C. Evaluasi Kondisi Permukiman Saat Ini Di Kelurahan Banggae Pasca Pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)
5 Pengelolaan air limbah (PAL)
lanjutan
123
a. Akses komunal (5 KK/jamban) RT
Seluruh (100%) rumah tangga dengan kondisi saluran
pembuangan air limbah rumah tangga terpisah dengan saluran drainase lingkungan.
Tersedia 29 unit Jamban komunal untuk 145 KK.
Dibutuhkan tambahan 12 unit jamban komunal.
Kondisi akses PAL maupun pemenuhan syarat teknis IPAL tergolong baik.
Namun demikian masih ada sebagian kecil RT yang memerlukan perhatian/
penuntasan kebutuhannya atas IPAL komunal dan individu
Umumnya SPAL
tersambung ke saluran drainase yang berdampak pada kondisi drainase yang buruk, tergenang air, kotor, berbau.
Simpulan:
Kondisi PAL di Lingkungan Copala dalam pelaksanaan program Kotaku belum sesuai yang diharapkan.
1) Berakses 2) Tidak berakses
145 58
71%
9,3%
b. Pemenuhan syarat teknis IPAL
1) Kloset leher angsa tersambung septic tank 2) Lainnya
170 33
84%
16%
6 Pengelolaan Persampahan
a. Kepemilikan RT atas sarana prasarana
pengelolaan
sampah yang baik dan terpelihara
- ∑ rumah tangga (RT) yang ada sebanyak 207 KK
- ∑ keluarga 219 KK
Kondisi pengelolaan persampahan tergolong rendah.
Sapras pengelolaan sampah dan kebersihan permukiman dan lingkungan masih sangat kurang
Perilaku membuang sampah di sembarang tempat dan membakar sampah masih menjadi kebiasaan
Tidak ada pengelolaan dan pengangkutan sampah di Copala
Simpulan:
Kondisi pengelolaan sampah di Copala dalam pelaksanaan program Kotaku belum sesuai bahkan masih jauh dari yang diharapkan.
1) Tersedia 2) Tidak tersedia
0
207 100%
b. Akses dan frekuensi pelayanan
angkutan sampah domestik (RT) dari TPS ke TPA 1) ≤ 2xseminggu 2) tidak terlayani
0
207 100%
7 Proteksi kebakaran
a. Ketersediaan sarana prasarana perlindungan kebakaran
- Sarana prasarana perlindungan kebakaran skala lingkungan belum ada - Akses
pelayanan pemadaman kebakaran masih bergantung pada instansi
Kondisi perlindungan kebakaran tergolong rendah.
Belum ada sarana prasarana perlindungan kebakaran skala lingkungan
Sebagian jalan masih jalan setapak menyulitkan akses masuk mobil Damkar Simpulan:
Kondisi proteksi kebakaran di Copala dalam pelaksanaan program Kotaku belum sesuai bahkan masih jauh dari yang 1) Tersedia
2) Tidak tersedia
0 207
0 100%
b. Akses memperoleh layanan proteksi kebakaran
1) Terlayani 2) tidak terlayani
207 0
100%
0 lanjutan
124
terkait/Damkar diharapkan.
8 Legalitas lahan dan bangunan
a. Legalitas bangunan hunian
- Total bangunan hunian dan rumah tangga yang ada 207 unit RT
Kondisi legalitas bangunan hunian dan lahan bangunan tergolong sangat rendah.
Jumlah bangunan/RT yang tidak memiliki izin pendirian bangunan masih jauh lebih banyak daripada yang memiliki.
Simpulan: program Kotaku tidak optimal mengatasi masalah legalitas bangunan hunian dan lahan.
1) Ada IMB (unit) 2) Non-IMB
22 185
11%
89%
b. Legalitas lahan 1) Ada SHM/HGB 2) tidak ada (unit)
48 159
24%
76%
9 Ruang Terbuka Publik (RTP)
a. Kepadatan
penduduk (jiwa/ha) 10 b. Jumlah fasilitas
RTP
1) Taman kota 2) Taman bermain 3) Lapangan olah
raga 4) RTH 5) Lainnya
- -
√
√
- Luas wilayah 126,64 ha - Luas
permukiman 20,15ha - ∑ penduduk
916 jiwa.
Belum ada RTP di Copala, kecuali hanya ruang terbuka berupa kebun, bantaran sungai, perbukitan, semak belukar.
Simpulan:
Kondisi pengelolaan RTP di Copala dalam pelaksanaan program Kotaku belum sesuai yang diharapkan.
10 Kondisi Sosial Budaya
a. Akses pelayanan fasilitas pendidikan
- Kepadatan penduduk 10 jiwa/ha luas wilayah/
permukiman - ∑ penduduk
916 jiwa - ∑ total rumah
tangga 207 RT
- ∑ sekolah yang ada di Kelurahan Banggae :
….TK,
….SD, - ∑ fasilitas
pelayanan kesehatan yang ada di Kelurahan Banggae:
……Puskesm as/Pustu,
…….dukun,
…..
bidan/mantra.
Akses fasilitas pendidikan masih terbatas
Mayoritas penduduk/RT memanfaatkan pelayanan di Puskesmas/Pustu untuk berobat.
Kegiatan sosialisasi pendidikan, kesehatan, PHBS serta nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masih sangat kurang.
Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Mandar cenderung semakin banyak bergeser yang menyebabkan ketidakjelasan position standing dan mindset penduduk terutama kalangan generasi muda terhadap jati diri asli dan kebudayaannya terutama kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan dan permukiman
Belum ada kegiatan revitalisasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Mandar.
1) ∑ penduduk bersekolah dalam kelurahan/
kecamatan yang sama (jiwa) 2) ∑ bersekolah di
luar kecamatan 3) ∑ bersekolah di
kota lain
4) ∑ penduduk tidak sekolah
5) ∑ RT tidak memiliki
anak/anggota keluarga usia sekolah/wajib belajar.
80 24 0 0
99
39,4%
11,8%
0%
0%
48,8%
b. Akses pelayanan fasilitas kesehatan 1) Rumah sakit 2) Poliklinik 3) Puskesmas/ Pustu 4) Dukun tradisional 5) Bidan/ mantri
0 0 203 0 0
98,1%
lanjutan
125
6) Tidak pernah. 4 1,9% Simpulan:
Kondisi sosial budaya di Lingkungan Copala dalam pelaksanaan program Kotaku belum sesuai bahkan masih jauh dari yang diharapkan.
11 Kondisi Sosial Ekonomi
a. Pola pencaharian penduduk/RT
- ∑ penduduk 4.826 jiwa - Total rumah
tangga 203 RT
- ∑ keluarga 219 KK - Fasilitas
ekonomi yang ada sangat terbatas
Kemiskinan masih masih menjadi ciri dominan penduduk atau rumah tangga di Lingkungan Copala
Jumlah penduduk atau rumah tangga yang banyak bekerja pada bidang perdagangan dan jasa memerlukan pemberdayaan livehood
Sebagian besar RT masih berstatus MBR atau miskin
yang memerlukan
pemberdayaan sosial ekonomi.
Simpulan:
Kondisi sosial ekonomi penduduk di Lingkungan Copala dalam pelaksanaan program Kotaku belum sesuai bahkan masih jauh dari yang diharapkan.
1) Pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan 2) Perikanan 3) Konstruksi 4) Perdagangan/jasa 5) Pegawai
pemerintah.
23 9 21 122 28
11,3%
4,4%
10,3%
60,1%
13,8%
b. Status Penghasilan 1) MBR
2) Non-MBR.
167 36
80,7%
17,7%
c. Daya listrik 1) 450 watt 2) 900 watt 3) 1300 watt 4) ≥2200 watt 5) Menumpang/
tidak punya meteran sendiri.
46 85 8 0
64
22,7%
41,9%
3,9%
31,5%
Keterangan: MBR : masyarakat berpenghasilan rendah
Sumber: hasil survei Agustus – September 2019; data baseline Program Kotaku
Jelaslah bahwa kondisi perkembangan permukiman hingga saat ini dalam pelaksanaan program Kotaku saat ini di Lingkungan Copala masih menunjukkan kondisi yang tidak/kurang menggembirakan dalam berbagai aspek atau indikator baik dalam hal aspek penataan bangunan hunian, aksesibilitas lingkungan, drainase lingkungan, pelayanan air minum/bersih/baku, pengelolaan air limbah rumah tangga, pengelolaan persampahan, perlindungan kebakaran, legalitas pendirian bangunan hunian, maupun aspek sosial budaya dan sosial ekonomi. Semua aspek atau indikator tersebut menunjukkan kondisi tidak/kurang optimal realisasi pelaksanaannya, dan hal ini juga berarti bahwa pengelola program Kotaku
lanjutan
lanjutan
lanjutan
126
belum menunjukkan kinerja program yang efektif/optimal di dalam mewujudkan kondisi permukiman 100-0-100.
3. Penilaian Informan/Narasumber Tentang Kondisi Permukiman Saat