• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Karier

Menurut Simamora (1995), pengembangan karier dapat dikatakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan-peningkatan status seseorang dalam organisasi dalam jalur karier yang telah ditetapkan.

Menurut Anwar Prabu Mangkunegara, yang diterjemahkan dari Fubrin J. Andrew (2003: 77-78), tujuan dan manfaat pengembangan karier, yaitu:

a) Membantu pancapaian tujuan perusahaan dan tujuan individu b) Membantu memperkuat pelaksanaan program-program perusahaan c) Menunjukkan hubungan kesejahteraan karyawan

d) Mengurangi turn over dan biaya kepegawaian e) Mengurangi keusangan profesi dan manajerial

Pengembangan karier merupakan upaya pegawai dan perusahaan untuk meningkatkan potensi dan kompetensi dalam menjalankan pekerjaannya melalui berbagai cara yang menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman, melalui pelatihan, dan promosi jabatan.

Promosi memberikan peranan penting bagi setiap karyawan, bahkan menjadi idaman para pegawai. Dengan promosi berarti ada kepercayaan dan pengakuan mengenai kemampuan serta kecakapan karyawan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

a. Pengertain Promosi

Samsudin (2005: 264) yang berpendapat bahwa promosi adalah perpindahan dari jabatan tertentu kapada jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi. Artinya, pegawai yang memperoleh promosi jabatan akan menyandang jabatan baru dengan tanggung jawab dan kewenangan yang lebih besar serta kompensasi yang meningkat.

Promosi jabatan menurut Hasibuan (2006:108) merupakan perpindahan yang membesar authority dan responbility karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi sehingga hak, status dan penghasilan mereka akan semakin besar.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa promosi adalah kenaikan jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya dengan diikuti tanggung jawab, kewenangan, status dan penghasilan yang meningkat. b. Tujuan Promosi Jabatan

Tujuan jabatan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang berkompeten dan berkapabilitas yang telah memenuhi syarat-syarat promosi tentunya memiliki tujuan atau manfaat, baik demi kepentingan perusahaan ataupun demi kepentingan karyawan itu sendiri.

Hasibun (2006:113) menjelaskan bahwa promosi jabatan dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan sebagai berikut:

1) Untuk memberikan pengakuan, jabatan, dan imbalan jasa yang semakin besar kepada karyawan yang berprestasi kerja tinggi.

2) Dapat menimbulkan kepuasan dan kebanggaan pribadi, status sosial yang lebih tinggi, dan penghasilan yang semakin besar.

3) Untuk merangsang agar karyawan lebih bergairah kerja, disiplin tinggi dan memperbesar produktivitas kerjanya.

4) Untuk mejamin stabilitas kepegawaian dengan realisasinya promosi kepada karyawan dengan dasar dan pada waktu yang tepat serta penilaian yang jujur.

5) Kesempatan promosi dapat menimbulkan keuntungan berantai dalam perusahaan karena menimbulkan lowongan berantai.

6) Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasinya yang lebih baik dari keuntungan optimal perusahaan.

7) Untuk menambah/memperluas pengetahuan serta pengalaman kerja kepada para karyawan dan ini merupakan daya dorong bagi karyawan lainnya.

8) Untuk mengisi kekosongan jabatan karena pejabatnya berhenti, agar jabatan tidak kosong maka dipromosikan karyawan lainnya.

9) Untuk mempermudah penarikan pelamaran sebab dengan adanya perangsang bagi pelamar-pelamar untuk memasukkan lamarannya.

Dengan adanya promosi jabatan, maka para karyawan akan lebih semangat untuk bekerja, karena mereka lebih termotivasi.

c. Syarat- syarat promosi jabatan

Dalam mempromosikan karyawan, terlebih dahulu harus ditentukan syarat-syarat mengenai promosi perusahaan. Syarat-syarat promosi di dalam rencana program promosi perusahaan. Syarat-syarat promosi harus di informasikan kepada semua karyawan, hal ini bertujuan agar setia karyawan mengetahui persyaratan tersebut dengan jelas.

Persyaratan promosi yang dimiliki oleh perusahaan tidaklah sama antar satu dengan perusahaan yang lainnya. Masing-masing perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam menentukan syarat- syarat promosi.

Menurut Hasibuan (2006: 111), syarat-syarat promosi sebagai berikut:

1) Kejujuran

Karyawan harus jujur, terutama pada dirinya sendiri, bawahannya, perjanjian-perjanjian dalam menjalankan atau mengelola jabatan tersebut, sesuai kata dengan pernuatan. Ia tidak meyelewengkan jabatannya untuk kepentingan pribadinya.

2) Disiplin

Karyawan harus disiplin kepada dirinya, tugas-tugasnya, serta menaati peraturan-peraturan yang berlaku, baik tertulis maupun kebiasaa. Disiplin karyawan sangat penting karena hanya dengan kedisiplinan perusahaan dapat mencapai hasil yang optimal.

3) Prestasi kerja

Karyawan harus mampu mencapai hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan kualitas ataupun kuantitas dan bekerja secara efektif dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan dapat memanfaatkan waktu dan mempergunakan alat-alat dengan baik.

4) Kerja sama

Karyawan dapat bekerja sama secara harmonis dengan semua karyawan, baik horizonal maupun vertikal dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, akan tercipta suasana hubungan kerja yang baik diantara semua karyawan.

5) Kecakapan

Karyawan harus cakap, kreatif, dan inovatif dalam menyelesaikan tugas-tugas pada jabatan tersebut dengan baik. Ia dapat bekerja secara mandiri dalam meyelesaikan pekerjaan dengan baik, tanpa mendapatkan bimbingan yang terus-menerus dari atasannya.

6) Loyalitas

Karyawan harus loyal dalam membela perusahaan atau korps dari tindakan yang merugikan perusahaan atau korpsnya. Hal ini

menunjukkan bahwa dia ikut berpartisipasi aktif terhadap perusahaan atau korpsnya.

7) Kepemimpinan

Karyawan harus mampu membina dan memotivasi bawahannya untuk bekerja sama dan bekerja secara efektif dalam mencapai sasaran perusahaan. Ia harus menjadi panutan dan memperoleh personality authority yang tinggi dari para bawahannya.

8) Komunikatif

Karyawan harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mampu menerima atau memersdepdi informasi dari atasan ataupun dari bawahannya dengan baik sehingga tidak terjadi miskomunikasi. 9) Pendidikan

Karyawan harus telah memiliki ijazah dari pendidikan formal sesuai dengan spesifikasi jabatan.

Di dalam promosi jabatan terdapat syarat-syarat seperti di atas diantaranya jujur, disiplin, prestasi kerja, kerja sama, kecakapan, loyalitas, kepemimpinan, komunikatif dan pendidikan. Dimana hal tersebut sebagai salah satu kriteria perusahaan dalam penilaian promosi jabatan.

d. Jenis- Jenis Promosi Jabatan

Pada prakteknya, ada beberapa jenis bentuk promosi. Hasibuan (2006:113) menyebutkan bahwa setidaknya ada 4 jenis promosi jabatan, yaitu:

1) Promosi sementara (Tgemorary Promotion)

Seseorang yang mengalami kenakan jabatan unutk sementara karena adanya jabatan yang kosong dan harus segera mungkin diisi.

2) Promosi tetap (Permanent Promotion)

Seseorang ayang dipromosikan dari suatu jabatan ke jabatan yang lebih tinggi karena karyawan tersebut telah memenuhi syarat untuk di promosikan. Sifat promosi ini tetap, dimana wewenang, tanggung jawab, dan gaji akan mengalami kenaikan.

3) Promosi kecil (Small Promotion)

Menaikan jabatan seseorang dari jabatan yang dinilai terlalu sulit untuk dipindahkan kejabatan yang lebih sulit yang membutuhkan keterampilan dan kualifikasi tertentu, tetapi tidak disertai dengan peningkatan wewengang, tanggung jawab serta kenaikan gaji.

4) Promosi kering (Dry Promotion)

Seseorang yang dinaikkan jabatannya yang lebih tinggi disertai dengan peningkatan pangkat, wewenang dan tanggung jawab tetapi tidak disertai dengan kenaikan gaji atau upah.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan terdapat 4 jenis promosi jabatan meliputi, promosi sementara yaitu kenaikan jabatan yang bersifat sementara dimana ada jabatan yang kosong dan harus segera diisi, promosi tetap yaitu kenaikan jabatan yang lebih tinggi dan bersifat tetap yang diikuti dengan kenaikan kenaikan wewenang, tanggung jawab dan gaji, promosi kecil yaitu kenaikan jabatan tetapi tidak disertai dengan peningkatan wewenang, tanggung jawab dan gaji, promosi kering yaitu kenaikan jabatan lebih tinggi disertai dengan peningkatan wewenang dan tanggung jawab tetapi gaji tidak mengalami kenaikan.

e. Prosedur Promosi Jabatan

Prosedur promosi menurut Siswanto (2002: 263), antara lain sebagai berikut:

1) Promosi dari dalam perusahaan

Promosi jabatan dilakukan sebagai upaya merangsang pegawai agar bekerja lebih baik, berprestasi dan memberikan keuntungan pada perusahaan.

2) Prosedur melalui prosedur pencalonan

Pencalonan oleh manajemen adalah proses penunjang untuk mengajukan bawahan tertentu untuk dipromosikan. Tidak dapat disangsikan bahwa prosedur ini tidak sistematis dan mudah keliru. Akan tetapi, bagaimanapun, proses inilah yang paling luas

digunakan dalam perusahaan untuk menyelidiki tenaga kerja yang akan dipromosikan.

Pegawai yang akan dipromosikan sengaja dicalonkan dan seluruh calon akan dinilai oleh atasannya melalui rapat manajemen perusahaan. Calon yang dinilai terbaiklah yang akan dipromosikan. Walaupun demikian, cara seperti ini sering mengundang subjektivitas dari para calon pegawai yang dipromosikan karena para penilai atau atasan yang menilai sering dikaitkan dengan faktor kedekatan kekerabatan dan mungkin isu suap.

3) Promosi melalui prosedur seleksi

Prosedur lain yang ditempuh dalam rangka promosi tenaga kerja adalah melalui proses seleksi. Perusahaan menggunakan berbagai jenis ujian psikologis untuk tujuan ini. Para calon yang akan dipromosikan dihimpun, lalu dipilih sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 prosedur promosi jabatan, yaitu promosi dari dalam perusahaan, promosi melalui prosedur pencalonan, dan promosi melalui prosedur seleksi. Dimana diantara 3 prosedur promosi jabatan di atas yang sering dipakai dalam sebuah perusahaan yaitu promosi melalui prosedur pencalonan.

Dokumen terkait