BAB IV : PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ABORSI YANG DILAKUKAN OEH ANAK DILAKUKAN OEH ANAK
PENGATURAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA ABORSI DI INDONESIA
A. Pengaturan Tindak Pidana Aborsi menurut KUHP
Tindak Pidana Aborsi didalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) diatur dalam pasal Pasal 299,Pasal 346-349. Ketentuan dalam aborsi dapat dilihat dalam Bab XIX tentang kejahatan terhadap nyawa, khususnya pada Pasal 346-349. Adapun rumusan selengkapnya dalam pasal-pasal tersebut sebagai berikut :
Pasal 299:
(1) Barangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati,dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat puluh ribu rupiah.
(2) Jika yang bersalah berbuat demikian untuk mencari keuntungan,atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib,bidan, atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga.
(3) Jika yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencariannya, dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.
Menurut Pasal 346 “Seorang wanita yang sengaja mengugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan ppidana penjara paling lama empat Tahun”
Pasal 347:
(1) Barangsiapa dengan sengaja mengugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
Pasal 348:
(1) Barangsiapa dengan sengaja menggurkan atau mematikan kandung seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Pasal 349 mengatakan bahwa “Jika seorang dokter,bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan bersadarkan pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan itu dilakukan.”53
Jika diamati pasal-pasal tersebut maka dapat diketahui bahwa ada 3 faktor pada kasus penguguran kandungan,yaitu :54
53Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
54Leden Marpaung, Tindak Pidana Terhadap nyawa dan tubuh(Jakarta, Sinar Grafika, 2000,)hlm.46
a) Janin
b) Ibu yang mengandung
c) Orang ketiga yaitu yang terlibat pada pengangguran tersebut
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa yang dapat dihukum, menurut KUHP dalam kasus aborsi adalah sebagai berikut :
a. Dalam hal pelaksanaan aborsi seperti tenaga medis,tabib,bidan atau juru obat mendapatkan hukuman paling lama empat tahun ditambah sepertiga dan dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian tersebut (praktik).
b. Seseorang perempuan yang dengan sengaja melakukan atau mengugurkan kandungannya diancam pidana penjara maksimal empat tahun.
c. Dalam pasal 347 dan 348 mengatakan bahwa seseorang yang terlibat secara langsung dan menjadi penyebab terjadinya aborsi itu dilakukan dan jika mengakibatkan seseorang meninggal
dihukum dengan hukuman bervariasi.
Dari Uraian diatas juga dapat disimpulkan bahwa :
1) Perempuan yang dengan sengaja mengugurkan kehamilannya atau menyuruh orang lain melakukannya dikenakan Pasal 346,orang yang dengan sengaja melakukan tetapi tanpa persetujuan dari wanita tersebut dan mengakibatkan perempuan tersebut meninggal dapat dikenakan pasal 347, apabila orang yang sengaja melakukan dengan persetujuan dari wanita tersebut dapat dikenakan pasal 348.
2) Cara mengugurkan kandungan ada berbagai macam bisa dilakukan dengan cara meminum obat,mengurut-urut atau memukul kandungan, atapun bisa dilakukan dengan cara memasukkan alat – alat kedalam anggota kemaluan.
3) Jika seorang tabib,bidan,dokter atau ahli obat berbuat atau membantu, salah satu kejahatan yang terdapat dalam pasal 347 dan Pasal 348 dapat dikenai hukuman sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya (pasal 349).
4) Apabila seorang dokter menggurkan atau menghilangkan janin dari perempuan tersebut dalam hal untuk menolong jiwa perempuan atau menjaga kesehatan perempuan tersebut maka tidak dikenakan hukuman pidana.
5) Berdasarkan ketentuan diatas maka dalam pasal 346 KUHP dapat ditemukan beberapa unsur antara lain:
a. sengaja, kesengajaan ini dilakukan guna untuk menghilangkan atau mematikan kandungannya,
b. mengugurkan kandungan dilakukan terhadap diri sendiri atau menyuruh orang lain untuk melakukannya yang berarti mengizinkan orang tersebut yang menyebabkan kematian kandungan dalam perut perempuan tersebut.
Sedangkan ada 3 perbuatan yang terdapat dalam pasal 346 KUHP, yaitu:
1. mengugurkan kandungan, 2. mematikan kandungan,
3. menyuruh orang lain untuk mematikan kandungannya.
Adapun yang dimaksud dalam hal perbuatan mengugurkan kandungan yaitu dengan melakukan suatu perbuatan memaksa dengan alat atau cara apa pun agar janin tersebut keluar sebelum waktunya. Berbeda halnya dengan unsur kedua yaitu mematikan kandungan adalah suatu perbuatan yang baik dilakukan dengan alat atau cara apapun yang mengakibatkan bayi atau janin yang ada didalam kandungan mati. Unsur ketiga dan keempat dalam pasal 346 adalah menyuruh orang lain untuk mengugurkan kandungannya dan menyuruh orang lain untuk mematikan kandungannya, dalam hal ini yang menyangkut dua orang yang berperan melakukan hal ini untuk menimbulkan akibat bayi atau janin yang keluar sebelum waktunya dan atau matinya janin yang dikeluarkan sebelum waktunya, yang dimaksud menyangkut dua orang atau lebih adalah yang pertama yaitu perempuan yang mengandung dimana halnya perempuan ini yang menyuruh melakukan perbuatan mengugurkan/mematikan bayi atau janin tersebut.
Dalam Pasal 346 KUHP sudah dijelaskan diatas bahwa pasal tersebut menjerat para wanita yang dengan sengaja untuk mengugurkan atau mematikan kandungannya baik perbuatannya dilakukan dengan cara sendiri maupun dengan cara menyuruh orang lain, sedangkan jika orang lain yang mengugurkan atau mematikan kandungan seorang perempuan tanpa persetujuan perempuan tersebut maka diancam Pasal 347 KUHP.
Uraian dalam Pasal-Pasal tersebut diatas bahwa menurut KUHP aborsi itu dilarang dengan alasan apapun dan dilakukan oleh siapapun baik itu pelaku
atau yang membantu melakukan, sanksi hukuman bagi yang melanggar jika disimpulkan sebagai berikut :
a. Diancam hukuman empat tahun bagi wanita yang sengaja melakukan upaya untuk mematikan janinnya (pasal 346 KUHP)
b. Diancam dua belas tahun bagi seseorang yang mengugurkan janinnya tanpa persetujuan dari wanita tersebut (Pasal 347 (1) KUHP)
c. Diancam lima belas tahun bagi seseorang yang mengakibatkan matinya wanita tersebut (Pasal 347 (2) KUHP)
d. Diancam lima tahun enam bulan bagi wanita yang mengugurkan janinnya dengan persetujuan dari wanita tersebut (Pasal 348 (1) KUHP).
e. Diancam tujuh tahun bagi seseorang yang mengakibatkan matinya wanita tersebut (Pasal 348 (2) KUHP).
f. Diancam dengan ditambah sepertiga lebih tinggi bagi ahli medis bahkan ditambah dengan dicabut izin praktek yang dilakukan untuk melakukan perbuatan pidana (Pasal 327 KUHP).
B. Pengaturan Tindak Pidana Aborsi menurut UU.No.36 Tahun 2009