4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
4.3.1 PPS Sebagai Basis Pengembangan Industri Perikanan
4.3.1.4 Pengaruh faktor pelayanan PPS terhadap Daya
Pelayanan PPSNZ Jakarta memiliki hubungan positip dan berpengaruh signifikan terhadap daya saing global industri perikanan dapat diterima (Tabel 12 dan Gambar 26). Bahwa semakin baik tingkat pelayanan PPSNZ Jakarta memberikan pengaruh kuat untuk menciptakan daya saing industri perikanan dalam perdagangan global. Ketersediaan fasilitas untuk pelayanan industri
processing berpengaruh terhadap kemampuan imitabilitas dan durabilitas
produk, mutu produk dan harga bersaing (Madecor Group 2001). Hal ini sudah dapat diduga bahwa dengan ketersediaan prasarana akan memberi kemudahan bagi industri untuk meningkatkan efisiensi dalam pengembangan produk. Demikian pula dengan pelayanan produksi yaitu melayani kegiatan kapal ikan ternyata dapat menjamin kelangsungan pasokan bahan baku industri pengolahan ikan. Jenis fasilitas yang disediakan adalah dermaga untuk tambat kapal, pembongkaran hasil tangkapan, pemuatan perbekalan atau logistik kapal, kolam pelabuhan untuk manuver kapal di dalam pelabuhan perikanan, penahan gelombang untuk melindungi kapal dari pengaruh gelombang, fasilitas perbaikan kapal berupa dok, bengkel dan pertokoan suku cadang kapal.
Berbagai pelayanan PPS yang mampu meningkatkan daya saing global industri perikanan (DSG) adalah memperlancar usaha perikanan melalui penyediaan BBM solar 12.000 kiloliter per bulan, suplai kebutuhan air industri perikanan sekitar 4.000 m3 per hari, dan 5.000 balok es per hari. Pelayanan pemasaran adalah menyediakan gedung pelelangan ikan kapasitas 200 ton per
94
hari, pusat pemasaran ikan kapasitas 200 ton per hari dengan segenap fasilitasnya. Pelayanan industri pengolahan ikan menyediaan cold storage
berkapasitas 2.000 ton, pabrik es berkapasitas 200 ton per hari dan pelayanan produksi menyediaan fasilitas galangan kapal untuk melayani 308 unit kapal per tahun.
Menurut Zeithami (1988) yang diacu dalam Maureen Margaretha (2004) kualitas layanan didefinisikan sebagai penilaian pelanggan atas keunggulan atau keistimewaan suatu produk atau layanan secara menyeluruh. Dikatakan lebih lanjut bahwa ada 5 (lima) dimensi kualitas pelayanan yaitu (1) kehandalan yaitu kemampuan untuk melaksanakan jasa yang dijanjikan dengan tepat dan terpecaya (2) responsif yaitu kemampuan membantu pelanggan dan memberikan layanan jasa dengan cepat (3) keyakinan yaitu pengetahuan dan kemampuan untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan (4) empati yaitu syarat untuk peduli, memberikan perhatian pribadi bagi pelanggan (5) berujud yaitu penampilan fisik, peralatan, personil dan media komunikasi. Dalam penelitian ini definisi operasional PPSNZ Jakarta adalah pemenuhan kebutuhan pengguna jasa pelabuhan berdasarkan azas efisiensi, transparansi dan memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha perikanan (Murdiyanto 2004).
Berdasarkan hasil uji ini pengaruh faktor pelayanan PPSNZ Jakarta dengan variabel pelayanan produksi (X28) terhadap (DSG) dapat diterima,
dengan demikian PPSNZ Jakarta memberikan pengaruh positif kepada (DSG) karena diketahui dari meningkatnya variabel ketersediaan bahan baku (X37), dan
jaminan mutu produk (X34). Menurut Powell (2000) jika daya tarik produk
merupakan perwujudan dari mutu produk berarti mutu produk akan menentukan keadaan dan keberadaan suatu produk artinya mutu produk yang jelek akan mengurangi minat konsumen untuk menggunakan produk; dengan demikian akan menentukan posisi daya saing dari pada produk tersebut. Demikian pula halnya dengan Arifin (2004) bahwa mutu produk adalah indikator produk yang digunakan untuk menarik minat konsumen artinya semakin tinggi mutu produk akan semakin tinggi minat konsumen terhadap produk.
Dari hasil kajian ini menunjukkan bahwa PPSNZ Jakarta dengan variabel pelayanan produksi (X28) akan mempengaruhi kemampuan daya saing global
(DSG) dengan variabel ketersediaan bahan baku dan jaminan mutu produk. Pengaruh faktor (PEL) dengan variabel pelayanan industri processing (X2 9)
pelabuhan perikanan harus mampu memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan industri perikanan. Didalam melaksanakan pelayanan bahkan diatur melalui intruksi Presiden nomor 1 tahun 1995 tentang perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat. Dengan demikian pelayanan PPSNZ Jakarta dalam melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan yaitu memberikan pelayanan optimal kepada industri perikanan. Dilain pihak menurut pendapat Gardjito (1996) jika industri perikanan akan bersaing dalam perdagangan global harus memiliki kemampuan diversifikasi produk yang terkait dengan indikator daya saing global industri perikanan yaitu memiliki kemampuan teknologi (X3 3) kemampuan imitabilitas
(X35), harga produk kompetitip (X36) dan kemampuan durabilitas (X38). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa indikator PPSNZ Jakarta berupa pelayanan industri processing ternyata berpengaruh terhadap kemampuan daya saing industri perikanan dalam perdagangan global (DSG) baik dari segi kemampuan teknologi, imitabilitas, durabilitas, maupun harga produk kompetitif.
Pengaruh faktor pelayanan PPSNZ Jakarta dengan variabel pelayanan pemasaran (X30) terhadap (DSG) terkait dengan ketersediaan jenis dan kapasitas
pelayanan pemasaran yang dapat mendukung terhadap (DSG) dengan variabel kemampuan teknologi, jaminan mutu produk, kemampuan imitabilitas, harga produk kompetitip, ketersediaan bahan baku, dan kemampuan durabilitas. Secara faktual kemampuan industri perikanan dikawasan PPSNZ Jakarta tidak diragukan lagi dalam mengembangkan dan melakukan diversifikasi produk. Oleh karena itu menurut Porter (1990) diversifikasi produk merupakan salah satu persyaratan industri perikanan akan memiliki kemampuan bersaing dalam perdagangan global berarti dengan luasnya wilayah pemasaran produk perikanan dari Indonesia termasuk Negara yang paling sulit ditembus pasarnya seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat yang memiliki persyaratan mutu paling ketat maupun negara pesaing yang harus dihadapi berarti ketersediaan fasilitas pelayanan pemasaran di PPSNZ Jakarta berpengaruh dalam mendukung produk perikanan dalam perdagangan global (DSG).
Pengaruh faktor pelayanan PPSNZ Jakarta dengan variabel pelayanan logistik (X31) dan pelayanan fasilitas pendukung (X32) terhadap (DSG). Terkait
dengan jenis dan kapasitas pelayanan logistik dan pelayanan fasilitas pendukung yang disediakan di PPSNZ Jakarta adalah suplai air dengan kapasitas 3.000 m3 per hari, suplai es kapasitas 200 ton per hari , BBM solar dengan kuota 15.000
96
KL per bulan, telepon 220 SST , listrik 5.128 KWH, tanah industri seluas 40 ha, tambat labuh kapal kapasitas 462 unit sekaligus ukuran 30 GT sampai 3.000 GT. Jika dikaitkan dengan kebijakan pembangunan PPSNZ Jakarta yang dilengkapi dengan segenap fasilitasnya, maka upaya meningkatkan optimalisasi PPSNZ Jakarta ini bertujuan untuk mendukung industri perikanan melalui penangkapan ikan dalam rangka penyediaan bahan baku industri berupa ikan, mengingat perikanan di Indonesia sebelum dibangun PPSNZ masih didominasi oleh perikanan tradisional (Murdjijo 1997). Hasil penelitian Sunarya (1996) menunjukkan bahwa hanya 60% saja hasil perikanan di Jawa dan Sumatera yang dimanfaatkan dalam keadaan baik tanpa pelayanan PPSNZ Jakarta. Demikian pula Clucas dan Basmal (1995) yang dikutip Sunarya (1996) menunjukkan bahwa kurangnya sarana pendukung pemasaran berupa tempat pelelangan ikan dan cold storage maupun pabrik es, serta pasokan air ternyata akan mempersulit mendapatkan bahan baku ikan untuk industri perikanan sehingga mempengaruhi kinerja industri dan akan menghambat kemampuan daya saing industri perikanan. Dengan demikian pelayanan PPSNZ Jakarta dengan indikator pelayanan logistik dan fasilitas pendukung industri berpengaruh terhadap daya saing global (DSG).