IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Karakteristik Responden
4.2.8 Pengeluaran per bulan
Gambar 11. Karakteristik konsumen Rahat Café berdasarkan pengeluaran per bulan
Jika dilihat dari data pengeluaran per bulan, maka dapat diketahui bahwa mayoritas konsumen Rahat Café memiliki pengeluaran per bulan di antara Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 sebesar 45 persen, selanjutnya diikuti oleh konsumen yang memiliki pengeluaran per bulan di antara Rp. 1.000.001–Rp. 3.000.000 sebesar 32 persen. Kemudian pengeluaran per bulan terbesar ketiga adalah kurang dari Rp. 500.000 sebesar 16 persen. Tabel 10. Tabulasi silang pendapatan per bulan dengan pengeluaran
per bulan (ribuan rupiah) Pendapatan
per bulan
Pengeluaran per bulan (%) Total < 500 500 - 1.000 1.000 - 3.000 3.000 - 5.000 > 5.000 < 500 9 1 0 0 0 10 500 - 2.000 5 40 11 0 0 56 2.000 -5.000 2 4 21 5 0 32 5.000 - 10.000 0 0 0 1 0 1 > 10.000 0 0 0 0 1 1 Total 16 45 32 6 1 100 Chi-Square 0,00
Dari tabulasi silang diperoleh hasil bahwa pendapatan per bulan berhubungan dengan pengeluaran per bulan dimana nilai Chi-square
sebesar 0,00. Dengan pendapatan yang semakin besar maka pengeluaran juga semakin besar. Pendapatan sangat besar pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi. Pada umumnya semakin baik tingkat pendapatan, maka tingkat konsumsi semakin tinggi. Ketika tingkat pendapatan meningkat, kemampuan seseorang untuk membeli aneka kebutuhan konsumsi
menjadi semakin besar atau semakin menuntut kualitas yang baik sehingga membuat pengeluaran semakin besar. Hal ini dapat terlihat pada Tabel 10 dimana konsumen yang berpendapatan kurang dari Rp. 500.000 memiliki pengeluaran kurang dari Rp 500.000 juga sebanyak 9 persen, konsumen yang berpendapatan antara Rp. 500.000 – Rp. 2.000.000 melakukan pengeluaran sebesar Rp 500.000 – Rp. 1.000.000 sebesar 40 persen dan konsumen yang berpendapatan antara Rp. 2.000.001 – Rp 5.000.000 berpengeluaran antara Rp 1.000.001–Rp 3.000.000.
4.3. Proses Pengambilan Keputusan Konsumen
Dalam menentukan suatu keputusan pembelian, konsumen harus melewati beberapa tahap proses pengambilan keputusan terlebih dahulu. Proses tersebut meliputi lima tahapan, yaitu tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.
4.3.1 Pengenalan Kebutuhan
Pengenalan kebutuhan merupakan tahap awal dari proses pengambilan keputusan pembelian konsumen dimana pada tahap ini konsumen mengenali adanya perbedaan antara keadaan yang diinginkan dengan keadaan yang sebenarnya terjadi. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan yang bersifat internal maupun eksternal. Untuk menganalisis tahap ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan mengenai alasan atau motivasi utama dalam berkunjung ke Rahat Café serta manfaat utama apa yang dicari saat berkunjung ke Rahat Cafe.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar alasan konsumen berkunjung ke Rahat Cafe adalah karena sedang ingin mencoba sebesar 47 persen. Alasan selanjutnya adalah berkumpul dengan teman sebesar 33 persen dan sedang merasa lapar sebesar 10 persen. Adapun alasan terkecil adalah acara keluarga sebesar 1 persen. Mayoritas konsumen beralasan sedang ingin mencoba ketika berkunjung ke Rahat Café karena mereka memang ingin mencicipi produk-produk yang dijual di Rahat Café. Apalagi Rahat Café merupakan restoran yang tergolong baru berdiri dengan produk andalan es bubur buah sehingga banyak orang
yang ingin mencoba. Rasa ingin mencoba itu sendiri merupakan rangsangan eksternal dimana konsumen merasakan ingin mencoba juga setelah mendengarkan cerita orang lain mengenai Rahat Café.
Tabel 11. Penyebaran konsumen berdasarkan alasan berkunjung ke Rahat Cafe
Alasan Berkunjung Jumlah
(Orang) Persentase(%)
Sedang merasa lapar 10 10
Sedang ingin mencoba 47 47
Mengisi waktu luang 6 6
Acara keluarga 1 1
Perwujudan gaya hidup 0 0
Kumpul dengan teman 33 33
Pertemuan 3 3
Jumlah 100 100
Manfaat yang dicari konsumen ketika berkunjung ke Rahat Cafe sangat beragam. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa manfaat utama yang dicari mayoritas konsumen Rahat Cafe adalah untuk memperoleh suasana yang santai sebesar 39 persen. Walaupun alasan utama konsumen berkunjung adalah karena sedang ingin mencoba, namun manfaat utama yang dicari konsumen adalah suasana yang nyaman. Kemudian manfaat kedua yang dicari konsumen adalah untuk menghilangkan rasa lapar sebesar 31 persen. Manfaat ini berkorelasi positif dengan motivasi konsumen yang datang karena sedang merasa lapar.
Tabel 12. Penyebaran konsumen berdasarkan manfaat utama yang dicari ketika berkunjung ke Rahat Cafe
Manfaat Jumlah
(Orang) Persentase(%)
Menghilangkan rasa lapar 31 31
Pelayanan yang memuaskan 10 10
Memperoleh suasana santai 39 39
Manfaat kesehatan 1 1
Silaruhami dengan kolega 15 15
Lainnya 4 4
Jumlah 100 100
Dari tabulasi silang diperoleh hasil bahwa pekerjaan berhubungan dengan manfaat utama yang dicari. Terdapat perbedaan antara konsumen yang berstatus pelajar atau mahasiswa dengan konsumen yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta. Konsumen pelajar atau mahasiswa
menginginkan manfaat memperoleh suasana santai ketika mengunjungi Rahat Café karena anak muda cenderung senang berkumpul dan bersantai bersama teman-temannya. Sedangkan konsumen pegawai swasta ingin menghilangkan rasa lapar karena saat melakukan kunjungan biasanya konsumen datang pada waktu istirahat atau sepulang kerja.
Tabel 13. Tabulasi silang pekerjaan dengan manfaat utama ketika berkunjung ke Rahat Cafe
Pekerjaan
Manfaat Utama (%) Total
Hilang rasa lapar Layanan memuas- kan Suasana santai Manfaat kesehatan Silatu- rahmi Lain nya Pelajar/ Mahasiswa 10 3 20 0 4 3 40 Pegawai Swasta 13 3 8 0 6 0 30 Pegawai Negeri 1 0 5 0 0 0 6 Wiraswasta /Pengusaha 1 0 2 0 2 0 5 Ibu Rumah Tangga 2 3 0 0 2 1 8 Guru 2 0 0 1 0 0 3 Dosen 0 0 1 0 0 0 1 Lainnya 2 1 3 0 1 0 7 Total 31 10 39 1 15 4 100 Chi-Square 0,00 4.3.2 Pencarian Informasi
Pencarian informasi merupakan tahap kedua dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen mencari informasi yang disimpan dalam ingatan (pencarian internal) atau mendapatkan informasi yang relevan dengan keputusan dari lingkungan (pencarian eksternal). Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Sumber informasi konsumen digolongkan ke dalam empat kelompok yaitu sumber pribadi, sumber komersial, sumber publik, dan sumber pengalaman.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sumber informasi terbesar adalah informasi yang berasal dari teman atau kenalan sebesar 68 persen. Sumber informasi terbesar kedua adalah papan nama restoran sebesar 19 persen. Selanjutnya adalah anggota keluarga sebagai sumber informasi dimana jika salah satu anggota keluarga telah berkunjung dan
merasakan pelayanan di Rahat Café, maka anggota keluarga tersebut akan menceritakan dan ikut mempromosikan Rahat Café ke anggota keluarga lainnya. Sedangkan sumber informasi lainnya adalah melalui media televisi dimana beberapa waktu lalu tayangan mengenai Rahat Café pernah ditampilkan dalam acara Wisata Kuliner.
Tabel 14. Penyebaran konsumen berdasarkan sumber informasi mengenai Rahat Café
Sumber Informasi Jumlah
(Orang)
Persentase (%)
Keluarga 9 9
Teman/Kenalan 68 68
Papan nama restoran 19 19
Iklan 1 1
Social media (Facebook, Twitter) 1 1
Lainnya 2 2
Jumlah 100 100
Hasil tabulasi silang antara usia dan sumber informasi menunjukkan bahwa usia berhubungan dengan sumber informasi ketika akan mengunjungi Rahat Café dengan nilai Chi-Square 0,00. Diketahui bahwa mayoritas konsumen dengan kelompok usia 17-24 tahun memperoleh informasi mengenai Rahat Café berasal dari teman atau kenalan. Begitu juga pada konsumen yang berusia antara 25 sampai 40 tahun, mereka memperoleh informasi dari teman. Sedangkan pada konsumen 40 tahun ke atas terdapat perbedaan dimana informasi yang mereka peroleh berasal dari anggota keluarganya. Hal ini dikarenakan pada usia muda terdapat kecenderungan senang berkumbul bersama teman, sedangkan di usia yang semakin matang terdapat kecenderungan lebih senang berkumpul bersama keluarga. Informasi ini bersifat dari mulut ke mulut, biasanya dikarenakan kepercayaan dari sumber informasi terhadap Rahat Café atas pelayanan yang diperolehnya sehingga ikut mempromosikan Rahat Cafe kepada orang-orang yang mereka kenal.
Tabel 15. Tabulasi silang usia dengan sumber informasi Usia
(tahun)
Sumber Informasi (%) Total
Keluarga Teman/ Kenalan Papan nama restoran Iklan Social media Televisi 17-24 2 46 12 0 1 2 63 25-30 1 15 6 1 0 0 23 31-35 1 4 1 0 0 0 6 36-40 0 3 0 0 0 0 3 41-45 1 0 0 0 0 0 1 46-50 2 0 0 0 0 0 2 > 50 2 0 0 0 0 0 2 Total 9 68 19 1 1 1 100 Chi-Square 0,00
Fokus perhatian konsumen mengenai Rahat Cafe sangat beragam, diantaranya mengenai harga, citarasa makana, lokasi, suasana, pelayanan dan fasilitas. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa fokus perhatian konsumen Rahat Café mayoritas adalah citarasa makanan sebesar 68 persen. Kemudian fokus perhatian terbesar kedua adalah suasana sebesar 14 persen. Selanjutnya yang menjadi fokus perhatian konsumen ketiga adalah harga dengan persentase 10 persen. Sedangkan fokus perhatian lainnya yang dijawab oleh satu orang responden adalah variasi menu dari Rahat Café.
Mayoritas konsumen menjawab yang menjadi fokus perhatian ketika mencari informasi adalah citarasa makanan karena selain pelayanan yang dijual, Rahat Café berusaha menawarkan produk berupa makanan dengan citarasa yang lezat kepada konsumen. Terdapat beberapa produk yang menjadi andalan Rahat Café, salah satunya Es Bubur Buah. Menu ini merupakan menu yang paling diminati oleh konsumen yang datang ke Rahat Café. Sehingga ketika melakukan pencarian informasi, konsumen pasti akan lebih berfokus pada citarasa makanan khususnya Es Bubur Buah. Selain itu hal yang paling diingat konsumen ketika berkunjung ke Rahat Cafe adalah citarasa makanan yang disajikan kemudian mereka menyebarkan informasi mengenai Rahat Cafe dengan fokus perhatian citarasa makanan tersebut.
Tabel 16. Penyebaran konsumen berdasarkan fokus perhatian mengenai Rahat Café
Fokus Perhatian Jumlah
(Orang) Persentase(%) Harga 10 10 Citarasa 68 68 Lokasi 6 6 Suasana 14 14 Pelayanan 0 0 Fasilitas 1 1 Lainnya 1 1 Jumlah 100 100 4.3.3 Evaluasi Alternatif
Tahap selanjutnya adalah evaluasi alternatif dimana konsumen mengevaluasi pilihan berkenaan dengan manfaat yang diharapkan dan menyempitkan pilihan hingga alternatif yang dipilih. Pertama, konsumen berusaha memenuhi kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari produk. Ketiga, konsumen memandang masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda dalam memberikan manfaat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan itu. Atribut-atribut produk yang dianggap relevan dan menonjol akan mendapat perhatian dari konsumen (Kotler, 2007).
Konsumen memiliki berbagai pertimbangan dalam memilih restoran, antara lain citarasa makanan, harga yang terjangkau, variasi menu makanan, pelayanan yang memuaskan, pelayan yang sopan dan ramah, suasana yang nyaman dan santai, lokasi strategis dan mudah dijangkau, desain dan interior ruangan, promosi yang menarik dan fasilitas yang tersedia. Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa mayoritas yang menjadi pertimbangan utama konsumen ketika berkunjung ke Rahat Café adalah citarasa makanan yang disajikan di Rahat Café yaitu sebesar 31 persen. Pertimbangan terbesar kedua adalah variasi menu makanan di Rahat Café sebesar 28 persen. Selanjutnya pertimbangan atas harga yang terjangkau dengan lokasi strategis dan mudah dijangkau memiliki persentase yang sama yaitu sebesar 11 persen. Citarasa merupakan salah satu faktor keberhasilan suatu restoran. Selain pelayanan yang memuaskan, suatu restoran harus memperhatikan citarasa
makanan yang ditawarkan karena citarasa masih menjadi salah satu indikator penilaian konsumen untuk mengunjungi suatu restoran.
Tabel 17. Penyebaran konsumen berdasarkan pertimbangan ketika berkunjung ke Rahat Café
Atribut Jumlah
(Orang) Persentase(%)
Citarasa makanan 31 31
Harga yang terjangkau 11 11
Variasi menu makanan 28 28
Pelayanan yang memuaskan 0 0
Pelayan yang ramah dan sopan 2 2
Suasana nyaman dan santai 9 9
Lokasi strategis dan mudah dijangkau 11 11
Desain dan interior ruangan 1 1
Promosi yang menarik 6 6
Fasilitas yang tersedia 1 1
Jumlah 100 100
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ketika melakukan kunjungan namun Rahat Café tutup, maka mayoritas konsumen menjawab membeli makanan di tempat lain dan akan membeli kembali di Rahat Café sebesar 76 persen karena di sepanjang Jalan Jend. Sudirman banyak berdiri tempat makan, baik berupa restoran maupun warung- warung tenda di pinggir jalan. Sehingga memnudahkan mereka membeli makanan di tempat lain dan akan membeli kembali di Rahat Café di lain hari. Sedangkan 13 persen responden menjawab membatalkan niat dan makan di rumah jika Rahat Café tutup. Ini menunjukkan bahwa 13 persen responden tersebut memiliki loyalitas yang tinggi.
Tabel 18. Penyebaran konsumen berdasarkan sikap jika Rahat Café sedang tutup
Sikap Konsumen Jumlah
(Orang) Persentase(%)
Membatalkan niat dan makan di rumah 13 13
Membeli makanan di tempat lain dan tidak membeli kembali di Rahat Café di lain hari
11 11
Membeli makanan di tempat lain dan membeli kembali di Rahat Café di lain hari
76 76
Jumlah 100 100
4.3.4 Keputusan Pembelian
Tahap selanjutnya setelah evaluasi alternatif adalah tahap keputusan pembelian dimana konsumen memperoleh alternatif yang dipilih dan melakukan keputusan pembelian mengenai bagaimana cara
mengambil keputusan membeli, kapan, dengan siapa, dan siapa yang mempengaruhi dalam melakukan pembelian ke Rahat Café.
Terdapat dua macam cara pengambilan keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen, yaitu direncanakan membeli atau tidak direncanakan membeli. Jika dilihat berdasarkan cara dalam memutuskan dalam berkunjung ke Rahat Café, sebagian besar konsumen menyatakan bahwa mereka merencanakan terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan ke Rahat Café dengan persentase sebesar 72 persen. Sementara itu, sebanyak 28 persen konsumen tidak melakukan perencanaan terlebih dahulu sebelum berkunjung ke Rahat Cafe. Mayoritas konsumen melakukan pembelian terencana dimana mereka sudah menentukan akan mengunjungi Rahat Café dan menentukan pilihan produknya jauh sebelum melakukan pembelian. Sedangkan konsumen yang tidak melakukan perencanaan biasanya tertarik untuk membeli karena melihat display atau mendengar cerita orang lain dan pada saat yang bersamaan memutuskan untuk melakukan pembelian. Tabel 19. Penyebaran konsumen berdasarkan cara memutuskan
kunjungan ke Rahat Café
Cara Memutuskan Kunjungan Jumlah
(Orang) Persentase(%)
Direncanakan membeli 72 72
Tidak direncanakan membeli 28 28
Jumlah 100 100
Terdapat beberapa hal yang mendasari konsumen dalam melakukan keputusan pembelian di Rahat Cafe, meliputi nama dan citra Rahat Café sebagai restoran terkenal, citarasa makanan yang disajikan, lokasi yang mudah dijangkau, lokasi yang mudah dijangkau, nama besar restoran yang terkenal, pelayanan yang memuaskan, suasana yang nyaman dan santai, fasilitas yang tersedia dan harga yang terjangkau. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa yang pertama kali menjadi pertimbangan dasar konsumen dalam memutuskan kunjungan ke Rahat Cafe adalah karena citarasa makanan sebesar 58 persen, kemudian lokasi yang mudah dijangkau sebesar 16 persen. Sedangkan 9 persen menjawab
lainnya dimana pertimbangan memutuskan kunjungan adalah karena ajakan atau rekomendasi teman.
Tabel 20. Penyebaran konsumen berdasarkan hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam memutuskan kunjungan ke Rahat Café
Pertimbangan Dalam Memutuskan
Kunjungan (Orang)Jumlah Persentase(%)
Restoran terkenal 2 2
Citarasa makanan 58 58
Lokasi yang mudah dijangkau 16 16
Pelayanan yang memuaskan 0 0
Suasana yang nyaman 9 9
Fasilitas yang tersedia 0 0
Harga yang terjangkau 6 6
Lainnya 9 9
Jumlah 100 100
Berdasarkan tabulasi silang diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan hal-hal yang menjadi pertimbangan ketika memutuskan pembelian dengan nilai Chi-square
0,00. Baik konsumen laki-laki maupun konsumen perempuan memilih citarasa makanan sebagai pertimbangan ketika memutuskan berkunjung ke Rahat Café. Hal ini dikarenakan tujuan utama seseorang mengunjungi sebuah restoran adalah untuk mencari makanan dengan citarasa yang enak. Citarasa masih menjadi salah satu indikator untuk mengunjungi suatu restoran. Jarang ada orang datang mengunjungi restoran yang menyajikan makanan yang rasanya tidak enak.
Tabel 21. Tabulasi silang jenis kelamin dengan hal-hal yang menjadi pertimbangan keputusan
Jenis Kelamin
Hal yang menjadi pertimbangan keputusan (%) Total Restoran terkenal Cita Rasa Lokasi strategis Suasana nyaman Harga Rekomen- dasi Laki-laki 0 20 8 9 2 4 43 Perempuan 2 38 8 0 4 5 57 Total 2 58 16 9 6 9 100 Chi-Square 0,00
Berdasarkan data yang diperoleh mengenai pihak yang menemani konsumen ketika berkunjung ke Rahat Cafe dapat diketahui bahwa sebagian besar konsumen datang bersama teman mereka dengan persentase sebesar 69 persen, kemudian datang bersama pacar atau
pasangan sebesar 16 persen dan terakhir bersama keluarga sebesar 14 persen.
Tabel 22. Penyebaran konsumen berdasarkan pihak yang menemani ketika berkunjung ke Rahat Café
Pihak yang Menemani Jumlah
(Orang) Persentase(%) Keluarga 14 14 Pacar/Pasangan 16 16 Teman/Kolega 69 69 Sendiri 1 1 Jumlah 100 100
Hasil tabulasi silang antara usia dan pihak yang menemani menunjukkan bahwa usia berhubungan dengan pihak yang menemani dengan nilai Chi-Square 0,00. Diketahui bahwa mayoritas konsumen dengan kelompok usia 17-24 tahun datang berkunjung dengan ditemani oelah teman. Begitu juga pada konsumen yang berusia antara 25 sampai 40 tahun, mereka datang berkunjung ditemani oleh teman. Sedangkan pada konsumen 40 tahun ke atas terdapat perbedaan dimana mereka berkunjung ditemani oleh anggota keluarganya. Hal ini dikarenakan pada usia muda terdapat kecenderungan senang berkumbul bersama teman, sedangkan di usia yang semakin matang terdapat kecenderungan lebih senang berkumpul bersama keluarga.
Tabel 23. Tabulasi silang usia dengan pihak yang menemani Usia
(tahun)
Pihak Yang Menemani (%) Total
Keluarga Pacar/Pasangan Teman/Kolega Sendiri
17-24 1 13 48 1 63 25-30 5 2 16 0 23 31-35 3 1 2 0 6 36-40 0 0 3 0 3 41-45 1 0 0 0 1 46-50 2 0 0 0 2 > 50 2 0 0 0 2 Total 14 16 69 1 100 Chi-Square 0,00
Dalam melakukan keputusan pembelian, biasanya konsumen dipengaruhi oleh beberapa pihak antara lain, orang tua atau keluarga, teman, pasangan, dan diri sendiri. Pengaruh dari pihak lain sangat berperan dalam proses keputusan pembelian dimana jika semakin dekat pihak lain tersebut dengan konsumen, maka konsumen akan mudah
terpengaruh untuk mengubah rencana pembeliannya. Dari data 100 responden maka dapat diketahui bahwa mayoritas konsumen dipengaruhi oleh teman atau kolega dalam melakukan keputusan pembelian sebesar 66 persen. Sementara itu, 14 persen konsumen melakukan keputusan pembelian atas pengaruh diri sendiri dan 13 persen konsumen melakukan keputusan pembelian dipengaruhi oleh keluarga. Pengaruh yang diberikan teman merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian di Rahat Café. Tidak sedikit konsumen yang melakukan pembelian dengan dipengaruhi oleh teman mereka yang sudah terlebih dahulu berkunjung sekaligus melakukan pembelian di Rahat Café.
Tabel 24. Penyebaran konsumen berdasarkan pihak yang mempengaruhi ketika berkunjung ke Rahat Café Pihak yang Mempengaruhi Jumlah
(Orang) Persentase(%) Keluarga 13 13 Pacar/Pasangan 7 7 Teman/Kolega 66 66 Sendiri 14 14 Jumlah 100 100
Hari berkunjung konsumen ke Rahat Cafe meliputi hari kerja, hari libur dan keduanya. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa mayoritas konsumen lebih banyak datang untuk berkunjung pada hari libur sebesar 42 persen, sedangkan konsumen yang berkunjung pada hari kerja sebesar 14 dan konsumen yang berkunjung pada kedua hari tersebut, baik hari kerja maupun hari libur adalah sebesar 39 persen. Sisanya sebesar 5 persen menjawab lainnya, yaitu mereka mengunjungi Rahat Café ketika mereka ingin untuk berkunjung. Sebanyak 5 persen konsumen menjawab lainnya dimana mereka mengunjungi Rahat Café ketika mereka sedang ingin atau ketika ada waktu luang. Mayoritas konsumen memilih berkunjung ketika hari libur karena waktu yang dimiliki untuk melakukan kunjungan bisa lebih lama dan tidak terganggu dengan rutinitas di hari biasa. Selain itu konsumen memilih hari libur karena pada hari tersebut merupakan hari untuk bersantai berkorelasi
positif jika dikaitkan dengan manfaat utama yang ingin diperoleh ketika berkunjung yaitu memperoleh suasana santai.
Tabel 25. Penyebaran konsumen berdasarkan hari kunjungan ke Rahat Café
Hari Kunjungan Jumlah
(Orang) Persentase(%) Hari Kerja 14 14 Hari Libur 42 42 Keduanya 39 39 Lainnya 5 5 Jumlah 100 100
Dari hasil penelitian mengenai waktu kunjungan konsumen ke Rahat Café, diketahui bahwa mayoritas waktu kunjungan adalah pada sore hari sebesar 58 persen, malam hari sebesar 23 persen dan siang hari 19 persen. Mayoritas konsumen memilih berkunjung ketika sore atau malam hari karena mereka ingin melepas lelah dan bersantai setelah beraktivitas seharian seperti pulang kuliah atau pulang bekerja, serta untuk menghilangkan rasa lapar. Sedangkan konsumen yang datang berkunjung ketika siang hari karena mereka sedang beristirahat makan siang untuk menghilangkan rasa lapar.
Tabel 26. Penyebaran konsumen berdasarkan waktu kunjungan ke Rahat Café
Waktu Kunjungan Jumlah
(Orang) Persentase(%) Pagi 0 0 Siang 19 19 Sore 58 58 Malam 23 23 Jumlah 100 100
Jika dilihat dari besarnya pengeluaran selama berkunjung ke Rahat Cafe, mayoritas konsumen menghabiskan kurang dari Rp. 50.000 sebesar 58 persen, kemudian 38 persen konsumen menghabiskan uang antara Rp. 50.000 – Rp. 150.000, dan sebesar 4 persen konsumen menghabiskan uang antara Rp. 150.000–Rp. 300.000.
Tabel 27. Penyebaran konsumen berdasarkan pengeluaran selama berkunjung ke Rahat Café
Pengeluaran Selama Berkunjung Jumlah
(Orang) Persentase(%) < Rp. 50.000 58 58 Rp. 50.000–Rp. 150.000 38 38 Rp. 150.001–Rp. 300.000 4 4 Rp. 300.000–Rp. 450.000 0 0 Rp. 450.001–Rp. 600.000 0 0 > Rp. 600.000 0 0 Jumlah 100 100
Dari hasil tabulasi silang diketahui bahwa pendapatan per bulan berhubungan dengan besarnya biaya yang dikeluarkan ketika berkunjung ke Rahat Café dengan nilai Chi-square menunjukkan 0,00. Terdapat perbedaan antara konsumen berdasarkan pendapatan per bulan. Dimana semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar biaya yang dikeluarkan selama kunjungan. Mayoritas konsumen yang berpendapatan berkisar antara Rp. 500.000 – Rp. 2.000.000 selama kunjungan mengeluarkan biaya kurang dari Rp. 50.000 sebesar 35 persen. Sedangkan mayoritas konsumen yang berpendapatan antara Rp. 2.000.001 – Rp 5.000.000 mengeluarkan biaya sekitar Rp. 50.000 – Rp 150.000.
Tabel 28. Tabulasi silang pendapatan per bulan dengan biaya yang dikeluarkan selama kunjungan (ribuan rupiah)
Pendapatan per bulan
Pengeluaran per bulan (%) Total < 50 50-150 150-300 300-450 450-600 > 600 < 500 10 0 0 0 0 0 10 500 - 2.000 35 19 2 0 0 0 56 2.000 -5.000 12 18 2 0 0 0 32 5.000 - 10.000 0 0 0 0 0 0 1 > 10.000 0 1 0 0 0 0 1 Total 57 38 5 0 0 0 100 Chi-Square 0,00
Menu makanan yang paling sering dibeli adalah mayoritas konsumen memilih Es Bubur Buah sebesar 18 persen. Hal ini dikarenakan Es Bubur Buah merupakan menu andalan dan hanya terdapat di Rahat Café. Sehingga konsumen yang berkunjung merasa penasaran dengan rasanya dan ingin mencoba. Menu kedua terbesar yang paling
sering dibeli konsumen adalah Nasi Ayam Jumbo Bakar/Goreng sebesar 16 persen, selanjutnya Nasi Bebek Goreng Cabe Ijo sebesar 13 persen. Tabel 29. Penyebaran konsumen berdasarkan produk yang dibeli
Menu Makanan Jumlah
(Orang)
Persentase (%)
Es Bubur Buah 18 18
Nasi Ayam Jumbo Bakar/Goreng 16 16
Nasi Bebek Goreng Cabe Ijo 13 13
Roti Maryam (Keju/Madu/Cokelat/Special) 7 7
Es Buah Salju 6 6
Colenak (Keju/Cokelat/Es Krim) 4 4
Nasi Bebek Bakar Pedas Manis 4 4
Roti Bakar (Keju/Cokelat/Special/Es Krim) 3 3
Banana Split 3 3
Pisang Goreng/Bakar (Cokelat/Keju/Special) 3 3
Es Kacang Merah 3 3
Nasi Bebek Cobek Bakar/Goreng 3 3
Steak Beef/Chicken Black Pepper 3 3
Spaghetti (Ayam/Sapi) 2 2
Nasi Ayam Pejantan Bakar/Goreng 2 2
Nasi Tutug Oncom Ayam Jumbo Bakar/Goreng 2 2
Sop Iga/Buntut Bakar/Rebus 2 2
Nasi/Mie Goreng (Telur/Ayam/Sapi/Seafood/Special) 1 1
Bistik Iga Sapi 1 1
Nasi Cobek Ayam Jumbo Bakar/Goreng 1 1
Nasi Tutug Oncom Bebek Bakar/Goreng 1 1
Jumlah 100 100
4.3.5 Perilaku Pasca Pembelian
Tahap selanjutnya setelah keputusan pembelian adalah perilaku pasca pembelian. Pada tahap ini konsumen akan mengevaluasi terhadap konsumsi yang telah dilakukannya dimana hasil dari proses evaluasi adalah konsumen merasa puas atau tidak puas terhadap konsumsi produk atau jasa yang telah dikonsumsinya. Kepuasan merupakan fungsi dari seberapa sesuainya harapan konsumen dengan kinerja pelayanan. Kepuasan akan mendorong konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi