Oleh: Amirah Sutestr
PENGEMBANGAN HIPOTESIS 1 PENGERTIAN ASURANS
Faktor yang mendorong timbul- nya asuransi adalah keinginan untuk mendapatkan rasa aman. Adanya ke- inginan ini mendorong manusia untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan po- koknya. Oleh karena itu sebagai suatu kegiatan ekonomi, pengertian asuransi dapat dikatakan sebagai suatu metode untuk mengurangi resiko dengan cara melakukan pemindahan ketidak pas- tian terhadap kerugian keuangan atau resiko. Dalam pasal 246 Kitab Undang Undang Hukum Perniagaan atau Wet- boek Van Koophandel memberikan defi- nisi asuransi sebagai berikut:
“Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan menerima suatu premi untuk memberikan suatu kerugian, kerusakan, kehilangan keun- tungan yang diharapkan, yang mungkin akan diderita karena peristiwa yang tak tertentu”
Definisi diatas mengandung unsur pokok, yaitu:
Unsur pertama : Tertanggung ber- janji membayar premi kepada penang- gung
Unsur kedua : Penanggung berjanji akan membayar sejumlah ganti rugi ke- pada Tertanggung
Unsur ketiga : Kerugian yang dide- rita tertanggung disebutkan oleh suatu peristiwa yang datangnya tidak terduga. 2. SISTEM KEAGENAN
Dalam perasuransian dikenal adan- ya tiga macam sistem keagenan, yaitu: a. Sistem Keagenan Umum
(General Agency System)
Organisasi keperantaraan ini biasa disebut agen umum atau agen bebas. Pada system ini, seorang agen asu- ransi tidak terlalu terikat pada perusa-
haan yang diwakilinya, sehingga me- reka dapat menjual polis dari beberapa perusahaan asuransi. Dan ikatan kerja tersebut merupakan perjanjian keperan- taraan dengan perusahaan yang di- wakilinya, antara lain mengatur tentang: - Target produksi yang harus dicapai
untuk suatu periode tertentu - Wilayah kerjanya
- Tata cara, penutupan polis asuransi, kontra prestasi, ketentuan penagi- han dan penyetoran premi asuransi. Dalam sistem keagenan ini tidak ada pengawasan dari manajer, berhasil tidaknya seorang agen dalam memenuhi target diserahkan sepenuhnya pada agen yang bersangkutan.
b. Sistem Keagenan Manajerial (Manageral Agency System) Yaitu suatu bentuk organisasi pema- saran dimana kegiatan operasionalnya ditentukan pada suatu wilayah tertentu dan bisa disebut dengan kantor ca- bang.
Dan semua pegawai mulai dari staff sampai kepala cabang berstatus sebagai pegawai organic. Petugas lapangan (operasional) disamping mendapatkan gaji masih memperoleh tambahan pendapatan berupa komisi/provisi.
c. Sistem Keagenan Kombinasi (Mixed Agency System )
Bentuk keagenan ini ini merupakan gabungan dari kedua sistem keagenan diatas dimana general agency diangkat sebagai kepala cabang yang dibantu oleh pegawai yang berstatus pegawai organic. Sedang untuk petugas lapangan tetap berstatus bebas atau non organic.
Dengan surat keputusan Menteri Keuangan RI No Kep 595/MK/IV/8/969 tanggal 27 Agustus 969 tentang pendaf- taran semua usaha-usaha perantaraan dalam bidang perasuransian, maka sistem keagenan di Indonesia perlu dibe- nahi dimana semua petugas keperanta- raan/agen asuransi harus didaftar untuk mendapat surat izin memasarkan (SIM) Asuransi.Unit yang mengeluarkan SIM Keagenan Asuransi adalah Direktorat Perasuransian Departemen Keuangan. d. Produktivitas Agen Asuransi
Adalah hasil penilaian terhadap ke- mampuan seorang agen dalam melaku- kan kegiatannya di lapangan, yang un- sur-unsurnya dapat dinilai dari data kin- erja yang berupa:
) perolehan surat permintaan 2) perolehan uang pertanggungan 3) perolehan premi pertama
4) perolehan hasil tagih premi lanjutan pertama
5) premi lanjutan maupun dalam ke- berhasilan dalam menagih, yang di- hitung berdasarkan ratio hasil tagih. e. Hal-hal yang terkait dengan
produktivitas Agen Asuransi 1) Surat Permintaan
Adalah Surat Permintaan/ Permo- honan Asuransi dari CalonPemegang Polis/Tertanggung kepada Perusahaan, yang memuat data pemegang Polis / ter- tanggung dan jenis asuransi yang dike- hendaki serta dasar penerbitan polis.
Surat permintaan tersebut merupak- an bagian yang tidak terpisahkan dari polis, maksudnya jika sewaktu-waktu terjadi perselisihan selama perjanjian asuransi belum berakhir, maka Surat PermintaanAsuransi tersebut akan di- jadikan bukti sebagai dasar timbulnya perjanjian.
2) Perolehan uang Pertanggungan Adalah sejumlah uang yang di- peroleh, yang tercantum dalam polis yang pembayarannya dikaitkan dengan hidup matinya Tertanggung.
3) Perolehan Premi Pertama
Uang Premi merupakan pembayaran yang dibutuhkan Oleh Penanggung un- tuk menjamin kelangsungan berlaku- nya polis Asuransi Bagi Tertanggung merupakan sejumlah uang yang harus dibayar oleh Pemegang Polis kepada perusahaan Asuransi sebagai harga pertanggungan/biaya / pelimpahan re- siko.
Premi Pertama berarti pembayaran pertama pada saat Surat Permintaan dibuat/ditanda tangani, sebelum Sebe- lum Polis terbit, premi pertama tersbut berupa titipan.
4) Premi Lanjutan Premi Tahun Per- tama
Uang Premi Asuransi yang diterima oleh Perusahaan dalam tahun pertama, apabila pembayaran premi asuransi yang dilakukan oleh pemegang polis dibayar secara bulanan, kwartalan atau setaengah tahunan.
5) Premi Lanjutan
Adalah premi yang diterima oleh Pe- rusahaan setelah tahun pertama sampai dengan berakhirnya masa pembayaran premi
3. MOTIVASI
a. Pengertian Motivasi
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong ke- inginan individu untun melakukan keg- iatan tertentu guna mencapai tujuan (T Hani Handoko,999: 252)
Motivasi yang ada pada seseorang merupakan kekuatan pendorong yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai tujuan kepuasan dirinya (T Hani Handoko,999:252) Motivator fac- tor / faktor motivasi meliputi: penghar- gaan, kemajuan, hasil yang membang- gakan, pekerjaan itu sendiri, kemungki- nan berkembang, dan tanggung jawab b. Pemberian motivasi terhadap
agen asuransi dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain;
• Pemberian motivasi dengan insentif Pemberian tambahan pendapatan yang diberikan karena prestasi ker- ja, dengan maksud agar agen yang berproduktivitas tinggi tetap tinggi dan loyal terhadap perusahaan. • Pemberiaan motivasi dengan peng-
Penghargaan merupakan motivasi positif yang sering digunakan dalam industri jasa seperti Asuransi, pe- rusaahaan Multi Level Marketing (MLM) untuk meningkatkan kinerja atau semangat para agennya /para distributor.
• Pemberian motivasi dengan peneta- pan target produksi
Pada umumnya target agen asur- ansi adalah target penjualan meli- puti, Surat Permintaan Polis, Premi Pertama dan uang pertanggungan. • Pemberian motivasi melalui lingkun-
gan perusahaan
Termasuk didalamnya sikap perusa- haan terhadap agen. Apabila agen dihargai tinggi maka prestasi mer- eka akan tinggi atau meningkat dan sebaliknya kalau agen dipandang rendah, maka prestasinya juga akan rendah.