• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian Informan/Narasumber Tentang Pola Penanganan Permukiman Kumuh di Kelurahan Banggae dalam Pelaksanaan

Dalam dokumen EVALUASI PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH (Halaman 175-180)

D. Evaluasi Penanganan Permukiman Kumuh Dalam Pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Di Kelurahan Banggae

2. Penilaian Informan/Narasumber Tentang Pola Penanganan Permukiman Kumuh di Kelurahan Banggae dalam Pelaksanaan

157

tidak terintegratif dan komprehensif dalam penyelesaian/ penuntasan akar masalah dan kebutuhan problem solving. Akibatnya, pola pendekatan penanganan dan pilihan intervensi menjadi tidak efektif serta tidak tuntas.

2. Penilaian Informan/Narasumber Tentang Pola Penanganan

158

bangunan hunian atau rumah tinggal, kalangan KPM memberikan penilaian yang berbeda yakn ada yang menyatakan masih perlu adanya kesadaran dan kerjasama yang baik antara warga dengan pihak pengelola program dan aparat pemerintah daerah, sementara KPM lainnya menilai penanganan masalah bangunan hunian sudah dilaksanakan dengan baik.Umumnya KPM sepakat bahwa penanganan masalah aksesibilitas jalan lingkungan, drainase lingkungan, pelayanan air minum, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, serta perlindungan kebakaran, serta penanganan masalah sosial ekonomi dan budaya semuanya sudah dilaksanakan oleh pengelola program Kotaku (diolah dari hasil wawanacara tanggal 20-21 September-2019).

Uraian tersebut mengindikasikan bahwa umumnya KPM menilai penanganan masalah-masalah permukiman kumuh berdasarkan kriteria fisik dan non-fisik, serta sejumlah indikatornya sudah dilakukan oleh pengelolan dan pelaksana program Kotaku di Kelurahan Banggae.

Namun demikian, bilamana pendapat ini dihubungkan dengan penilaian sebelumnya mengenai kondisi permukiman saat ini pasca program, berarti masih ada inkonsistensi diantara KPM dalam memberikan penilaian atas penanganan masalah-masalah permukiman kumuh tersebut.Kalangan KPM sebelumnya menilai bahwa kondisi permukiman dengan sejumlah indikatornya belum sepenuhnya disentuh oleh program Kotaku. Hal ini juga berarti bahwa penanganan indikator-indikator masalah permukiman kumuh belum sepenuhnya tuntas dan sesuai.

159

b. Penilaian unsur pengelola/ pelaksana program Kotaku tingkat lingkungan dan kelurahan tentang pola penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Banggae

1) Penilaian Relawan

Nursiah, salah seorang relawan yang terlibat dalam kegiatan pelaksanaan program Kotaku di Kelurahan Banggae mengemukakan bahwa:

Pola dan tindakan penanganan permukiman kumuh secara umum dan keseluruhan yang dilakukan oleh program Kotaku di Kelurahan Banggae adalah bekerjasama Pemerintah dengan masyarakat. Dalam hal tindakan pencegahan dilakukan sosialisasi. Untuk peningkatan kualitas permukiman, penanganan dilakukan secara langsung pada wilayah kumuh secara paket. Untuk pengelolaan lingkungan permukiman dilakukan dengan penanganan wilayah kumuh.

Kami sebagai relawan sering diundang ke kelurahan untuk dimintai bantuan pemikiran, pendapat, materi maupun tenaga terutama dalam hal pendataan. Kami dilibatkan dalam penanganan masalah-masalah teknis sepertiaksesibilitas jalan, drainase, pengelolaan air limbah, pelayanan air minum, pengelolaan sampah sampai dengan masalah non-teknis sosial ekonomi dan budaya. Kami juga berpartisipasi memberikan bantuan tenaga, materi ataupun sarana dalam penanganan masalah-masalah tersebut. (hasil wawancara tanggal 04-09-2019).

Pandangan relawan tersebut mengindikasikan bahwa penanganan permukiman kumuh dilakukan melalui pendekatan pola kemitraan atau kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pola penanganan pencegahan permukiman kumuh dilakukan melalui beragam kegiatan sosialisasi terutama sosialisasi PHBS dan sosialisasi aturan bersama (AB). Pola penanganan peningkatan kualitas permukiman dilakukan secara langsung pada wilayah kumuh secara paket, serta pola penanganan untuk pengelolaan lingkungan permukiman dilakukan

160

dengan penanganan wilayah kumuh. Dalam kaitan itu, kehadiran relawan juga memainkan fungsi dan peran penting dalam penanganan.

2) Penilaian KSM, TIPP, BKM/LKM (a) Penilaian KSM

Salah seorang dari KSM Assamaturuang bernama Rosdiana memberikan penilaiannya dengan mengemukakan bahwa:

Kami KSM yang terjun langsung atas pengawasan masyarakat dalam pola dan tindakan penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Banggae. Kami dimintai pendapat ataupun terlibat langsung dalam berbagai kegiatan penanganan masalah-masalah teknis seperti penataan bangunan, jalan, saluran drainase, pelayanan air minum dan lainnya. Kami biasanya berembug dengan warga masyarakat mengenai rencana penanganan masalah teknis tertentu. Peningkatan kualitas permukiman langsung dikerja semua kegiatan. (hasil wawancara tanggal 27-09-2019).

Uraian pendapat tersebut menunjukkan bahwa KSM melakukan pola dan tindakan penanganan melalui pengawasan dan musyawarah dengan warga masyarakat dalam menyusun rencana maupun melaksanakan suatu kegiatan. Dengan demikian fungsi dan wewenangan KSM lebih banyak sebagai fasilitator, motivator dan dinamisator kegiatan dan masyarakat dalam penanganan permukiman kumuh.

(b) Penilaian TIPP

Salah seorang anggota TIPP bernama Fatimah memberikan penilaiannya dengan mengemukakan bahwa:

Dalam penanganan permukiman kumuh, kami terlibat langsung terutama dalam proses perencanaan yang ada di program Kotaku.

Kami dilibatkan atau terlibat langsung dalam kegiatan pendataandan diskusi kumuh, memberikan gagasan pemikiran dan

161

bantuan tenaga yang diperlukan (hasil wawancara tanggal 29-09-2019).

Uraian pendapat tersebut menunjukkan bahwa TIPP mengambil peran langsung dalam penanganan langsung melalui perencanaan dan pendataan, pemberian kontribusi pemikiran dan tenaga, mendiskusikan masalah-masalah permukiman kumuh selama pelaksanaan program Kotaku di Kelurahan Banggae.

(c) Penilaian BKM/LKM

Salah seoranganggota BKM/LKMbernama Abd.Azis memberikan penilaiannya bahwa:

Pola dan tindakan penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Banggae cukup bagus karena adanya kolaborasi dari pemerintah dan masyarakat. Penanganan permukiman kumuh dilakukan melalui peningkatan kualitas permukiman dan pencegahan kawasan kumuh.

Penanganan bangunan hunian sudah cukup bagus. Alhamdullillah kami BKM selalu dilibatkan dalam proses pembangunan khususnya di program Kotaku mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pada kegiatan monitoring. BKM selalu berkoordinasi dengan pihak luar khususnya OPD. BKM selalu berpartisipasi dan dilibatkan. BKM mendapatkan biaya operasional (BOP) dari program Kotaku pada saat administrasi anggaran dana dari 1. (hasil wawancara tanggal 28-09-2019).

Kami BKM/LKM sering dimintai pendapat/ide pemikiran/ gagasan mengenai rencana dan pelaksanaan kegiatan penanganan pembangunan fisik maupun non-fisik; kami dilibatkan atau terlibat dalam proses pengambilan keputusan dalam kegiatan-kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan; kami melakukan koordinasi dan kerjasama penanganan permukiman kumuh dengan pihak instansi terkait; kami juga berpartisipasi memberikan bantuan tenaga, materi ataupun sarana yang diperlukan. (hasil wawancara tanggal 29-09-2019).

Uraian pendapat tersebut menunjukkan bahwa pola dan tindakan penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Banggae menggunakan pendekatan kolaborasi antara pemerintah dan

162

masyarakat. Penanganan permukiman kumuh dilakukan melalui peningkatan kualitas permukiman dan pencegahan kawasan kumuh. BKM/LKM terlibat memainkan peran penting dalam penanganan permukiman kumuh baik secara teknis maupun non-teknis, serta berkontribusi dalam pemberian bantuan pemikiran, tenaga, koordinasi dan kerjasama serta pengawasan.

Keseluruhan uraian mengenai penilaian ketiga unsur pelaksana program Kotaku menunjukkan bahwa KSM, TIPP dan BKM/LKM terlibat langsung dalam sejumlah kegiatan penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Banggae sesuai dengan tugas, fungsi, wewenang dan perannya masing-masing. Mereka berperan penting dalam menjembatani kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah untuk pendataan, analisis kebutuhan penanganan, perencanaan, proyeksi penanganan serta pelaksanaan berbagai kegiatan dan tindakan penanganan permukiman kumuh.

3) Penilaian Lurah dan Staf

Dalam dokumen EVALUASI PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH (Halaman 175-180)