Pembangunan Hutan Tanaman Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan Yogyakarta, 11- 12 Oktober 2004: 85-97
Pot ensi lahan rawa sangat besar, meliput i areal seluas 34, 4 j ut a hekt ar (nasional) dan 7, 2 j ut a hekt ar (Sumat era). Saat ini sebagian besar lahan rawa dalam kondisi rusakyang disebabkan oleh kegiat an eksploit asi hut an, konversi lahan, kebakaran hut an dan lahan. Unt uk mempercepat pemulihannyaperlu dilakukan rehabilit asi melaluipembangunan hut an t anaman.
Jelut ung (Dyer a l owi i) adalah j enis pohon lokal (indigenous species) yang sangat prospekt if unt uk hut an t anaman produkt if lt as t inggi dan ramah lingkungan pada lahan rawa karena keunggulan ekologi dan ekonomi yang dimilikinya. Jelut ung mempunyai daya adapt asi yang baik dan t eruj i pada lahan rawa, pert umbuhan cepat dan dapat dibudidayakan dengan manipulasi lahan minimal. Prospek pengembangan hut an t anaman Jelut ung pada lahan rawa Sumat era sangat baik karena didukung oleh sumberdaya lahan yang luas, sumber plasma nut f ah t ersebar dengan keragaman genet ik yang besar dan aspek silvikult urnya sebagian besar t elah dikuasai. Hut an t anaman Jelut ung dapat dikelola dengan pola yang beragam (HTI, Sosial Forest ry) unt uk memperoleh hasil get ah dan kayu sert a pemulihan f ungsi lingkungan. Pasar ekspor get ah dan kayu Jelut ung t erus mengalami penurunan pasokan sehingga peluang pasar masih sangat besar.
Keberhasilan pengembangan hut an t anaman Jelut ung pada lahan rawa sangat dit ent ukan oleh peran akt if banyak pihak, khususnya dukungan pemerint ah pusat dan daerah dalam bent uk kebij akan dan program yang mengarah pada upaya t ersebut sert a input t eknologi dari lembaga penelit ian. Kondisi t ersebut akan dapat menumbuhkan dan memacu minat budidaya dan minat kelola oleh masyarakat dan dunia usaha.
Kat a kunci : Jelut ung, hut an t anaman, lahan rawa
99.
BudiningsihKARAKTERISTIK HUTAN RAKYAT DI KALIMANTAN SELATAN / Kushartati Budiningsih. -- Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian: Menuj u Pembangunan Hutan Tanaman Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan Yogyakarta, 11-12 Oktober 2004: 199-205 Pengembangan hut an rakyat t elah menj adi t unt ut an bagi pembangunan kehut anan kedepan, selain perkembangannya yang pesat di Pulau Jawa, hut an rakyat di Propinsi Kalimant an Selat an j uga prospekt if unt uk dikembangkan. Salah sat u desa yang sedang mengembangkan hut an rakyat Propinsi Kalimant an Selat an adalah Desa Rant au Buj ur Kecamat an Simpang Empat Kabupat en Sanj ar. Pada kasus di Desa Rant au Buj ur, hut an rakyat pada awalnya berkembang at as inisiat if , pet ani sendiri. Proses dari diri pet ani unt uk mengembangkan hut an rakyat di desa t ersebut ant ara lain munculnya kesadaran (awareness), ket ert arikan (int erest ), keinginan yang kuat (desire) dan kemampuan unt uk bert indak (act i on).
Kat a kunci:
Hut an Rakyat , Prospekt if , Inisiat if , Awareness, Int erest , Desire, Act ion.
100.
DanuPOTENSI PRODUKSI BENIH Dl JAWA / Danu, Nurhasybi dan Yulianti Bramasto. – Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian: Menuj u Pembangunan Hutan Tanaman Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan Yogyakarta, 11-12 Oktober 2004: 11-25
Dalam upaya rehabilit asi lahan dan peningkat an produksi hut an dibut uhkan benih bermut u dalam j umlah yang cukup. Penyediaan benih bermut u t idak hanya dit uj ukkan ut nt uk membangun hut an skala luas, t et api perlu j uga memperhat ikan unt uk membangun hut an rakyat dalam skala pet ani.
Pot ensi produksi benih di P Jawa masih didominasi oleh Perum Perhut ani, sepert i j enis: Pi nus mer kusi i, Swi et eni a macr ophyl l a, Par aser i ant hes f al cat ar i a, Tect ona gr andi s, Agat hi s l or ant i f ol i ea, Al t i ngi a excel sa, Acaci a mangi um, Acaci a aur i cul i f or mi s, Eucal ypt us pel i t a, Leucaena spp. , Cal l ot hyr sus sp, Caesal pi ni a sappan, Mel al euca l eucadendr on, Cal amus mannan, Shor ea sp. , Schl esei cher a ol eosa dan Ent er el obi um cycl ocar pum. Jeni s-j eni s yang t el ah di ser t i f i kasi ol eh Bal ai Per beni han Tanaman Hut an ant ar a l ai n: Tect ona grandis, Swiet enia macrophylla, Paraseriant hes f alcat aria, Pinus merkusii, Acacia mangium. Pot ensi sumber beni h hut an r akyat ant ar a l ai n: Par aser i ant hes f al cat ar i a, Hi bi scus sp. , Gmel i na ar bor ea, Leucaena l eucocephal a, Ent er el obi um cycl ocar pum, Al eur i t as mol uccana, Toona sur eni , Mel i a azedar ach, Azedar acht a i ndi ca.
Pengelolaan dan pemberdayaan sumber benih perlu dilet akkan dalam kerangka syst em sert if ikasi benih yang didukung oleh kegiat an penelit ian, perat uran dan pengawasan, sert apenguj ian mut u benih.
Kat a Kunci : Pot ensi Produksi Benih, Pengeloaan, Sert if ikasi, Pulau Jawa
101.
DarwoKAJIAN HUTAN TANAMAN POLA PIR DI SUMATERA UTARA/ Darwo, Jonny H. Panj aitan dan Dede Rohadi. -- Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian: Menuj u Pembangunan Hutan Tanaman Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan Yogyakarta, 11-12 Oktober 2004: 67- 78
Salah sat u bent uk ket erlibat an masyarakat dalam usaha pembangunan hut an t anaman adalah Hut an Tanaman pola PIR. Hut an Tanaman Pola PIR adalah suat u usaha pelaksanaan pembangunan Hut an Tanaman dengan menggunakan lahan kawasan hut an sebagai Int i dan lahan masyarakat baik lahan milik/ lahan adat at au marga sebagai plasma. Hubungan ant ara Int i dengan Plasma adalah berdasarkan prinsip yang saling mengunt ungkan. Pert imbangan dibent uknya Hut an Tanaman Pola PIR PT. Toba Pulp Lest ari ant ara lain : (a), lahan di sekit ar lokasi PT. Toba Pulp Lest ari sebagian besar kurang produkt if , sehingga perlu dit ingkat kan produkt ivit asnya, (b). lahan t ersebut sebagian miskin unsur hara sehingga upaya peningkat an produkt ivit asnya perlu dilakukan melalui penanaman t anaman hut an, (c). unt uk meningkat kan kesej aht eraan dan pendapat an masyarakat sekit amya. St at us kepemilikan lahannya t et ap milik
perorangan/ adat / marga yang bersangkut an dan t idak ada pemindahan/ pengalihan hak milik lahan pada perusahaan Int i. Pengaj uan unt uk menj adi plasma, dilaksanakan oleh pemilik/ adat / marga yang bersangkut an, yait u permohonan perorangan unt uk lahan milik pribadi dan permohonan kelompok unt uk lahan milik adat / marga/ keluarga at au lebih dari sat u orang. Produksi kayu dari Pola PIR pada t ahun 2003 t elah menghasilkan 77. 418 m3 dari luas areal t ebangan 777, 8 ha dengan harga kayu yang dit et apkan oleh Gubernur Sumat era Ut ara sebesar Rp. 37. 500, -/ m3, sehingga pendapat an pl asma dari hasil penj ualan kayunya diperoleh Rp. 2. 903. 175. 000, - (dengan rat a-rat a produksi kayu 99, 5 m3/ ha, maka pendapat an plasma sebesar Rp. 3. 731. 250, -per ha). Dan j ika plasma mau mengerj akan kegiat an mulai dari penyiapan lahan sampai pemanenan, akan mendapat upah sebesar Rp. 3. 698. 500, - per ha dari Perusahaan Int i. Unt uk meningkat kan pendapat an plasma pada rot asi berikut nya, Perusahaan Int i akan memberikan bibit ekalipt us yang unggul dengan harapan pot ensi t egakan sebesar 210 m3/ ha, sehingga akan diperoleh pendapat an dari hasil penj ualan kayu sebesar Rp. 7. 875. 000, - per ha. Diharapkan dengan t erj alinnya hubungan yang saling mengunt ungkan ant ara Perusahaan Int i dengan plasma, maka dapat menghindari t erj adinya konf lik.
102.
Diniyati, DianKAJIAN KELEMBAGAAN HUTAN RAKYAT / Dian Diniyati. -- Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian: Menuj u Pembangunan Hutan Tanaman Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan Yogyakarta, 11-12 Oktober 2004: 227-237
Kegiat an penelit ian mengenai kaj ian kelembagaan hut an rakyat dilaksanakan pada bulan November-Desember 2003, di t iga lokasi yait u di Desa Boj a, Desa Kert ayasa dan Desa Sukorej o dengan analisa diarahkan pada kelembagaan pengembangan hut an rakyat di masing-masing lokasi penelit ian. Met ode analisa yang digunakan yait u diskript if dengan analisis pet ani anggot a dan pengurus kelembagaan t ersebut . Kaj ian ini menghasilkan bahwa kelembagaan yang t erlibat dalam pembangunan hut an rakyat t erdiri dan kelembagaan f ormal diant aranya kelompok t ani, kelembagaan produksi dan kelembagaan pemasaran sert a kelembagaan non f ormal sepert i got ong royong yang keberadaannya sangat diperlukan karena dapat mendukung kelembagaan f ormal dalam mensukseskan pembangunan dan pengembangan hut an rakyat .
Kat a kunci : Hut an Rakyat , Kelembagaan f ormal, Kelembagaan non f ormal
103.
Diniyati, DianPOLA TANAM HUTAN RAKYAT Dl DESA DUKUH DALAM, KECAMATAN JAPARA, KUNINGA / Dian Diniyati, Sri Ely Yuliani dan Budiman Achmad. -- Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian: Menuj u Pembangunan Hutan Tanaman Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan Yogyakarta, 11-12 Oktober 2004: 133-145
Hut an rakyat memiliki keunikan dalam pengelolaannya karena dibangun diat as lahan milik rakyat sehingga semua kebij akanyang berlaku t ergant ungpada pemiliknya. Sempit nya pemilikan lahan merupakan f akt orpembat as yang mengharuskan pet ani memanf aat kan lahannya seopt imal mungkin unt uk dapat memenuhi kebut uhan hidup keluarganya. Salah sat u alt ernat if yang dilakukan oleh pet ani adalah dengan menerapkan pola t anam campuran ant ara t anaman kayu-kayuan, t anaman perkebunan/ buah-buahan dan t anaman bawah.
Penelit ian yang dilakukan di Desa Dukuh Dalam ini bert uj uan unt uk menghasilkan paket inf ormasi mengenai pola t anam yang dilakukan oleh pet ani, dan kondisi sosial sert a kont ribusi pendapat an hut an rakyat t erhadap t ot alpendapat an pet ani. Dat a yang dikumpulkan pada penelit ian ini berupa dat a primer dan dat a sekunder. Dat a primer diperoleh dengan melakukan wawancara t erhadap pet ani yang t erpilih sebagai responden dan key person yang berhubungan dengan pengembangan hut an rakyat . Selain it u dilakukan pengukuran pot ensi t egakan pada lahan milik responden yang t erpilih. Dat a sekunder diperoleh melalui pengumpulan dat a-dat a dari dinas/ inst ansi t erkait . Analisa di lakukan secara deskript if dan t abulasi.
Di Desa Dukuh Dalam kegiat an hut an rakyat t elah dilakukan secara t umpangsari dengan berbagai komposisi j enis t anaman, berdasarkan kenyat aan dilapangan t erdapat empat pola t anam, set iap pola t anam t ersebut memberikan hasil yang berbeda-beda, dari hasil perhit ungan pola t anam 2 dan 3 memberikan hasil pendapat an yang paling besar. Komposisi t anamannya adalah sebagai berikut sengon, j at i, melinj o, pisang, pet al, j engkol, bambu (Pola 2) dan sengon, mahoni, melinj o, pisang, pet ai, j engkol, singkong, cabe, kacang merah, j ahe, kapulaga (Pola 3). Kont ribusi hut an rakyat t erhadapat t ot al pendapat an adalah sebesar 37% dan sisanya sebesar 63% berasal dari pendapat an lainnya. Kelembagaan yang berhubungan dengan hut an rakyat di Desa Dukuh Dalam dalah kelembagaan kemasyarakat an, kelembagaan ekonomi dan kelembagaan non f ormal.
Kat a kunci : hut an rakyat , pola t anam campuran, kont ribusi ekonomi, kelembagaan
104.
Hardi TW, TeguhHAMA DAN PENYAKIT PADA TAMANAN JATI DAN KAYU PUTIH / Teguh Hardi TW dan Ilia Anggraeni. -- Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian: Menuj u Pembangunan Hutan Tanaman Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan Yogyakarta, 11-12 Oktober 2004: 147-162
Tanaman j at i (Tect ona gr andi s) dan kayu put ih (Melaleuca sp. ) merupakan dua j enis t anaman yang banyak dibudidayakan khususnya di Pulau Jawa. Kedua j enis t anaman ini dalam skala luas dikelola oleh Perum Perhut ani dengan sist im monokult ur at au campuran t erbat as. Kondisi budidaya sepert i ini akan berakibat t erhadap peningkat an f lukt uasi populasi organisme yang dapat berpot ensi sebagai hama at au penyakit . Serangan hama dan penyakit pada t anaman j at i dan kayu put ih berakibat t erhadap menurunnya kualit as dan kuant it as hasil hut an. Beberapa hama pent ing t elah dilaporkan menyerang t anaman j at i, sepert i inger-inger (Neot ermes t ect onae) hama bubuk (Xyl ebor us dest r uens) hama penggerek bat ang (Xyl eut es cer ami cus), hama pemakan daun (Pyr aust a machaer al i s, Hybl aea puer a dan Val anga ni gr i cor ni s). Hama- hama t ersebut dapat dikendalikan dengan berbagai met ode, sepert i secara f isik-mekanis, t eknik silvikult ur, insekt isida, secara ekologis, secara genet is dan pengendalian secara t erpadu. Sedangkan penyakit yang menyerang t anaman j at i khususnya dipersemaian dan t anaman muda adalah penyakit layu yang disebabkan ol eh serangan bakt eri Pseudomonas t ect onae. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan bakt eri ant agonis Pseudomonas f luorescens. Pada t anaman kayu put ih hanya dit emukan hama perusak bat ang dan akar yang berupa rayap t anah dari j enis Macrot ermes gilvus. Hama ini dapat dikendalikan dengan insekt isida nabat i yang berasal dari ekst rak t anaman sereh wangi dengan konsert asi 0, 5 - 2, 0 persen. Sedangkan penyakit yang dit emukan menyerang t anaman kayu put ih adalah penyakit benj ol pada daun yang disebabkan oleh sej enis t ungau yang merusak j aringan daun. Akibat serangan penyakit t ersebut t idak berpengaruh t erhadap produksi dan kualit as minyak kayu put ih. Penyakit benj ol ini dapat dikendalikan dengan penyemprot an larut an belerang.
Kat a kunci : Hama, penyakit , monokult ur, insekt isida nabat i
105.
Hidayati, NurPENGAMATAN AWAL SERANGAN PENYAKIT AKAR MERAH PADA KEBUN BENIH SEMAI Acacia mangium GENERASI PERTAMA DI WONOGIRI, JAWA TENGAH = Preliminary Observation Attack of Red Root Rot Disease on The First Generation Seedling Seed Orchad of Acacia mangium at Wonogiri, Central Java / Nur Hidayati dan Mulyanto. – Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 1(2) Agustus 2004: 49-57
Penyakit busuk akar merah pada Acacia mangium banyak disebabkan oleh j amur Ganoderma sp. Pada mulanya Ganoderma sp banyak dij umpai menyerang pada t anaman perkebunan dan menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Sej ak A mangium dikembangkan dalam skala luas penyakit ini j uga mulai menunj ukkan serangannya.
Tuj uan dari pengamat an ini adalah unt uk menget ahui int ensit as serangan penyakit akar merah sert a sebaran penyakit akar merah pada kebun benih Acacia mangium generasi pert ama di Wonogiri, Jawa Tengah dengan cara mengamat i gej ala dan t anda serangan penyakit ini. Pengamat an dilaksanakan dengan mengamat i gej ala dan t anda serangan pada t anaman A mangium yang t erserang penyakit akar merah. Pengamat an dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari 2003. Hasil pengamat an menunj ukkan bahwa t anaman yang t erserang penyakit ini memperlihat kan gej ala daun yang menguning, layu, mengering dan akhirnya gugur. Tanda- t anda ini dit unj ukkan dengan munculnya badan buah Ganoderma sp. pada pangkal bat ang t anaman sert a adanya miselium j amur penyebab pada permukaan akar t anaman yang t erserang. Pada bulan Januari dan Februari 2003, int ensit as serangan mencapai 2, 7% dan 7, 2%. Respon yang paling cepat t erhadap serangan j amur Ganoderma sp dit unj ukkan oleh provenans Aruf i Village WP, PNG dan yang lambat dit unj ukkan oleh Provenans GubamNe Morehead WP, PNG.
Kat a kunci:
Penyakit akar merah; Ar uf i Vi l l age WP, PNG; Gubam Ne Morehead WP, PNG
106.
Herawan, ToniPERBANYAKAN KLON CENDANA (Santalum album L) MELALUI KULTUR JARINGAN / Toni Herawan, Jayusman dan Liliek Haryj anto. -- Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian: Menuj u Pembangunan Hutan Tanaman Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan Yogyakarta, 11-12 Oktober 2004: 207-216
Teknik perbanyakan veget at if , khususnya kult ur j aringan merupakan alat pent ing di dalam program pemuliaan pohon cendana (Sant alum album). Teknik kult ur j aringan diaplikasikan
dalam perbanyakan t anaman cendana ket ika met ode veget at if konvensional dirasakan sulit keberhasilannya. Teknik kult ur j aringan sering dibat asi oleh besarnya kont aminasi di dalam pelaksanaanya sert a munculnya beberapa variasi yang ikut menent ukan keberhasilan selama proses induksi. Eksplan yang digunakan di dalam penelit ian ini berupa t unas-t unas semai umur sat u t ahun yang t erlet ak di dalam rumah kaca. Semai t ersebut t erdiri at as 4 nomor klon yang berbeda. Penelit ian ini t erdiri at as dua t ingkat yait u induksi t unas dan perbanyakan t unas. Empat nomor klon yang diuj i semuanya berhasil dalam t ahap induksi dan t ahap perbanyakan t unas pada media MS. Hasil penelit ian set elah sat u bulan menunj ukkan bahwa rat a-rat a persent ase induksi t unas mencapai 78, 38 %, rat a-rat a j umlah t unas 5, 4/ t abung dan rat a-rat a panj ang t unas 16, 2 cm. Analisis varians menunj ukkan bahwa panj ang t unas berbeda nyat a namun j umlah t unas t idak berbeda nyat a. Uj i DMRT (Duncan Mul t i pl e Range Test) menunj ukkan bahwa klon nomor 1118 berbeda dengan klon 5507, 5529 dan 4416 unt uk karakt er panj ang t unas.
Kat a kunci :
Sant al um al bum, kult ur j aringan, perbanyakan veget at i f , media MS (Murashige and Skhoog)
107.
Harahap, Rusli MSLITBANG JENIS HUTAN TANAMAN / Rusli MS Harahap. -- Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian: Menuj u Pembangunan Hutan Tanaman Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan Yogyakarta, 11-12 Oktober 2004: 217-225
Makalah ini merupakan gagasan dalam rangka meningkat kan daya guna dan hasil guna lit bang j enis hut an t anaman yang saat ini dit ugaskan kepada Pusat Lit bang Biot eknologi dan Pemuliaan Pohon, Pusat Lit bang Hut an dan Konservasi Alam Balai Lit bang Hut an Tanaman, Balai Lit bang Teknologi Perbenihan sert a Balai Lit bang Kehut anan di seluruh Indonesia.
Mengingat banyaknya UKP dan inst it usi yang menangani Lit bang Jenis Hut an Tanaman (Puslit , UPT, Universit as dan BUMN sert a BUMS) maka selayaknya dibent uk j ej aring kerj a dan
pembagian t ugas yangj elas agar daya guna dan hasil gunanya opt imal unt ukpembangunan Hut an Tanaman. Sebagai cont oh unt uk j enis yang sudah dikembangkan dalam skala perusahaan Hut an Tanaman yang t erint egrasi dengan indust ri (j enis komersil) sepert i Tect ona grandis, Eucalypt us urophylla, Acacia mangium, Acacia crassicarpa, Pinus merkusii dan Melaleuca caj upnt i,
perencanaan dan pendanaan lit bangnya perlu dirumuskan dan dit anggulangi bersama dengan perusahaan pengguna langsung hasil penelit ian.
Badan Lit bang berperan sebagai koordinat or, f asilit at or dan bant uan t enaga ahli unt uk j ej aring kerj asama t ersebut . Universit as dan LIPI memberi bant uan t enaga dan Lab at as usulan j ej aring kerj a dan perset uj uan Badan Lit bang. BUMS dan BUMN menj adi anggot a dan penyedia dana kegiat an dan pemakai hasil Lit bang.
Jenis yang belum dikembangkan dalam skala perusahaan sepert i Agat his borneensis, Gmelina arborea, Shorea sp dan Pinus sp dan lain-lain dilakukan bersama ant ara Badan Lit bang dengan perusahan t erkait t erut amapemegang HPHA, Hut an Rakyat dan Hut an Kemasyarakat an. Kat a kunci :
Jej aring kerj a lit bang, Tect ona grandis, Acacia mangium, A. crassicarpa, Melaleuca caj uput i
108.
Kartikawati, Noor KPRODUKTIVITAS PANGKASAN PADA UJI KETURUNAN KAYU PUTIH DI PALIYAN, GUNUNG KIDUL