16 Status Desa di Kabupaten Tabalong
A. Pengelolaan Pendapatan Daerah
Pengelolaan pendapatan daerah dalam kerangka pengelolaan keuangan daerah tidah terlepas dari upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah yang dapat menopang pembangunan di daerah. Atas prinsip sumber penerimaan daerah yang terbatas sementara kebutuhan akan sumber pembiayaan yang meningkat diperlukan upaya yang komperehenship untuk meningkatkan penerimaan daerah tersebut.
Regulasi tentang pendapatan daerah yang bersumber dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah telah disempurnakan dengan adanya penetapan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 yang ditetapkan pada tanggal 15 September 2009 sebagai salah satu acuan dalam penerimaan pendapatan daerah, yang mana pada tahun anggaran 2016 yaitu sebesar 101,05% dari target anggaran dikarenakan realisasi masing-masing jenis pendapatan melebihi target anggaran yaitu realisasi Pendapatan Asli Daerah sebesar 107,22%, Pendapatan Transfer sebesar 100,04% dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar 126,70%.
Selain undang-undang tersebut diatas pada Tahun Anggaran 2015 mengunakan dasar hukum Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sebagai pelaksanaan Pasal 182 dan Pasal 194 Undang-Undang Nomor 32
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 76
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 69 dan Pasal 86 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, sumber-sumber Penerimaan Daerah adalah PAD, Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.
Secara umum Anggaran Pendapatan Daerah pada tahun anggaran 2015 penerimaannya masih ketergantungan dengan pendapatan dana transfer (dana perimbangan), sehingga memerlukan strategi dan kehati-hatian dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah khususnya yang berasal dari Pajak dan Retribusi yang langsung diperoleh dari masyarakat. Oleh karenanya harus betul-betul dilandasi pengamatan yang matang untuk menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu :
1. Meningkatkan PAD tanpa harus menambah beban masyarakat, dengan melalui penyederhanaan sistem serta efesiensi dan rasionalisasi biaya pemungutan.
2. Target dari beberapa sumber yang akan dipungut didasarkan pada perkiraan yang terukur rasional untuk mendapatkan hasil yang optimal.
3. Unit-unit kerja yang mempunyai potensi sumber-sumber PAD terus menerus berupaya melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi.
Selanjutnya bagian dana perimbangan yang terdiri dari Pos Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Pajak bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, Dana
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 77
Alokasi Khusus yang semuanya pembagian dari pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditetapkan besaran anggaran sementara begitu pula pembagian dari Propinsi Kalimantan Selatan. Bagian Lain-lain Penerimaan yang Sah biasanya pada tahun-tahun yang lalu adanya Pos Bagian dari Pusat atau Propinsi untuk melengkapi atau menambah Dana Bagian Perimbangan salah satu Pos yang ada didalamnya.
Dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2016 yang mengacu kepada format sesuai dengan Permendagri nomor 13 tahun 2006 dan disempurnakan dengan Permendagri Nomor 52 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2016, yang diarahkan untuk dapat menyusun anggaran berbasis kinerja dan menghasilkan laporan keuangan yang akuntable dan transparan.
Dalam Format Pendapatan Daerah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dikelompokan menjadi sebagai berikut :
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2. Pendapatan Transfer
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 78
Untuk mengetahui lebih rinci realisasi penerimaan pendapatan daerah dapat dilihat dari tabel sebagai berikut :
Tabel 3.3
Pemerintah Kabupaten Tabalong
Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2016 (Unaudit) Nomor Urut Uraian Anggaran Setelah Perubahan Realisasi % 4 4.1 4.1.1 4.1.2 4.1.3 4.1.4 4.2 4.2.1 4.2.1.1 4.2.1.2 4.2.1.3 4.2.1.4 4.2.1.5 4.2.2 4.2.2.3 4.2.3 4.2.3.1 4.3 4.3.1 PENDAPATAN
PENDAPATAN ASLI DAERAH
Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi
Pendapatan Hasil pengelolaan Kekayaan daerah yg dipisahkan
Lain-lain PAD yang Sah
PENDAPATAN TRANSFER
Transfer Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak
Dana Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum (DAU)
Dana Alokasi Khusus (DAK) Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Transfer Pemerintah Pusat – Lainnya Dana Penyesuaian
Transfer Pemerintah Daerah Lainnya Pendapatan Bagi Hasil Pajak
LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH
Pendapatan Hibah 1.601.254.214.600,00 135.202.012.600,00 49.079.065.000,00 8.922.482.000,00 8.460.000.000,00 68.740.465.600,00 1.461.952.202.000,00 1.283.575.841.000,00 62.583.161.000,00 399.383.404.000,00 502.944.980.000,00 221.076.957.000,00 97.587.339.000,00 80.361.780.000,00 80.361.780.000,00 98.014.581.000,00 98.014.581.000,00 25.740.997.000,00 25.740.997.000,00 1.617.988.407.431,20 144.964.679.795,20 49.103.160.372,00 7.545.427.556,00 9.211.451.132,00 79.104.640.735,20 1.467.829.125.763,00 1.294.740.136.950,00 68.035.785.771,00 452.250.510.671,00 502.944.980.000,00 214.743.984.008,00 56.764.876.500,00 79.796.140.000,00 79.796.140.000,00 93.292.848.813,00 93.292.848.813,00 5.194.601.873,00 5.194.601.873,00 101,05 107,22 100,05 84,57 108,88 115,08 100,04 100,87 108,71 113,24 100,00 97,14 58,17 99,30 99,30 95,18 95,18 126,70 126,70
Dari tabel tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa target pendapatan pada tahun anggaran 2016 adalah sebesar:
Rp.1.601.254.214.600,00 dapat direalisasikan sebesar Rp.1.617.988.407.431,20 atau dalam perbandingan relatif sebesar
101,05%, sedangkan perbandingan realisasi perkelompok pendapatan adalah sebagai berikut :
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 79
1. Pendapatan Asli Daerah, ditargetkan sebesar Rp.135.202.012.600,00 dapat direalisasikan sebesar Rp.144.964.679.795,20 atau dalam perbandingan relatif pencapaian realisasi sebesar 107,22%. Sedangkan realisasi kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap total pendapatan adalah sebesar 8,96%
2. Pendapatan Transfer, ditargetkan sebesar Rp.1.461.952.202.000,00 dapat direalisasikan sebesar
Rp.1.467.829.125.763,00 atau dalam perbandingan relatif pencapaian realisasi sebesar 100,40%. Sedangkan realisasi kontribusi pendapatan transfer terhadap total pendapatan adalah sebesar 90,72%.
3. Lain-lain Pendapatan yang Sah, ditargetkan sebesar Rp.4.100.000.000,00 dapat direalisasikan sebesar Rp.5.194.601.873,00 atau dalam perbandingan relatif pencapaian
realisasi sebesar 126,70%. Sedangkan realisasi kontribusi pendapatan transfer terhadap total pendapatan adalah sebesar 0,32%.
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 80
Grafik 3.5. Pendapatan Daerah
Dari masing-masing kelompok pendapatan tersebut diatas dapat diuraikan lebih lanjut sebagai berikut :
1. Pendapatan Asli Daerah, yang direalisasikan sebesar Rp. 144.964.679.795,20 terdiri dari jenis-jenis pendapatan sebagai
berikut :
a. Pajak Daerah yang ditargetkan sebesar Rp.49.079.065.000,00 dapat direalisasikan sebesar
Rp.49.103.160.372,00 atau dalam perbandingan relatif sebesar 100,05%, sedangkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah adalah sebesar 33,87%.
b. Retribusi Daerah, yang ditargetkan sebesar Rp.8.922.482.000,00 dapat direalisasikan sebesar
Rp.7.545.427.556,00 atau dalam perbandingan relatif sebesar 84,57%, sedangkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah adalah sebesar 5,20%. Rp0.00 Rp200,000.00 Rp400,000.00 Rp600,000.00 Rp800,000.00 Rp1,000,000.00 Rp1,200,000.00 Rp1,400,000.00 Rp1,600,000.00
PAD transfer Lain-lain Pendapatan Daerah
(dalam jutaan)
Anggaran Realisasi
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 81
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan, yang ditargetkan sebesar Rp.8.460.000.000,00 dapat direalisasikan sebesar Rp.9.211.451.132,00 atau dalam perbandingan relatif sebesar 108,88%, sedangkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah adalah sebesar 6,35%.
d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah, yang ditargetkan sebesar
Rp.68.740.465.000,00 dapat direalisasikan sebesar Rp.79.104.640.735,20 atau dalam perbandingan relatif sebesar
115,08%, sedangkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah adalah sebesar 54,57%.
2. Pendapatan Transfer, dapat direalisasikan sebesar Rp. 1.467.829.125.763,00 Terdiri dari jenis-jenis pendapatan
sebagai berikut :
a. Transfer Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan, yang ditargetkan sebesar Rp.1.283.575.841.000,00 dapat
Rp0 Rp10,000 Rp20,000 Rp30,000 Rp40,000 Rp50,000 Rp60,000 Rp70,000 Rp80,000
pajak retribusi hasil
kekayaan
lain-lain
Pendapatan Asli Daerah (dalam jutaan)
anggaran realisasi
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 82
direalisasikan sebesar Rp. 1.294.740.136.950,00 atau dalam perbandingan relatif sebesar 100,87%, dan kontribusi terhadap pendapatan transfer sebesar 88,21%. Dari realisasi penerimaan Transfer Pemerintah Pusat dapat dirinci dalam obyek penerimaan sebagai berikut :
1) Bagi Hasil Pajak, ditargetkan sebesar Rp.62.583.161.000,00 ,dapat direalisasikan sebesar
Rp.68.035.785.771,00 atau dalam perbandingan relatif pencapaian realisasi sebesar 108,71% yang terdiri dari : a) Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan sektor
pertambangan, dapat direalisasikan sebesar Rp.52.873.843.614,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil pajak sebesar 77,71%. b) Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan sektor
perkebunan, dapat direalisasikan sebesar Rp.764.155.100,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil pajak sebesar 1,12% c) Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan sektor
perhutanan, dapat direalisasikan sebesar Rp.959.231.800,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil pajak sebesar 1,41% d) Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh Pasal 21, pasal
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 83
Rp.13.438.555.257,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil pajak sebesar 19,75%. 2) Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam), ditargetkan
sebesar Rp.399.383.404.000,00 ,dapat direalisasikan sebesar Rp.452.250.510.671,00 atau dalam perbandingan relatif pencapaian realisasi sebesar 113,24% yang terdiri dari:
a) Bagi Hasil Dari Provisi Sumber Daya Hutan, dapat direalisasikan sebesar Rp.199.335.600,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil bukan pajak sebesar 0,05%.
b) Bagi Hasil Dari Dana Reboisasi , dapat direalisasikan sebesar Rp.1.241.933.304,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil bukan pajak sebesar 0,28%
c) Bagi Hasil Dari Iuran Tetap (Landrent), dapat direalisasikan sebesar Rp.1.904.052.434,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil bukan pajak sebesar 0,42%
d) Bagi Hasil Dari Iuran Eksplorasi dan Iuran Eksploitasi (Royalti), dapat direalisasikan sebesar Rp.444.526.329.994,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil bukan pajak sebesar 98,30%
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 84
e) Bagi Hasil dari Pertambangan Minyak Bumi, dapat direalisasikan sebesar Rp.3.926.833.800,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil bukan pajak 0,87%
f) Bagi Hasil dari Pungutan hasil perikanan, dapat direalisasikan sebesar Rp.452.025.539,00 memberikan kontribusi terhadap realisasi penerimaan bagi hasil bukan pajak 0,10%
b. Dana Alokasi Umum, yang ditargetkan sebesar Rp.502.944.980.000,00 dapat direalisasikan sebesar
Rp.502.944.980.000,00 atau dalam perbandingan relatif sebesar 100 % dan kontribusi terhadap pendapatan transfer sebesar 34,26%
c. Dana Alokasi Khusus, yang ditargetkan sebesar Rp.221.076.957.000,00 dapat direalisasikan sebesar
Rp.214.743.984.008,00 atau dalam perbandingan relatif sebesar 97,14%, dan kontribusi terhadap pendapatan transfer sebesar 14,63%.
d. Dana Alokasi Khusus Non Fisik, yang ditargetkan sebesar Rp.97.587.339.000,00 dapat direalisasikan sebesar
Rp.56.764.876.500,00 atau dalam perbandingan relatif sebesar 58,17%, dan kontribusi terhadap pendapatan transfer sebesar 3,87%.
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 85 3. Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat – Lainnya dari Dana Penyesuaian, yang ditargetkan sebesar Rp.80.361.780.000,00 dapat direalisasikan sebesar Rp.79.796.140.000,00 atau dalam perbandingan relatif sebesar 99,30% dan kontribusi terhadap pendapatan transfer sebesar 5,44%.
4. Transfer Pemerintah Daerah Lainnya yang ditargetkan sebesar Rp.98.014.581.000,00 dapat direalisasikan sebesar Rp.93.292.848.813,00 atau dalam perbandingan relatif sebesar 95,18%, dan kontribusi terhadap pendapatan transfer sebesar 3,36%. Realisasi Pendapatan Transfer dari Pemerintah provinsi yaitu bagi hasil pajak terdiri dari :
1) Pajak Bumi dan Bangunan bagian pemerintah pusat bagi rata, direalisasikan sebesar Rp.3.625.285.265,00 memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Transfer dari Pemerintah Provinsi sebesar 3,89%.
0 100000 200000 300000 400000 500000 600000
BPH BHBP DAU DAK DAK non
fisik Transfer Dana Perimbangan
(dalam jutaan)
anggaran realisasi
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 86
2) Pajak Bumi dan Bangunan dari biaya pungut PBB, direalisasikan sebesar Rp.1.900.432.768,00 memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Transfer dari Pemerintah Provinsi sebesar 2,04%.
3) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), direalisasikan sebesar Rp.12.457.607.691,00 memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Transfer dari Pemerintah Provinsi sebesar 13,35%.
4) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), direalisasikan sebesar Rp.7.679.679.457,00 memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Transfer dari Pemerintah Provinsi sebesar 8,23%.
5) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), direalisasikan sebesar Rp.56.319.697.750,00 memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Transfer dari Pemerintah Provinsi sebesar 60,37%.
6) Pajak Pemanfaatan Air Permukaan, direalisasikan sebesar Rp.119.159.247,00 memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Transfer dari Pemerintah Provinsi sebesar 0,13%.
7) Pendapatan dari Pajak Rokok, direalisasikan sebesar Rp.11.190.986.635,00 memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Transfer dari Pemerintah Provinsi sebesar 12%.
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 87
5. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah, yang ditargetkan sebesar Rp.4.100.000.000,00 dapat direalisasikan sebesar
Rp.5.194.601.873,00 atau 126,70% memberikan kontribusi terhadap Total Pendapatan sebesar 0,32%.
Realisasi Pendapatan Daerah sebesar Rp.1.617.988.407.431,20 didapatkan dari pembagian tanggung jawab
dan target yang dibebankan kepada masing-masing unit kerja yang menangani penerimaan daerah yang terdiri dari unit-unit kerja sebagai berikut:
Tabel
Pemerintah Kabupaten Tabalong Realisasi Pendapatan Per Urusan dan SKPD
Tahun Anggaran 2016 (Unaudit)
No. Nama SKPD Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Transfer Lain-lain Pendapatan Yang Sah A. URUSAN WAJIB 1. Dinas Pendidikan 199.814.000,00 0,00 0,00 2. Dinas Kesehatan 9.475.595.453,00 0,00 0,00
3. RSUD H. Badaruddin dan BLUD
39.939.147.778,00 0,00 0,00
4. Dinas Pekerjaan Umum 100.520.000,00 0,00 0,00
5. Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pengelolaan Pasar
2.479.247.210,00 0,00 0,00
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 88 Komunikasi dan Informatika
7. Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
13.000.000,00 0,00 0,00
8. Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu
1.526.680.062,00 0,00 0,00
9. Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata
22.165.000,00 0,00 0,00
10. Sekretariat Daerah 381.450.000,00 0,00 0,00
11. Dinas Pendapatan 54.402.808.099 613.579.145.255,00 5.194.601.873,00
12. Kecamatan Tanjung 46.336.740,00 0,00 0,00
13. Kecamatan Murung Pudak 195.444.792,00 0,00 0,00
14. Kecamatan Tanta 43.942.440 0,00 0,00
15. Kecamatan Muara Harus 1.517.120,00 0,00 0,00
16. Kecamatan Banua Lawas 3.270.520,00 0,00 0,00
17. Kecamatan Kelua 42.056.048,00 0,00 0,00
18. Kecamatan Pugaan 2.743.320,00 0,00 0,00
19. Kecamatan Jaro 7.119.456,00 0,00 0,00
20. Kecamatan Muara Uya 3.769.960,00 0,00 0,00
21. Kecamatan Haruai 87.380.154,00 0,00 0,00
22. Kecamatan Upau 2.108.200,00 0,00 0,00
23. Kecamatan Bintang Ara 391.000,00 0,00 0,00
24. Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan
BAB III – AKUNTABILITAS KINERJA 89 Daerah
B. URUSAN PILIHAN
1. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura
25.000.000,00 0,00 0,00
2. Dinas Peternakan dan Perikanan
208.930.000,00 0,00 0,00
JUMLAH 144.964.679.795,20 1.467.829.125.763,00 5.194.601.873,00