatan maupun kegiatan di lapangan. Tujuan pengawasan dan evaluasi menurut Buku Pedoman SANIMAS antara lain :

a. Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan b. Memantau proses pelaksanaan

c. Mengevaluasi dampak untuk menentukan apakah kegiatan yang dilakukan telah mencapai tujuan

d. Memantau kinerja pelaksana dan institusi pelakasana kegiatan dalam menjamin keberhasilan kegiatan

Semua kegiatan SANIMAS harus dilaporkan kepada masyarakat dan juga pihak yang terkait baik dalam bentuk laporan tertulis maupun laporan lesan. Laporan tersebut merupakan wujud pertanggungjawaban pelaksana program yaitu KSM Insan Harapan kepada masyarakat dan pihak lain. laporan tersebut harus dipublikasikan agar seluruh pihak dapat mengetahuinnya. Untuk SANIMAS Sangkrah laporan pembangunan IPAL SANIMAS dan laporan lainnya dipasang di papan informasi dekat pintu

commit to user

masuk, dengan harapan masyarakat yang datang ke SANIMAS tersebut mengetahui laporan tersebut. KSM Insan Harapan juga melaporkan seluruh kegiatannya secara rutin dalam forum setiap satu bulan sekali biasanya sekalian dengan arisan RT. Laporan kegiatan harus dibuat secara periodik agar masyarakat mengetahui informasi-informasi terkini tentang SANIMAS Sangkrah. Informasi yang selalu disampaikan kepada masyarakat Sangkrah antara lain mengenai keuangan bulanan, kondisi fisik bangunan atau perpipaan, serta laporan yang bersifat administrasi.

Hal tersebut tersebut sesuai dengan pernyataan dari Bapak Farhat Kamil selaku Ketua KSM Insan Harapan dan juga ketua RT 04 RW 08, sebagai berikut :

“kalau laporan itu pasti selalu ada, setiap bulan saya membuat laporan yang nantinya diberikan kepada masyarakat, saya kan bekerja juga untuk masyarakat jadi mereka harus tau apa saja yang sudah saya lakukan, kalau ada laporan kan semuanya jadi lebih enak tidak ada omongan di sana sini, setiap 3 bulan sekali saya juga mengirimkan laporan tersebut ke AKSANSI Jawa Tengah yang nanti dilombakan di AKSANSI Award”. (wawancara, 12 Mei 2012) Pernyataan tersebut diperkuat oleh Bapak Udin Selaku warga masyarakat Sangkrah :

“Di sini selalu ada rapat rutin setiap satu bulan sekali, dan pasti selalu ada laporan dari pak RT biasanya yang dilaporkan tentang keuangan KSM dan juga apa saja yang sudah dilakukan KSM selama satu bulan yang lalu seperti ada kunjungan dari dinas atau ada pelatihan-pelatihan ke luar kota, semuanya dilaporkan kepada warga sini”. (wawancara, 18 Mei 2012)

Berikut adalah tabel Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) KSM Insan Harapan pada bulan Februari 2012 :

Tabel IV. 12

Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) KSM Insan Harapan pada bulan Februari 2012 LAPORAN PEMASUKAN DAN PENGELUARAN UANG SANIMAS

KSM INSAN HARAPAN BULAN : FEBRUARI 2012

A. SALDO AWAL

1. Kas Rp. 995.247

2. Bank Rp. 501.261 +

Jumlah Saldo awal Rp. 1.496.508

B. PEMASUKAN

1. Hasil Kotak SANIMAS Rp. 871.500

2. Iuran pengguna air Rp. 610.000

3. Iuran pengguna biogas Rp. 30.000 +

Jumlah pemasukan uang Rp. 1.511.500 +

Jumlah dana SANIMAS yang bisa digunakan Rp. 3.008.008

C. PENGELUARAN

1. Biaya operasional

a. Upah operator dan bonus Rp. 287.000

Dokumen terkait