F. PENGUNGKAPAN LAINNYA
F.4. Pengelolaan Anggaran Dalam Rangka Penanganan Pandemi
Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.05/2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Dalam Penanganan Pandemi COVID-19. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-1/AG/2020 tentang Penjelasan Standar Biaya Masukan dalam Pelaksanaan Work From Home (WFH) dan Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-308/PB/2020 hal Penegasan Biaya/Belanja Yang Dapat Dibebankan Pada DIPA Satker Dalam Masa Darurat COVID-19, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berkontribusi dalam penanganan pandemi COVID-19 melalui proses realokasi dan refocusing anggaran belanja negara.
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi pada revisi 3 melakukan realokasi anggaran dalam rangka penanganan pandemi COVID-19 dengan mengurangi anggaran belanja barang sebesar Rp11.946.968.000,00 yang selanjutnya dialokasikan oleh Kementerian Keuangan sebagai anggaran penanganan pandemi nasional. Selain itu Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi juga melakukan realokasi belanja barang dan belanja modal dari akun-akun biasa ke akun-akun-akun-akun pandemi. Proses realokasi ke akun-akun-akun-akun khusus penanganan pandemi COVID-19 ini dilakukan untuk mempermudah instansi melakukan pelaporan dan pengawasan terkait penggunaan belanja negara dalam rangka penanganan pandemi COVID-19.
Belanja terkait penanganan pandemi COVID-19 Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi sampai dengan 31 Desember 2020 mencapai Rp11.551.860.056,00, terdiri dari Belanja Barang dan Jasa dan Belanja Modal. Belanja terkait penanganan pandemi COVID-19 ini menggunakan akun khusus COVID-19 dan akun non COVID-19. Penggunaan akun non COVID-19 terjadi karena belanja dilakukan sebelum pemutakhiran akun dalam rangka penanganan pandemi COVID-19. Rincian belanja terkait penanganan pandemi COVID-19 adalah sebagai berikut:
Tabel 43
Rincian Belanja Terkait Penanganan Pandemi COVID-19
(dalam rupiah)
Kode Uraian Realisasi
521131 Belanja Barang Operasional - Penanganan Pandemi
COVID-19 3.861.650.965
521241 Belanja Barang Non Operasional - Penanganan Pandemi
COVID-19 541.846.500
522192 Belanja Jasa - Penanganan Pandemi COVID-19 4.834.430.579 524115 Belanja Perjalanan Dinas - Penanganan Pandemi COVID-19 937.486.000 526322 Belanja Barang untuk Bantuan Lainnya untuk Diserahkan
kepada Masyarakat/ Pemda dalam bentuk barang - Penanganan Pandemi COVID-19
152.165.000
521211 Belanja Bahan 31.470.750
521119 Belanja Barang Operasional Lainnya 101.186.363 524111 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 86.082.000 532111 Belanja Modal Peralatan dan Mesin 21.804.319 532119 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Penanganan Pandemi
COVID-19 88.999.000
536118 Belanja Modal Lainnya - Penanganan Pandemi COVID-19 17.166.174 523114 Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan - Penanganan
Pandemi COVID-19 887.543.580
JUMLAH 11.561.831.230
Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Belanja terkait penanganan pandemi COVID-19 tertinggi adalah Belanja Jasa - Penanganan pandemi COVID-19 sebesar Rp4.834.430.579,00 atau 62,95% dari keseluruhan belanja terkait penanganan pandemi COVID-19. Belanja Jasa - Penanganan pandemi COVID-19 memiliki realisasi tertinggi karena digunakan untuk pembayaran swab dan rapid test bagi pegawai yang akan melaksanakan tugas kedinasan dan contact tracing ketika terdapat pegawai/pejabat yang positif COVID-19. Akun 522192 juga digunakan untuk pembayaran narasumber kegiatan yang dilaksanakan secara daring baik melalui zoom meeting atau media lain;
2. Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan - Penanganan Pandemi COVID-19 digunakan untuk pembelian;
a. Pekerjaan pemasangan ruang desinfektan dan pemasangan tempat cuci tangan kantor oleh CV. Suna Karya Solusi sesuai kuitansi No:
068/INV/SKS-P/IV/2020 tgl 28 Mei 2020, dan Sesuai SPP Nomor 30779 Tanggal 8 Juni 2020, dengan nilai sebesar Rp26.180.000,00;
b. Pekerjaan perbaikan mushola lantai 21, lantai 3, dan perbaikan lobby ruang menteri kantor sesuai kuitansi No: 06/KW/SIC/III/2020 tgl 16 Maret 2020 dan Sesuai SPP Nomor 30587, dengan nilai sebesar Rp49.581.800,00;
c. Pekerjaan perbaikan ruang staf khusus lantai 3, pantry lantai 3, dan beberapa ruangan lain sesuai SPP Nomor 30588, dengan nilai sebesar Rp42.132.720,00;
d. Pekerjaan perbaikan halaman gedung dan perbaikan ruang kerja lantai 1, lantai 15, lantai 17, lantai 21 ka ntor (CV. Surya Indah City) sesuai kuitansi No: 011/KW/SIC/V/2020 tgl 19 Mei 2020 dan Sesuai SPM Nomor 30894, dengan nilai sebesar Rp48.632.900,00;
e. Pekerjaan perbaikan ruang kerja l antai 8 kantor sesuai kuitansi No: 012/KW/SIC/V/2020 tgl 27 Mei 2020 dan Sesuai SPP Nomor 30896 Tanggal 25 Juni 2020, dengan nilai sebesar Rp49.225.200,00;
f. Perbaikan ruang kerja lantai 3, 8 dan 19 kantor (CV. Megah Berdikari) sesuai kuitansi No: 04/KW/MB/VI/2020 tgl 22 Juni 2020, dan Sesuai SPP Nomor 30947 Tanggal 1 Juli 2020, dengan nilai sebesar Rp48.041.560,00;
g. Pekerjaan renovasi ruang kerja staff ahli lantai 2 sayap utara kantor (CV. Megah Berdikari) sesuai kuit ansi No: 14/KW/MB/VII/2020 tgl 21 Agustus 2020, dan Sesuai SPP Nomor 31450 Tanggal 7 September 2020, dengan nilai sebesar Rp49.538.200,00;
h. Pemeliharaan cooling tower 1 dan 2 (atas dan bawah) gedung kantor (CV. Alciproo Primakom) sesuai kuitan si No: 68.K/AP/X/2020 tgl 1 Oktober 2020 dan Sesuai SPP Nomor 31867 Tanggal 23 Oktober 2020, dengan nilai sebesar Rp49.581.400,00;
i. Pekerjaan Ducting lantai 13 gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi sesuai SPK 0472/PPK.03/Marves/PL101/IX/2020, dengan nilai sebesar Rp187.998.800,00;
j. Pekerjaan perbaikan engsel, handel dan kunci daun jendela gedung sesuai SPK nomor SPK-0471/PPK.03/MARVES/PL101/IX/2020 dengan nilai sebesar Rp115.577.00,00;
k. Pekerjaan perbaikan ruang istirahat lantai 22 gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sesuai nomor SPM 32123, dengan nilai sebesar Rp43.701.000,00;dan
l. Pemeliharaan mekanikal elektrikal berupa chiller pada gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi sesuai SPK Nomor 0469/PPK.03/MARVES/PL101/IX/2020 tanggal 01 September 2020, dengan nilai Rp177.353.000,00.
3. Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Penanganan Pandemi COVID-19 digunakan untuk pembelian tenda dan alat pendukung pelaksaaan rapid test massal sebagai bentuk deteksi COVID-19;
4. Belanja Barang Operasional - Penanganan Pandemi COVID-19 digunakan untuk pembayaran biaya karantina/isolasi mandiri bagi pejabat atau pegawai yang terdeteksi positif COVID-19, selain itu juga digunakan untuk biaya komunikasi dalam bentuk paket data intenet dan biaya pengadaan masker/hand sanitizer yang sifatnya habis pakai dan tidak menimbulkan barang persediaan;
5. Belanja Perjalanan Dinas - Penanganan Pandemi COVID-19 digunakan untuk pembayaran transportasi pegawai yang melaksanakan Work From Office saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB);
6. Belanja Modal Lainnya – Penanganan Pandemi COVID-19 digunakan untuk proses renovasi ruang kerja kantor Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi sehingga lebih sesuai dengan protokol kesehatan. Renovasi ini dilakukan dengan tujuan memperbaiki sirkulasi udara.