• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh citra tubuh terhadap individu

Dalam dokumen Skrip uk Memenu leh Gelar S gram Studi (Halaman 61-70)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi tema umum

3. Pengaruh citra tubuh terhadap individu

i. Kepercayaan diri

Bagi subjek yang merasa mempunyai tubuh tidak ideal, hal-hal yang dirasakan ketika subjek menilai dirinya tidak ideal adalah merasa minder/malu apalagi saat menari karena menggunakan baju yang minim sehingga muncul keinginan untuk memiliki tubuh yang ideal. Salah satu ungkapan subjek yang merasa malu yaitu:

”Karena saya...teman-teman seprofesi saya rata punya tubuh yang bisa dibilang cukup berisi sedangkan saya kurang, jadi kadang

agak timpang sih...Perasaan mba? Sebenarnya agak minder

dikit..” (subjek 4, lamp. D, h. 36, 8)

Tabel 8

Pengaruh citra tubuh terhadap kepercayaan diri Hal,baris

34.9 merasa tidak ideal

3.2 minder/malu

3.3 ingin tubuh ideal

ii. Perilaku

a) Hal-hal yang dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri

dan rasa nyaman

Hal-hal yang dilakukan subjek yang merasa mempunyai tubuh ideal maupun tidak ideal saat merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yaitu berolah raga dan memperhatikan penampilan seperti menyesuaikan diri dengan pakaian yang digunakan. Selain itu, masih ada jawaban dari subjek yang merasa dirinya tidak ideal yaitu minum susu, mengatur pola hidup, dan berpikir positif.

Hal-hal yang dilakukan subjek agar merasa lebih nyaman dan percaya diri adalah diet sebelum menari untuk menjaga ukuran perut, olah raga, dan makan makanan yang bergizi. Hal tersebut dilakukan oleh subjek yang merasa dirinya ideal maupun yang merasa tidak ideal. Perbedaan di antara keduanya adalah pada subjek yang merasa dirinya ideal, juga berupaya menutupi bagian tertentu yang dirasa kurang karena malu, misalnya menutupi perut

47

saat duduk atau menggunkan behel dan melakukan perawatan

menggunakan produk kecantikan yang berkualitas. Tabel 9

Hal-hal yang dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan rasa nyaman

Pertanyaan Hal, merasa ideal Hal, merasa tidak ideal

baris baris

yang 46.6 olah raga 35.11 minum susu

Dilakukan 46.14 memperhatikan orang 35.9 olah raga

Ketika tidak lain untuk penampilan 35.12 mengatur pola hidup

Nyaman 5.6 berpikir positif

5.9 menyesuaikan dengan

pakaian

yang 16.27 menutupi karena malu 5.13; olah raga

Dilakukan 46.29 mengatur badan 35.15

untuk lebih saat duduk

Nyaman 47.1 diet sebelum menari 5.13 diet

47.4 olah raga 35.15 makan yang sehat

35.15 tidur

35.16 berpikir positif

yang 26.5; olah raga 36.20; mensiasati pada

Dilakukan 48.7 6.11 pakaian

untuk lebih

percaya diri 26.4 mandi sehari 1x 6.13 tidak akan operasi

26.6 makan yang bergizi 26.8 percaya produk yang baik 15.14 menjaga perut sebagai

aset

menari

15.22 menggunakan behel

48.7 perawatan

b) Hal-hal yang dilakukan untuk menjaga penampilan

Hal-hal yang dilakukan subjek untuk membuat atau mempertahankan bentuk tubuh yang ideal adalah melakukan aktivitas seperti olah raga maupun menari, mengatur pola makan yang sehat, perawatan dengan menggunakan produk yang terpercaya. Hal-hal tersebut dilakukan oleh subjek yang merasa dirinya ideal maupun tidak ideal. Masih ada hal lain yang

dilakukan oleh subjek yang merasa dirinya ideal yaitu minum air putih dan mandi.

Kemudian yang dilakukan subjek untuk menjaga penampilan antara lain melakukan perawatan baik ke salon maupun melakukan perawatan sendiri di rumah misalnya untuk perawatan rambut, wajah, dan badan. Subjek merasa lebih puas, percaya diri, dan lebih cantik setelah melakukan perawatan. Selain itu, subjek mengatur pola makan untuk menjaga penampilan karena hampir semua subjek merasa tidak nyaman dengan pola makan yang mereka miliki. Akan tetapi, ada 1 subjek yang melakukan diet (mengurangi asupan kalori) karena ada pandangan harus memiliki tubuh yang kurus. Hal tersebut tampak pada ungkapan subjek berikut ini:

”..selama ini tu orang menilai oh, aku tu kurus, kecil dan segala macam jadi pas sewaktu ketika badanku tu berat buat digerakin ternyata beratku udah lewat dari biasanya jadi..otomatis aku harus kurus-kurus, karena pikirnya ganggu aktivitas nge-dance, aku biasanya.. wah tar kalo nge-dance pake baju ketok udelnya kan wah gak enak banget, pipinya jadi tembem... dietnya tu makananya dikurangin, jarang-jarang, aku paling takut perut..aku pernah minum sliming tea, WRP cuma dietnya gak dalam waktu jangka panjang..” (subjek 1, lamp. D, h. 9, 7)

Subjek juga memilih olah raga untuk menjaga penampilan. Subjek melakukan olah raga dengan beraktivitas gerak seperti melakukan pemanasan atau menari. Setelah berolahraga, subjek merasa bahwa badan subjek lebih segar dan enak. Selain itu, semua subjek menggunakan alat kecantikan untuk menjaga penampilan. Subjek merasa bahwa alat kecantikan mempengaruhi dirinya

49

karena bila tidak menggunakannya subjek merasa tidak percaya diri atau jelek. Berikut salah satu kutipan dari subjek yang merasa tidak percaya diri bila tidak menggunakan alat kecantikan:

”Mengapa anda memilih untuk menggunakan alat kecantikan?

Soalnya kalo polos aku jelek..Pernah tampil

polosan?Beberapa kali tapi cuma di deket-deket kos aja. Rasanya gimana mba tampil polosan? Ngerasa gak cantik.” (subjek 5, lamp. D, h. 55, 2)

Sebaliknya, bila subjek menggunakan alat kecantikan akan lebih nyaman, lebih percaya diri, dan merasa kekurangan dirinya dapat tertutupi. Subjek tidak ingin melakukan operasi maupun suntik untuk menjaga penampilan, melainkan lebih memilih minum jamu saat haid untuk menjaga penampilan.

Tabel 10

Perilaku dalam menjaga penampilan

Pertanyaan Hal,baris merasa ideal Hal,bar merasa tidak ideal

yang dilakukan 24.5; pola makan sehat 3.13; olah raga

untuk membuat 44.17; 34.15

Atau 13.21;

Mempertahankan 44.18 3.14; mengatur makan

Bentuk 34.15

tubuh yang 44.14; aktivitas gerak(menari dan

Ideal 13.17; olah raga) 3.12 perawatan

44.18

13.18 menyeimbangkan aktivitas

24.12 minum air putih

24.7 mandi

24.11 menggunakan produk

terpercaya

yang dilakukan ke salon untuk perawatan

untuk menjaga 16.29; fasilitas lebih (lebih enak, 8.11; perawatan rambut

Penampilan 53.11; dilayani, dimanja, 37.24

53.18 dan nyaman)

38.11 perawatan wajah

17.13; lebih percaya diri, cantik 38.14 lebih bagus dan menarik

53.11 prestise 16.27

perawatan rambut

(masker,

creambath)

16.27 perawatan wajah (facial)

perawatan sendiri

16.23; mandi 7.24; perawatan badan (lulur,

28.3 38.6 manicure)

16.20 membersihkan muka 7.27 perawatan wajah

51.26 punya produk perawatan (facial masker)

29.9 tidak ada waktu 8.6 lebih puas

29.28 lebih bagus 9.1 nyaman setelahnya

30.7 lebih senang

pola makan

18.10; makan sayur dan buah 9.6 diet

53.29; 9.9 pandangan harus kurus

30.12 9.28

nyaman makan 2x sehari

38.2 makan tidak teratur

18.16; makan tidak teratur 39.12

ingin mengurangi makanan

30.22 berlemak dan berminyak

18.12 nyaman dengan pola makan

53.25 porsi makan biasa

30.22 kurang senang dengan pola

makan

olah raga

18.20; aktivitas gerak (menari, 10.4 menjaga perut

19.1; aktivitas 39.17 tidak terjadwal

54.12; sehari-hari, pemanasan) 39.21 menjaga penampilan

31.6 40.3 badan lebih segar

55.1; badan terasa enak, segar 31.13

18.16 menjaga penampilan

54.14 ada sugesti

31.11 tidak ada jadwal

alat kecantikan

19.13; tidak pede/jelek jika tidak 10.22; mempengaruhi

55.2 menggunakan 40.7 (lebih bagus,

lebih percaya diri,

19.9; agar menarik dan beda)

28.4 (tidak ingin kusut

di depan orang, agar tampak 10.25; lebih cantik dan puas

beda) 41.3

19.12; mempengaruhi hidup

51

55.10 kekurangan tertutupi

55.12 lebih nyaman

31.15 perawatan dan kesehatan

lainnya

20.4; tidak terpikir operasi 11.2; tidak terpikir operasi

55.13 41.3

51.6 pengeluaran tersendiri (baju, 41.9 minum jamu saat haid

kosmetik)

56.2 ingin perawatan wajah untuk

sempurna

c) Motivasi untuk membandingkan dengan orang lain

Subjek yang merasa dirinya ideal memiliki keinginan untuk membandingkan diri dengan orang lain. Hal tersebut dikarenakan subjek merasa memiliki kekurangan pada tubuh mereka sehingga muncul perilaku identifikasi agar bisa tampak seperti yang dinginkan. Hal tersebut diungkapkan oleh subjek seperti kutipan berikut:

”...aku sering ngliatin kayak pas lagi nonton tivi trus ada artis yang cewek seumuran sama aku terus aku ngliat gaya dia, trus ngliat body-nya dia..trus ya itu pengen...pengen yang kayak gitu..ya trakhir kan aku nonton film the ribbon yang maen Cathreen Zeta Zones, nah terus di situ kan dia critanya jadi ibu rumah tangga, dia barusan dapat kerja, tapi dia rutin olah raga gitu loh, perutnya rata, badannya kenceng, nah itu yang memotivasi aku untuk ikutan gym...aku jadi kepikiran.. iya nih aku olah raganya gak rutin...kalo aku ikut aja gimana ya.. gitu..” (subjek 5, lamp. D, h. 48, 15)

Akan tetapi, ada juga subjek yang tidak memiliki keinginan untuk membandingkan diri dengan orang lain. Subjek merasa tidak terlalu memperhatikan penampilan, cukup merawat diri seperlunya saja dan berpendapat bahwa bentuk tubuh setiap orang pada dasarnya berbeda. Keyakinan ini yang membuat subjek tidak

memiliki keinginan untuk membandingkan dengan orang lain. Sedangkan pada subjek yang merasa dirinya tidak ideal menjawab tidak memiliki keinginan untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Hal ini disebabkan subjek yang merasa dirinya tidak ideal merasa mempunyai kondisi tubuh yang jauh dari ideal sehingga mereka lebih memilih untuk mensyukuri tubuhnya sendiri.

Tabel 11

Motivasi untuk membandingkan dengan orang lain Hal,

baris merasa ideal

Hal,

baris merasa tidak ideal ADA

48.14 merasa diri kurang

48.2 membandingkan dan identifikasi

49.12 kurang percaya diri

49.27 menjadi ingin rutin olah raga

TIDAK ADA

15.25 merasa tidak terlalu 6.18 merasa jauh dengan orang lain

memperhatikan penampilan 36.27 badan orang lain lebih bagus 26.13 tubuh setiap orang berbeda 36.28 mensyukuri tubuh sendiri 26.19 merawat diri seperlunya

d) Alas an individu dalam menjaga penampilan

Mereka merasa bahwa menjaga penampilan itu penting. Hal tersebut diungkapkan oleh semua subjek baik yang merasa dirinya ideal maupun yang tidak ideal. Salah satu jawaban subjek mengenai pentingnya menjaga penampilan adalah:

“Karena dari cowok ya…cowok kan ngliat cewek dari fisik kan…sangat-sangat bisa dipastikan itu trus...aku suka ngliatin orang kan..misal orang itu cakep, orang itu modis, nah aku jadi menilai orang itu kan? Nah aku ingin juga dinilai punya penampilan yang bagus juga...” (subjek 5, lamp. D, h. 50, 19)

53

Aktivitas subjek yang sering tampil di depan umum dan dilihat banyak orang membuat subjek merasa pentingnya menjaga penampilan. Selain itu, alasan lain bahwa menjaga penampilan itu penting menurut subjek adalah karena mereka ingin dinilai memiliki tubuh yang bagus oleh orang lain, adanya tuntutan orang lain misalnya dalam suatu pekerjaan harus berpenampilan menarik, untuk menjaga kesehatan, menjalin relasi dengan orang lain, ada pandangan tidak perlu cantik tetapi menarik, dan pandangan bahwa laki-laki melihat fisik perempuan. Selain itu, ada jawaban yang berbeda muncul dari subjek yang merasa dirinya tidak ideal yaitu menjaga penampilan itu penting karena merupakan kodrat wanita.

Tabel 12

Alasan menjaga penampilan

e) Intensitas individu menjaga penampilan

Hampir semua subjek mengatakan sering memperhatikan penampilan diri mereka. Hanya 2 subjek yang merasa dirinya ideal merasa tidak terlalu sering dalam memperhatikan penampilan diri. Subjek yang merasa sering memperhatikan penampilan dirinya

Hal,bar merasa ideal Hal,bar merasa tidak ideal

16.14; tampil di depan umum 7.16; dilihat orang

27.21 37.18

16.12 bekerja 37.16 kodrat wanita

27.16 mejalin relasi 37.20 tuntutan orang lain

27.31 menjaga kesehatan

27.15

tidak perlu cantik,tetapi

menarik 50.20 laki-laki melihat fisik

50.25 ingin dinilai bagus oleh orang

menunjukkan perilaku sebagai berikut: menggunakan peralatan kosmetik karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan mereka untuk merias diri, mempersiapkan penampilan pada saat sesudah mandi atau ada acara, dan ada subjek yang setiap harinya rata-rata meluangkan setengah jam untuk memperhatikan penampilan. Selain itu, merapikan penampilan bila merasa sudah tidak rapi lagi karena merasa harus tampil cantik, di mana cantik merupakan daya jual mereka bagi subjek yang berprofesi sebagai penari.

Tabel 13

Intesitas dalam menjaga penampilan

Hal,baris merasa ideal Hal,baris merasa tidak ideal

26.21; tidak terlalu sering 37.3; Sering

16.3 7.2

50.1 sering karena senang 37.3 harus cantik

merias

50.7 mempersiapkan 37.13 cantik daya jual menari

penampilan

26.23 merapikan bila tidak rapi 7.6 Kebiasaan merias

27.3 menggunakan make up

27.4 setengah jam sehari

16.4 sesudah mandi

16.4 saat ada acara

Dalam dokumen Skrip uk Memenu leh Gelar S gram Studi (Halaman 61-70)

Dokumen terkait