BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
D. Pengaruh pendidikan agama islam dalam keluarga terhadap
Adapun pengaruh pendidikan agama islam dalam keluarga terhadap akhlak siswa yaitu:
a. Menciptakan lingkungan keluarga islami
Pembentukan dan pengembangan rasa keagamaan anak perlu dilakukan oleh orang tua dalam usaha menanamkan pengetahuan agama islam dalam rangka mempersiapkan kepribadian yang positif untuk pertumbuhan generasi muda.Pembentukan dilakukan dengan cara latihan dan pembiasaan dalam keluarga.Salah satu bentuk latihan dan pembiasaan yang bisa diajarkan orang tua kepada anaknya adalah latihan shalat dan mengajarkannya untuk selalu membaca doa kedua orang tua setiap selesai shalat.Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel IX
Tanggapan responden tentang mendoakan ampunan kepada kedua orang tua
No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase
1. ya selalu 13 65%
2. Kadang- kadang 5 25%
3. Tidak pernah 2 10 %
Jumlah 20 100 %
Sumber Data : Tabulasi angket No.4
50
Berdasarkan tabulasi angket di atas, peneliti dapat mengetahui bahwa dari 20 responden yang diteliti, 13 siswa atau 65 % yang sellu mendoakan ampunan kepada kedua orangtuanya .5 siswa atau 25% yang kadang-kadang mendoakan ampunan kepada kedua orang tua , serta 2 siswa yang atau 10% yang mengatakan tidak pernah mendoakan kedua orang tuanya.
Keluarga atau orang tua pengaruh yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan bagi anak karena keluarga merupakan tempat yang paling baik untuk membina kebiasaan dalam mengembangkan dan mengajarkan pada anak.
Lingkungan keluarga adalah suatu tempat yang pertama membentuk dan mengembangkan kepribadian dan kebiasaan – kebiasaan yang di timbulkan oleh keluargadalam bina kepribadian untuk menanamkan nilai keagamaan pada anak.
Pengembangan pendidikan dasar agama islam pada anak sangat perlu sekali ditanamkan pada anak karena pada usia tersebut anak-anak sangat rentang terhadap pengaruh-pengaruh yang menyebabkan sianak bisa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama islam di kemudian hari dan dimanapun ia berada ,masa yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan anak nanti.apabila dasar pendidikan agama islam dilakukan dengan baik sesuai dengan ajaran agama islam.Maka pendidikan yang diajarkan akan membekas pada jiwa
anak .pengembangan dasar agama islam merupakan upaya melahirkan generasi yang berkualitas tinggi,untuk itu metode yang di terapkanharus mampu memotivasi anak pada pemahaman hakikat hablum minallah dan hablum minannas didalam pelaksanannya.
b.Mengajarkan pendidikan agama islam kepada anak dirumah Hal ini seperti dikemukakan oleh guru bidang studi aqidah akhlak di MTs Muhammadiyah Limbung yaitu St Haeriyah SPd.I
“saya tidak banyak mengalami kesulitan dalam mengajar karena peserta didik telah dibekali pengetahuan agama sehingga mereka cepat memahami materi yang telah diajarkan”(wawancara tanggal 25 maret 2014).
Keluarga terutama orang tua adalah orang yang paling utama bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya, karena apa yang diajarkan oleh orang tua dirumah akan tertanam didalam jiwa anak apabila sudah dilatih dan di biasakan sejak kecil. Berbagai macam pengetahuan agama yang diajarkan orang tua akan sangat berpengaruh terhadap akhlak anak di lingkungan keluarga, sekolah , maupun masyarakat.seorang anak yang sejak kecil dibiasakan mengucapkan salam ketika masuk maupun hendak meninggalkan rumah, dan ketika bertemu dengan orang yang ditemuinya akan dibawah pula dalam lingkungan pergaulannya termasuk di lingkungan sekolah nya, kepada guru dan teman-temannya .Berikut ini adalah tabil yang menyajikan tentang tanggapan siswa terhadap salah satu pengaruh
52
kebiasaan yang diajarkan dalam lingkungan keluarga islami terhadap akhlak siswa kepada teman-teman nya:
Tabel X
Tanggapan responden tentang pentingnya mengucapkan salam No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase
1. Sangat setuju 11 55%
2. Setuju 5 25%
3. Tidak setuju 4 20 %
Jumlah 20 100 %
Sumber Data : Tabulasi angket No 5
Berdasarkan tabulasi angket di atas, peneliti dapat mengetahui bahwa dari 20 responden yang diteliti, 11 siswa atau 55 % yang sangat setuju jika kita mengucapkan salam apabila bertemu dengan teman. 5 siswa atau 25 % yang menyatakan bahwa mereka setuju untuk mengucapkan salam kepada teman yang di temuinya, serta 4 siswa yang atau 20 % yang mengatakan bahwa mereka tidak setuju untuk mengucapkan salam kepada teman-temannya.
Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa pendidikan agama islam dalam lingkungan keluarga akan sangat berpengaruh terhadap akhlak siswa disekolah, baik akhlak terhadap guru, maupun teman-temannya serta siapa saja yang di temuinya di sekolah.
BAB V PENUTUP A.Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas maka pada bab ini penulis mengemukakan beberapa kesimpulan yaitu:
1. Pelaksanaan pendidikan agama islam dalam keluarga dimulai sejak anak masih kecil bahkan sejak sebelum ia lahir.Anak dilatih dan di biasakan untuk menjalankan aktifitasnya sesuai dengan tuntunan islam
2. Aklhlak siswa di sekolah meliputi akhlak seorang siswa terhadap guru disekolah serta akhlak tehadap teman –teman disekolah.
3. Pengaruh pendidikan agama islam dalam keluarga terhadap akhlak siswa madrasah tsanawiyah muhammadyah limbung yaitu:menciptakan lingkungan keluarga yang islami, mengajarkan pendidikan agama islam kepada anak dirumah, sikap tauladan yang baik pada anak diluar rumah
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian penulis mengajukan saran yaitu:
1. agar Guru dan orang tua melakukan kerja sama yang lebih intensif lagi agar pendidikan agama yang diperoleh anak dalam keluarga maupun dari sekolah dapat terlaksana dengan lebih baik dan berkesinambungan
54
2. penulis mengharapkan kepada semua pihak yang bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan keada anak agar lebih memperhatikan pendidikan anak. Serta lebih meningkatkan sarana dan prasarana yang menunjang terlaksananya pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Quranul Karim
Ahmad, D Marimba,1986. Pengantar Filsafat Pendidikan Agama Islam, ,Bandung: Al-Maarif
Ahmadi, Abu, 2008. Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam, Jakarta: PT Bumi Aksara.
An Nahlawi,Abdurrahman,1995. Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyarakat , Jakarta: Gema Insani Pers
Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Renika Cipta.
Daradjat, Zakiah,1982. Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, Jakarta : Rumaha
Departemen Agama RI, 2005. Al-Qur’an Dan terjemahan.Jakarta : Rineka cipta
Iskandar, Markas, t.th.Aqidah Akhlak.FAI.UNISMUH (untuk kalangan sendiri)
Margono, 1997. Metodologi penelitian : komponen MTKD cet IV.Jakarta : Rineka cipta
Mustafa, 1997. Akhlak Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia
Nata, Abuddin, 2003. Akhlak Tasawuf,Cet v; Jakarta: PT Raja Grafindo Simanjuntak, B Dan LL, Pasaribu, 2008. Panduan Akhlak Mulia, Cet II;
Jakarta: Rineka Cipta
Tafsir, Ahmad, 2005. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung . PTRemaja Rosdakarya
55
56
Ulwan, Abdullah Nashih,1992. Pendidikan Anak Menurut Islam,Pendidikan Sosial Anak,Bandung : PT.Remaja Rosdakarya
Undang-undang RI No 20 Tahun 2003. Tentang Sisdiknas. Jakarta:Fokus media
Yedi Kurniawan,1993. Pentingnya Pendidikan Anak Sejak Dini Hingga Masa Depan, Jakarta : CV. Firdaus
Zaidan, Abdul Kadir,1976. Ushul ad Da’wah, Baghdad: Jamiyyah al-Amani Zainuddin.Dkk,1991.Seluk-Beluk Pendidikan Dari Al-Ghazali,Jakarta:Bumi
Aksara
Zuhairini,1995. Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara