BAB IV PENDAYAGUNAAN KAWASAN TELANTAR
F. Pengawasan dan Pengendalian Pendayagunaan Kawasan 57
Pengawasan dan Pengendalian Pendayagunaan Kawasan dilakukan sebelum penetapan peruntukan Pendayagunaan Kawasan maupun setelah penetapan peruntukan Pendayagunaan Kawasan.
58 Pengawasan dan Pengendalian Pendayagunaan Kawasan sebelum penetapan peruntukan Pendayagunaan Kawasan dilakukan untuk memastikan objek Pendayagunaan Kawasan memenuhi prasyarat dalam rangka penetapan peruntukan pendayagunaan Pendayagunaan Kawasan.
Pengawasan dan Pengendalian Pendayagunaan Kawasan setelah penetapan peruntukan Pendayagunaan Kawasan dilakukan untuk memastikan objek Pendayagunaan Kawasan dapat dilaksananakan pendayagunaan sebagaimana tersebut dalam Keputusan Penetapan Peruntukan Pendayagunaan Pendayagunaan Kawasan. Pengawasan dan Pengendalian Pendayagunaan Kawasan setelah penetapan peruntukan Pendayagunaan Kawasan juga dilaksanakan terhadap Penerima Manfaat.
G. Pelaporan Pendayagunaan Kawasan.
Pelaporan Pendayagunaan Kawasan dilakukan oleh Instansi Terkait dalam rangka pelaporan calon objek penetapan peruntukan Pendayagunaan Kawasan maupun pelaporan pelaksanaan Pendayagunaan Kawasan yang telah ditetapkan dalam Keputusan Penetapan Peruntukan Alokasi Pendayagunaan Kawasan.
1. Dalam rangka pelaporan calon objek penetapan peruntukan TCUN, pelaporan disusun dengan sistematika sebagaimana Format Lampiran 33; dan
2. Pelaporan pelaksanaan pendayagunaan TCUN yang telah ditetapkan dalam Keputusan Penetapan Peruntukan Alokasi TCUN, disusun dengan sistematika sebagaimana Format Lampiran 34.
59 BAB V
PELAPORAN
Pimpinan instansi dan/atau Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi wajib membuat dan menyampaikan laporan inventarisasi, penertiban dan pendayagunaan kawasan telantar kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Cq.
Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, dituangkan dalam Buku Laporan yang isinya meliputi :
1. Realisasi fisik dan keuangan;
2. Uraian hasil kegiatan penyusunan data inventarisasi, penertiban dan pendayagunaan kawasan telantar;
3. Laporan disampaikan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Cq. Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, dan softcopy-nya dikirim melalui email di alamat : [email protected];
dan
4. Laporan diterima Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Cq. Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang paling lambat tanggal 1 Februari tahun berikutnya.
60 BAB VI
PENUTUP
Demikian Petunjuk Teknis Inventarisasi, Penertiban dan Pendayagunaan Kawasan Terlantar ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman teknis di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi dan Kantor Pertanahan.
Hal-hal yang belum diatur dalam Petunjuk Teknis ini akan diatur kemudian.
61
LAMPIRAN
62 Format Lampiran 1.
Tabulasi Data Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar
TABULASI DATA INVENTARISASI KAWASAN TERINDIKASI TELANTAR INSTANSI/DIREKTORAT/KANTOR ……..…… (1)
TAHUN…….. (2)
Petunjuk Pengisian Tabulasi Data Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar:
1. Diisi dengan Unit Kerja.
2. Diisi dengan Tahun.
3. Diisi dengan Provinsi, 4. Tabel diisi dengan :
a. Kolom 1 diisi Nomor Urut,
b. Kolom 2 diisi Nama Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha (IKPB) dan Alamat, c. Kolom 3 diisi Nomor, Tanggal, Jenis IKPB,
d. Kolom 4 diisi Tanggal Berakhir IKPB,
e. Kolom 5 diisi Letak Kawasan (Kecamatan, Desa/Kelurahan), f. Kolom 6 diisi Luas Kawasan,
g. Kolom 7 diisi Luas Kawasan Telantar, h. Kolom 8 diisi Keterangan,
5. Diisi dengan Tempat dan Tanggal penandatanganan Tabulasi Data Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar, 6. Diisi dengan Nama Jabatan Kepala Unit Kerja.
7. Diisi dengan Nama dan NIP Kepala Unit Kerja.
63 Format Lampiran 2.
Keputusan Penetapan Lokasi Kegiatan Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar.
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI ……….
NOMOR ………
TENTANG
PENETAPAN LOKASI KEGIATAN
INVENTARISASI KAWASAN TERINDIKASI TELANTAR TAHUN ………
……..(PIMPINAN INSTANSI) PROVINSI ………..…….
Menimbang : a. Bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Telantar, perlu untuk menetapkan lokasi kegiatan Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar pada tahun ………. di wilayah Provinsi ……….
b. Bahwa penetapan lokasi kegiatan Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar Tahun ……… perlu ditetapkan dengan Keputusan …..(Pimpinan Instansi) Provinsi ………….
Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Telantar;
2. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 20 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penertiban dan Pendayagunaan Kawasan dan Tanah Telantar.
3. Dst…..
Memperhatikan : a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)………..
Provinsi…………..Tahun Anggaran ………… ; b. Dst…
MEMUTUSKAN :
MENETAPKAN : KEPUTUSAN ……..(PIMPINAN INSTANSI) PROVINSI ……….
TENTANG PENETAPAN LOKASI OBJEK PENERTIBAN KAWASAN TERINDIKASI TELANTAR PROVINSI ………. TAHUN
………..
PERTAMA : Menetapkan lokasi Objek Penertiban kawasan Terindikasi Telantar dengan volume …….(……..) Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha di Wilayah Provinsi ……….. Tahun …… sebagaimana dimaksud pada lampiran keputusan ini;
KEDUA : Segala biaya yang ditimbulkan akibat keputusan ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ………. Provinsi
………. Tahun Anggaran ……….;
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan perbaikan atau perubahan seperlunya.
64
Tembusan, disampaikan kepada Yth.:
1. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, di Jakarta;
2. Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, di Jakarta;
3. Gubernur Provinsi …………..., di ……….. ; 4. Bupati/Walikota ………, di ………..;
5. Bupati/Walikota ………, di ………..;
6. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten ………, di ………..
LAMPIRAN KEPUTUSAN ……..(PIMPINAN INSTANSI) PROVINSI ……….. 1. Nomor Keputusan
Pemberian
Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha
2. Tanggal Keputusan Pemberian
4. Tanggal Penerbitan Izin/Konsesi/Perizinan
65 Format Lampiran 3.
Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Inventarisasi Kawasan Telantar kepada Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha
KOP ……..(PIMPINAN INSTANSI) PROVINSI …………..
Nomor : ………, ………..
Sifat : Lampiran :
Hal : Pemberitahuan Pelaksanaan Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar
Yth. ………..
(Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha*) di ………
1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Telantar, Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha wajib mengusahakan, mempergunakan, dan/atau memanfaatkan Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha yang dimiliki atau dikuasai;
2. Bahwa berdasarkan hasil laporan atau informasi dari…….. (Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha, Instansi Terkait dan/atau Masyarakat), ternyata Izin dengan SK Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha Nomor ... tanggal ...., atas nama ... (pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha), terdapat kawasan yang diindikasikan ditelantarkan seluas ….. Ha;
3. Sehubungan dengan angka 2 tersebut di atas, kepada pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha*) diberitahukan bahwa terhadap Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha tersebut akan dilaksanakan Inventarisasi Kawasan Telantar oleh Tim Inventarisasi paling lama 90 (sembilan puluh) hari, terhitung sejak diterimanya laporan atau informasi pada tanggal ……….
bulan ………. Tahun ……… .
4. Untuk kelancaran pelaksanaan Inventarisasi Kawasan Telantar berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Telantar, Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha*) diwajibkan untuk hadir memberikan untuk memberikan keterangan mengenai kemajuan Pengusahaan, Penggunaan, dan/atau Pemanfaatan Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha tersebut dan membawa SK Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha dan/atau dokumen pendukung lainnya untuk mengetahui keberadaan pembebanan, termasuk data, rencana, tahapan pengusahaan, penggunaan, dan/atau pemanfaatan kawasan pada saat pengajuan izin, serta kemajuan pengusahaan, penggunaan, dan/atau pemanfaatan tanah Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha tersebut;
5. Apabila Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha tidak hadir pada tanggal yang telah ditentukan pada angka 3 di atas, Inventarisasi Kawasan Telantar tetap dilakukan dan kepada Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha tetap berkewajiban melaksanakan pengusahaan, penggunaan, dan/atau pemanfaatan izin dalam jangka waktu paling lama 90 (sembilan puluh) hari sejak dilaksanakan Pemeriksaan Data Fisik dan Data Yuridis pada tanggal yang telah ditentukan pada angka 3 di atas.
Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.
1. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, di Jakarta;
2. (Pimpinan instansi yang mengelola barang milik negara/daerah atau aset badan usaha milik negara/daerah, dalam hal tanah berstatus sebagai barang milik negara/daerah atau aset badan usaha milik negara/daerah);
3. Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang di Jakarta;
dan
4. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota …..
66 Format Lampiran 4. Peta Kerja Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar
67
Petunjuk Penggambaran Layout Peta Kerja Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar A. Ukuran Peta
Peta Kerja Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar dibuat dalam format kertas A3 dengan ukuran sebagai berikut:
1. Bidang gambar 30 cm x 42 cm;
2. Jarak bidang gambar ke garis tepi peta adalah 1cm;
3. Jarak bidang gambar dengan kolom keterangan adalah 1cm;
4. Lebar kolom keterangan adalah 8 cm;
5. Jarak kolom keterangan ke garis tepi peta adalah 1 cm.
B. Petunjuk Pengisian Kolom Keterangan Peta 1. Judul Peta
a. Penulisan Judul Peta
Judul Peta ditulis dengan huruf kapital dan diisi sesuai dengan tema peta yang dibuat.
b. Jenis dan Nomor I/K/PB (Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha) (1)
Jenis dan Nomor I/K/PB diisi dengan jenis dan nomor I/K/PB sesuai dengan lokasi kawasan yang dilakukan pemantauan lapang.
Keterangan *) : pilih salah satu c. Pemegang I/K/PB (2)
Diisi sesuai dengan nama lengkap pemegang I/K/PB, baik perseorangan ataupun badan hukum.
2. Skala Peta
a. Skala Angka (3)
Skala angka diisi dengan angka penyebut skala peta yang digunakan untuk memetakan kawasan dengan menyesuaikan bidang peta ukuran 30 cm x 42 cm pada kertas A3.
Misalnya skala peta yang digunakan adalah 1:10.000, 1:25.000, 1:50.000, dan seterusnya.
b. Skala Grafis (4)
Setiap ruas skala grafis di peta memiliki panjang tertentu dimana panjang ruas dari angka 0 ke kiri adalah 1 cm, dan panjang ruas dari angka 0 ke kanan adalah 2 cm. Pada setiap ruas skala grafis, bagian atasnya diisi dengan angka bulat yang menunjukkan ukuran kawasan yang sebenarnya di lapangan yang mewakili ruas garis 1 cm, 2 cm dan kelipatannya sesuai dengan skala angka sebagaimana yang tertulis pada huruf a, serta di ujung kanan dituliskan satuan ukurannya.
3. Letak Tanah a. Provinsi (5)
Provinsi diisi sesuai dengan nama provinsi letak kawasan yang dipantau dan dievaluasi.
b. Kabupaten/Kota (6)
Kabupaten/Kota diisi dengan menuliskan salah satu saja yaitu “Kabupaten” atau “Kota”
dan di belakangnya dituliskan nama Kabupaten/Kota letak obyek kawasannnya.
c. Kecamatan (7)
Kecamatan diisi sesuai dengan nama kecamatan letak obyek kawasannya.
d. Desa/Kelurahan (8)
Desa/Kelurahan diisi dengan menuliskan salah satu saja yaitu “Desa” atau “Kelurahan”
dan di belakangnya dituliskan nama Desa/ Kelurahan letak kawasan yang dilakukan monitoring.
4. Petunjuk Lembar Peta
Petunjuk lembar peta merupakan gambaran secara grafis posisi relatif kawasan tersebut pada peta cakupan kabupaten/kota yang ditunjukkan berupa bujur sangkar warna merah.
5. Legenda (10)
Legenda berisi informasi mengenai keterangan pewarnaan/pengarsiran pada peta. Pada Peta Kerja Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar keterangan yang perlu dimuat adalah:
a. Batas kawasan
b. Simbol-simbol polygon hasil delineasi citra satelit (11) yang nantinya akan dilengkapi keterangan penggunaan kawasan saat pemantauan lapang.
c. Delineasi citra satelit saat dilokasi pemantauan lapang juga sangat dibutuhkan bila ada informasi tambahan seperti peralihan pemilikan, sengketa atau perubahan tata ruang.
6. Instansi Pembuat Peta
Kolom Instansi Pembuat Peta diisi dengan menuliskan instansi pembuat dengan huruf kapital semua yaitu, “KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL”, kemudian di bawahnya diisikan nama unit kerja (12) dan alamat unit kerja (13), dengan menyertakan logo instansi (BPN RI) di sebelah kiri tulisan.
7. Nama Kegiatan (14)
Kolom nama kegitan diisi dengan nama kegiatan yang akan dilampiri dengan Peta tersebut, dalam hal ini adalah Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar.
68
8. Tanda Tangan Petugas dan Pejabat yang Berwenang a. Petugas Pembuat Peta
Kolom petugas pembuat peta diisi dengan tanggal pembuatan peta (15), tanda tangan, nama lengkap (16), dan NIP pembuat peta (17).
b. Pejabat Pemeriksa Peta
Kolom pejabat pemeriksa peta diisi dengan tanggal pemeriksaan peta (18), tanda tangan, nama lengkap (19), dan NIP pejabat pemeriksa peta (20).
c. Pejabat yang Berwenang Mengesahkan Peta
Kolom pejabat yang berwenang mengesahkan peta diisi dengan tanggal pengesahan peta (21), Direktur/Kepala unit kerja (22), tanda tangan, nama lengkap pejabat (23) dan NIP yang mengesahkan peta (24).
69 Format Lampiran 5.
Daftar Isian Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar
DAFTAR ISIAN
INVENTARISASI KAWASAN TERINDIKASI TELANTAR IZIN/KONSESI/PERIZINAN BERUSAHA
Inventarisasi tanah Terindikasi Telantar dilaksanakan pada tanggal ... sampai dengan tanggal ...:
a. Nama Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha*) : ...
Nama yang diberi kuasa/mewakili (di lapangan ): ...
Alamat Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha*): ...
b. Data Kawasan : ...
1. Nomor/tanggal Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha*) : ...
2. Tanggal berakhirnya Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha*) (jika ada) : ...
3. Letak kawasan:
5. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha*):
...
6. Hasil pemantauan:
- Luas pengusahaan/penggunaan/pemanfaatan kawasan
sesuai Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha*) ……… Ha
- Luas kawasan yang tidak diusahakan/
tidak dipergunakan/tidak dimanfaatkan ………..… Ha
- Alasan tidak diusahakan/tidak dipergunakan/tidak dimanfaatkan:
...
- Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha/kuasanya/yang mewakili hadir/tidak hadir *) Sebutkan alasannya apabila tidak hadir:
...
Memperhatikan hal-hal tersebut di atas, Tim Inventarisasi mengusulkan kepada ……(Pimpinan Instansi) agar Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha/Kawasan dilakukan/tidak dilakukan*) EVALUASI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
70 Format Lampiran 6.
Pengelompokan Data Tekstual/Basis Data Kawasan Terindikasi Telantar
BASIS DATA KAWASAN TERINDIKASI TELANTAR INSTANSI/DIREKTORAT/KANTOR ……..…… (1)
TAHUN…….. (2)
Kota Kecamatan Desa/Kelu rahan
Petunjuk Pengisian Pengelompokan Data Tekstual/Basis Data Kawasan Terindikasi Telantar:
1. Diisi dengan Unit Kerja.
2. Diisi dengan Tahun.
3. Tabel diisi dengan : i. Kolom 1 diisi No.Urut, j. Kolom 2 diisi Provinsi,
k. Kolom 3 diisi Nama Pemegang Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha (IKPB), l. Kolom 4 diisi Alamat Pemegang IKPB,
m. Kolom 5 diisi No. SK IKPB, n. Kolom 6 diisi Tanggal IKPB, o. Kolom 7 diisi Tanggal Berakhir IKPB, p. Kolom 8 diisi Jenis IKPB,
q. Kolom 9 diisi Letak Bidang Kawasan (Kabupaten/Kota), r. Kolom 10 diisi Letak Bidang Kawasan (Kecamatan), s. Kolom 11 diisi Letak Bidang Kawasan (Desa/Kelurahan), t. Kolom 12 diisi Luas Kawasan (Ha),
u. Kolom 13 diisi Luas Kawasan Telantar (Ha), v. Kolom 14 diisi Penguasaan Kawasan,
w. Kolom 15 diisi Penggunaan dan Pemanfaatan Kawasan, x. Kolom 16 diisi Keterangan,
4. Diisi dengan Tempat dan Tanggal penandatanganan Pengelompokan Data Tekstual/Basis Data Kawasan Terindikasi Telantar 5. Diisi dengan Nama Jabatan Kepala Unit Kerja.
6. Diisi dengan Nama dan NIP Kepala Unit Kerja.
71 Format Lampiran 7. Peta Penguasaan Kawasan Hasil Inventarisasi
72
Petunjuk Penggambaran Layout Peta Penguasaan Kawasan A. Ukuran Peta
Peta Penguasaan Kawasan Hasil Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar dibuat dalam format kertas A3 dengan ukuran sebagai berikut:
1. Bidang gambar 30 cm x 42 cm;
2. Jarak bidang gambar ke garis tepi peta adalah 1cm;
3. Jarak bidang gambar dengan kolom keterangan adalah 1cm;
4. Lebar kolom keterangan adalah 8 cm;
5. Jarak kolom keterangan ke garis tepi peta adalah 1 cm.
B. Petunjuk Pengisian Kolom Keterangan Peta 1. Judul Peta
a. Penulisan Judul Peta
Judul Peta ditulis dengan huruf kapital dan diisi sesuai dengan tema peta yang dibuat.
b. Jenis dan Nomor I/K/PB (Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha) (1)
Jenis dan Nomor I/K/PB diisi dengan jenis dan nomor I/K/PB sesuai dengan lokasi kawasan yang dilakukan pemantauan lapang.
Keterangan *) : pilih salah satu c. Pemegang I/K/PB (2)
Diisi sesuai dengan nama lengkap pemegang I/K/PB baik perseorangan ataupun badan hukum.
2. Skala Peta
a. Skala Angka (3)
Skala angka diisi dengan angka penyebut skala peta yang digunakan untuk memetakan kawasan dengan menyesuaikan bidang peta ukuran 30 cm x 42 cm pada kertas A3.
Misalnya skala peta yang digunakan adalah 1:10.000, 1:25.000, 1:50.000, dan seterusnya.
b. Skala Grafis (4)
Setiap ruas skala grafis di peta memiliki panjang tertentu dimana panjang ruas dari angka 0 ke kiri adalah 1 cm, dan panjang ruas dari angka 0 ke kanan adalah 2 cm. Pada setiap ruas skala grafis, bagian atasnya diisi dengan angka bulat yang menunjukkan ukuran kawasan yang sebenarnya di lapangan yang mewakili ruas garis 1 cm, 2 cm dan kelipatannya sesuai dengan skala angka sebagaimana yang tertulis pada huruf a, serta di ujung kanan dituliskan satuan ukurannya.
3. Letak Kawasan a. Provinsi (5)
Provinsi diisi sesuai dengan nama provinsi letak kawasan yang dipantau dan dievaluasi.
b. Kabupaten/Kota (6)
Kabupaten/Kota diisi dengan menuliskan salah satu saja yaitu “Kabupaten” atau “Kota”
dan di belakangnya dituliskan nama Kabupaten/Kota letak obyek kawasannya.
c. Kecamatan (7)
Kecamatan diisi sesuai dengan nama kecamatan letak obyek kawasannya.
d. Desa/Kelurahan (8)
Desa/Kelurahan diisi dengan menuliskan salah satu saja yaitu “Desa” atau “Kelurahan”
dan di belakangnya dituliskan nama Desa/Kelurahan letak kawasan yang dilakukan monitoring.
4. Petunjuk Lembar Peta
Petunjuk lembar peta merupakan gambaran secara grafis posisi relatif kawasan tersebut pada peta cakupan kabupaten/kota yang ditunjukkan berupa bujur sangkar warna merah.
5. Legenda (10)
Legenda berisi informasi mengenai keterangan pewaranaan/pengarsiran pada peta. Pada Peta Penguasaan Kawasan keterangan yang perlu dimuat adalah:
a. Penguasaan kawasan oleh pemegang I/K/PB
b. Penguasaan kawasan oleh pemegang I/K/PB di luar kawasan c. Kawasan dikuasai pihak lain (masyarakat)
d. Kawasan dikuasai pihak lain (badan hukum) e. Kawasan dikuasai pihak lain (perorangan)
Keterangan yang dimuat disesuaikan dengan kondisi kawasan saat dilakukan pemantauan lapang. Pewarnaan/pengarsiran yang ditampilkan pada masing-masing peta perlu dibedakan menurut keterangannya.
6. Instansi Pembuat Peta
Kolom Instansi Pembuat Peta diisi dengan menuliskan instansi pembuat dengan huruf kapital semua yaitu, “KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL”, kemudian di bawahnya diisikan nama unit kerja (11) dan alamat unit kerja (12), dengan menyertakan logo instansi (BPN RI) di sebelah kiri tulisan.
73
7. Nama Kegiatan (13)
Kolom nama kegitan diisi dengan nama kegiatan yang akan dilampiri dengan Peta tersebut, dalam hal ini adalah Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar.
8. Tanda Tangan Petugas dan Pejabat yang Berwenang a. Petugas Pembuat Peta
Kolom petugas pembuat peta diisi dengan tanggal pembuatan peta (14), tanda tangan, nama lengkap (15), dan NIP pembuat peta (16).
b. Pejabat Pemeriksa Peta
Kolom pejabat pemeriksa peta diisi dengan tanggal pemeriksaan peta (17), tanda tangan, nama lengkap (18), dan NIP pejabat pemeriksa peta (19).
c. Pejabat yang Berwenang Mengesahkan Peta
Kolom pejabat yang berwenang mengesahkan peta diisi dengan tanggal pengesahan peta (20), Direktur/Kepala unit kerja (21), tanda tangan, nama lengkap pejabat (22) dan NIP yang mengesahkan peta (23).
74 Format Lampiran 8. Peta Penguasaan Kesesuaian Peruntukan Kawasan Hasil Inventarisasi
75
Petunjuk Penggambaran Layout Peta Penggunaan Kawasan A. Ukuran Peta
Peta Penggunaan Kawasan dibuat dalam format kertas A3 dengan ukuran sebagai berikut:
1. Bidang gambar 30 cm x 42 cm;
2. Jarak bidang gambar ke garis tepi peta adalah 1cm;
3. Jarak bidang gambar dengan kolom keterangan adalah 1cm;
4. Lebar kolom keterangan adalah 8 cm;
5. Jarak kolom keterangan ke garis tepi peta adalah 1 cm.
B. Petunjuk Pengisian Kolom Keterangan Peta 1. Judul Peta
a. Penulisan Judul Peta
Judul Peta ditulis dengan huruf kapital dan diisi sesuai dengan tema peta yang dibuat.
b. Jenis dan Nomor I/K/PB (Izin/Konsesi/Perizinan Berusaha) (1)
Jenis dan Nomor I/K/PB diisi dengan jenis dan nomor I/K/PB sesuai dengan lokasi kawasan yang dilakukan pemantauan lapang.
Keterangan *) : pilih salah satu c. Pemegang I/K/PB (2)
Diisi sesuai dengan nama lengkap pemegang I/K/PB baik perseorangan ataupun badan hukum.
2. Skala Peta
a. Skala Angka (3)
Skala angka diisi dengan angka penyebut skala peta yang digunakan untuk memetakan kawasan dengan menyesuaikan bidang peta ukuran 30 cm x 42 cm pada kertas A3.
Misalnya skala peta yang digunakan adalah 1:10.000, 1:25.000, 1:50.000, dan seterusnya.
b. Skala Grafis (4)
Setiap ruas skala grafis di peta memiliki panjang tertentu dimana panjang ruas dari angka 0 ke kiri adalah 1 cm, dan panjang ruas dari angka 0 ke kanan adalah 2 cm. Pada setiap ruas skala grafis, bagian atasnya diisi dengan angka bulat yang menunjukkan ukuran kawasan yang sebenarnya di lapangan yang mewakili ruas garis 1 cm, 2 cm dan kelipatannya sesuai dengan skala angka sebagaimana yang tertulis pada huruf a, serta di ujung kanan dituliskan satuan ukurannya.
3. Letak Tanah a. Provinsi (5)
Provinsi diisi sesuai dengan nama provinsi letak kawasan yang dipantau dan dievaluasi.
b. Kabupaten/Kota (6)
Kabupaten/Kota diisi dengan menuliskan salah satu saja yaitu “Kabupaten” atau “Kota”
dan di belakangnya dituliskan nama Kabupaten/Kota letak obyek kawasannya.
c. Kecamatan (7)
Kecamatan diisi sesuai dengan nama kecamatan letak obyek kawasannya.
d. Desa/Kelurahan (8)
Desa/Kelurahan diisi dengan menuliskan salah satu saja yaitu “Desa” atau “Kelurahan”
dan di belakangnya dituliskan nama Desa/Kelurahan letak kawasan yang dilakukan monitoring.
4. Petunjuk Lembar Peta
Petunjuk lembar peta merupakan gambaran secara grafis posisi relatif tanah tersebut pada peta cakupan kabupaten/kota yang ditunjukkan berupa bujur sangkar warna merah.
5. Legenda (10)
Legenda berisi informasi mengenai keterangan pewarnaan/pengarsiran pada peta. Pada Peta Penggunaan keterangan yang perlu dimuat adalah:
a. Batas kawasan
b. Simbol-simbol polygon hasil delineasi citra satelit dan yang telah dilengkapi keterangan penggunaan kawasan pada saat pemantauan/cek lapang (11).
c. Delineasi citra satelit saat dilokasi pemantauan lapang juga sangat dibutuhkan bila ada informasi tambahan seperti peralihan pemilikan, sengketa atau perubahan tata ruang.
Keterangan yang dimuat disesuaikan dengan kondisi tanah saat dilakukan pemantauan lapang. Pewarnaan/pengarsiran yang ditampilkan pada masing-masing peta perlu dibedakan menurut keterangannya.
6. Instansi Pembuat Peta
Kolom Instansi Pembuat Peta diisi dengan menuliskan instansi pembuat dengan huruf kapital semua yaitu, “KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL”, kemudian di bawahnya diisikan nama unit kerja (11) dan alamat unit kerja (12), dengan menyertakan logo instansi (BPN RI) di sebelah kiri tulisan.
76
7. Nama Kegiatan (13)
Kolom nama kegitan diisi dengan nama kegiatan yang akan dilampiri dengan Peta tersebut, dalam hal ini adalah Inventarisasi Kawasan Terindikasi Telantar.
8. Tanda Tangan Petugas dan Pejabat yang Berwenang a. Petugas Pembuat Peta
Kolom petugas pembuat peta diisi dengan tanggal pembuatan peta (14), tanda tangan, nama lengkap (15), dan NIP pembuat peta (16).
b. Pejabat Pemeriksa Peta
Kolom pejabat pemeriksa peta diisi dengan tanggal pemeriksaan peta (17), tanda tangan, nama lengkap (18), dan NIP pejabat pemeriksa peta (19).
c. Pejabat yang Berwenang Mengesahkan Peta
Kolom pejabat yang berwenang mengesahkan peta diisi dengan tanggal pengesahan peta (20), Direktur/Kepala unit kerja (21), tanda tangan, nama lengkap pejabat (22) dan NIP yang mengesahkan peta (23).
77 Format Lampiran 9. Peta Penguasaan Kesesuaian Pemanfaatan Kawasan Hasil Inventarisasi
78
Petunjuk Penggambaran Layout Peta Kesesuaian Penggunaan Kawasan A. Ukuran Peta
Peta Kesesuaian Penggunaan Kawasan dibuat dalam format kertas A3 dengan ukuran sebagai berikut:
1. Bidang gambar 30 cm x 42 cm;
2. Jarak bidang gambar ke garis tepi peta adalah 1cm;
3. Jarak bidang gambar dengan kolom keterangan adalah 1cm;
4. Lebar kolom keterangan adalah 8 cm;
5. Jarak kolom keterangan ke garis tepi peta adalah 1 cm.
B. Petunjuk Pengisian Kolom Keterangan Peta 1. Judul Peta
B. Petunjuk Pengisian Kolom Keterangan Peta 1. Judul Peta