DAFTAR PUSTAKA
CAC (2003); CAC (2009); KEP 01/MEN/
4.5. Pengecekan dan Tindakan Korektif
4.5.1. Pengukuran dan Pemantauan Kinerja Keamanan
Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk memantau dan mengukur kinerja sistem manajemen keamanan
√
Organisasi harus mempertimbangkan ancaman terkait keamanan dan risiko, termasuk mekanisme kerusakan potensial dan konsekuensinya, ketika menetapkan frekuensi pengukuran dan penentuan parameter kinerja kunci
√
Prosedur ini harus memberikan:
a.Pengukuran kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kebutuhan organisasi √
b.Memantau sejauh mana kebijakan manajemen keamanan organisasi, sasaran, dan target tercapai
√
c. Tindakan proaktif dari kinerja yang memantau kesesuaian terhadap program manajemen keamanan, kriteria pengendalian operasional, dan peratura hukum, undang-undang, dan peraturan persyaratan keamanan lainnya
√
d.Tindakan reaktif dari kinerja yang memantau kerusakan terkait keamanan, kegagalan, insiden, ketidaksesuaian (termasuk kejadian nyaris celaka dan alarm yang salah) dan bukti historis lain dari kinerja sistem manajemen keamanan yang tidak sempurna
√ Terdapat prosedur tindakan koreksi
pada setiap tahap
menmfasilitasi analisis tindakan korektif dan tindakan pencegahan f. Jika peralatan pematauan diperlukan untuk kinerja dan/atau pengukuran dan
pemantauan, organisasi harus memerlukan penetapan dan pemeliharaan prosedur untuk kalibrasi dan pemeliharaan peralatan tersebut
√ Sertifikasi kalibrasi dilakukan untuk
alat-alat tertentu saja karena alasan ekonomi
g.Catatan kalibrasi dan aktivitas pemeliharaan beserta hasil harus disimpan untuk waktu yang cukup agar sesuai dengan undang-undang dan kebijakan organisasi
√
4.5.2. Evaluasi Sistem
Organisasi harus mengevaluasi rencanan manajemen keamanan, prosedur, dan kemampuan manajemen keamanan secara berkala melalui peninjauan ulang, pengujian, laporan pasca insiden, pembelajaran, evaluasi kinerja, dan latihan secara berkala
√ Proses evaluasi dilakukan melalui
pengujian, dan audit perusahaan
Perubahan signifikan harus tercermin langsung di dalam prosedur √
Organiasasi harus mengevaluasi kesesuaian secara berkala menggunakan undang-undang dan peraturan yang relevan, praktik terbaik industri, dan sesuai dengan kebijakan dan sasaran organisasi
√
Organisasi harus menyimpan rekaman atau catatan hasil evaluasi berkala √
4.5.3. Kegagalan, Insisden, Ketidaksesuaian, serta Tindakan Korektif dan Pencegahan yang Terkait dengan Keamanan
Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk menetukan tanggung jawab dan kewenangan untuk:
a.Mengevaluasi dan memulai tindakan pencegahan untuk identifikasi potensi kegagalan keamanan agar sedapat mungkin dicegah dari kejadian
√ Dikoordinasikan oleh Tim HACCP
b.Melakukan investigasi terkait:
1. Kegagalan termasuk kejadian nyaris celaka dan kesalahan alarm 2. Insiden dan situasi darurat
3. Ketidaksusaian (non conformance)
√ √ √
Dikoordinasikan oleh QC/manajer QA dan manajer produksi
c. Mengambil tindakan untuk memitigasi konsekuensi yang timbul dari kegagaln tersebut, insiden, atau ketidaksesuaian
√ Tindakan korektif yang dikoordinasi
oleh QC/manajer QA dan manajer produksi
e. Mengkonfirmasi efektifitas dari tindakan korektif yang diambil √ Prosedur ini harus mensyaratkan bahwa seluruh tindakan korektif dan pencegahan yang
diusulkan ditinjau melalui proses penilaian risiko dan ancaman keamanan sebelum diterapkan kecuali apabila diperlukan penerapan segera untuk mencegah bahaya yang mengancam kehidupan atau keselamatan publik
√ Sesuai prinsip HACCP
Setiap tindakan korektif atau preventif yang diambil untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian aktual dan potensil harus sesuai dengan besarnya masalah dan sepadan dengan ancaman terkait manajemen keamanan dan risiko yang mungkin dihadapi
√
Organisasi harus menerapkan dan merekam atau mencatat setiap perubahan dalam prosedur terdokumentasi yang dihasilkan dari tindakan korektif dan pencegahan dan harus mencakup kebutuhan pelatihan apabila diperlukan
√ Dicatat dalam rekaman
4.5.4. Pengendalian Rekaman
Organisasi harus menetapkan dan memelihara catatan yang diperlukan untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan sistem manajemen keamanan dan Standar Internasional ISO 28000 ini, serta hasil yang dicapai
√ Record Keeping
Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk identifikasi, penyimpanan, perlindungan, pengambilan, retensi, dan pembuangan rekaman
√ Penyimpanan record keeping hingga 7
tahun
Rekaman harus dan senantiasa dapat dibaca, dapat diidentifikasi, dan tertelusur √
Dokumen elektronik dan digital seharusnya tidak mudah rusak, memliki back up yang aman dan hanya bisa diakses oleh personal berwenang
√
4.5.5. Audit
Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara program audit manajemen keamanan dan harus menjamin bahwa audit sistem manajemen keamanan dilakukan pada interval waktu yang direncanakan untuk:
a.Menentukan apakah sistem manajemen keamanan tersebut:
1. Memenuhi peraturan yang direncanakan untuk manajemen keamanan termasuk
persyaratan dari keseluruhan klausul 4 dari Standar Internasional ISO 28000 ini
2. Telah diimplementasikan dan dipelihara
√ √
3. Efektif dalam memenuhi kebijakan dan sasaran manajemen keamanan organisasi
√
b.Meninjau ulang hasil audit sebelumya dan tindakan yang diambil untuk memperbaiki ketidaksesuaian
√ Audit internal HACCP
c. Memberikan informasi tentang hasil audit kepada manajemen √ Audit internal HACCP
d.Memverifikasi bahwa peralatan keamanan dan personel dikerahkan secara tepat √ Audit internal HACCP
Program audit, termasuk penjadwalan, harus berdasarkan hasil penilaian risiko dan ancaman terhadap aktivitas organisasi termasuk hasil audit sebelumya
√ Penjadwalan setiap 3 bulan mengikuti
hasil audit sebelumnya Prosedur audit harus mencakup ruang lingkup, frekuensi, metodologi serta kompetensi,
termasuk tanggung jawab dan persyaratan untuk meakukan audit serta melaporkan hasilnya
√ Audit internal HACCP
Bila memungkinkan, audit harus dilakukan oleh personel yang independen yang tidak memiliki tanggung jawab langsung terhadap kegiatan yang diperiksa
√
4.6. Tinjauan Manajemen dan Peningkatan Berkesinambungan
Manajemen puncak harus meninjau sistem manajemen keamanan organisasi, pada selang waktu yang direncanakan, untuk menjamin kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas
√ Tidak dilakukan peninjauan oleh
manajemen puncak melalui rapat Peninjauan ulang harus mencakup penilaian kesempatan perbaikan dan perlunya perubahan
pada sistem manajemen keamanan, termasuk kebijakan keamanan dan sasaran keamanan beserta ancaman dan risiko
√ Tidak dilakukan peninjauan ulang
secara formal, namun hanya secara informal.
Catatan peninjauan ulang manajemen harus disimpan √
Input untuk peninjauan ulang harus mencakup:
a.Hasil audit dan evaluasi kepatuhan terhadap persyaratan hukum dan persyaratan lainnya yang diikuti organisasi
√
b.Komunikasi dari pihak eksternal yang berkepenitingan, termasuk keluhan √
c. Kinerja organisasi menyangkut masalah keamanan √
d.Sejauh mana sasaran dan target telah tercapai √
e. Status tindakan korektif dan pencegahan √
f. Tindak lanjut dari peninjauan ulang manajemen sebelumnya √
g.Situasi yang berubah, termasuk perkembangan persyaratan hukum, dan lainnya yang berkaitan dengan aspek keamanan
h.Rekomendasi untuk peningkatan √ Output dari peninjauan ulang manajemen harus mencakup setiap keputusan dan tindakan
yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan kebijakan keamanan, sasaran, target, dan unsur-unsur lain dari sistem manajemen keamanan, konsisten dengan komitmen pada perbaikan atau peningkatan terus-menerus