• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh kompetensi sumber daya manusia terhadap

Dalam dokumen SKRIPSI WAHYUNI S (Halaman 91-0)

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

C. Pembahasan

2. Pengaruh kompetensi sumber daya manusia terhadap

Berdasarkan hasil analisis statistik dalam penelitian ini ditemukan bahwa hipotesis 2 berpengaruh signifikan positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini dilihat dari nilai signifikansinya 0,042 dan nilai thitung = 2,057. Pengaruh antara kompetensi sumber daya manusia dengan efektivitas pengelolaan keuangan daerah adalah semakin berkompeten sumber daya manusia maka pengelolaan keuangan daerah semakin efektif.Hal ini konsisten dengan teori yang dinyatakan oleh Wahyono (2004), bahwa setiap bagian dalam pemerintahan harus diisi oleh orang yang tepat, yaitu yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) yang telah ditentukan.Begitupun bagian keuangan yang harus disi oleh sumber daya manusia yang memiiki

kompetensi akuntansi dan ilmu-ilmu keuangan terkait lainnya.Hal inilah yang mendorong instansi pemerintah untuk terus berkembang dan meningkatkan kompetensi yang dimiliki melalui pelatihan yang diselenggarakan dan kebijakan lainnya yang mendukung pencapaian tujuan.

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis terhadap data yang dikumpulkan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan berikut ini:

1. Sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) berpengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin baik sistem pengendalian intern pemerintah yang diterapkan maka efektivitas pengelolaan keuangan daerah juga akan semakin baik sebaliknya semakin buruk sistem pengendalian intern pemerintah yang diterapkan maka efektivitas pengelolaan keuangan daerah juga akan semakin buruk. Hal ini didukung oleh unsur-unsur sistem pengendalian intern pemerintah yang digunakan dalam pencapaian tujuan yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.

2. Kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kompeten sumber daya manusia maka efektivitas pengelolaan keuangan daerah semakin baik sebaliknya kompetensi sumber daya manusia yang buruk mengakibatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah juga akan buruk. Hal ini didukung oleh pengetahuan, perilaku, dan kemampuan

79

individu dalam melaksanakantugas.

B. Saran

Terlepas dari keterbatasan yang dimiliki, hasil penelitian ini diharapkan memunyai implikasi yang luas untuk penelitian selanjutnya dengan topik serupa. Adapun saran dari hasil penelitian ini untuk penelitian selanjutnya yaitu:

1. Penelitian selanjutnya sebaiknya memerluas daerah penelitian dan memerbanyak jumlahresponden.

2. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan penambahan variabel penelitian untuk menemukan variabel-variabel lain yang berpengaruh kuat terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah seperti teknologi informasi akuntansi, pengawasan fungsional, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

Amien, Muhammad Sjukrul. 2010. Mengenal Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Penerapannya di Provinsi Sumatera Barat, (Online), (http://sumaterabarat.prov.go.id/, diakses 26 Januari 2017) COSO, 1994. Internal Control Integrated Framework. New York: AIGPA’s

Publication Division Badan Pemeriksa Keuangan. 2013. Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Semester I Tahun 2013, (Online), (http://www.bpk.go.id, diakses 26 Januari 2017)

Ghozali, Imam. 2010. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.

Semarang: BP Undip.

Halim, Abdul. 2010. Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah.

Jakarta: Salemba Empat.

________ . 2010. Manajemen Keuangan Daerah, edisi revisi. Yogyakarta: UPP AMP YPKN.

Hutapea, Parulian. dan Thoha, N. 2008. Kompetensi Plus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 55/KMK.01/2012 Tahun 2012 tentang Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2012, (Onliine), (http://www.kemenkeu.go.id/, diakses 26 Januari 2017)

Kholis, Medisin. 2013. Pengaruh Kompetensi Pegawai dan Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah Pemerintah Kota Medan, (Online), (http://digilib.unimed.ac.id/public/, diakses 27 Januari 2017)

Fadilah, M. 2013. ”Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Pengelolaan Keuangan dan Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan”. Skripsi Bandung Universitas Pendidikan Indonesia.

Setyaningrum, D. “Analisis Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah Terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan”. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Indonesia Vol. 9 No. 2 Desember 2012.

Simatupang, M Sari. “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah” . Jurnal Ekonomi Vol. 4 No. 1 Februari 2017.

Kiranayanti, I Ayu Enny, dkk. “Pengaruh Sumber Daya Manusia, Sistem Pengendalian Intern, Pemahaman Basis Akrual, Terhadap Kualitas

80

Laporan Keuangan Daerah”. Jurnal Akuntansi Vol. 16 No. 2 Agustus 2016, ISSN: 2302-8556.

Ristanti, N, Made Asih, dkk. “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern, Pengelolaan Keuangan Daerah Komitmen Organisasi Terhadap Penerapan Good Governance (Studi Kasus Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Tabanan)”. Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. 1 2014.

Sari, D. “Pengaruh Pengendalian Internal Terhadap Transparansi Laporan Keuangan Daerah”. Jurnal Akuntansi ISSN: 2252-3936.

Suprayogi, A. (2010). “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terhadap Efektivitas Pengelolaam Keuangan Daerah”. Skripsi. Bandung:

Universitas Pasundan.

Nurillah As Syifa. (2014). “Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD), Dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Empiris Pada SKPD Kota Depok)”. Skripsi. Semarang:

Universitas Dipongoro.

Andini, D, dkk. (2015). “Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Dan Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah (Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan)”. Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi Vol. 24 No. Juni 2015.

Mahaputra, I Putu Upabaya Rama, dkk. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Informasi Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah”. Jurnal Akuntansi Universitas Udayana ISSN: 2302-8556.

Hanafiah, R, Rasmana, dkk. “Pengaruh Akuntabilitas, Transparansi, Kapasitas Sumber Daya Manusia, Dan Pengawasan Intern Terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah (Studi di SKPK Pemerintah Kabupaten Aceh Utara)”.

Jurnal Akuntansi Vol. 5 No. 4, November 2016 ISSN: 2303-0164.

1. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas Data

Validitas merupakan ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur. Suatu instrumen dikatakan valid ketika instrumen tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian ini menggunakan Corrected Item-Total Correlation yaitu dengan menghitung korelasi antara butir instrumen dengan skor total. Analisis ini dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkapkan. Adapun hasil uji validitas masing-masing data dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1

Uji Validitas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah Kota Makassar No Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan

1 Item_1 0,606 0,413 valid

2 Item_2 0,464 0,413 valid

3 Item_3 0,655 0,413 valid

4 Item_4 0,415 0,413 valid

5 Item_5 0,452 0,413 valid

6 Item_6 0,763 0,413 valid

7 Item_7 0,823 0,413 valid

8 Item_8 0,485 0,413 valid

9 Item_9 0,747 0,413 valid

10 Item_10 0,571 0,413 valid

11 Item_11 0,637 0,413 valid

12 Item_12 0,762 0,413 valid

13 Item_13 0,507 0,413 valid

14 Item_14 0,450 0,413 valid

15 Item_15 0,795 0,413 valid

Sumber: Data primer, diolah 2017

Tabel 2

Uji Validitas Kompetensi Sumber Daya Manusia Kota Makassar No Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan

1 Item_1 0,510 0,413 valid

2 Item_2 0,444 0,413 valid

3 Item_3 0,512 0,413 valid

4 Item_4 0,529 0,413 valid

5 Item_5 0,600 0,413 valid

6 Item_6 0,469 0,413 valid

7 Item_7 0,609 0,413 valid

8 Item_8 0,467 0,413 valid

9 Item_9 0,544 0,413 valid

Sumber: Data primer, diolah 2017

Tabel 3

Uji Validitas Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Makassar No Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan

1 Item_1 0,537 0,413 valid

2 Item_2 0,736 0,413 valid

3 Item_3 0,852 0,413 valid

4 Item_4 0,758 0,413 valid

5 Item_5 0,597 0,413 valid

6 Item_6 0,498 0,413 valid

7 Item_7 0,801 0,413 valid

8 Item_8 0,615 0,413 valid

9 Item_9 0,442 0,413 valid

Sumber: Data primer, diolah 2017

Berdasarkan tabel hasil uji validitas di atas, diketahui bahwa seluruh item pertanyaan yang digunakan telah valid, yang ditunjukkan dengan nilai masing- masing item pertanyaan lebih besar dari rtabel = 0,413 (nilai rtabel untuk df=n-2=23-2=21).

b. Uji Reliabilitas Data

0,6 atau lebih. Hasil pengujiannya dapat dilihat sebagai berikut:

Kompetensi SDM (X2) 0,718 reliabel

Efektivitas PKD (Y) 0,831 reliabel

Sumber: Data primer, diolah 2017

Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua variabel memunyai Cronbach Alpha yang cukup besar yaitu di atas 0,600 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari kuesioner adalah reliabel sehingga untuk selanjutnya item-item pada masing-masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

. Tujuan uji normalitas adalah untuk menguji apakah data yang digunakan normal atau tidak, dilakukan menggunakan uji Kolmogorov Sminarnov. Tabel 5 menunjukkan tingkat signifikansi data Sig. (2-tailed) adalah 0,944 > 0,05 hingga menunjukkan data terdistribusi secara normal, maka dari itu dinyatakan memenuhi asumsi uji normalitas. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 5

Normal Parametersa,b Mean 0E-7

Std. Deviation ,71430757

Negative -,110

Kolmogorov-Smirnov Z ,527

Asymp. Sig. (2-tailed) ,944

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Data primer, diolah 2017

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel (Ghozali, 2001).

Untuk dapat menentukan apakah terdapat multikolinearitas dalam model regresi pada penelitian ini adalah dengan melihat nilai VIF (Variance Inflation Factor) dan tolerance, serta menganalisis matrix korelasi variabel-variabel bebas. Adapun nilai VIF dapat dilihat pada tabel 6 di bawah ini. a. Dependent Variable: Efektivitas PKD

Sumber: Data primer, diolah 2017

Tabel 6 Terlihat bahwa tidak ada variabel yang memiliki nilai VIF lebih besar dari 10 dan nilai tolerance yang lebih kecil dari 10% sehingga dapat disimpulkan bebas dari gejala multikolinearitas

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali,2001). Cara mendeteksinya adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik Scatterplot antara

heteroskedastisitas menghasilkan grafik pola penyebaran titik (scatterplot) seperti tampak pada Gambar 1 berikut.

Gambar 1 Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data primer, diolah 2017

Hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan bahwa titik-titik tidak membentuk pola tertentu atau tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Dengan demikian, asumsi-asumsi normalitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas dalam model regresi dapat dipenuhi dari model ini.

3. Uji Hipotesis

a. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu

Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,794a ,538 ,559 ,749

a. Predictors: (Constant), Kompetensi SDM, SPIP b. Dependent Variable: EPKD

Sumber: Data primer, diolah 2017

Hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 20 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,538. Hal ini berarti 53,8% efektivitas pengelolaan keuangan daerah dapat dijelaskan oleh variabel SPIP dan kompetensi SDM, sedangkan sisanya 46,2% efektivitas pengelolaan keuangan daerah dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

b. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Perhitungan statistik dalam analisis regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS for Windows versi 20. Ringkasan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 8

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 3,372 3,044 1,108 ,037

SPIP 2,233 2,269 1,192 2,866 ,026 ,977 1,023

Kompetensi

SDM 1,039 1,751 1,012 2,052 ,042 ,977 1,023

a. Dependent Variable: EPKD Sumber: Data primer, diolah 2017

sebagai berikut :

Y = 3,372 + 2,233 X1 + 1,039 X2 + e

Keterangan :

Y = Efektivitas pengelolaan keuangan daerah X1 = Variabel SPIP

X2 = Variabel kompetensi SDM

Hasil persamaan regresi secara keseluruhan ini menunjukkan interpretasi sebagai berikut:

1) Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah sebesar 3,372 jika tidak terdapat variabel yang mempengaruhinya.

2) Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah akan bertambah sebesar 2,233 jika terdapat kenaikan sebesar satu satuan terhadap Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).

3) Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah akan beryambah sebesar 1,039 jika terdapat kenaikan sebesar satu satuan terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia.

c. Uji t

Uji t dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen (sistem pengendalian intern pemerintah dan kompetensi sumber daya manusia) secara individual dalam menerangkan variabel dependen (efektivitas pengelolaan keuangan daerah). Hasil uji t pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 9 sebagai berikut:

Tabel 9

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 3,372 3,044 1,108 ,037

SDM 1,039 1,751 1,012 2,052 ,042 ,977 1,023 a. Dependent Variable: EPKD

Sumber: Data primer, diolah 2017

1) Variabel SPIP

H0 : b1 = 0 : SPIP tidak berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah

Ha : b1 > 0 : SPIP berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah

Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel X1 (SPIP) diperoleh dengan t hitung = 2,866 sementara diperoleh t tabel = 1,725 (diketahui n=23, k=3 sehingga df=20) dengan tingkat signifikansi 0,037. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari tarif 5 %, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis pertama diterima.

2) Variabel kompetensi SDM

H0 : b2 = 0 : Kompetensi SDM tidak berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah

Ha : b2 > 0 : Kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah

Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel X2 (Kompetensi SDM) diperoleh t hitung = 2,052 sementara diperoleh t tabel = 1,725 (diketahui n=23, k=3 sehingga df=20) dengan tingkat signifikansi 0,042. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, nilai signifikansi tersebut berada di bawah taraf 5 %, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis kedua diterima.

Dari hasil regresi linear berganda dan uji t pada tabel 9 menunjukkan bahwa kedua koefisien regresi tersebut bertanda positif dan signifikan. Dari model regresi tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut sebagi berikut:

2,233 dan nilai t hitung = 2,866 dengan tingkat signifikansi 0,026.

2) Variabel kompetensi sumber daya manusia (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah (Y) dengan nilai regresi 1,039 nilai t hitung = 2,052 dengan tingkat signifikansi 0,042.

d. Uji F

Hasil perhitungan parameter model regresi secara bersama-sama diperoleh pada tabel 10 berikut ini:

Tabel 10 Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression ,440 2 ,220 3,392 ,025b

Residual 11,225 20 ,561

Total 11,665 22

a. Dependent Variable: EPKD

b. Predictors: (Constant), Kompetensi SDM, SPIP Sumber: Data primer, diolah 2017

Uji F dipergunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan (bersama-sama). Dikaitkan dengan hipotesis yang diajukan yaitu:

1) H0 : b1, b2 = 0 berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari sistem pengendalian intern pemerintah dan kompetensi sumber daya manusia terhadap efektivitas pengelolaan keuangan.

2) Ha : b1,b2 > 0 berarti ada pengaruh yang signifikan dari sistem pengendalian intern pemerintah dan kompetensi sumber daya manusia terhadap efektivitas pengelolaan keuangan.

3) Pengujian pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya

dengan signifikansi 0,025 < 0,05. Hal ini berarti bahwa secara bersama-sama sistem pengendalian intern pemerintah dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah.

B. Pembahasan

1. Pengaruh sistem pengendalian intern pemerintah terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah

Hipotesis 1 penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh signifikan positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah dengan nilai thitung

= 2,866 dan nilai signifikansi 0,037. Pengaruh antara sistem pengendalian intern pemerintah dengan efektivitas pengelolaan keuangan daerah adalah bahwa semakin baik sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) yang diterapkan maka semakin terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang efektif. Hal ini sejalan dengan Amien (2010) menyatakan bahwa efektivitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah dapat terwujud jika setiap entitas pemerintah daerah dapat menciptakan, mengoperasikan serta memelihara sistem pengendalian intern yang memadai secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan keyakinan yang memadai atas terciptanya tujuan instansi, aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Suprayogi (2010) yang menemukan sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Dilihat dari distribusi frekuensi, sistem pengendalian intern pemerintah telah terlaksana dengan baik. Dalam kenyataannya sistem pengendalian intern pemerintah untuk menghasilkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah telah memadai.

2. Pengaruh kompetensi sumber daya manusia terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah

Berdasarkan hasil analisis statistik dalam penelitian ini ditemukan bahwa hipotesis 2

manusia dengan efektivitas pengelolaan keuangan daerah adalah semakin berkompeten sumber daya manusia maka pengelolaan keuangan daerah semakin efektif. Hal ini konsisten dengan teori yang dinyatakan oleh Wahyono (2004), bahwa setiap bagian dalam pemerintahan harus diisi oleh orang yang tepat, yaitu yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) yang telah ditentukan. Begitupun bagian keuangan yang harus disi oleh sumber daya manusia yang memiiki kompetensi akuntansi dan ilmu-ilmu keuangan terkait lainnya. Hal inilah yang mendorong instansi pemerintah untuk terus berkembang dan meningkatkan kompetensi yang dimiliki melalui pelatihan yang diselenggarakan dan kebijakan lainnya yang mendukung pencapaian tujuan.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis terhadap data yang dikumpulkan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan berikut ini:

1. Sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) berpengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin baik sistem pengendalian intern pemerintah yang diterapkan maka efektivitas pengelolaan keuangan daerah juga akan semakin baik sebaliknya semakin buruk sistem pengendalian intern pemerintah yang diterapkan maka efektivitas pengelolaan keuangan daerah juga akan semakin buruk. Hal ini didukung oleh unsur-unsur sistem pengendalian intern pemerintah yang digunakan dalam pencapaian tujuan yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.

2. Kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kompeten sumber daya manusia maka efektivitas pengelolaan keuangan daerah semakin baik sebaliknya kompetensi sumber daya manusia yang buruk mengakibatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah juga akan buruk. Hal ini didukung oleh pengetahuan, perilaku, dan kemampuan individu dalam melaksanakan tugas.

B. Saran

Terlepas dari keterbatasan yang dimiliki, hasil penelitian ini diharapkan memunyai implikasi yang luas untuk penelitian selanjutnya dengan topik serupa. Adapun saran dari hasil penelitian ini untuk penelitian selanjutnya yaitu:

1. Penelitian selanjutnya sebaiknya memerluas daerah penelitian dan memerbanyak jumlah responden.

2. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan penambahan variabel penelitian untuk

lain.

3. Metode penelitian yang dipakai untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan berbagai macam metode, seperti metode wawancara langsung, survei lapangan, observasi, dan lain-lain.

KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI

NAMA MAHASISWA : WAHYUNI S.

STAMBUK : 10573 04533 13

JURUSAN : Akuntansi

PEMBIMBING II : Ismail Badollahi, SE.,M.Si.,Ak.CA

JUDUL PROPOSAL : Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Pendapatan Daerah

No Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Catatan : Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian proposal jika sudah konsultasi ke dosen pembimbing minimal 3 kali

Mengetahui:

Ketua Jurusan

Ismail Badollahi, SE.,M.Si.,Ak.CA NBM: 1073428

4 4 4 3 3 5 5 3 4 3 3 5 5 2 2

5 4 4 4 4 3 2 3 2 2 1 4 3 3 3

6 5 4 5 5 3 4 3 5 5 2 4 4 3 3

7 5 4 5 4 2 3 3 3 3 4 3 4 5 4

8 5 4 4 5 3 3 2 4 5 4 4 5 4 4

9 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4

10 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 3 3 3 5

11 5 4 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5

12 5 4 3 1 4 1 2 3 2 2 2 3 1 4

13 1 4 3 5 4 2 1 4 2 4 4 2 4 4

14 1 3 3 5 4 2 1 4 4 4 4 2 4 4

15 2 4 3 1 4 2 1 4 2 4 4 2 4 4

16 3 2 4 5 2 3 3 4 4 4 4 5 4 3

17 3 2 3 5 4 3 3 4 4 3 4 4 5 4

18 3 2 3 5 4 3 3 4 4 3 4 4 5 4

19 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5

20 4 4 5 3 3 2 3 2 3 3 4 3 2 4

21 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

22 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4

23 5 5 5 2 3 3 4 4 4 5 5 5 5 5

4 55 3.67

5 47 3.13

5 60 4.00

4 56 3.73

4 60 4.00

5 71 4.73

3 49 3.27

5 71 4.73

2 39 2.60

2 46 3.07

2 47 3.13

2 43 2.87

3 53 3.53

3 54 3.60

3 54 3.60

5 71 4.73

3 48 3.20

4 60 4.00

4 66 4.40

5 65 4.33

4 3 4 5 3 4 3 3 4 4 33 3.67

5 5 4 3 4 5 4 4 3 3 35 3.89

6 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36 4.00

7 3 3 3 3 4 3 3 3 3 28 3.11

8 3 4 4 4 3 3 4 4 4 33 3.67

9 4 5 3 3 5 4 4 4 4 36 4.00

10 3 3 4 4 4 4 3 4 4 33 3.67

11 4 3 3 3 3 4 3 4 3 30 3.33

12 5 4 3 4 4 4 3 3 3 33 3.67

13 4 3 3 3 3 5 4 4 4 33 3.67

14 4 5 5 3 3 3 3 3 3 32 3.56

15 4 5 5 3 4 4 3 3 3 34 3.78

16 3 3 3 4 3 4 3 3 4 30 3.33

17 4 3 3 3 4 5 5 4 3 34 3.78

18 4 4 4 4 4 3 4 3 3 33 3.67

19 3 3 4 3 4 4 3 3 4 31 3.44

20 3 4 4 3 5 3 3 4 3 32 3.56

21 3 3 3 3 4 3 4 5 5 33 3.67

22 4 4 3 4 3 3 3 4 4 32 3.56

23 4 5 3 3 3 3 3 3 3 30 3.33

4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 39 4.33

5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 43 4.78

6 5 3 3 1 4 3 3 4 4 30 3.33

7 5 3 3 1 3 5 3 4 4 31 3.44

8 5 3 3 1 3 5 3 4 5 32 3.56

9 5 4 4 4 4 4 4 4 4 37 4.11

10 3 1 3 3 5 3 3 5 4 30 3.33

11 5 5 5 5 3 3 5 5 5 41 4.56

12 2 1 1 1 3 3 1 2 5 19 2.11

13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 45 5.00

14 5 1 3 4 5 5 3 5 5 36 4.00

15 4 1 4 5 2 4 2 5 2 29 3.22

16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 45 5.00

17 5 5 5 5 5 5 5 5 5 45 5.00

18 5 5 5 5 5 5 5 5 5 45 5.00

19 4 3 3 4 3 5 4 4 4 34 3.78

20 1 1 5 5 5 5 5 5 4 36 4.00

21 5 4 5 5 5 5 4 5 5 43 4.78

22 4 1 5 5 5 5 5 5 4 39 4.33

23 4 4 3 4 4 5 5 2 4 35 3.89

2. Umur : ...

3. Jenis kelamin : Laki-Laki Perempuan

4. Tingkat Pendidikan : S1 S2 S3

D3 SMA Lain-lain

5. Jabatan : ...

6. Masa Kerja : < 5 tahun

> 5 tahun

B. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

1. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

Isilah pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda “√” pada setiap pertanyaan dengan: TP = Tidak Pernah, P = Pernah, KK = Kadang-Kadang, SR

= Sering, S = Selalu.

NO PERTANYAAN SL SR KK P TP

LINGKUNGAN PENGENDALIAN

1 Instansi memiliki kode etik tertulis dan semua aparat mengetahuinya

2 Adanya contoh dari pimpinan untuk berperilaku etis dengan mengikuti kode etik

3

Satuan pengawasan intern terdiri dari staf yang kompeten, dapat dipercaya dan tanggap dengan perubahan

4 Pembagian tugas dan jabatan terstruktur dengan baik 5 Adanya metode penilaian/pengukuran risiko dan

sistem informasi manajemen risiko

6 Adanya penentuan batas dan penetapan toleransi risiko 7 Adanya pengendalian intern dan manajemen terhadap risiko 8 Adanya penetapan kebijakan pemisahan tugas yang

memadai

9 Adanya otorisasi yang sesuai dan memadai atas aktivitas

12 membantu meyakinkan bahwa tanggung jawab telah dilaksanakan

13

Kebijakan bahwa informasi harus disajikan dalam bentuk laporan keuangan supaya dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang memerlukan sulit diterapkan

14 Adanya pengawasan secara terus menerus dan periodik 15 Adanya pengawasan untuk menilai kualitas

pengendalian intern

2. Kompetensi SDM

Isilah pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda “√” pada setiap pertanyaan dengan: TP = Tidak Pernah, P = Pernah, KK = Kadang-Kadang, SR

= Sering, S = Selalu.

NO PERTANYAAN SL SR KK P TP

PENGETAHUAN 1

Saya memiliki pengetahuan mengenai teori keuangan dan pengetahuan lainnya yang terkait dengan pekerjaan saya dengan baik

2

Saya memiliki pengetahuan mengenai kegiatan organisasi dan bisnis dalam bidang pekerjaan yang saya dilakukan

3 Saya dapat mengoperasikan komputer dan teknologi informasi lainnya

4 Saya memiliki kemampuan berkomunikasi secara baik dalam melaksanakan pekerjaan

5

Saya menjaga komunikasi antara saya dan rekan kerja karena dapat membantu penyelesaian pekerjaan saya dengan cepat

6 Beban tugas yang diberikan kepada saya dapat saya selesaikan dengan baik

7 Saya mampu bekerja dimana saya berada

sama dengan anggota tim

8 Saya memiliki semangat yang kuat dalam

berkompetesi untuk mencapai hasil yang baik

9 Saya dapat mematuhi aturan yang berlaku di dalam pekerjaan saya

NO PERTANYAAN SL SR KK P TP TANGGUNG JAWAB

1 Pemerintah daerah menyampaikan laporan realisasi semester pertama pelaksanaan APBD

2 Anggaran daerah yang disusun mudah diakses oleh masyarakat

3 Semua manfaat yang bernilai uang merupakan pendapatan daerah dan dianggarkan dalam APBD

4 Urusan keuangan diserahkan pada pegawai yang jujur yang tidak memiliki catatan pernah berbuat curang

5 Pembebanan APBD harus didukung oleh bukti-bukti yang lengkap dan sah

6

Keuangan daerah ditata sedemikian rupa sehingga program dan kegiatan dapat dilaksanakan dengan biaya yang rendah dan waktu yang cepat

7

Masyarakat telah merasakan dampak positif dari keberhasilan anggaran daerah

8

Petugas keuangan pemerintah daerah harus melakukan pengendalian agar tujuan instansi dapat tercapai

9

Petugas keuangan daerah harus mengusahakan mendapat informasi yang diperlukan untuk memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran untuk kemudian dibandingkan dengan rencana dan sasaran

pasangan Syamsuddin dan Mariati. Penulis memulai jenjang pendidikan formal di sekolah dasar SD Negeri Bonto Ramba Pallangga pada tahun 2001 dan tamat pada tahun 2006. Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan sekolah di SMP Negeri 2 Pallangga dan lulus pada tahun 2009. Pada tahun yang 2009 pula penulis melanjutkan sekolah di SMK Negeri 1 Limbung dan lulus pada tahun 2012.

Selanjutnya, pada tahun 2013 penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar dan terdaftar sebagai mahasiswi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi dan berhasil menyelesaikan kuliah pada tanggal 14 Oktober 2017.

Dalam dokumen SKRIPSI WAHYUNI S (Halaman 91-0)

Dokumen terkait