4) Aktivitas Pengolahan
2.2 Pengelolaan dan Output Pelabuhan Perikanan
Kinerja pelabuhan perikanan sangat dipengaruhi oleh input pelabuhan itu sendiri. Selanjutnya input tersebut akan mengalami proses untuk menghasilkan produk/output. Tingkat keberhasilan proses yang terjadi salah satunya dipengaruhi oleh pengelolaan pelabuhan perikanan itu sendiri.
2.2.1 Pengelolaan Pelabuhan Perikanan
Suatu pelabuhan perikanan haruslah memperhatikan pengorganisasian dan pengelolaan dengan baik agar pengoperasian dapat berjalan sesuai fungsinya. Oleh karena itu perlu diketahui terlebih dahulu rincian kegiatan-kegiatan yang dikelola oleh suatu pelabuhan dan kesiapan dalam mengelola kegiatan dan fasilitas yang ada. Berhasilnya pengelolaan suatu pelabuhan antara lain bergantung kepada pelaku-pelaku yang ada di pelabuhan, misalnya kualitas dan kuantitas sumberdaya manusianya, adanya hubungan baik antara pengelola pelabuhan, pedagang, nelayan, pengolah dan buruh. Pelaku-pelaku tersebut harus
15
dapat bekerja secara profesional, bekerja sama dan patuh terhadap peraturan yang berlaku.
Pada dasarnya terdapat empat tipe pengelolaan pelabuhan, dimana masing-masing tipe mempunyai pola yang berbeda menurut Lubis (2006) yaitu:
(1) Pengelolaan oleh Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah merupakan pengelola pelabuhan sekaligus pemiliknya. Biaya pengoperasian pelabuhan dapat ditunjang oleh pemerintah daerah tidak terkecuali dalam hal-hal tertentu seperti perbaikan dan perluasan dermaga ada juga bantuan finansial dari pemerintah pusat.
(2) Pengelolaan oleh Perusahaan Umum (Semi Publik)
Pengelolaan pelabuhan dilakukan oleh perusahaan umum yang dipercayakan oleh pemerintah setempat. Pelayanan umum dapat porsi yang layak dalam pengelolaan tipe ini. Anggaran tidak lagi merupakan bagian anggaran pemerintah daerah tapi dari pelabuhan sendiri.
(3) Pengelolaan oleh Pemerintah Pusat
Pengelola dan pemilik pelabuhan ini adalah pemerintah pusat. Fasillitas yang ada sifatnya milik umum dan dikelola oleh wakil-wakil yang ditunjuk pemerintah pusat dan bertanggung jawab langsung kepadanya. (4) Pengelolaan oleh Swasta
Infrastruktur dibangun oleh perusahaan swasta sendiri atau sebagian mendapatkan bantuan pembiayaan dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Pelabuhan ini dikelola oleh suatu perusahaan swasta atau satu grup swasta yang bertujuan untuk mencari keuntungan semata-mata, dalam hal ini kepentingan umum terabaikan, hanya pelayanan atau kegiatan yang memberikan keuntungan saja dilakukan sedangkan kegiatan yang tidak menguntungkan meskipun diperlukan oleh masyarakat tidak dilakukan
2.2.2 Output Pelabuhan Perikanan
Secara umum output pelabuhan perikanan dapat digolongkan menjadi dua. Golongan pertama adalah hasil tangkapan yang meliputi produksi hasil tangkapan, nilai produksi, jenis hasil tangkapan, dan harga. Golongan kedua adalah penyediaan kebutuhan melaut yang meliputi produksi air, BBM, dan es.
16
1) Produksi Hasil Tangkapan
Produksi perikanan pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu produksi hasil tangkapan di laut dan produksi budidaya. Pada umumnya, produksi perikanan yang didaratkan di pelabuhan perikanan berasal dari hasil tangkapan nelayan di laut.
Menurut Hanafiah dan Saefudin (1983), produksi perikanan laut antara lain sangat tergantung pada perahu atau kapal yang digunakan atau dimiliki nelayan. Mengingat sifat ikan yang sering bermigrasi atau berpindah tempat maka fishing ground juga berpindah, dengan demikian, maka motorisasi kapal atau perahu akan dapat meningkatkan hasil tangkapan. Perkembangan motorisasi kapal penangkapan ikan di Indonesia sangat lambat. Hal tersebut antara lain sebagai salah satu hal yang menyebabkan lambatnya perkembangan produksi perikanan laut Indonesia. Peningkatan produksi secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Peningkatan produksi tidak terbatas pada kuantitas saja tetapi juga harus memperhatikan kualitas hasil tangkapan. Jenis hasil tangkapan juga akan sangat berpengaruh sehingga akan mendongkrak harga jual hasil tangkapan yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Jenis hasil tangkapan perikanan laut yang diharapkan adalah jenis hasil tangkapan ekonomis penting. Hal ini dikarenakan hasil tangkapan jenis ini memiliki harga pasar relatif lebih mahal. Hasil tangkapan jenis ini biasanya dipasarkan ke luar negeri (ekspor) baik dalam keadaan segar maupun olahan. Harga akan semakin mahal apabila nelayan mampu menjual hasil tangkapannya dalam keadaan segar dibanding dalam bentuk olahan.
Negara yang biasa mengimpor hasil tangkapan Indonesia dalam bentuk segar maupun olahan adalah Jepang, China, Amerika, dan Uni Eropa. Seluruh negara pengimpor tersebut memiliki aturan masing-masing dalam hal pengawasan mutu makanan. Oleh karenanya masalah mutu hasil tangkapan juga menjadi mutlak untuk diperhatikan mengingat kondisi perikanan kita yang bersifat tradisional.
17
2) Penyediaan Kebutuhan Melaut
Salah satu fungsi pelabuhan perikanan adalah melayani kapal-kapal penangkap ikan dalam penyediaan bahan bakar, air bersih dan es. Penyediaan kebutuhan melaut tersebut merupakan hasil yang diperoleh dari pengadaan fasilitas yang ada di pelabuhan perikanan. Ketiga unsur tersebut merupakan hal penting yang harus dipenuhi oleh pelabuhan perikanan.
Bahan bakar merupakan unsur utama yang harus dipenuhi ketika unit penangkapan akan melakukan usaha penangkapan. Khusus bagi nelayan skala usaha mikro dan kecil, Bahan Bakar Minyak (BBM) memang merupakan elemen sangat penting dalam menjalankan kegiatannya, karena komponen biaya BBM berkisar antara 40-60 % dari seluruh biaya operasional penangkapan ikan. Bahan bakar tersebut akan digunakan untuk menggerakkan kapal dari fishing base
menuju fishing ground. Bahan bakar ini biasanya dijual dalam bentuk solar, bensin maupun minyak tanah.
Melalui kerjasama yang sinergis antara KKP, Pertamina, dan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPP HNSI), maka pembangunan SPDN di daerah telah terwujud. Program ini mulai diinisiasi pada tahun 2003, hasilnya pun cukup menggembirakan karena sampai dengan Mei tahun 2008 telah terbangun 225 SPDN.
Penyediaan air bersih merupakan unsur penting dalam menjaga kualitas mutu ikan. Selain dipergunakan sebagai perbekalan untuk kebutuhan nelayan, air bersih juga digunakan untuk menyiram ikan yang akan dilelang. Tingkat kebutuhan air bersih bergantung kepada besarnya unit pelabuhan perikanan. Persediaan air bersih biasanya disalurkan oleh PAM namun tidak jarang juga pasokan air pelabuhan perikanan didapat dari sumur-sumur yang sengaja dibangun. Berdasarkan penelitian Wibowo (2009), Air ledeng (PAM) lebih banyak digunakan di kawasan sekitar pelabuhan dari pada air sumur karena sifatnya yang netral, bersih dan tidak mengandung garam.
Jumlah pasokan air yang cukup di pelabuhan perikanan sebenarnya dapat dipergunakan untuk membuat balok es. Es yang dihasilkan ini dapat dijual kepada nelayan baik dalam bentuk beku maupun dalam bentuk curah. Sistem penjualan yang terjadi di PPS Nizam Zachman berdasarkan penelitian Ningsih (2006) adalah
18
Perum tidak langsung menjual es yang dihasilkan kepada nelayan tetapi oleh agennya es tersebut ditawarkan kepada nelayan. Oleh nelayan, es akan digunakan untuk menjaga kualitas mutu hasil tangkapan.