• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

4) Pengaruh Loan Deposit Ratio (LDR) dengan Return On Asset

(ROA)

Berdasarkan pada persamaan regresi di atas, LDR (X2) = 0,047

maksudnya adalah jika setiap kenaikan 1% LDR (X2) akan

menyebabkan meningkatnya nilai ROA (Y) sebesar 0,047%.

Berdasarkan nilai signifikansi dan nilai t hitung dan t tabel diatas dapat

disimpulkan bahwa loan deposit ratio berpengaruh signifikan terhadap

return on asset.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika kemampuan

bank dalam menyalurkan kredit terhadap dana pihak ketiga yang

terkumpul adalah tinggi, maka semakin tinggi pula kredit yang

diberikan pihak bank dan juga akan meningkatkan laba bank yang

bersangkutan, dengan kata lain kenaikan Loan to Deposit Ratio (LDR)

akan meningkatkan Return On Asset (ROA), sehingga kinerja

keuangan bank akan semakin baik (dengan asumsi bank tersebut

mampu menyalurkan kredit dengan efektif sehingga jumlah

98

(2011) dan Suroso (2010) yang menunjukkan bahwa LDR

berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.

1) Uji t terhadap variabel capital adequacy ratio

Hasil perhitungan yang didapat pada tabel 4.7 variabel capital adequacy

ratio secara statistik menunjukkan hasil yang signifikan pada nilai lebih

kecil dari α (0,000 < 0,05). Sedangkan nilai t hitung X1 = 4,509 dan t tabelsebesar 1,671 (df (n – k) 72 – 4 = 68, α = 0,05), sehingga t hitung > t

tabel (4,509 > 1,671). Maka Ho ditolak atau menerima H1 sehingga dapat

disimpulkan bahwa variabel capital adequacy ratio berpengaruh

signifikan terhadap return on asset.

2) Uji t terhadap variabel non performing loan

Hasil perhitungan yang didapat pada tabel 4.7 variabel non performing

loan secara statistik menunjukkan hasil yang signifikan pada nilai lebih

kecil dari α (0,000 < 0,05). Sedangkan nilai -t hitung X2 = -6,379 dan- t tabel sebesar -1,671 (df (n – k) 72 – 4 = 68, α = 0,05), sehingga -t hitung < -t tabel (-6,379 < -1,671). Maka Ho ditolak atau menerima H1 sehingga

dapat disimpulkan bahwa variabel non performing loan berpengaruh

signifikan terhadap return on asset.

3) Uji t terhadap variabel inflasi

Hasil perhitungan yang didapat pada tabel 4.7 variabel inflasi secara

99

(0,660 > 0,05). Sedangkan nilai -t hitung X3 = -0,422 dan -t tabel sebesar

-1,671 (df (n – k) 72 – 4 = 68, α = 0,05), sehingga t hitung > t tabel ( -0,422 > -1,671). Maka Ho diterima atau menolak H1 sehingga dapat

disimpulkan bahwa variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap

return on asset.

4) Uji t terhadap variabel loan deposit ratio

Hasil perhitungan yang didapat pada tabel 4.7 variabel loan deposit ratio

secara statistik menunjukkan hasil yang signifikan pada nilai lebih kecil

dari α (0,000 < 0,05). Sedangkan nilai t hitung X1 = 8,135 dan t tabel sebesar 1,671 (df (n – k) 72 – 4 = 68, α = 0,05), sehingga t hitung > t

tabel (8,135 > 1,671). Maka Ho ditolak atau menerima H1 sehingga dapat

disimpulkan bahwa variabel loan deposit ratio berpengaruh signifikan

terhadap return on asset.

c. Uji Adjusted R Square (R2adj)

Koefisien determinasi atau R square (R2) merupakan besarnya

kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Semakin tinggi

koefisien determinasi, semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam

menjelaskan variasi perubahan pada variabel terikatnya.Koefisien

determinasi memiliki kelemahan, yaitu bias terhadap jumlah variabel bebas

yang dimasukkan dalam model regresi di mana setiap penambahan satu

100

nilai R2 meskipun variabel yang dimasukkan tersebut tidak memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya. Untuk mengurangi

kelemahan tersebut maka digunakan koefisien determinasi yang telah

disesuaikan, Adjusted R Square (R2adj).

Koefisien determinasi yang telah disesuaikan berarti bahwa koefisien

tersebut telah dikoreksi dengan memasukkan jumlah variabel dan ukuran

sampel yang digunakan. Dengan menggunakan koefisien determinasi yang

disesuaikan maka nilai koefisien determinasi yang disesuaikan itu dapat naik

atau turun oleh adanya penambahan variabel baru dalam model.

Selengkapnya mengenai hasil uji Adj R2 dapat dilihat pada tabel 4.8 di

bawah ini:

Tabel 4.13

Uji Adjusted R Square (R2adj)

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .874a .764 .750 .0021451

a. Predictors: (Constant), CAR, LDR, NPL, INFLASI b. Dependent Variable: ROA

Sumber: Data diolah

Besarnya angka Adjusted R Square adalah 0,750 atau sebesar 75%.

Dapat disimpulkan bahwa pengaruhcapital adequacy ratio, loan to deposit

ratio, non performing loan, dan inflasiterhadap return on asset adalah 75%,

variabel-101

variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini seperti dana

pihak ketiga, kredit, non performing financing, PDB, tingkat pengangguran,

kurs dan lainnya. Adapun angka koefisien korelasi (R) menunjukkan nilai

sebesar 0,874 atau sebesar 87,4% yang menandakan bahwa hubungan antara

variabel bebas dan variabel terikat adalah kuat karena memiliki nilai lebih

102 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap pengaruh capital

adequacy ratio, non performing loan, inflasi dan loan to deposit ratio terhadap

return on asset menggunakan data time series oleh PT. Bank Persero pada tahun

2009-2014. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda,

dari pembahasan yang telah diuraikan di atas berdasarkan data yang penulis

peroleh dari penelitian sebagaimana yang telah dibahas dalam skripsi ini maka,

dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

 Berdasarkan analisis regresi berganda ditemukan bahwa variabel capital adequacy ratio (CAR), loan to deposit ratio (LDR) berpengaruh positif

terhadap return on assets (ROA), sedangkan non performing loan (NPL)

berpengaruh negatif terhadap return on assets (ROA), dan Inflasi tidak

berpengaruh terhadap return on assets (ROA).

B. IMPLIKASI

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka terdapat beberapa implikasi yang perlu memperoleh penekanan. Hasil penelitian ini merupakan

informasi yang perlu dipertimbangkan oleh bank umum, akademis dan nasabah. Peneliti menyarankan untuk diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

103 1. Bagi Perbankan

Dengan adanya temuan bahwa capital adequacy ratio, non performing loan dan loan to deposit ratio berpengaruh terhadap return on assets,

sedangkan inflasi tidak berpengaruh terhadap return on assets dengan tingkat kontribusi yang berbeda-beda. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk

evaluasi perkembangan sistem perbankan konvensional khususnya Bank Persero serta sebagai bahan awal kajian dalam menentukan metode

kebijakanmoneter. Penelitian ini diharapkan menjadi informasi yang akan menambah wawasan dan pengetahuan bagi nasabah bank. Sehingga dapat

dijadikan pedoman sebagai pengambilan keputusan dalam berinvestasi yang dapat memberikan tingkat keuntungan yang sesuai dengan harapan investor 2. Bagi Akademisi

Penelitian ini akan menambah kepustakaan di bidang manajemen

perbankan dan dapat dijadikan sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan pengetahuan, khususnya tentang return on asset. Untuk penelitian

selanjutnya sebaiknya memperbanyak jumlah variabel dari faktor internal maupun eksternal bank, misalnya: dana pihak ketiga, kredit, non performing

financing, PDB, tingkat pengangguran, kurs dan lainnya. Selain itu juga bisa dengan menambah instrumen profitabilitas seperti return on equity.

104

Dokumen terkait