• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNDANG-UNDANG NO. 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

C. Pengaturan Surat dibawah Tangan yang dibukukan

Ketentuan mengenai kekuatan sebagai bukti dari surat- surat dibawah tangan yang dibuat oleh golongan hukum pribumi atau orang- orang yang disamakan dengan mereka. Didalam pasal 1 ditentukan, bahwa cap jempol itu di Warmerk (yang bertanggal) oleh seorang Notaris atau pejabat lain yang ditunjuk dalam ordonasi dalam keterangannya harus dinyatakan bahwa ia menegenal orang yang membubuhkan cap jempol atau orang itu diperkenalkan kepadanya, bahwa isi akta itu dijlelaskan kepada itu, setelah itu orangnya membubuhkan cap jempolnya dihadapan pejabat itu.

Setelah ordonansi itu dirubah itu dirubah dengan stbl. 1916-46 jo 43, pasal 1 ayat (2), (Tentang wewenang Legalisasi dan Waarmeking) hanya menentukan bahwa sebuah cap jempol/ jari tandatangan tandatangan termasuk golongan hukum pribumi (mereka yang disamakan) dibawah wesel, surat order, askep, surat- surat atas nama pembawa ( aan toonder), dan surat- surat dagang lainnya, disamakan sebuah akta dibawah tangan, asalkan akta itu diberi warmeking oleh seorang Notaris atau pejabat yang ditunjuk oleh pemerintah, bahwa ia mengenal orang yang membubuhkan cap jempol atau sidik jari atas tanda itu, bahwa isi akta itu telah dijelaskan kepada orang itu dan akhirnya, cap jempol atau sidik jari itu dibubuhkan dihadapan pegawai itu, disinilah baru untuk pertama kali seorang Notaris diberi hak untuk melegalisasi akta dibawah tangan.

Akta dibawah tangan yang belum di tandatngani diberikan kepada Notaris dan dihadapan Notaris ditandatangani oleh orangnya setelah isi akta dijelaskan oleh Notaris (Voorhuden) kepadanya. Dalam kasus ini; tanggal dan tanda

85

tangan tidak dapat mengatakan bahwa ia tidak mengerti apa yang ditandatangani dan penandatangan adalah benar orang yang namaya tertulis dalam keterangan ini.112

Akta dibawah tangan diatur dalam pasal 1875-1984 KUH Perdata. Terhadap akta dibawah tangan apabila ada tanda tangan yang disangkal, maka pihak yang mengajukan akta dibawah tangan itu melalui alat bukti lain. Dengan demikian selama tanda tangan tidak diakui maka tanda tangan harus membuuktikan kebenaran tanda tangan melalui alat bukti lain. Dengan demikian selama tanda tangan tidak diakui maka akta dibawah tangan tersebut tidak banyak membawa manfaat bagi pihak yng mengajukannya dimuka pengadilan. Namun apabila tanda tangan tersebut sudah diakui maka akta dibawah tangan itu bagi yang menandatangani, ahli warisnya dan orang- orang yang mendapat hak dari mereka, merupakan bukti sempurna sebagai kekuatam formil dan kekuatan formil dari suatu akta otentik (pasal 1875 KUH Perdata).

Dalam akta dibawah tangan mendapat kekuatan khusus yaitu akta dibawah tangan yang memuat suatu perikatan hutang sepihak untuk membayar sejumlah uang atau menyerahkan suatu benda yang harganya ditentukan oleh sejumlah uang, harus ditulis seluruhnya dengan tangan sendiri oleh penandatangan atau setidak- tidaknya selain tanda tangan harus ditulis pula oleh penandatangan dengan huruf-huruf jumlah uang atau benda yang harus dibayar atau diserahkan itu. Apabila hal ini tidak dilakuk an akta dibawah tangan itu tidak dapat diterima

112Komar andasmita, Op.cit.hhlm.41

86

sebagai satu permulaan pembuktian dengan tulisan saja.( Pasal 1871 KUHPerdata).113

Notaris memiliki kewajiban mengisi buku daftar akta yang dibukukan setiap hari. Buku daftar akta yang dibukukan tersebut harus ditandatangani dan diparaf oleh Majelis Pengawas Daerah ( Sebelum UUJN, ditandatangani oleh ketua Pengadilan Negeri). Setelah buku daftar akta tersebut ditandatangani, barulah akta- akta yang di daftar menjadi Otentik.

Apabila buku daftar akta yang dibukukan tersebut habis, notaris dapat membelinya di Organisasi yang sudah dalam bentuk blanko dengan menunjukkan SK. Notaris harus menghitung lembaran dalam buku daftar akta yang dibukukan ( ditulis halaman bolak- balik), dan kemudian dinyatakan buku tersebut terdiri dari beberapa halaman. Halaman depan, tengah, dan belakang di paraf oleh MPD.

Apabila bukunya tidak ditandatangani MPD, maka nomor- nomor yang terdaftar di dalamnya tidak sah. Kebenaran tanggal aktanya juga tidak dijamin.

Didalam buku daftar akta yang dibukukan sudah ada kolom- kolom yang berisi:

1. Nomor urut, yang berlaku seumur hidup selama Notaris bertugas, bila Notaris pindah tempat kedudukan, maka nomornya diganti;

2. Tanggal surat,

3. Tanggal surat yang didaftarkan 4. Sifat surat

5. Nama yang menandatangani dan atau yang diwakili/ kuasa D. Daftar Surat dibawah Tangan yang disahkan

Penjelasan mengenai legalisasi dalam pasal 1874 KUHPerdata menyatakan bahwa: Sebagai tulisan-tulisan di bawah tangan dianggap akta-akta yang

113Subekti,Pembuktian dan Daluarsa,Intermasa,Jakarta,1986,hlm.68.

87

ditandatangani dibawah tangan, surat-surat, register- register, surat- surat urusan rumah tangga dan lain- lain tulisannya yang dibuat tanpa perantaran seorang pegawai umum. Dengan penandatangan sepucuk tulisan di bawah tangan dipersamakan suatu cap jempol, dibubuhi dengan suatu dipersamakan suatu cap jempol, dibubuhi dengan suatu pernyataan yang bertanggal dari seorang Notaris atau seorang pegawai lain yang ditunjuk oleh Undang- undang darimana ternyata bahwa ia mengenal si pembubuh cap jempol, atau bahwa orang lain telah diperkenalkan kepadanya, bahwa isi akta telah dijelaskan kepada orang itu, dan bahwa setelah itu cap jempol tersebut dibubuhkan dihadapan pegawai umum. Pegawai ini harus membukukan tulisan tersebut. Dengan Undang- undang dapat diadakan aturan- aturan lebih lanjut tentang pernyataan dan pembukuan termaksud.

Defenisi diatas mengandung pengertian bahwa akta yang dibuat oleh para pihak yang dibubuhi dengan tandatangan tersebut, mendapat pengesahannya dari notaris atau pejabat yang berwenang untuk itu. Legalisasi dalam pengertian sebenarnya adalah membuktikan bahwa dokumen yang dibuat oleh para pihak itu benar-benar ditandatangani oleh para pihak yang membuatanya. Oleh karena itu diperlukan lesaksian seorang pejbat umum yang diberikan wewenaang untuk itu yang dalam hal ini adalah notaris, untuk menyaksikan penandatanganan tersebut, pada tanggal yang sama dan waktu penandatanganan itu. Dengan demikian melegalisasi adalah melegalize

88

dokumen yang dimaksud dihadapan notaris, dengan membuktikan kebenaran tandatangan dan tanggalnya.114

114http;//yahoo.com/group/Notaris_Indonesia/message/3395. Diakses pada tanggal 15.12.2018.

89 BAB IV

AKIBAT HUKUM DARI BUKU DAFTAR AKTA NOTARIS YANG