• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.1.1 Pengaruh Penggunaan PBM Terhadap Minat Siswa

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan dua kelompok untuk dibandingkan. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, sedangkan kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan dengan menggunakan model PBM dalam proses pembelajaran. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diberikan pretest. Pretest yang diberikan berupa kuesioner, yaitu kuesioner minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Pada kuesioner minat terdapat 30 butir pernyataan dan pada kuesioner kesadaran terdapat 25 butir pernyataan.Pretest yang diberikan bertujuan untuk mengetahui kondisi kemampuan awal antara dua kelompok. 2) Setelah diberikan pretest pada kedua kelompok kemudian kelompok kontrol

3) Pada akhir pertemuan setelah materi sudah tersampaikan, pada kedua kelompok diberikan posttest sebagai mengetahui pengaruh perlakuan yang telah diberikan, serta untuk membandingkan hasil dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok penelitian dipilih dengan ditentukan kelas IV SD Negeri Kledokan sebagai kelas eksperimen dan SD Negeri Sinduadi I sebagai kelompok kontrol.

Instrumen yang digunakan oleh peneliti merupakan dua kuesioner yaitu kuesioner minat yang berjumlah 30 butir pernyataan dan kuesioner kesadaran yang berjumlah 25 butir pernyataan. Kedua kuesioner ini sudah dikonsultasikan dengan ahli, serta telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dua kuesioner tersebut digunakan sebagai instrumen pokok dalam memperoleh data dalam penelitian. Pretestdigunakan dengan tujuan memperoleh data untuk mengetahui kemampuan awal dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tersebut berbeda atau tidak, sedangkan posttest digunakan untuk mengetahui 1) Kenaikan antara nilai sebelum mempelajari materi dan nilai sesudah mempelajari materi pada masing-masing kelompok baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. 2) Perbandingan antara nilai kelompok kontrol sesudah menggunakan pembelajaran tradisional dan kelompok eksperimen sesudah menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah mempunyai perbedaan nilai yang signifikan atau tidak. Signifikansi hasil tersebut dapat diukur dengan analisis statistik dengan membandingkan nilai posttest nilai kelompok kontrol dengan nilai posttest kelompok eksperimen.

Data yang diperoleh dari pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dianalisis dengan uji normalitas mengunakan uji

Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer PASW (SPSS) 20 for Windows.Uji normalitas tersebut untuk menentukan jenis uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria berikut: 1) Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed)>0,05, distribusi data dikatakan

normal.

2) Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed)<0,05, distribusi data dikatakan tidak normal.

Berdasarkan kriteria diatas diperoleh data seperti pada tabel dibawah ini: Tabel 13. Hasil Uji Normalitas Aspek Minat DenganKolmogorov-Smirnov

No Aspek Nilai

Signifikansi

Keterangan

1 Rerata skor Pretest kelompok kontrol 0,398 Normal 2 Rerata skor Posttest kelompok kontrol 0,481 Normal 3 Rerata skor Pretest kelompok eksperimen 0,640 Normal 4 Rerata skor Posttest kelompok eksperimen 0,424 Normal

Dari analisis satistik di atas menunjukan bahwa pretest dan posttest baik kelompok kontrol maupun eksperimen memiliki distribusi data normal karena

Pada aspek minat akan dianalisis dengan menggunakan statatistik parametik t-test. Analisis data aspek minat dilakukan dengan langkah berikut: 1) Uji perbandingan skor pretest, yaitu analisis data yang membandingan skor pretest kedua kelompok, baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen untuk mengetahui perbedaan kondisi awal siswa sebelum mendapat perlakuan. 2) Uji perbandingan skor pretest dan posttest pada masing-masing kelompok untuk mengetahui kenaikan yanng signifikan pada masing-masing kelompok. 3) Uji perbandingan posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penggunaan model PBM. 4) Uji besar pengaruh baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

4.1.1.1 Uji Homogenitas

Langkah pertama yang dilakukan setelah mengetahui normalitas data pretest danposttestdari masing-masing kelompok yaitu melakukan analisis perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau titik pijak kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdapat perbedaan atau tidak. Jika memiliki titik pijak yang sama dapat dilakukan perbandingan antara skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan pada aspek minat adalah statistik parametik independent samples t-test. Analisis menggunakan statistik parametik independent samples t-test karena pada aspek minat harga sig.(2-tailed) padapretest kelompok kontrol yaitu 0,419 dan pretest kelompok eksperimen yaitu 0,666 lebih besar dari 0,05. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95% dan analisis data menggunakan kriteria sebagai berikut:

Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol denganpretestkelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol denganpretestkelompok eksperimen. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut : 1) Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima.Artinya ada

perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretestkelompok eksperimen.

2) Jika harga sig.(2-tailed)> 0,05, Hnullditerima dan Hiditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretestkelompok kelompok eksperimen.

Tabel 14. Perbandingan skor pretest pada aspek minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi

Dari tabel perbandingan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan bahwa hargasig.(2-tailed)> 0,05 adalah 0,776 sehingga dapat diketahui bahwa Hnull diterima dan Hiditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretest kelompok kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berawal dari titik pijak yang sama atau homogen.

4.1.1.2 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Aspek Minat

Langkahkeduadilakukan untuk melihat ada atau tidaknya kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke postest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Dari uji perbandingan skor pretest ke postest akan diperlihatkan presentase kenaikan masing-masing. Uji perbandingan ini berkaitan dengan uji normalitas. Pada kelompok kontol dan kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) pada pretest dan postest> 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal, sehingga analisis statistk yang digunakan untuk data normal adalah statistik perametik paired t-test dengan tigkat kepercayaan 95%. Analisis data pada kedua kelompok tersebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretestkeposttest.

Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretestke posttest.

Dengan kriteria sebagai berikut :

1) Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antarapretestdanposttest.

2) Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, Hnullditerima dan Hiditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antarapretestdanposttest.

Hasil analisis data perbandingan pretest keposttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen aspek minat dan aspek kesadaran dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 15. Perbandingan SkorPretestkePostestaspek minat

No Kelompok Test Peningkatan Signifikansi Keputusan

Pretest Posttest

1 Kontrol 2,9745 2,9845 0,34% 0,934 Tidak

Berbeda

2 Eksperimen 3,0110 3,2413 7,65% 0,008 Berbeda

Tabel di atas menunjukkan bahwa pada aspek minat kelompok kontrol tidak terdapat kenaikan pada pretest ke posttest, hal ini ditunjukan dengan

posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen Hnull ditolak dan Hiditerima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antarapretestdanposttestkelompok eksperimen.

2,8 2,85 2,9 2,95 3 3,05 3,1 3,15 3,2 3,25 3,3 pretest postest kontrol eksperimen

Gb. 2 Perbandingan skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen pada aspek minat

4.1.1.3 Perbandingan Posttest Aspek Minat

Langkah ketiga dilakukan untuk melihat ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest dari kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan pada aspek minat adalah statistik parametik independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% karena data pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki distribusi normal

dengan harga sig.(2-tailed)>0,05. Analisis yang digunakan menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan modelPBMtidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antaraposttestkelompok kontrol dan

kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat.

Dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok postes kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat.

2) Jika hargasig.(2-tailed)< 0,05, Hnullditerima dan Hiditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok posttest kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan model PBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat.

yang berkaitan dengan hipotesis sehingga mengetahui apakah hasil penelitian mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian.

Hasil analisis statistik perbandingan postes kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 16. Perbandingan SkorPosttest Aspek Minat

Hasil Postes Signifikansi Keterangan

Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,011 Berbeda

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa hasil analisis statistik signifikansi data harga sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,011. Sehingga Hi diterima maka Hnull ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Ketiga langkah analisis tersebut bisa diringkas dalam tabel yang memperlihatkan skor pretest dan posttest baik dari kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

4.1.1.4 Uji Besar Pengaruh Model PBM terhadap Minat

Langkah keempat dilakukan untuk mengetahui pengaruh model PBM terhadap minat. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Penghitungan analisis menggunakan rumus effect size diperoleh hasil sebagai berikut(lihat lampiran ):

Tabel 17. Hasil Uji Besar Pengaruh ModelPBM terhadap Minat No. Kelompok t df r R2

Presentase Efek Size

Keterangan

1 Kontrol -0,083 30 0,015 0,00025 0,02% Efek r kecil 2 Eksperimen -2,842 29 0,466 0,21784 21,78% Efek r besar

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari hasil pengolahan data uji pengaruh menunjukkan bahwa model PBM memberikan sumbangan besar terhadap minat siswa, hal itu ditunjukan dengan hargar=0,466, t(29) =-2,842, R2 = 0,21784 yang masuk dalam kategori efek besar dengan persentase efek sebesar 21,78% dibandingkan dengan metode ceramah dan tanya jawab yang menunjukan harga r = 0,015 , t(30) = -0,083, R2=0,00025 yang masuk dalam kategori efek kecil dengan persentase efek sebesar 0,02%.

4.1.1.4 Uji Peningkatan Skor a. Kelompok Kontrol

Resp postes pretes kenaikan

1 2,50 2,83 -0,33 2 2,70 3,40 -0,70 3 2,77 3,63 -0,87 4 2,83 3,23 -0,40 5 2,93 1,63 1,30 6 3,40 3,17 0,23 7 2,83 3,13 -0,30 8 3,03 3,37 -0,33 9 2,60 3,10 -0,50 10 3,47 3,67 -0,20 11 3,43 3,27 0,17 12 3,00 3,67 -0,67 13 2,30 2,87 -0,57 14 3,57 3,40 0,17 15 2,90 3,37 -0,47 16 3,37 2,80 0,57 17 2,60 2,77 -0,17 18 2,97 2,17 0,80 19 2,63 2,23 0,40 20 3,43 2,00 1,43 21 2,63 3,13 -0,50 22 2,43 2,43 0,00 23 2,93 3,60 -0,67 24 3,53 3,50 0,03 25 2,70 3,23 -0,53 26 3,27 1,57 1,70 27 3,40 2,67 0,73 28 2,80 3,03 -0,23 29 3,37 3,70 -0,33 30 3,33 3,67 -0,33 31 2,87 1,97 0,90 Jumlah 92,52 92,21 0,01 rata-rata 2,98 2,97 0,01 b. Kelompok Eksperimen

Resp postes Pretest kenaikan

1 3,33 2,57 0,77 2 3,50 2,50 1,00 3 3,40 2,40 1,00 4 3,23 3,27 -0,03 5 3,87 1,97 1,90 6 3,50 2,83 0,67 7 3,73 2,70 1,03 8 3,67 3,20 0,47 9 2,47 3,03 -0,57 10 3,70 3,37 0,33 11 3,23 3,33 -0,10 12 2,93 3,47 -0,53 13 3,90 2,90 1,00 14 3,37 3,10 0,27 15 3,27 3,63 -0,37 16 4,17 2,83 1,33 17 3,53 2,90 0,63 18 3,70 2,87 0,83 19 4,00 3,53 0,47 20 4,30 2,97 1,33 21 3,37 3,23 0,13 22 3,50 2,47 1,03 23 4,03 2,77 1,27 24 3,63 3,07 0,57 25 3,50 2,73 0,77 26 3,93 1,83 2,10 27 4,30 3,60 0,70 28 4,60 2,77 1,83 29 4,23 3,53 0,70 30 4,13 3,00 1,13 jumlah 110,03 88,37 21,67 rata-rata 3,67 2,95 0,72

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa peningkatan skor kelompok eksperimen yaitu 0,72 lebih tinggi daripada peningkatan skor kelas kontrol sebesar 0,01.

4.1.2 Pengaruh Penggunaan PBM Terhadap Kesadaran Siswa Akan Nilai

Dokumen terkait