BAB IV PEMBAHASAN
4.4 Pembahasan Hasil Penelitian
4.4.4 Pengaruh Pajak terhadap Keputusan Perusahaan untuk
Hipotesis keempat pada penelitian ini adalah pajak bepengaruh terhadap transfer pricing. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.2 dapat diketahui bahwa variabel pajak memiliki koefisien regresi negatif sebesar -0,169 dan nilai signifikansi sebesar 0,688 (lebih besar dari 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel pajak tidak berpengaruh terhadap keputusan melakukan transfer pricing. Hipotesis pada penelitian ini ditolak. Hasil yang ini menunjukan bahwa transfer pricing tidaklah menjadi mekanisme penghematan pajak yang dilakukan oleh perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini.
Peneliti memiliki dugaan bahwa sampel pada penelitian ini melakukan mekanisme penghematan pajak melalui kegiatan tax planning dengan cara mengefisiensikan beban pajak seminimal mungkin dalam peraturan perpajakan yang berlaku.
Penelitian Marfuah (2014) yang menyatakan bahwa otoritas fisikal (aparat perpajakan) secara subyektif memandang tujuan dilakukannya transfer pricing adalah untuk menghindari pajak. Terkait dengan isu transfer pricing, secara umum otoritas
fiskal harus memperhatikan dua hal mendasar agar koreksi pajak terhadap dugaan transfer pricing mendapat justifikasi yang kuat sehingga perusahaan dapat meminimalkan praktik transfer pricing. Kedua hal prinsipil tadi adalah ; afiliasi atau hubungan istimewa dan kewajaran arm’s lenght principle.
Hasil Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Marfuah (2014) yang menyatakan bahwa pajak tidak berpengaruh terhadap keputusan melakukan tansfer pricing 4.4.5 Pengaruh Mekanisme Bonus terhadap Keputusan untuk
Melakukan Transfer Pricing
Hipotesis kelima pada penelitian ini adalah mekanisme bonus bepengaruh terhadap transfer pricing. Berdasarakan hasil pengujian pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa varibel mekanisme bonus memiliki koefisien regresi negatif sebesar -0,137 stingkat signifikansi variabel mekanisme bonus adalah sebesar 0,073 (lebih besar dari 0,05). Hal ini menandakan bahwa mekanisme bonus tidak berpengaruh terhadap keputusan untuk melakukan transfer pricing. Hipotesis pada penelitian ini ditolak.
Hasil penelitian ini mendukung teori akuntansi positif yang menjelaskan para manajer perusahaan dengan rencana bonus cenderung untuk memilih prosedur akuntansi dengan perubahan laba yang dilaporkan dari periode masa depan ke periode masa kini. Para manajer menginginkan imbalan yang tinggi dalam setiap
periode. Jika imbalan mereka bergantung pada bonus yang dilaporkan pada pendapatan bersih, maka kemungkinan mereka bisa meningkatkan bonus mereka pada periode tersebut dengan melaporkan pendapatan bersih setinggi mungkin.
Penelitian Mispiyanti (2015) menunjukkan bahwa mekanisme bonus tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan Transfer pricing. Hal ini dapat dilihat dari tingkat signifikansi masing-masing sebesar 0,999 yang lebih besar dari 0,05. Sehingga menyatakan bahwa mekanisme bonus tidak berpengaruh pada keputusan Transfer pricing perusahaan tidak dapat diterima atau tidak terbukti. Mekanisme bonus merupakan salah satu strategi atau motif perhitungan dalam akuntansi yang tujuannya adalah untuk memberikan penghargaan kepada direksi atau menejemen dengan melihat laba secara keseluruhan. Adanya kebijakan bonus yang sudah tepat, maka pemilik berharap manajemen dapat meningkatkan kinerja perusahaan melalui efisiensi pembayaran pajak.
Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang diilakukan oleh Mispiyanti (2015) yang menyatakan bahwa mekanisme bonus tidak berpengaruh terhadap keputusan melakukan transfer pricing.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Tunneling incentive tidak berpengaruh terhadap keputusan untuk melakukan transfer pricing.
2. Ukuran Perusahaan berpengaruh negative dan signifikan terhadap keputusan untuk melakukan transfer pricing.
3. Good corporate governance (GCG) berpengaruh positif dan signifikan terhadap untuk melakukan transfer pricing.
4. Pajak tidak berpengaruh terhadap keputusan untuk melakukan transfer pricing.
5. Mekanisme Bonus tidak berpengaruh terhadap keputusan untuk melakukan transfer pricing.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pihak-pihak yang membutuhkan informasi mengenai transfer pricing. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan perusahaan untuk melakukan transfer pricing, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan kontribusi bagi pemerintah agar lebih mengetatkan dan memperjelas isi dari peraturan mengenai transfer pricing, terutama peraturan mengenai penerapan prinsip-prinsip kewajaran dalam transaksi hubungan istimewa sehingga perusahaan benar-benar menerapkan kegiatan transfer pricing berdasarkan harga wajar, serta memberikan sosialisasi atau arahan kepada wajib pajak mengenai transfer pricing.
Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tidak menyalahgunakan transaksi transfer pricing, sehingga pendapatan pajak yang diterima oleh negara akan lebih tinggi lagi.
2. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan kontribusi bagi pengguna informasi keuangan agar lebih dapat berhati-hati dan lebih cermat dalam menganalisis terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh direksi guna kepentingan pribadinya.
3. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian mengenai transfer pricing dapat menambahkan variable penelitian lain yang dapat mempengaruhi adanya transaksi transfer pricing serta untuk meningkatkan R-Square penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Adrian, Sutedi. 2012. Good Corporate Governance. Sinar Grafika. Jakarta.
Ali, Irfan, 2002. Pelaporan Keuangan dan Asimetri Informasi dalam Hubungan Agensi. Lintasan Ekonomi Vol. XIX No. 2 Juli 2002.
Astera Primanto, Bhakti (2002) “Transfer Pricing Suatu Kajian Perpajakan”, Jurnal Perpajakan Indonesia, No.7/2002, hal 30-34.
Annisa, Nuralifmida Ayu., dan Kurniasih, Lulus. 2012. Pengaruh Corporate Governance Terhadap Tax Avoidance. Jurnal Akuntansi & Auditing. Vol 8 No. 2 Hlm 95-189
Bathala, Chenchuramaiah, 1994. Managerial Ownership, Debt Poilicy, and the Impact of Institusional Holdings : An Agency Perspective, Financial Management. Vol. 23 No. 3.
Cooper dan Emory, 1996. Metode Penelitian Bisnis, Jakarta : Erlangga.
Danang, Sunyoto, 2013. Metode Penelitian Akuntansi, PT. Refika Aditama Anggota Ikaapi.
Ghozali, Imam, 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketujuh, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro
Harimurti, F, (2007). Aspek Perpajakan Dalam Praktik Transfer Pricing. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, Vol.7 (1), 53-61.
Hartati Winda, Desmiyawati, Julita, 2014. Tax Minimization, Tunneling Incentive, dan Mekanisme Bonus Terhadap Keputusan Transfer Pricing Seluruh Perusahaan yang Listing Di Bursa Efek Indonesia. Universitas Riau, Pekanbaru.
Honrngren, Charles T & George Foster, Cost Accounting – A Managerial ephasis, 6 th edition , Adolph and Milton F, Usry, Cost Accounting. New Jersey:
Prentice Hall & Matz, 1987.
Indriaswari, Yasfiana Nuril, 2017. Pengaruh Pajak, Tunneling Incentive, dan Mekanisme Bonus Terhadap Keputusan Transfer Pricing pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. STIE Perbanas Surabaya.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2010. Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Penyajian Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi (PSAK No.7).
Jakarta: Salemba Empat.
Jayengsari, Rizky Drivina dan Soegeng Soetedjo. 2013. Pengaruh Good Corporate Governance, Kualitas Audit, Kompensasi Bonus, dan Ukuran Perusahaan terhadap Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi 16 Manado
Julaikah, Nurul. 2014. Hampir Semua Perusahaan Asing Akali Bayar Pajak, Merdeka, http://m.merdeka.com, Juni 2020.
Kiswanto Nancy, Purwaningsih Anna, 2014. Pengaruh Pajak, Kepemilikan Asing, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Transfer Pricing pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia. Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.
Koestaman, Engkos dan Vera Diyanty. 2013. Pengaruh Kepemilikan Pengendali Akhir terhadap Kebijakan Dividen Kas dengan Kepemilikan Keluarga dan Mekanisme Corporate Governance sebagai Variabel Moderasi. Simposium Nasional Akuntansi 16 Manado
Kurniasih, Tommy dan Maria M. Ratna Sari. 2013. Pengaruh Return On Assets, Leverage, Corporate Governance, Ukuran Perusahaan dan Kompensasi Rugi Fiskal pada Tax Avoidance. Buletin Studi Ekonomi Universitas Udayana, Volume 18 Nomor 1
Mangoting, Yenni, 2000. Aspek Perpajakan Dalam Praktik Transfer Pricing, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 2, No. 1, Mei.
Marfuah, M., & Azizah, A. P. N. (2014). Pengaruh pajak, tunneling incentive dan exchange rate pada keputusan transfer pricing perusahaan. Indonesian Journal of Accounting and Auditing, 18(2), 156-165.
Marisa, Ratna. 2017. “Pengaruh Pajak, Bonus Plan, Tunneling Incentive, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Transfer Pricing”.Jurnal Mahasiswa Unesa.
Vol 5. No 2.
Mario, Arthur. 2010. Analisis Kebijakan Transfer Pricing Atas Transaksi Intercompany dalam Upaya Melakukan Efisiensi Beban Pajak (Studi Kasus PT. X). Tesis Universitas Indonesia, Jurusan Ilmu Administrasi Perpajakan Melmusi, Zerni. 2016. Pengaruh Pajak, Mekanisme Bonus, Kepemilikan Asing dan
Ukuran Perusahaan Terhadap Transfer Pricing pada Perusahaan yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index dan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016. Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonomi, Vol.5, No.2, Oktober, Hal 1-12: ISSN : 2301-5268.
Mispiyanti. 2015. Pengaruh Pajak, Tunneling incentive dan Mekanisme Bonus Terhadap Keputusan Transfer pricing. Jurnal Akuntansi dan Investasi 16 (1):62-74.
Mutamimah, 2008. Tunneling atau Value Added dalam Strategi Marger dan Akuisisi di Indonesia. Manajemen dan Bisnis. Vol. 7, No.1.
Ni Wayan Yuniasih, Ni Ketut Rasmini, Made Gede Wiraskusuma, 2012. Pengaruh Pajak, dan Tunneling Incentive pada Keputusan Transfer Pricing Perusahaan Manufaktur yang Listing Di Bursa Efek Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi 2012.
Noviastika F, Dwi, Yuniadi Mayowan dan Suhartini Karjo, 2016. Pengaruh Pajak, Tunneling Incentive, dan Good Coorporate Governance (GCG) Terhadap Indikasi Melakukan Transfer Pricing pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Perpajakan Vol. 8 No. 2.
Nurjanah, Ika, Isnawati G, Sondakh, 2015. Faktor Determinan Keputusan Perusahaan Melakukan Transfer Pricing. Universitas Lampung Mangkurat.
Pramana, Aviandika Heru, 2014. Pengaruh Pajak, Bonus Plan, Tunneling Incentive dan Debt Convenant Terhadapn Keputusan Perusahaan Unyuk Melakukan Transfer Pricing (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Rachmat Radhi Abdul Halim, 2019. Pajak, Mekanisme Bonus dan Transfer Pricing. Jurnal Pendidikan Akuntansi dan Keuangan Vol 7., No.1 (2019) 21-30
Rosa Ria, Rita Andini dan Kharis Raharjo, 2017. Pengaruh Pajak, Tunneling Incentive, Mekanisme Bonus, Debt Convenant dan Good Coorporate Governance (GCG), Terhadap Transaksi Transfer Pricing ( Studi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2015).Jurnal Akuntansi Universitas Pandarang Semarang Vol.3 No.3 (2017),
ISSN: 2502-7697.
Raharjo, Eka, 2007. Teori Agensi dan Teori Stewarship dalam Perspektif Akuntansi.
Refgia Thesa, 2017. Pengaruh Pajak, Mekanisme Bonus, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Asing dan Tunneling Incentive Terhadap Transfer Pricing pada Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Listing Di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2014. Universitas Riau, Pekanbaru.
Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan ke-16, Alfabeta: Bandung.
Sanusi, Anwar, 2011. Metodologi Penelitian Bisnis, Salemba Empat, Jakarta.
Sari, Ratna Candra & Sugiharto. (2014). Tunneling dan Corporate Governance.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Saraswati, G.A.R.S., I.K. Sujana. 2017.Pengaruh Pajak, Mekanisme Bonus, dan Tunneling Incentive pada Indikasi Melakukan Transfer Pricing, Jurnal Akuntansi, Universitas Udayana
Suandy, Erly. 2011. Hukum Pajak. Jakarta: Salemba Empat.
Suandy, Erly. 2014. Perencanaan Pajak. Jakarta : Salemba Empat
Sundari, Batsyeba dan Yugi Susanti. 2016. “Transfer Pricing Practices: Empirical Evidence From Manufacturing Companies In Indonesia”, Asia-Pacific Management Accounting Journal, Volume 11 Issue 2.
Surbakti, T. A, 2012. Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Reformasi Perpajakan terhadap Penghindaran Pajak di Perusahaan Industri Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010, Skripsi, Universitas Indonesia, Depok.
Suryana, Ananda Budi, 2012. Menangkal Kecurangan Transfer Pricing . http://www.pajak.go.id, diakses tanggal 25 juni 2020.
Suryatiningsih, Neneng dan Sylvia Veronica Siregar. 2009. Pengaruh Skema Bonus Direksi Terhadap Aktivitas Manajemen Laba: Studi Empiris Pada BUMN Periode Tahun 2003-2006. Jurnal Simposium Nasional Akuntansi 11.
Syarifulloh, Rahmat, 2015. Analisis Struktur Modal dan Resiko Sistemik Dalam Memediasi Peluang Bertumbuh Terhadap Koefisien Respon Laba (Stusi Empiris Terhadap Perusahaan Sektor Industri Barang Pertambangan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014). Jurusan Akuntansi. Universitas Negeri Malang.
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.
Waluyo. 2011. Perpajakan Indonesia. Jakarta : Selemba Empat.
Yuniasih, N. W., N. K. Rasmini, dan M. G. Wirakusuma, 2012. Pengaruh Pajak dan Tunnelig Incentive pada Keputusan Transfer Pricing Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi 15.
Website www.idx.co.id (diakses april 2020)
DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1
Daftar Perusahaan Sampel Penelitian Kode
Perusahaan Nama Perusahaan
ADRO Adaro Energy Tbk PTBA Bukit Asam Tbk
ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk HRUM Harum Energy Tbk
DOID Delta Dunia Makmur Tbk MYOH Samindo Resources Tbk DEWA Darma Henwa Tbk
MBAP Mitrabara Adiperdana Tbk TOBA Toba Bara Sejahtra Tbk KKGI Resource Alam Indonesia Tbk BSSR Baramulti Suksessarana Tbk DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk GEMS Golden Energy Mines Tbk ANTM Aneka Tambang Tbk TINS Timah Tbk
ESSA Surya Esa Perkasa Tbk
LAMPIRAN 2
Hasil Perhitungan Data Transfer Pricing, Tunneling Incentive, Ukuran Perusahaan, Good Corporate Governance (Gcg), Pajak Dan Mekanisme Bonus
Kode Perusahaan
Variabel Y Variabel X
Transfer pricing
Tunneling Incentive
Ukuran
perusahaan GCG Pajak Mekanisme bonus
DEWA 2017 1 0,30184 8,60401 1 -0,69599 5,03581
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
Menilai Keseluruhan Model (Overall Model Fit Test) Iteration Historya,b,c
Iteration -2 Log likelihood
Coefficients
a. Constant is included in the model.
b. Initial -2 Log Likelihood: 71,979
c. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than ,001.
Model Summary
Step -2 Log likelihood
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
1 55,099a ,232 ,343
a. Estimation terminated at iteration number 6 because parameter estimates changed by less than ,001.
Descriptive Statistics
LAMPIRAN 5
Hosmer and Lemeshow Test
Step Chi-square df Sig.
1 8,619 8 ,375
LAMPIRAN 6
Koefisien Determinasi Model Summary
Step -2 Log likelihood
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
1 55,099a ,232 ,343
a. Estimation terminated at iteration number 6 because parameter estimates changed by less than ,001.
LAMPIRAN 7
Classification Tablea
Observed
Predicted
y Percentage
Correct
0 1
Step 1 y 0 8 8 50,0
1 2 46 95,8
Overall Percentage 84,4
a. The cut value is ,500
LAMPIRAN 8
Uji Koefisien Regresi Logistik Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
95% C.I.for EXP(B) Lower Upper
Step 1a x1 -,547 ,615 ,793 1 ,373 ,578 ,173 1,930
x2 -,577 ,232 6,182 1 ,013 ,561 ,356 ,885
x3 3,058 ,989 9,563 1 ,002 21,277 3,064 147,743
x4 -,169 ,419 ,162 1 ,688 ,845 ,371 1,922
x5 -,137 ,076 3,224 1 ,073 ,872 ,752 1,013
Constant 5,484 2,206 6,179 1 ,013 240,829
a. Variable(s) entered on step 1: x1, x2, x3, x4, x5.