• Tidak ada hasil yang ditemukan

(X3) Earning Per

4.3 Analisis dan Pengujian Hipotesis .1 Asumsi-asumsi Klasik Regresi

4.3.4 Pengujian Hipotesis .1 Uji Hipotesis Dengan Uji t

4.3.5.2 Pengaruh Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan bahwa variabel Return

On Equity (ROE) mempunyai pengaruh secara nyata dan positif terhadap harga

saham, ditunjukkan bahwa thit > ttab yaitu thit sebesar 2,438 dan ttab 1,706 adapun besarnya pengaruh ROE terhadap harga pasar saham sebesar 0,226 dengan tingkat signifikan sebesar 0,22 yang artinya rasio tersebut mampu digunakan untuk memprediksi harga saham dimasa mendatang.

Tingkat pengembalian menunjukkan kinerja perusahaan didalam menghasilkan laba. Karena laba merupakan salah satu faktor penting yang dipertimbangkan oleh investor, sehingga apabila laba naik maka menunjukkan kinerja perusahaan baik yang kemudian akan mempengaruhi perspektif investor untuk membeli saham perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi. Sebaliknya apabila laba turun hal ini menunjukkan kinerja perusahaan yang buruk dan ini dapat mempengaruhi investor untuk beralih ke perusahaan lain. Rasio ini juga dipengaruhi oleh besar kecilnya hutang. Semakin tinggi proporsi hutang maka ROE juga akan semakin besar (Fakhrudin, 2001 : 65).

Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan bahwa variabel Tingkat

Bunga Deposito tidak mempunyai pengaruh secara nyata dan negatif terhadap

harga saham, ditunjukkan bahwa thit < ttab yaitu thit sebesar -0,641 dan ttab 1,706 adapun besarnya pengaruh Tingkat Bunga Deposito terhadap harga pasar saham sebesar -0,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,527 yang artinya rasio tersebut tidak mampu digunakan untuk memprediksi harga saham dimasa mendatang.

Tekanan krisis ekonomi global yang merembet ke sejumlah industri di dalam negeri tidak menyurutkan pertumbuhan kinerja perusahaan di sektor barang-barang konsumsi rumah tangga. Ketika sejumlah perusahaan didera krisis, industri consumer goods tetap mampu bertahan. Ini karena produk yang dihasilkan merupakan barang kebutuhan sehari-hari. Sebagai penopang perekonomian negara, konsumsi masyarakat menyokong 80 persen dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi pasti akan terpukul krisis. Meski demikian, sektor ini masih akan bertumbuh, karena jumlah penduduk juga meningkat,” kata Direktur PT Reliance Securities, Steve Susanto, kepada (VIVAnews). Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan penduduk usia produktif yang tinggi. Keluarga berpenghasilan menengah juga diperkirakan meningkat akibat penguatan ekonomi. Akibatnya, permintaan domesti meningkat diiringi kemampuan belanja yang meningkat.

tutur dia. Sebab, jika tidak ditangani dengan baik potensi ini justru mengundang bahaya. Jika kebutuhan tidak dipenuhi, besarnya permintaan akan meningkatkan inflasi maupun impor barang dari negara lain.

Menurut Halim, Abdul (2003) hubungan antara tingkat suku bunga dan harga saham adalah negatif atau berbanding terbalik. Apabila tingkat suku bunga tinggi, maka para investor akan lebih tertarik untuk menyimpan uang mereka di bank, dan sebaliknya jika tingkat suku bunga rendah, maka para investor akan lebih memilih berinvestasi di saham. Walaupun risiko yang diakibatkannya lebih besar, namun para investor mengejar tingkat pengembalian yang lebih tinggi sebab bunga bank sudah dianggap tidak memadai lagi. Oleh karena itu, deposito merupakan investasi alternatif terhadap investasi saham oleh para investor.

5.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian sampai pembahasan dan uji statistik diperoleh kesimpulan bahwa :

a. Hasil analisis secara parsial Earning Per Share (EPS) signifikan atau

berpengaruh secara nyata terhadap harga saham. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa Earning Per Share (EPS) mempunyai pengaruh terhadap harga saham Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Jakarta terbukti kebenarannya.

b. Hasil analisis secara parsial Return On Equity (ROE) signifikan atau

berpengaruh secara nyata terhadap harga saham. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa Return On Equity (ROE) mempunyai pengaruh terhadap harga saham Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Jakarta terbukti kebenarannya.

c. Hasil analisis secara parsial Tingkat Bunga Deposito tidak signifikan atau tidak berpengaruh secara nyata terhadap harga saham. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa Tingkat Bunga Deposito mempunyai pengaruh terhadap harga saham Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Jakarta tidak terbukti kebenarannya.

analisis regresi. Nilai fhit sebesar 31,473 dengan tingkat signifikansi 0,000 Sedangkan ftab adalah 2,98 karena probabilitas (0,000) <  (0,05) atau 31.473 > 2,98 atau fhit > ftabel maka hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) pada variabel EPS, ROE dan

Tingkat Bunga Deposito terhadapHarga Saham Perusahaan Sektor Industri

Barang Konsumsi di Bursa Efek Jakarta.

5.2. Saran

Berdasarkan penelitian dan pembahasan serta kesimpulan yang tersebut diatas, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut :

a. Bagi investor maupun calon investor hendaknya tidak hanya menggunakan

analisis fundamental seperti Earning Per Share, Return On Equity dan Tingkat

Bunga Deposito yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan

untuk memprediksi harga saham. Tetapi juga mempertimbangkan hal-hal lain yang berhubungan dengan perubahan harga saham yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan untuk mendapatkan harga saham yang baik dan terjamin.

b. Bagi emiten yang akan meningkatkan harga sahamnya, dapat menempuh

langkah memperbaiki kinerja keuangan perusahaan salah satunya dengan meningkatkan Earning Per Share (EPS). Selain itu emiten harus dapat menciptakan sistem kerja yang efektif dan efisien terutama dalam pemakaian

serta mengelola persediaan sehingga akan meningkatkan penjualan produk yang dihasilkan, karena dengan meningkatnya penjualan produk maka laba akan meningkat sehingga harga saham juga akan naik.

c. Bagi peneliti lanjutan, kesimpulan diatas memberikan bukti yang bisa

digunakan sebagai pijakan gagasan ke arah penelitian yang lebih mendalam. Akan lebih menarik bila dipertimbangkan menggunakan variabel lain. Dapat juga menggunakan variabel bersifat teknis seperti volume perdagangan, indeks harga saham, keadaan pasar modal dan sebagainya. Mengingat harga saham banyak dipengaruhi berbagai macam variabel.

Algifari, 1997, Analisis Regresi, Teori, Kasus dan Solusi, Edisi pertama, BPFE Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Bram Hadianto, 2008, “Pengaruh Earnings Per Share (EPS) dan Price Earnings Ratio (PER) terhadap Harga Saham Sektor Perdagangan Besar dan Ritel pada periode 2000-2005 di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Ilmiah Akuntansi, Vol. 7, No. 2, November, hal. 162-173.

Fakhruddin dan Sopian Hadianto, 2001, Perangkat dan Modal Analisis Investasi

di Pasar Modal. Buku Satu, Penerbit PT Elex Media Komputindo.

Jakarta.

Ferdinand, Augusty, 2006, Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian

Untuk Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi Ilmu Manajemen,

Semarang: Penerbit Badan Penerbit : Universitas Diponegoro.

Ghozali, Imam, 2001, Aplikasi Multivariate dengan program SPSS, Semarang, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.

Halim, Abdul, 2003, Analisis Investasi, Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Husnan, Suad, 1998, Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan Keputusan

Jangka Pendek, Jilid 2, BPFE. Yogyakarta.

Husnan, Suad, 1996, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Penerbit : AMP-YKPN. Yogyakarta.

Hartono, J, 2003, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi ketiga, BPFE- UGM. Yogyakarta.

Hartono, J, 2004, Metodologi Penelitian Bisnis : Salah kaprah dan

pengalaman-pengalaman, Edisi 2004/2005, Catatan pertama, BPFE-UGM.

Keown, Arthur J.,et al.,1999, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi ke Tujuh, Terjemahan Chaerul D. Djakman, Penerbit Salemba Empat. Yogyakarta.

Moeljadi, 2006, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Penerbit Bayu Media. Malang.

Munawir, 2002, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Penerbit Liberty. Yogyakarta.

Riyanto, Bambang, 1997, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Penerbit BPFE. Yogyakarta.

Sartono, Agus, 2001, Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Penerbit BPFE. Yogyakarta.

Sunnariyah, 2003, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Penerbit YKPN. Yogyakarta.

Sutrisno, 2001, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Penerbit Ekonisia. Yogyakarta.

Suprapto, Hadi, Susanto, Heri, Rika, Pardede, Galihi, Bayu, 2008, Melaju meniti

badai, (online) (url

http://sorot.vivanews.com/news/read/15454-melaju_meniti_badai,) diakses tanggal 07 Januari 2010.

Tandelilin, Eduardus, 2001, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Penerbit BPFE. Yogyakarta.

Weston, J. Fred, Thomas E. Copeland, 1992, Manajemen Keuangan, Penerbit Erlangga. Jakarta.

Weston, J. Fred, Brigham Eugene F, 1990, Manajemen Keuangan, Penerbit Erlangga. Jakarta.

Yoko Tristianto, 2006, “Pengaruh Faktor Fundamental dan Teknikal terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta”. Equity, Vol. 4, No. 2, Juli – Desember, hal. 61-72.

Dokumen terkait