• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelolaan Pendapatan Daerah

Dalam dokumen LKPJ Gubernur DIY Tahun 2012 (Halaman 91-96)

KEUANGAN DAERAH

A. Pengelolaan Pendapatan Daerah

1. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah

engelolaan pendapatan daerah diarahkan pada optimalisasi sumber pendapatan daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah. Pada dasarnya, upaya optimalisasi sumber pendapatan daerah ini diusahakan dengan tidak menambah beban masyarakat dan mengakibatkan kelesuan perekonomian daerah. Upaya tersebut lebih difokuskan pada sumber pendapatan yang belum optimal pemungutannya dan atau sumber-sumber pendapatan baru yang memungkinkan untuk digali.

Intensifikasi lebih ditujukan pada sumber pendapatan yang sudah ada namun belum optimal pemungutannya, sedangkan ekstensifikasi lebih ditujukan pada sumber-sumber pendapatan baru yang memungkinkan, yang disesuaikan dengan potensi daerah.

2. Target dan Realisasi Pendapatan

2.1 Pendapatan Asli Daerah

Pendapatan Asli Daerah terdiri atas Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar Rp917.957.788.795,02 dengan realisasi sebesar Rp1.004.063.125.812,33 sehingga lebih dari rencana sebesar Rp86.105.337.017,31 atau 9,38%.

a. Pajak Daerah

Pajak Daerah terdiri atas Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik

P

76 Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2013

Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan, direncanakan sebesar Rp805.095.980.000,00 dan realisasinya sebesar Rp871.630.605.393,00 sehingga lebih dari rencana sebesar Rp66.534.625.393,00, atau 8,26%.

b. Retribusi Daerah

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, disebutkan bahwa obyek retribusi terdiri atas:

- Retribusi Jasa Umum.

- Retribusi Jasa Usaha.

- Retribusi Perizinan Tertentu.

Secara keseluruhan, pendapatan dari retribusi daerah direncanakan sebesar Rp32.149.648.150,00, sedangkan realisasinya sebesar Rp34.115.157.619,03. Dengan demikian, realisasinya lebih dari rencana sebesar Rp1.965.509.469,03 atau 6,11%.

c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan terdiri atas: 1. Bank Pembangunan Daerah.

Realisasi pendapatan Bank Pembangunan Daerah DIY tahun 2012 sebesar Rp31.761.609.095,02 dari target sebesar Rp31.761.609.095,02 sehingga realisasinya 100%.

2. PD Taru Martani.

Realisasi pendapatan PD Taru Martani tahun 2012 sebesar Rp86.302.400,00 dari yang direncanakan sebesar Rp86.302.400,00 sehingga realisasinya 100%.

3. PT Anindya Mitra Internasional.

Realisasi pendapatan PT Anindya Mitra Internasional tahun 2012 sebesar Rp0,00 dari yang direncanakan sebesar Rp100.000.000,00. 4. PT Yogya Indah Sejahtera (YIS).

Pada tahun anggaran 2012 realisasi pendapatan PT. Yogya Indah Sejahtera (YIS) sebesar Rp335.000.000,00 dari target sebesar Rp335.000.000,00 sehingga realisasinya 100%.

5. PT Asuransi Bangun Askrida.

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2013 77 sebesar Rp92.202.606,00 dari target sebesar Rp31.088.429,00 sehingga realisasinya lebih Rp61.114.177,00 atau 296,58%.

6. Badan Usaha Kredit Perdesaan (BUKP).

Badan Usaha Kredit Perdesaan didirikan oleh Pemda DIY berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 1989 tentang Badan Usaha Kredit Perdesaan yang bertujuan untuk ikut serta mengembangkan perekonomian masyarakat dengan cara mendekatkan permodalan kepada masyarakat. Pada tahun 2012, BUKP mampu memberikan kontribusi PAD sebesar Rp3.528.131.286,69 lebih sebesar Rp269.217.365,69 atau 8,26% dari target yang ditetapkan sebesar Rp3.258.913.921,00.

d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

Penerimaan ini dimaksudkan untuk menampung penerimaan-penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah di luar Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Perusahaan Milik Daerah, dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. Penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah terdiri atas antara lain:

- Hasil Penjualan Aset Daerah yang Tidak Dipisahkan;

- Penerimaan Jasa Giro;

- Pendapatan Bunga Deposito;

- Tuntutan Ganti Rugi Daerah;

- Pendapat Denda Atas Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan;

- Pendapatan dari Pengembalian;

- Pendapatan dari Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan;

- Pendapatan dari Pengelolaan BLUD;

- Pendapatan dari pengelolaan BUKP;

- Pendapatan dari Pengelolaan Barang Milik Daerah;

- Pendapat Denda Lain-lain;

- Tindak Lanjut Hasil Temuan;

- Lain-Lain.

Secara keseluruhan, Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah direncanakan sebesar Rp45.139.246.800,00, realisasinya sebesar Rp62.824.830.237,09 sehingga lebih sebesar Rp17.685.583.437,09 atau 39,18% dari rencana.

78 Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2013

2.2 Dana Perimbangan

Dana Perimbangan adalah penerimaan yang berasal dari Pemerintah Pusat, direncanakan sebesar Rp873.661.154.754,00 dengan realisasi sebesar Rp894.544.324.851,00 sehingga lebih dari rencana sebesar Rp20.883.170.097,00 atau 2,39%. Dana Perimbangan antara lain bersumber dari :

a. Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak/Sumber Daya Alam, secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp97.551.718.754,00, dengan realisasi sebesar Rp118.434.888.851,00 sehingga lebih dari rencana sebesar Rp20.883.170.097,00 atau 2,39%.

b. Dana Alokasi Umum, secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp757.056.696.000,00 dan terealisasi sebesar Rp757.056.696.000,00 atau 100%.

c. Dana Alokasi Khusus, secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp19.052.740.000,00 dan terealisasi sebesar Rp19.052.740.000,00 atau 100%.

2.3 Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah

Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah berasal dari sumbangan dari Badan/Lembaga/Organisasi Swasta Dalam Negeri dan dari Pendapatan Lain-lain, secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp286.566.807.000,00 dengan realisasi sebesar Rp273.126.857.000,00 sehingga kurang dari yang direncanakan sebesar Rp13.439.950.000,00 atau 4,69%.

3. Permasalahan dan Solusi

Peningkatan PAD dapat ditempuh dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber sumber pendapatan. Intensifikasi dikaitkan dengan usaha untuk melakukan pemungutan yang intensif, yaitu secara ketat, giat, dan teliti, sedangkan ekstensifikasi berhubungan dengan usaha untuk menggali sumber-sumber pendapatan baru.

Akan tetapi, dalam usaha peningkatan pendapatan daerah tersebut masih ditemui beberapa permasalahan. Permasalahan yang paling utama antara lain:

- Pendapatan Asli Daerah yang masih bertumpu pada pajak daerah;

- Belum optimalnya pemanfaatan aset daerah sebagai sumber penerimaan retribusi ;

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2013 79 Pemerintah Pusat;

- Ekstensifikasi pendapatan daerah terkendala oleh kewenangan dan kebijakan Pemerintah Pusat.

Untuk mengatasi hal-hal tersebut, telah dilakukan berbagai upaya, antara lain:

- Peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak dengan system online, pelayanan dengan bus Samsat Keliling, partisipasi pada kegiatan-kegiatan yang diadakan di kabupaten/kota (perayaan pasar malam Sekaten, hari jadi kabupaten), pelayanan “drive thru”, pelayanan di Outlet BPD dan perlindungan masyarakat;

- Optimalisasi/pemanfaatan aset Pemerintah Daerah sebagai sumber PAD;

- Meningkatkan koordinasi secara sinergis di bidang Pendapatan Daerah dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, POLRI, dan instansi penghasil;

- Kegiatan Pembebanan BBN-KB II dan Pembebasan sanksi administrasi berupa denda dan bunga;

- Peningkatan kemampuan aparatur pajak daerah dan retribusi daerah melalui kegiatan bimbingan teknis pajak dan retribusi daerah;

- Koordinasi dalam rangka optimalisasi pendapatan untuk memecahkan pengelolaan pendapatan di masing-masing SKPD;

- Forum komunikasi antara Pemerintah Daerah DIY dengan para pengusaha dalam upaya peningkatan sumbangan pihak ketiga;

- Penyusunan Perda baru berdasarkan Peraturan Perundangan yang lebih tinggi di atasnya yaitu Perda No. 8 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha;

- Fasilitasi dana perimbangan dan koordinasi dengan Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perbankan dan Kas Daerah.

80 Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2013

Tabel III.1 Rekapitulasi Target dan Realisasi Pendapatan daerah Tahun Anggaran 2012 (Un-Audited)

No Uraian Target Setelah Perubahan (Rp) Realisasi (Rp) Lebih/Kurang % PENDAPATAN DAERAH 2.078.185.750.549,02 2.171.734.307.663,33 93.548.557.114,31 104,41 A PENDAPATAN ASLI DAERAH ( PAD ) 917.957.788.795,02 1.004.063.125.812,33 86.105.337.017,31 109,38 1. Pajak Daerah 805.095.980.000,00 871.630.605.393,00 66.534.625.393,00 108,26 2. Retribusi Daerah 32.149.648.150,00 34.115.157.619,03 1.965.509.469,03 106,11 3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 35.572.913.845,02 35.492.532.563,21 (80.381.281,81) 99,77 4. Lain-lain PAD yang Sah 45.139.246.800,00 62.824.830.237,09 17.685.583.437,09 139,18

B DANA

PERIMBANGAN

873.661.154.754,00 894.544.324.851,00 20.883.170.097,00 102,39

1 Dana Bagi Hasil Pajak/ Bukan Pajak

97.551.718.754,00 118.434.888.851,00 20.883.170.097,00 121,41

2 Dana Alokasi Umum 757.056.696.000,00 757.056.696.000,00 0,00 100,00

3 Dana Alokasi Khusus 19.052.740.000,00 19.052.740.000,00 0,00 100,00

C LAIN-LAIN

PENDAPATAN YANG SAH

286.566.807.000,00 273.125.217.000,00 (13.441.590.000,00) 95,31

1 Pendapatan Hibah 5.775.867.000,00 6.567.337.000,00 791.470.000,00 113,70

2 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

280.790.940.000,00 266.557.880.000,00 (14.233.060.000,00) 94,93 Sumber: Data DPPKA DIY

Dalam dokumen LKPJ Gubernur DIY Tahun 2012 (Halaman 91-96)