BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan
3. Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan pelimpahan wewenang dari atasan ke bawahan. Wewenang tersebut dijabarkan dalam sebuah struktur organisasi agar bawahan lebih jelas dalam penerimaan informasi dan mudah untuk memahaminya. Tahap pengorganisasian menitik beratkan pada potensi sumber daya manusia yang ada.
Program SANIMAS Sangkrah merupakan program yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat. Sebagai penjamin keberlangsungan program SANIMAS maka perlu suatu wadah untuk mengkoordinasi seluruh kegiatan dan masyarakat. Dengan demikian dibentuklah suatu organisasi yang disebut Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Insan Harapan. KSM Insan Harapan dibentuk berdasarkan musyawarah masyarakat Sangkrah yang dalam pembentukannya difasilitasi oleh TFL dan disaksikan oleh Kepala Kelurahan Sangkrah. Pembentukan KSM Insan Harapan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kelurahan Sangkrah nomor 600/7/IX/2006 Tentang Pembentukan Panitia Pelaksanaan Pembangunan SANIMAS Insan Harapan RT 04 RW VIII Kelurahan Sangkrah.
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Bapak Farhat Kamil selaku Ketua KSM Insan Harapan dan juga ketua RT 04 RW 08, sebagai berikut :
“KSM itu awal mula terbentuk dari SK Kelurahan, semua ketentuan KSM ada di SK tersebut, KSM perlu di SK kan untuk mendapatkan legalitas agar masyarakat nantinya mau diajak bekerja bersama-sama dengan KSM, kalau tidak ada SK kan bisa saja masyarakat
commit to user
menyepelekannya, ya meskipun masyarakat sini tidak begitu”. (wawancara, 12 Mei 2012)
Pengorganisasian merupakan tahap untuk mendukung perencanaan agar dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari program SANIMAS Sangkrah mudah tercapai karena terdapat KSM Insan Harapan yang mampu mengkoordinasi dan menyalurkan aspirasi masyarakat Sangkrah. Guna mempermudah pelaksanaan program maka KSM Insan Harapan dalam penyusunan struktur organisasi berdasarkan kelompok kegiatan kerja (departementalisasi) dan juga pembagian kerja. Departementilisasi KSM Insan Harapan merupakan pengelompokan kegiatan kerja agar kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Sedangkan pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar individu dalam organisasi bertanggungjawab untuk melaksanakan tugas tersebut.
KSM Insan Harapan dibagi menjadi beberapa kelompok kerja untuk mempermudah dalam kordinasi. Kelompok ini dibagi menjadi 2 yaitu kelompok inti dan kelompok sementara, kalau kelompok inti dari awal pembentukan sampai pengoperasian, sedangkan kelompok sementara dari awal sampai pembangunan selesai saja. Puncak pimpinan adalah ketua yang bertugas mengkoordinasi perencanaan serta memimpin pelaksanaan tugas panitia dan kegiatan rapat-rapat. Sekretaris bertugas menyusun rencana kebutuhan dan melaksanakan kegiatan tata usaha serta dokumentasi, selain itu juga melaksanakan surat menyurat dan melaporkan kegiatan secara bertahap. Bendahara bertanggung jawab atas pengelolaan
commit to user
keuangan baik uang yang masuk maupun uang keluar dan membuat pembukuaannya. ada juga seksi operasi dan pemeliharaan yang bertugas mengoperasikan dan memelihara sarana sanitasi setelah dibangun serta bertanggung jawab terhadap hal-hal teknis.
Selain dibentuk pengurus inti juga dibentuk pengurus sementara yang terdiri dari beberapa seksi. Seksi Kontribusi bertugas melakukan penarikan kontribusi dari masyarakat dan menyetorkannya ke bendahara. Selanjutnya ada seksi tenaga kerja tugasnya adalah melakukan inventarisasi, rekrutmen, dan mengawasi tenaga kerja serta mengatur segala kebutuhan yang diperlukan untuk pembangunan kontruksi. Sedangkan seksi yang terakhir adalah seksi logistik bertanggungjawab terhadap keamanan material yang dibutuhkan selama pembangunan.
Penyusunan struktur KSM Insan Harapan melibatkan seluruh komponen masyarakat Sangkrah. Seluruh pengurus dan anggotanya pun juga dari masyarakat Sangkrah RT 04 RW 08 dengan latar belakang yang berbeda-beda. Masyarakat yang terpilih akan mendapatkan pelatihan khusus dari DPU Kota Surakarta. Sedangkan masyarakat yang tidak masuk dalam kepengurusan tetap diberi tanggung jawab dalam pembangunan SANIMAS Sangkrah. Hal ini untuk menghidari kecemburuan sosial antar masyarakat selain itu juga untuk memberdayakan potensi yang mereka miliki sesuai dengan tujuan utama SANIMAS. Selama ini KSM Insan Harapan
commit to user
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Bapak Saryanto selaku Kepala Seksi Perumahan dan Pemukiman Dinas pekerjaan Umum Kota Surakarta :
“KSM itu yang membentuk masyarakat sendiri, DPU hanya memberikan kriteria untuk personel KSM, dalam pemilihan personal tersebut harus sesuai dengan pedoman yang sudah ada. Meskipun daerah miskin kan pasti juga memiliki orang-orang yang berpotensi, ini juga untuk melatih kemandirian mereka”. (wawancara, 7 Mei 2012)
Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan dari Ibu Bekti Dharmayani selaku staf Seksi Perumahan dan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum. Sebagai berikut :
“masyarakat memegang peran penting dalam program SANIMAS, semua kegiatan dari pekerjaan teknis sampai pemeliharaan dan pengoperasian yang melaksanakan adalah masyarakat sendiri sehingga perlu dibentuk badan untuk mengkoordinasi mereka, maka dibentuklah KSM yang semua pengurusnya dipilih oleh masyarakat setempat, dan pengurus tersebut akan dilatih selama beberapa hari oleh DPU meliputi pelatihan administrasi, pelatihan mandor, dan pelatihan tukang”. (wawancara, 7 Mei 2012)
KSM Insan Harapan juga melakukan koordinasi eksternal dengan pihak-pihak yang terkait dengan program SANIMAS seperti koordinasi dengan LPTP sebagai Tenaga Fasilisator Lapangan (TFL). Koordinasi ini sangat penting karena KSM dirasa belum siap untuk bekerja sendiri, maka perlu adanya pendampingan dan pembinaan dari TFL. Disini TFL harus mampu mengenal lokasi, sosio-budaya, memiliki ketrampilan dan keahlian bidang pemberdayaan masyarakat dan/atau teknologi sanitasi, serta integritas yang tinggi sehingga memperlancar proses pelaksanaan kegiatan dari tahap persiapan, konstruksi sampai pascakonstruksi. Selain dengan
commit to user
TFL, KSM Insan Harapan juga melakukan koordinasi dengan AKSANSI yaitu Asosiasi KSM Sanimas Seluruh Indonesia. AKSANSI selalu mengadakan forum setahun sekali untuk menjaring aspirasi serta bertukar pengalaman tentang SANIMAS di daerah-daerah. KSM Insan Harapan biasanya mengadakan koordinasi dengan AKSANSI tingkat Jawa Tengah maupun tingkat Surakarta. Kebetulan Bapak Farhat Kamil selaku ketua KSM Insan Harapan diberikan amanat sebagai bendahara AKSANSI tingkat Jawa Tengah dan Ketua umum AKSANSI Kota Surakarta sehingga lebih mudah untuk berkoordinasi dengan KSM-KSM SANIMAS yang lainnya.