BAB II LANDASAN TEORI
2.8 Pengembangan Hipotesis Penelitian
Dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H1 : Variabel kualitas pelayanan berpengaruh kepuasan konsumen di toko Lestari Elektronik
H2 : Variabel religiusitas berpengaruh terhadap kepuasan konsumen di toko Lestari Elektronik
H3 : Variabel prinsip amanah berpengaruh terhadap kepuasan konsumen di toko Lestari Elektronik
H4 : Variabel kualitas pelayanan berpengaruh terhadap prinsip amanah di toko Lestari Elektronik
H5 : Variabel religiusitas berpengaruh terhadap prinsip amanah di toko Lestari Elektronik
35 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun metodelogi Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode ini disebut sebagai metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik Sugiyono (2012). Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, tentang hubungan, kegiatan, sikap, pandangan yang sedang berlangsung dari suatu fenomena Misbahuddin(2013).
Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk mengetahui hubungan antar variabel dalam suatu populasi. Pada penelitian ini variabelnya adalah kualitas pelayanan,religiusitas,prinsip amanah dan kepuasan konsumen. Ada dua jenis penelitian kuantitatif, yaitu deskriptif dan eksperimental. Penelitian kuantitatif deskriptif melakukan pengukuran hanya sekali. Ini berarti bahwa hubungan antara variabel yang diperiksa hanya terjadi satu kali. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif eksperimental mengukur antara variabel sebelum dan sesudah untuk melihat hubungan sebab akibat dari fenomena yang diteliti. Kemudian data yang diperoleh akan
dikelola, dianalisis dan diproses lebih lanjut dengan dasar teori yang telah dipelajari. Data tersebut digunakan untuk analisis pengaruh kualitas pelayanan dan religiusitas terhadap penerapan prinsip amanah dan kepuasan konsumen di toko Lestari Elektronik.
3.2. Jenis Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data Sugiyono(2016). Sumber data primer didapatkan melalui kegiatan wawancara dengan subjek penelitian dan dengan observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Dalam penelitian ini data primer berupa catatan hasil wawancara dan hasil pengamatan langsung di lapangan yang diperoleh melalui wawancara dengan konsumen di toko Lestari Elektronik.
3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian yang akan menjadi tempat penelitian yaitu toko Lestari Elektronik di Jl. T.Nyak Arief No.9, Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 30 Desember 2020 sampai 15 Januari 2021.
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan atau menjaring data-data penelitian lapangan terutama data primer Supardi(2005). Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan membagikan kuesioner baik secara langsung ataupun melalui Google Form. Kuesioner
37
penelitian ini dibagikan kepada responden yang merupakan konsumen toko Lestari Elektronik.
3.4.1. Populasi Penelitian
Populasi adalah suatu kesatuan individu atau subyek pada wilayah dan waktu serta dengan kualitas tertentu yang akan diamati/diteliti (Sugiyono,2007). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen toko Lestari Elektronik tahun 2020 sebanyak 5.069 orang.
3.4.2. Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan bagian metode probability sampling yaitu simple random sampling untuk memilih sampel respondennya adalah konsumen toko Lestari Elektronik pada saat pengumpulan data melalui kuesioner. Berkenaan dengan penentuan jumlah responden yang akan dijadikan sampel yaitu sebanyak 90 orang konsumen yang didapat dari hasil perhitungan mengunakan software raosoft sampling site dengan margin of error 10%.
3.5. Skala Pengukuran
Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian ini dengan menggunakan skala likert 4 poin. Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seorang atau sekelompok orang terntang fenomena social (Sugiyono,2007).
Modifikasi skala likert dimaksudkan untuk menghilangkan kelemahan yang dikandung oleh skala lima tingkat, modifikasi skala Likert meniadakan kategori jawaban yang di tengah. Maka
dalam penelitian ini menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu:
sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat,dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial, Sugiyono, 2009. Responden dapat memilih salah satu dari empat alternatif jawaban yang disesuaikan dengan keadaan subjek
.
Jawaban responden berupa pilihan dari lima alternatif yang ada, yaitu :1. SS : Sangat Setuju, memiliki nilai 4 2. S : Setuju, memiliki nilai 3
3. TS : Tidak Setuju, memiliki nilai 2 4. STS : Sangat Tidak Setuju, memiliki nilai 1 3.6. Operasional Variabel Penelitian
Operasional variabel penelitian menurut Sugiyono (2015) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari obyek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berikut ini adalah definisi operasionalisasi setiap variabel penelitian.
39
Tabel 3.1 Operasional Variabel Penelitian
Variabel Deskripsi Indikator Skala Pengukuran
dengan Sang
3.7. Teknik Analisis Data
Pada penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Modelling(SEM) merupakan suatu metode yang digunakan untuk menutup kelemahan yang terdapat pada metode regresi. Structural Equation Modelling (SEM) pada penelitian ini menggunakan pendekatan partial Least Square(PLS), partial Least Square (PLS) menggunakan metode bootstrapping atau penggandaan secara acak, dalam metode ini asumsi normalitas tidak menjadi masalah bagi Partial Least Square (PLS). Tujuan dari penggunaan Partial Least Square (PLS) adalah untuk melakukan dugaan sementara atau hipotesis.
41
Dalam motede SEM-PLS (partial Least Square) teknik analisis yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Merancang model struktural (inner model) yaitu mendapatkan model berbasis konsep dan teori (hubungan antar variabel laten yang digunakan).
2. Merancang model pengukuran (outer model) yaitu hubungan antara variabel indikator dengan variabel laten dilakukan dengan penentuan indikator dari masing-masing variabel laten (refleksif atau formati).
3. Membuat diagram jalur (diagram path)yang menjelaskan hubungan antara variabel laten dengan indikatornya.
4. Menentukan estimasi parameter yang terdiri dari estimasi koefisien jalur, estimasi bobot, dan estimasi rata-rata.
Metode estimasi dalam SEM-PLS meliputi tiga hal sebagai berikut:Pertama, menentukan estimasi koefisien jalur (Outer Model dan Inner Model) yang menghubungkan antar variabel laten dan estimasti loading antara variabel laten dan indikatornya. Kedua,menentukan estimasi bobot untuk menetapkan skor ataumenghitung data variabel laten.
Ketiga, menentukan estimate rata-rata untuk variabel laten dan indikatornya.
5. Melakukan evaluasi pada model SEM-PLS pada model pengukuran sebagai berikut:
a. Analisis Outer Model
1) Convergent Validity ialah pengukuran model dengan indikator reflektif dapat dilihat dari korelasi antara indikator dengan variabelnya. Indikator akan dinilai valid jika memiliki nilai loading factor >70 untuk penelitian yang bersifat confirmatory dan nilai loading factor 0,60-0,70 untuk penelitian yang bersifat explovatory masih dapat diterima.
2) Discriminant Validity, cara menguji validitas discriminant Validity dengan indikator refleksi yaitu dengan melihat nilai cross loading untuk setiap variabelnya harus >0,70, atau dengan cara lain yang dapat digunakan membandingkan akar kuadrat dari AVE untuk setiap konstruk dengan nilai korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam permodelan (Ghozali, 2011).
3) Composite realibility atau sering disebut realibilitas gabungan yaitu uji realibilitas suatu konstruk dengan indikator reflektif. Nilai batas yang diterima untuk tingkat realibilitas komposit (pc) adalah >0,70, walaupun bukan merupakan standar absolut.
b. Analisis Inner Model
Dalam menilai model structural dapat dilihat dari nilai koefisien determinan (R²)dan Q2,untuk setiap variabel laten endogen sebagai kekuatan hipotesis dari model stukturalnya.
43
Perubahan nilai R² digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen terhadap variabel laten endogen. Nilai R² 0,67; 0,33 dan 0,19 untuk menunjukkan dalam variabel laten endogen model kuat, moderat dan lemah (Gozali, 2011).Selanjutnya untuk mengetahui nilai signifikan menggunakan pendekatan boostrap, dengan nilai signifikansi yang digunakan yaitu t-value 1,65 (signifikan level 10%); 1,96 (signifikan level 5%)dan 2,58 (signifikan level 1%).
Melakukan pengujian hipotesis, statistik yang digunakan dalam dalam peneltian ini adalah statistik t (uji t). Pengujian pada hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik resampling dengan metode bootstrap,karena tidak mengasusimkan data berdistribusi normal.
Berikut ini adalah model awal untuk analisis data Structural Equation Modelling (SEM).
Gambar 3. 1 Model Awal Structural Equation Modelling (SEM)
44 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Lokasi Penelitian
Toko Lestari Elektronik berdiri pada tahun 2009, sejarah berdirinya toko Lestari Elektronik ini berawal dari ketertarikan Safrizal di bidang elektronik setelah 9 tahun lalu mempunyai pengalaman bekerja ditoko elektronik. Penamaan Lestari Elektronik bermakna agar usaha tersebut selalu exist ataupun bertahan dalam mengahadapi segala permasalahan ekonomi yang melanda.
Awal mula merintis usahanya Safrizal hanya bermodalkan 60 juta rupiah untuk menyewa salahsatu toko di area pertokoan Lamnyong serta menjadi modal untuk membeli stok barang awal untuk memulai usahanya. Modal awal yang tergolong kecil untuk memulai sebuah usaha elektronik,namun dengan semangat dan kepercayaan diri serta berbekal pengalaman mengelola usaha milik orang lain sebelumnya, lambat laun kinerja yang ditunjukkan dalam mengelola toko Lestari elektronik menghasilkan trend baik dalam perkembangan usahanya.
Seiring berjalannya waktu serta kinerja yang terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2013 tepat 4 tahun berjalannya usaha, pemilik toko Lestari Elektronik akhirnya bisa merealiasikan keinginannya sejak awal memulai bisnis yaitu memiliki toko sendiri. Pada tahun 2013 Safrizal membeli salahsatu toko di area pertokoan yang tidak jauh dari lokasi awal memulai
45
usaha dan masih berada di area pertokoan disekitaran Jalan T.Nyak Arief Lamnyong, Lamgugob.
Pada saat ini toko Lestari Elektronik menjadi salah satu tempat berbelanja kebutuhan elektronik serta elektrik bagi masyarakat maupun mahasiswa yang ada di Banda Aceh khususnya di daerah Darussalam dan sekitarnya mengingat letak toko yang sangat strategis diantara kampus negeri ternama dan beberapa kampus swasta di Darussalam.
Lokasi merupakan tempat dimana suatu usaha atau aktivitas usaha dilakukan (Swastha, 2002). Faktor penting dalam pengembangan suatu usaha adalah letak lokasi terhadap daerah perkotaan, cara pencapaian dan waktu tempuh lokasi ke tujuan.
Faktor lokasi yang baik adalah relatif untuk setiap jenis usaha yang berbeda. Bagi para pelaku usaha, biaya sewa yang murah dan letak usaha yang strategis sangat memberikan dampak yang sangat besar bagi kelangsungan usaha. Untuk saat ini toko Lestari elektronik tidak lagi mengeluarkan biaya untuk sewa toko karena tempat usaha milik pribadi dan letak tempat usaha dekat dengan pusat pendidikan.
Toko Lestari Elektronik beralamat di Jl. T.Nyak Arief No.9 , Lamnyong, Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala kota Banda Aceh. Lokasi toko yang berada di pinggir jalan protokol serta tidak jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum(SPBU) Lamnyong dan hanya berjarak 100 meter dari Pustaka Wilayah Banda Aceh.
Jika melihat lokasi letak toko Lestari Elektronik merupakan tempat
yang strategis, selain berada di jalan protokol faktor lain adalah jalan lalu-lalangnya mahasiswa bepergian ke Universitas begitupun sebaliknya.
Berikut ini adalah gambaran struktur organisasi toko Lestari Elektronik.
Jabatan
Pemilik usaha : Safrizal Kasir : Mulianti
Pramuniaga : Muhammad Maulana Rizki Rinaldi
Sumber : Lestari Elektronik, 2021
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi
4.2. Karakteristik Responden Penelitian
Penelitian ini dilakukan di toko Lestari Elektronik. Data yang digunakan yaitu data primer, hasil wawancara dengan pengunjung toko Lestari Elektronik sebanyak 90 orang yang
Safrizal
Pemilik Usaha
Muhammad Maulana
Pramuniaga
Rizki Rinaldi
Pramuniaga
Mulianti
Kasir
47
selanjutnya akan di analisis. Sebelum melakukan analisis, terlebih dahulu peneliti akan menjelaskan tentang gambaran responden penelitian yang menjadi sampel pada penelitian ini yang diambil dari pengunjung toko Lestari Elektronik.
4.2.1. Responden Berdasarkan jenis Kelamin
Responden yang terpilih dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok yaitu laki-laki dan perempuan. Untuk mengetahui proporsi jenis kelamin dengan jelas dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Sumber : Data Primer(Diolah,2021)
Gambar 4.2 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Pada gambar diatas dapat dilihat responden laki-laki sebanyak 59% dari total 90 responden atau 53 orang responden laki-laki, sedangkan responden perempuan sebanyak 41% dari total 90 atau 37 orang responden perempuan. Sehingga dapat diketahui
Laki-laki 59%
Perempuan 41%
RESPONDEN BERDASARKAN JENIS KELAMIN
responden laki-laki di toko Lestari Elektronik lebih dominan dibandingkan responden perempuan.
4.2.2. Responden Berdasarkan Usia
Data usia respoden terbagi kedalam beberapa bagian, data penelitian tersebut dapat dilihat pada gambar seperti dibawah ini.
Sumber : Data Primer(Diolah,2021)
Gambar 4.3 Responden Berdasarkan Usia
Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa usia responden paling banyak adalah antara rentang usia 20-30 tahun yaitu sebesar 63 orang responden, sedangkan usia responden paling sedikit adalah rentang usia diatas 40 tahun sebesar 2 orang responden.
Selain itu juga ada usia responden dengan rentang 31-40 tahun sebesar 20 orang responden dan rentang usia dibawah 20 tahun sebesar 5 orang responden. Jadi dapat dikatakan bahwa rentang usia paling dominan responden pada penelitian ini adalah rentang
5
63 [VALUE]
2
RESPONDEN BERDASARKAN USIA
<20 Tahun 20-30 Tahun 31-40 Tahun
>40 Tahun
49
usia 20-30 tahun, dan yang paling sedikit adalah rentang usia 40 tahun keatas.
4.2.3. Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan terakhir konsumen yang menjadi responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar sebagai berikut.
Sumber : Data Primer(Diolah,2021)
Gambar 4.4 Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa responden yang berpendidikan terakhir sebanyak <SMP adalah 10 orang reponden atau 11%, responden yang berpendidikan akhir SMA sebanyak 56 orang atau 62%, sebanyak 2 orang responden berpendidikan akhir Diploma, kemudian 18 orang atau 20% responden berpendidikan akhir S1, dan sebanyak 4 orang responden berpendidikan S2/S3.
Sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan akhir responden paling dominan pada penelitian ini adalah SMA dengan persentase
10
<SMP SMA DIPLOMA S1 S2/S3
JUMLAH
R E S P O N D E N B E R D A S A R K A N P E N D I D I K A N T E R A K H I R
sebesar 62% , sedangkan yang paling sedikit adalah responden dengan pendidikan akhir Diploma dengan persentase 2%.
4.2.4. Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pada penelitian ini kategori pekerjaan responden dibagi kedalam 5 kategori.Pekerjaan konsumen yang menjadi responden pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar seperti dibawah ini.
Sumber : Data Primer(Diolah,2021)
Gambar 4.5 Responden Berdasarkan Pekerjaan
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa responden dengan pekerjaan sebagai pelajar sebesar 1, responden dengan pekerjaan sebagai mahasiswa sebesar 39 orang, kemudian responden dengan yang bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 23 orang, selanjutnya ada responden dengan pekerjaan sebagai guru/dosen sebanyak 11 orang, dan 19 responden dengan kategori pekerjaan lain-lain. Dapat disimpulkan bahwa responden dengan pekerjaan sebagai
1
39
23
11
19
P E L A J A R M A H A S I S W A W I R A S W A S T A G U R U / D O S E N L A I N - L A I N
R E S P O N D E N B E R D A S A R KA N P E KE R J A A N
51
mahasiswa paling dominan dalam penelitian ini dengan persentase sebesar 42%, sedangkan responden dengan pekerjaan sebagai pelajar menjadi yang paling sedikit dengan persentase 1%. Salah satu faktor yang membuat mahasiswa menjadi dominan pada responden berdasarkan pekerjaan adalah karena lokasi penelitian yang dilakukan dekat dengan pusat pendidikan di Banda Aceh yaitu 2 universitas negeri serta beberapa universitas swasta lainnya.
4.3. Structural Equation Modeling -Partial Least Square (PLS) Analisa menggunakan SEM-PLS langkah-langkah yang dilakukan terdiri dari model pengukuran serta model struktural.
4.3.1. Model Pengukuran
Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan sebelum melakukan pengujian hipotesis untuk memprediksi hubungan antar variabel laten dalam model struktural, terlebih dahulu dilakukan evaluasi model pengukuran untuk verifikasi indikator dan variabel laten yang dapat diuji selanjutnya.
Indicator reliability merupakansuatu nilai yang menunjukkan berapa besarnya variansi yang dapat dijelaskan oleh variabel laten. Pada indicator reliability, suatu indikator reflektif harus di eliminasi (dihilangkan) dari model pengukuran ketika nilai loading factor (λ) < 0.6. Hasil loading factor (λ) yang didapatkan dari model awal adalah sebagai berikut ini:
Sumber: Software SEM-PLS
Gambar 4.6 Nilai loading factor model awal
Hasil ouput dari aplikasi Smart-PLS dapat lihat pada gambar Gambar di atas, terdapat beberapa indikator yang memiliki nilai loading factor (λ)< 0,6. Oleh karena itu indikator yang tidak memenuhi tersebut harus di eliminasi (dihapus) dari model, indikator tersebut adalah X12, X22, X23, X25, Y15, Y18,Y19 sedangkan untuk variabel laten yang tidak memenuhi kriteria Sehingga akan dimodifikasi menjadi model revisi sebagai berikut.
53
Sumber: Software SEM-PLS
Gambar 4.7 Model Revisi 1. Validitas Konvergen
Validitas konvergen merupakan korelasi antara indikator dengan peubah latennya. Validitas Konvergen memiliki prinsip bahwa indikator dari suatu peubah laten seharusnya berkorelasi tinggi. Validitas Konvergen dapat ditentukan melalui nilai loading factor (λ).
Hasil loading factor pada gambar menunjukkan bahwa indikator yang memiliki nilai loading factor yang lebih dari 0,6 dapat diinterpretasikan bahwa lebih dari 67% dari varian masing-masing X11, X13, X14, X15, X16, X17, X18 dapat dijelaskan oleh variabel laten pelayanan. Variabel laten religiusitas dapat menjelaskan varian dari indikator X21, X24 masing-masing lebih dari 72%. Varian dari Z11, Z12, Z13, Z14 masing-masing dapat dijelaskan oleh variabel laten amanah diatas 75%, Variabel
kepuasan mampu menjelaskan varian dari indikator Y11, Y12, Y13, Y14, Y16 masing-masing lebih dari 61%.
2. Ukuran Reabilitas
Uji Reliabilitas menunjukkan kekonsistenan suatu indikator untuk mengukur peubah laten. Pada penelitian ini ukuran reliabilitas dilakukan berdasarkan Composite Reliability dan Cronbach‟s Alpha. Berdasarkan nilai composite reliability yang disajikan dalam Tabel 4.1 dibawah , menunjukkan bahwa kelima variabel laten memiliki nilai composite reliability di atas 0,6.
Artinya, indikator yang telah ditetapkan telah mampu mengukur setiap variabel laten (konstruk) dengan baik atau dapat dikatakan bahwa keempat model pengukuran telah reliabel.
Tabel 4. 1 Nilai uji reabiltas
Konstruk Cronbach's Alpha Composite Reability
Pelayanan 0,878 0,916
Amanah 0,758 0,818
Religiusitas 0,816 0,864
Kepuasan 0,665 0,691
Sumber: Software SEM-PLS
4.3.2. Model Struktural
Model struktural (inner model) merupakan model yang menggambarkan hubungan antar variabel laten yang dievaluasi menggunakan koefisien jalur, R2, f2, Q2dan GoF. Hasil dari koefisien jalur dan nilai t-statistic yang didapat-kan melalui proses bootstrapping dengan jumlah sampel untuk resampling sebesar 500 dan pengulangan sebanyak 300 kali.
55
1. R-square
Dalam menguji uji kelayakan model, kita dapat menggunakan nilai R2. Nilai teresebut digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antar peubah endogen. Nilai R2 untuk Kepuasan 0.901. Angka tersebut menjelaskan bahwa variabilitas variabel endogen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel eksogen sebesar 90,1 %, dimana sisanya dijelaskan oleh variabel lain.
2. Effect size f-square (f2)
Nilai f-square digunakan untuk mengukur keeratan hubungan peubah laten eksogen terhadap peubah laten endogennya. Berikut ini adalah nilai f-square berdasarkan output dari perangkat lunak smartPLS 3.
Tabel 4. 2 Nilai F square
Variabel F square Keterangan
Amanah->kepuasan 0.334 Medium
Pelayanan->kepuasan 0.388 Medium
Pelayanan->amanah 0.495 Kuat
Religiusitas->kepuasan 0.000 Lemah
Religiusitas->amanah 0.001 Lemah
Sumber: Software SEM-PLS
Nilai f-square sama dengan 0.001 dan 0.495 secara berurutan mengindikasikan bahwa efek peubah laten eksogen terhadap peubah laten eksogen lemah dan kuat.
3. Nilai predictive relevance Q-square (Q2)
Evaluasi model menggunakan predictive relevance diperoleh melalui perhitungan sebagai berikut.
Q2(Model) = 1- [(1-R2K)(1-R2A)]
= 1-[(1-0.901)(1-0.351)]
= 1- [(0.099)(0.649)]
= 0.958
Nilai Q2 besar dari 0.5 menunjukkan bahwa model memiliki predictive relevansi yang baik. Berdasarkan nilai Q2(Model) maka model struktural diatas memiliki predictive relevansi yang sudah baik.
4. Uji statistik t
Nilai estimasi koefisien jalur dalam model struktural harus signifikan. Nilai signifikansi ini dapat diperoleh melalui prosedur bootstrapping dengan uji statistik t.
Hipotesis dari model pengukuran:
H0 = λ0 = 0 (indikator tidak valid) H1 = λ1 ≠ 0 (indikator valid)
Prosedur bootstrapping pada perangkat lunak smartPLS mengambil subsampel sebanyak 500 kali sehingga nilai t0,025;db, dimana derajat bebas (db) bernilai besar, maka nilai t0,025;db;db, di dekati dengan nilai Z0,025;db = 1.96. Dengan demikian kriteria penolakan hipotesis adalah tolak hipotesis nol jika nilai mutlak statistik t lebih besar atau sama dengan 1.96 yang berarti bahwa indikator valid dan sebaliknya, nilai t statistik per indikator dapat di lihat pada lampiran (….). Hasil ouput yang didapatkan tidak semua indicator berpengaruh secara siginifikan terhadap variabel laten dan valid.
Hipotesis model struktural adalah:
H0 = γ0 = 0 (peubah laten eksogen tidak nyata) H1 = γ1 ≠ 0 (peubah laten eksogen nyata)
57
Nilai p-value yang lebih kecil atau sama dengan 0.05, memiliki arti bahwa hipotesis nol ditolak, artinya hubungan antar peubah laten tersebut nyata dan sebaliknya.
Pengaruh hubungan variabel laten eksogen terhadap variabel laten endogen pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 4. 3 Nilai T statistik
Variabel T statistic P-value Keterangan
Amanah -> Kepuasan 4.287 0.000 Signifikan
Pelayanan -> Amanah 5.063 0.000 Signifikan
Pelayanan -> Kepuasan 15.105 0.000 Signifikan Religiusitas -> Amanah 0.140 0.889
Religiusitas -> Kepuasan 0.327 0.744 Sumber: Software SEM-PLS
Dari tabel diatas tidak semua variabel berpengaruh signifikan satu sama lain, pertama amanah berpengaruh signifikan terhadap kepuasan, kedua kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap amanah, ketiga kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, keempat religiusitas tidak berpengaruh signifikan terhadap prinsip amanah, dan yang kelima religiusitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.
4.4. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kualitas pelayanan dan religiusitas terhadap penerapan prinsip amanah dan kepuasan konsumen dengan studi kasus toko Lestari
Elektronik. Pada subbab pembahasan akan dibahas hasil penelitian sebagai berikut.
4.4.1. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen di Toko Lestari Elektronik
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen di toko Lestari Elektronik memperlihatkan pengaruh yang signifikan dari perbandingan nilai signifikansi (0,000) yang lebih kecil dari nilai α = 0,05. Artinya pelayanan yang diberikan oleh pihak toko Lestari Elektronik sudah sangat baik dilihat dari kemampuan variabel pelayanan dalam menjelaskan kepuasan sebesar lebih dari 67 %, sehingga hipotesis yang berbunyi adanya pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen diterima(H1 diterima, H0 ditolak).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijanarko (2016) yang berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Religiusitas terhadap Kepuasan Nasabah Setra dampaknya terhadap Loyalitas Nasabah. Hasil penelitiannya menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,000 dengan taraf nyata yang digunakan 0,05. Pelayanan merupakan suatu hal yang sangat harus diperhatikan dalam suatu lembaga baik pada sistem pemerintah maupun swasta. Pelayanan ada kaitan eratnya dengan loyalitas dari
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijanarko (2016) yang berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Religiusitas terhadap Kepuasan Nasabah Setra dampaknya terhadap Loyalitas Nasabah. Hasil penelitiannya menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,000 dengan taraf nyata yang digunakan 0,05. Pelayanan merupakan suatu hal yang sangat harus diperhatikan dalam suatu lembaga baik pada sistem pemerintah maupun swasta. Pelayanan ada kaitan eratnya dengan loyalitas dari