HUBUNGAN KERJASAMA PERTAHANAN TIONGKOK DAN IRAN
IV.2 Pengaruh Posisi Strategis Iran Bagi Tiongkok
Posisi strategis Iran menjadi salah satu penyebab Tiongkok melakukan kerjasama baik di bidang ekonomi, politik dan keamanan. Tiongkok memandang posisi Iran adalah posisi yang sangat menguntungkan karena berbatasan langsung dengan selat Hormuz yang menjadi jalan satu-satunya untuk membawa minyak keluar dari teluk Persia. Tiongkok berpendapat bahwa Iran adalah negara yang dapat dijadikan sebagai partner multifungsi. Iran bisa menjadi negara penyuplai energi bagi Tiongkok dan menjadi alat bagi Tiongkok untuk menekan AS yang memiliki pengaruh besar di dunia.
Posisi selat Hormuz yang berbatasan langsung dengan Iran juga dianggap sebagai alat untuk menekan AS dan sekutunya. Hal ini terlihat dari kegagalan AS dalam mempromosikan embargo minyak Iran di DK PBB setiap kali Iran mengancam akan menutup selat yang menjadi lintasan energi dari Timur Tengah tersebut. Tiongkok melihat selat ini sebagai alat yang menguntungkan sehingga Tiongkok melakukan kerjasama pertahanan dengan Iran untuk membantu Iran mengontrol selat Hormuz. Bantuan ini terlihat dari kerjasama Tiongkok dan Iran dalam memodifikasi
66
rudal anti kapal Tiongkok C-704 yang akan digunakan untuk menjaga kawasan teluk
Persia.138
Sebagai salah satu negara yang berpengaruh di dunia, Tiongkok melihat adanya upaya AS dalam membendung peningkatan kekuatan Tiongkok. Minyak yang menjadi salah satu poin penting untuk mengembangkan industri dan teknologi menjadi perhatian AS. AS melihat bahwa Tiongkok mengimpor energi dari negara-negara aliansi AS. Hal ini menjadi perhatian AS karena menganggap bahwa kemampuan mengontrol energi akan membuat AS berhasil mengontrol Tiongkok.
Dari segi kepentingan nasional, setiap negara akan berusaha mencapai kepentingan nasionalnya demi memajukan negara. Kepentingan nasional ini juga menjadi alasan Tiongkok menjalin kerjasama dengan Iran. Tiongkok melihat bahwa Iran yang berada diantara negara-negara penghasil energi memberikan keuntungan tersendiri sehingga perlu dijaga agar tidak jatuh ke tangan negara lain khususnya AS. Keuntungan tersebut dapat dilihat dari fungsi Iran yang dapat digunakan sebagai negara penyuplai energi bagi Tiongkok atau alat untuk menekan pengaruh AS di berbagai kawasan seperti Asia Timur dan Timur Tengah.
Untuk menjaga kawasan ini, Tiongkok melakukan kerjasama pertahanan keamanan dalam memodernisai militer Iran yang digunakan sebagai alat deter dalam
138 Peter Mackenzie. A Closer Look at China-Iran Relations.
67
menghadapi AS dan sekutunya.139 Dengan kepemilikan kekuatan militer yang
canggih akan menggagalkan keinginan AS untuk melakukan intervensi ke Iran. Terciptanya keamanan di Iran juga akan menjaga keamanan cadangan energi
Tiongkok.140
Kerjasama pertahanan keamanan dengan Iran juga dilakukan karena menurut Tiongkok, jatuhnya Iran di bawah pengaruh AS akan melancarkan keinginan AS untuk mengontrol energi Tiongkok. Tiongkok sendiri menyadari bahwa jika kebutuhan energinya berhasil dikontrol AS, maka Tiongkok akan berada di bawah kendali AS yang akhirnya akan membatasi ruang gerak Tiongkok. Hal tersebut juga
tentunya akan semakin menambah pengaruh AS di dunia.141
Merujuk pada kepentingan nasional, Tiongkok melihat bahwa AS tidak akan menyerang Iran walaupun sedang mengembangkan nuklir yang disebut AS untuk
kepentingan militer.142 Tiongkok berpendapat bahwa AS akan lebih mengutamakan
kepentingan nasionalnya. Jika AS dan sekutunya menyerang Iran, maka Iran yang telah memodernisasi militer akan menyerang balik dan kemungkinan serangan mengenai kawasan aliansi AS seperti Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta Oman yang menjadi negara-negara penting bagi energi AS akan ikut merasakan serangan khususnya jika sampai terjadi perang nuklir. Hal ini tentu menjadi
139
Scott Harold dan Alireza Nader. China and Iran Economic, Political, and Military Relations. http://www.rand.org/pubs/occasional_papers/OP351.html., h. 18. Diakses pada 22/10/2014.
140
Ibid., h. 19.
141Ibid., h. 20. 142
68
pertimbangan bagi AS untuk menyerang Iran. AS tidak mungkin rela kehilangan sumber-sumber energinya hanya karena satu negara yang dianggap sebagai
ancaman.143
Posisi strategis Iran ini akan berpengaruh pada dunia jika diserang. Harga minyak akan melambung tinggi jika kawasan ini rusak. Hal ini tidak hanya akan berpengaruh pada AS atau Tiongkok. Tiongkok berpendapat bahwa negara-negara Uni Eropa yang memiliki kepentingan di kawasan Timur Tengah juga akan menentang jika AS berniat menyerang Iran yang berbatasan dengan negara-negara
penghasil energi di dunia.144 Hal ini menunjukkan bahwa Iran akan dilindungi oleh
setiap negara demi menjaga sumber-sumber energi di Timur Tengah.
Tiongkok merupakan salah satu negara yang memproduksi senjata. Sama halnya dengan AS, Tiongkok juga tentunya membutuhkan pasar untuk menyalurkan
senjata buatan negaranya.145 Iran menjadi salah satu negara pasar senjata
Tiongkok.146 Hal ini memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Iran yang sedang
mengalami embargo tentu mengalami kesulitan dalam mengakses teknologi canggih dari Barat. Namun dengan adanya bantuan Tiongkok yang menjadi salah satu negara
143Ibid.
144
Anthony H. Coredsman. Iran, Oil and the Strait of Hormuz.
http://forums.heavengames.com/redir/http://csis.org/files/media/csis/pubs/070326_iranoil_hormuz .pdf. h. 2-6. Diakses pada 5/3/2014.
145Chi a’s Proliferatio To North Korea A d Ira , A d Its Role I Addressi g The Nu lear A d Missile
Situations In Both Nations.
http://origin.www.uscc.gov/sites/default/files/transcripts/9.14.06HearingTranscript.pdf. h. 3. Diakses pada 4/12/2014.
146 Ibid.
69
produksi senjata canggih, maka Iran bisa memodernisasi militernya. Di sisi lain Tiongkok juga akan mendapat keuntungan dengan penjualan senjata hasil produksi negaranya.
Upaya Tiongkok melakukan hubungan kerjasama dengan Iran seperti dalam suplai senjata militer merupakan upaya Tiongkok dalam membendung kekuatan
AS.147 Jika awalnya Tiongkok menjalin hubungan baik dengan Iran untuk
membendung penyebaran kekuatan Uni Soviet di kawasan Timur Tengah, maka sekarang Tiongkok membutuhkan Iran untuk membendung kekuatan AS di kawasan
ini.148 Tiongkok berpendapat bahwa AS memiliki pengaruh yang sangat besar di
kawasan ini. Hal ini menyebabakan ketakutan bagi Tiongkok jika AS berniat untuk meminta negara penyuplai minyak yang memiliki hubungan dekat dengan AS menghentikan ekspor minyaknya ke Tiongkok. Tiongkok berpendapat bahwa negaranya perlu menjaga hubungan baik dengan Iran sebagai jalan untuk menjaga
keamanan energi jika AS melakukan aksi tersebut.149
Tiongkok menentang adanya intervensi negara lain dalam menyelesaikan konflik domestik satu negara. Tiongkok menganggap bahwa konflik domestik merupakan masalah yang harus ditangani oleh setiap negara dan tidak membutuhkan
147Da iel By a da Roger Cliff. Chi a’s Ar s “ales Motivatio s a d I pli atio s.
http://www.rand.org/pubs/monograph_reports/MR1119.html. h. 10-11. Diakses pada 1/12/2014.
148 Ibid.
149 Chi a’s Proliferation To North Korea And Iran Its Role In Addressing The Nuclear And Missile Situations In Both Countries.
http://origin.www.uscc.gov/sites/default/files/06_09_14_rodman_statement.pdf. Diakses pada 4/12/2014.
70
intervensi negara lain dalam menyelesaikan konflik tersebut.150 Sama halnya dengan
masalah domestik Tiongkok dalam menghadapi Taiwan, Tiongkok merasa intervensi negara lain khususnya AS yang menyuplai Taiwan dengan peralatan militer akan memperburuk keadaan. Tiongkok merasa tanpa adanya intervensi negara lain akan mempercepat Tiongkok dalam menyelesaikan konflik.
Tiongkok memanfaatkan hubungan dengan Iran sebagai cara untuk melawan
AS yang menjadi penyuplai senjata ke Taiwan.151 Ketika AS meminta Tiongkok
untuk menjalankan embargo yang telah dijatuhkan terhadap Iran, maka Tiongkok bisa meminta AS untuk menghentikan suplai senjata ke Taiwan. Tiongkok bisa menggunakan alasan akan mengehentikan suplai senjata ke Iran jika AS telah menghentikan hubungannya dengan Taiwan. Hal ini tentunya akan memberikan keutungan bagi Tiongkok karena dengan berhentinya suplai senjata serta dukungan dari AS akan memberikan kemungkinan gagalnya upaya Taiwan untuk membebasakan diri dari Tiongkok. Di sisi lain, Tiongkok juga akan mendapat keuntungan dengan melakukan perdagangan senjata dengan Iran karena hal tersebut akan meningkatkan kekuatan Iran yang menjadi salah satu kunci suksesnya
keinginanan Tiongkok untuk mengurangi pengaruh AS di kawasan Timur Tengah.152
150
John W. Graver. China and Iran Ancient Partners in a Post-Imperial World. (Washington DC: University of Washington Press: 2006 ). h. 133.
151Da iel By a da Roger Cliff. Chi a’s Ar s “ales Motivatio s a d I pli atio s.
http://www.rand.org/pubs/monograph_reports/MR1119.html. h. 11. Diakses pada 1/12/2014.
152 Ibid.
71
Hubungan yang tidak baik antara Iran dengan AS juga menjadi alat bagi
Tiongkok dalam menjaga kepentingan nasionalnya di kawasan lain.153 Tiongkok
berusaha membantu dalam memodernisasi militer Iran yang bertujuan untuk menekan AS di Asia Timur. Hal ini terlihat dari saat AS menjual F-16 ke Taiwan, maka Tiongkok juga menjual M-11 ke Iran walaupun sebelumnya penjualan ini sempat terhenti karena adanya tekanana dari AS. Hubungan baik antara Tiongkok dan Iran dijadikan sebagai alat untuk bernegosiasi oleh Tiongkok dengan negara lain
khususnya AS.154
Sebagai salah satu produsen senjata, Tiongkok harus menguji keberhasilan dan kecanggihan senjata buatannya. Iran yang sedang diembargo tentunya mengalami kesulitan dalam kepemilikan senjata canggih. Hal ini bisa dijadikan sebagai alat oleh Tiongkok untuk menguji keberhasilan dan kecanggihan senjata militernya. Tiongkok bisa menjual senjata ke Iran yang akan diuji coba di Iran. Kesuksesan dalam uji coba senjata tersebut akan memberi kuntungan bagi Tiongkok karena senjata-senjata yang telah berhasil diciptakan dan diuji coba akan dijadikan sebagai alat untuk mempertahankan negara. Selain digunakan untuk mempertahanakan kedaulatan negara, senjata yang telah berhasil diuji coba tersebut juga bisa dijadikan sebagai alat untuk menciptakan senjata yang lebih canggih lagi.
153Da iel By a da Roger Cliff. Chi a’s Ar s “ales Motivatio s a d I pli atio s.
http://www.rand.org/pubs/monograph_reports/MR1119.html. h. 11. Diakses pada 1/12/2014.
154 Ibid.
72
Tindakan Tiongkok melakukan penjualan senjata pada negara lain merupakan upaya yang dilakukan untuk menarik perhatian negara lain. Tiongkok muncul sebagai negara pembantu modernisasi militer dengan harga yang lebih murah daripada negara lain. Seperti pada tahun 1992, Rusia menjual MiG-29 seharga 25 juta dollar Amerika sedangkan Tiongkok hanya menjual pesawat tempur F-7M yang merupakan hasil modifikasi dari MiG-21 Rusia dengan harga 4,5 juta dollar Amerika. Penjualan ini berhasil mempengaruhi negara-negara Pakistan, Myanmar, Iraq dan Iran walupun kecanggihan F-7M berada jauh di bawah MiG-29. Tiongkok berupaya mempengaruhi negara konsumennya untuk tidak bergantung pada teknologi dari AS atau negara Barat. Bantuan militer juga biasanya dilakukan Tiongkok untuk memperkuat negara yang memiliki saingan yang sama dengan negaranya seperti bantuan Tiongkok
terhadapa Iran.155
Tiongkok memandang Iran sebagai salah satu negara kaya energi yang tidak dipandang oleh negara lain khususnya sejak AS dan sekutunya melakukan embargo. Tiongkok melihat adanya keuntungan bagi kepentingan energi mengingat negara-negara Asia dan Eropa yang meninggalkan Iran yang kaya energi. Tiongkok melihat ada jalan yang dapat digunakan untuk menjaga cadangan energi. Putusnya hubungan energi negara Asia dan Eropa dengan Iran menjadi peluang besar bagi Tiongkok
155Da iel By a da Roger Cliff. Chi a’s Ar s “ales Motivatio s a d I pli atio s.
73
untuk masuk dan menguasai sumber-sumber minyak Iran yang tidak dapat diolah
sendiri oleh Iran.156
Selain mendapatkan cadangan energi yang besar, Tiongkok juga memiliki keuntungan lain dari energi Iran. Iran yang mengalami kesulitan dalam mencari partner dagang akhirnya harus menjual minyak dengan harga yang lebih murah ke
Tiongkok.157 Hal ini akan memberikan keuntungan besar bagi Tiongkok. Negaranya
bisa mencapai kepentingan energi dengan harga yang jauh lebih murah hanya dengan berkerjasama dengan Iran.
Tiongkok mendukung nuklir Iran karena merasa simpati pada Iran. Tiongkok memandangan Iran sebagai negara yang mendapat tekanan dari dunia internasional karena berusaha memiliki nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi. Namun walaupun Tiongkok berusaha untuk mendukung nuklir Iran, Tiongkok juga tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara Arab yang juga menjadi
negara penyuplai minyak bagi Tiongkok.158
Nuklir juga menjadi salah satu alat bagi Tiongkok untuk menggoyahkan pantauan AS dari kawasan Asia Timur. Mengingat nuklir adalah senjata yang sangat berbahaya dijadikan jalan terbaik bagi Tiongkok untuk mengurangi pengaruh AS di
156
Scott Harold dan Alireza Nader. China and Iran Economic, Political, and Military Relations. http://www.rand.org/pubs/occasional_papers/OP351.html. h. 13. Diakses pada 22/10/2014.
157
Ibid., h. 21.
158 John Calabrese.China Iran Mismatched Partners.
74
Asia Timur.159 Hal ini menjadi jalan terbaik untuk membagi perhatian AS yang
sangat sensitif dalam masalah nuklir. Nuklir adalah senjata yang sangat berbahaya dan ketakutan AS dalam kepemilkian nuklir akan semakin bertambah jika nuklir tersebut dikembangkan di negara yang tidak bisa dikendalikan oleh AS. Tiongkok berupaya mengembangkan persenjataan Iran dan membantu mengembangkan nuklir Iran sebagai cara untuk menjauhkan kawasan Asia Timur dari pantauan AS. Tiongkok berpendapat, dengan peningkatan kekuatan di negara musuh khususunya kepemilikan senjata pemusnah massal akan lebih menarik perhatian AS dibandingkan
dengan peningkatan militer Tiongkok.160
Selain untuk membendung kekuatan AS, Tiongkok juga menggunakan hubungan dengan Iran sebagai alat untuk membendung intervensi Iran dalam konflik
Uighur di Xinjiang.161 Komunitas Uighur yang memiliki paham yang berbeda dengan
pemerintahan Tiongkok merupakan komunitas yang tertindas sejak era tahun 1990 an. Uighur merupakan kelompok Islam Sunni sedangkan Iran merupakan kelompok Islam Syiah. Namun sejak terjadi revolusi di Iran, Iran lebih mementingkan solidaritas terhadap sesama Muslim dan tidak memandang ajaran yang mereka
peluk.162
159
Scott Harold dan Alireza Nader. China and Iran Economic, Political, and Military Relations. http://www.rand.org/pubs/occasional_papers/OP351.html. h. 18. Diakses pada 22/10/2014.
160 Ibid. 161
John W. Graver. China and Iran Ancient Partners in a Post-Imperial World. (Washington DC: University of Washington Press: 2006 ). h. 130-138.
162 Ibid.
75
Sejak terjadi penindasan kelompok Uighur di Xinjiang, berbagai bantuan datang dari kelompok Muslim seperti grup Osama Bin Laden, gerakan Islam
Uzbekistan dan sebagainya.163 Iran yang menjadi negara Muslim juga ikut andil
dalam membantu kelompok Uighur seperti dalam memberikan beasiswa di sekolah Iran bagi Muslim di Xinjiang tanpa pemberitahuan terhadap pemerintah Tiongkok. Para pelajar tersebut pergi ke Iran dengan alasan ingin melakukan perjalanan agar tidak dicurigai oleh pemerintah Tiongkok. Iran juga memberi dana untuk perbaikan mesjid di Xinjiang yang hancur karena konflik dengan pemerintah Tiongkok. Efek dari bantuan tersebut terlihat pada tahun 1996 yang menimbulkan gerakan pemberontak di Xinjiang. Pemberontakan tersebut seperti pembakaran bangunan dan
penghancuran bus di Xinjiang.164
Hal ini tentunya menimbulkan kehawatiran bagi Tiongkok karena dengan bantuan dari kelompok Islam lain telah menimbulkan peningkatan gerakan separatis Muslim Uighur di Xinjiang. Tiongkok mulai meminta negara lain untuk tidak ikut melakukan intervensi di negaranya dengan alasan hal tersebut dapat memperburuk hubungan pemerintah Tiongkok dengan kelompok Uighur. Tiongkok juga meminta Iran yang menjadi salah satu partner dagang Tiongkok untuk menghentikan intervensi di Xinjiang karena hal tersebut akan menimbulkan ketidak stabilan politik domestik Tiongkok. Tiongkok juga mengancam tidak akan melanjutkan hubungan kerjasama jika Iran melakukan intervensi di Xinjiang.
163Ibid.
164 Ibid.
76