ATURAN WAJIB
B. Air Bersih
7.7.2 PENGEMBANGAN KAWASAN PASSO .1 Konsep Pengembangan
Berdasar rencana pembangunan dan penataan ruang Kota Ambon, Kawasan Passo dalam pengembangan di masa mendatang diarahkan menjadi kawasan pengembangan wilayah perkotaan dan permukiman yang baru di Kota Ambon. Kawasan Passo ini memiliki karakter yang unik karena terletak diantara dua teluk yang ada di Pulau Ambon, yakni Teluk Ambon Dalam dan Teluk Baguala serta sebagian bessar wilayahnya terletak sejajar atau bahkan lebih rendah daripada permukaan air laut. Kawasan Passo juga memiliki posisi yang strategic dalam wilayah Kota Ambon karena terletak di jalur persimpangan regional, selain itu terdapat potensi fisik yang cukup mendukung pengembangan kawasan ini yaitu ketersediaan lahan yang masih cukup luas untuk aktivitas pembangunan. Pada saat ini beberapa fasilitas pelayanan umum yang penting juga direncanakan dibangun di Kawasan Passo seperti Terminal Transit Kota Ambon. Namun berdasar kondisi eksisting, terdapat beberapa permasalahan yang diperkirakan mampu menghambat pengembangan Kawasan secara umum. Oleh karena itu dalam kegiatan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tahun 2010 ini, Kawasan Passo yang lenjadi bagian dari wilayah Kecamatan Teluk Ambon Baguala ini dipilih menjadi salah satu kawasan permukiman prioritas yang perlu mendapat penanganan pada tahap 1.
Seperti yang telah diketahui bahwa sebagian wilayah dari Kawasan Passo memiliki ketinggian wilayah yang sejajar atau bahkan lebih rendah daripada permukaan air laut. Hal tersebut menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi Kawasan Passo dimana wilayahnya rentan terhadap ancaman banjir dan genangan teruama banjir rob yang terjadi apabila air laut pasang terlalu tinggi, permasalahan lain yang terjadi adalah kondisi infrastruktur wilayah penunjang permukiman belum tersedia secara baik dan memadai di Kawasan Passo ini, karena, masih banyak jalan lingkungan yang masih berupa jalan tanah, terdapat lingkungan permukiman yang tidak dilengkapi dengan saluran drainase dan fasilitas sanitasi yang memadai, kemudian jaringan air bersih juga belum menjangkau seluruh wilayah permukiman. Apabila Kawasan Passo secara serius dikembangan meniadi kawasan pengembangan perkotaan yang baru, maka permasaiahan yang terjadi harus dapat diatasi dan diselesaikan oleh seluruh pihak yang terkait.
Untuk menyelesaikan permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya, maka konsep pengembangan atau penanganan permukiman yang dapat diterapkan pada Kawasan Passo adalah pengembangan kota baru mandiri. Konsep pengembangan ini dilakukan secara komprehensif yang meliputi seluruh sektor atau bidang yang ada sehingga terjadi integrasi antar bidang atau sektor yang ada, serta konsep ini juga memanfaatkan potensi luasan lahan atau ruang yang belum dikembangkan
Hal -
72
di Kawasan Passo. Namun salah satu prioritas pembangunan yang perlu mendapat perhatian dan dilaksanakan adalah penanggulangan potensi banjir rob pada wilayah pesisir Kawasan Passo.
Dengan kawasan permukiman yang didukung ketersediaan fasilitas permukiman dan infrastruktur wilayah yang memadai, diharapkan penduduk mau bertempat tinggal atau bermukim di Kawasan Passo sehingga beban wilayah pada kawasan pusat kota dapat dikurangi.
7.7.2.2 Rencana Program
Konsep pengembangan Kawasan Passo seagai salah satu kawasan permukiman prioritas Kota Ambon adalah konsep pengembangan kota baru mandiri, yang dapat diwujudkan melalui beberapa rencana program pembangunan. Rencana program ini juga didasarkan pada permasalahan kawasan serta analisa kebutuhan kawasan.
A. Perumahan
Program Penyediaan Kasiba (Kawasan Siap Bangun) dan Lisiba (Lingkungan Siap Bangun)
Kebijakan pengembangan Kawasan Passo dapat diindikasikan dengan salah satu program yakni program penyediaan Kasiba (kawasan siap bangun) dan Lisiba (lingkungan siap, bangun) pada lahan atau ruang kosong yang tersedia untuk kegiatan pembangunan perumahan atau permukiman baru. Program ini juga dapat menjadi alat untuk merencanakan lingkungan permukiman baru agar lebih terarah dan terpadu serta sesuai dengan arah kebijakan pengembangan kota. Lokasi Kasiba (kawasan siap bangun) yang akan ditetapkan mencakup lokasi yang belum terbangun yang mampu menampung sekurang-kurangnya 3.000 (tiga ribu) unit bangunan atau apabila lokasi Kasiba sudah ada permukimannya, maka integrasi antara pembangunan baru dan permukiman yang sudah ada menampung sekurang-kurangnya 3.000 (tiga ribu) unit bangunan. Penentuan lokasi Kasiba juga harus mempertimbangkan kondisi fisik wilayah Passo, dimana sebagian wilayah Passo merupakan wilayah yang rawan banjir sehingga perumahan atau permukiman yang akan direncanakan tidak mengalami permasalahan yang sama yakni banjir.
Program Penyediaan/Pembangunan Kawasan Perumahan Bersubsidi bagi PNS, TNI dan Polri
Program penyediaan atau pembangunan kawasan perumahan bersubsidi bagi PNS, TNI dan Polri ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi beban aktivitas pengembangan atau pembangunan kawasan permukiman baru di pusat kota Ambon. Pengembangan kawasan perumahan bersubsidi pada. Kawasan Passo memiliki keuntungan karena ketersediaan lahan yang masih cukup luas dan harga lahan yang ada pada umumnya lebih rendah daripada lahan di kawasan pusat kota. Keberadaan kawasan perurnahan baru ini diharapkan dapat menarik penduduk untuk tinggal. Meningkatnya penduduk yang tinggal akan meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana penunjang sehingga pada akhirnya akan mampu memacu kawasan perumahan lain yang sudah ada di Kawasan Passo dan pertumbuhan dan perkembangan wilayah dapat meningkat.
Program Perbaikan Kondisi Perumahan
Program perbaikan kondisi perumahan penduduk ini ditujukan pada lingkungan permukiman penduduk dengan kondisi rumah non permanen dan semi permanen.
Program tersebut perlu dilakukan karena sebagian rumah penduduk yang ada di Kawasan Passo masih dalam keadaan yang buruk sehingga dapat berpengaruh terhadap perkembangan fisik maupun psikologis penduduk. Program ini dapat dilaksanakan dalam bentuk pemberian bantuan dana untuk stimuli kegiatan perbaikan kondisi rumah ataupun dengan bentuk kelompok swadaya masyarakat yang dibantu pemerintah daerah dalam
Hal -
73
kegiatan perbaikan kondisi lingkungan perumahan penduduk miskin ataupun kurang mampu.
B. Air Bersih
Program yang dapat dilakukan dalam upaya penanganan permasalahan bidang air bersih dan air minum di Kawasan Passo, yaittu:
Program Penyediaan Jaringan Air Bersih Lokal
Program penyediaan jaringan air bersih lokal ditaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk yang ada di Kawasan Passo. Kegiatan penyediaan jaringan air bersih dilakukan pada lingkungan permukiman penduduk yang belum memiliki sumber atau prasarana air bersih secara komunal, seperti kran umum atau tandon umum. Penyediaan jaringan air bersih ini sendiri bersifat lokal dalam arti bahwa penyediaan air bersih hanya disediakan secara terpisah pada tiap permukiman yang didasarkan pada potensi kandungan air artesis yang di sekitar lingkungan permukiman tersebut sehingga kapasitas suplai air bersih yang dibutuhkan .tidak terlalu besar dan pengelolaannya dapat dilakukan secara swadaya oleh penduduk pada lingkungan permukiman tersebut. Penyediaan jaringan air bersih lokal ini tidak terintegrasi sistem jaringan air bersih Kota Ambon sehingga penyediaan sarana dan prasarana penunjang sistem air bersihnya terpisah dengan sistem air bersih kota.
C. Drainase
Program yang dapat dilakukan dalam upaya penanganan permasalahan bidang drainase di Kawasan Passo, yaitu:
Program Pengembangan Saluran Drainase Permukiman
Pada beberapa lingkungan permukiman yang ada di Kawasan Passo, kondisi saluran drainase yang ada cukup buruk sehingga tidak dapat berfungsi secara, maksimal.
Kegiatan penyediaan saluran drainase dilakukan pada lingkungan permukiman yang beium tersedia saluran sehingga limpasan air hujan dan air limbah rumah tangga tidak menggenang di badan jalan dan tidak merusak perkerasan badan jalan. Kemudian untuk kegiatan revitalisasi saluran drainase dilakukan pada saluran yang telah mengalami kerusakan pada badan saluran ataupun badan saluran yang ada tersumbat sampah dan material padat sehingga aliran air terhambat serta, saluran drainase yang ada sudah tidak mampu lagi menampung limpasan air dalam volume yang besar. Kegiatan pembangunan saluran drainase pada. Kawasan Passo ini juga harus memperhatikan kondisi topografi wilayah yang tergolong cukup rendah sehingga saluran drainase yang direncanakan pada akhirnya dapat menanggulangi permasalahan berupa banjir akibat limpasan air laut atau banjir rob yang sering terjadi.
D. Persampahan
Program yang dapat dilakukan dalam upaya penanganan permasalahan bidang persampahan di Kawasan Passo, yakni:
Program Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Program sosialisasi pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga perlu diiaksanakan juga pada penduduk yang tinggal di Kawasan Passo ini. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian wilayah Passo masih belum terlayani petugas kebersihan dan sarana pengumpulan sampah komunal sehingga masih banyak timbunan sampah yang tidak tertangani di lingkungan perumahan penduduk. Penduduk pada umumnya hanya
Hal -
74
membakar atau mengubur timbunan sampah yang ada. Hal tersebut lambat laun diperkirakan dapat memberikan dampak yang buruk tehadap kondisi kualitas lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan usaha penduduk dalam hal penanggulangan dan pengelolaan sampah secara. mandiri.
Beberapa upaya pengekgaan sampah yang dapat disosialisasikan kepada masyarakat, meliputi pemilahan sampah yang dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik, kemudian usaha pendaur ulangan sampah organik menjadi kompos (composting) yang dimantaatkan untuk aktivitas pertanian, pemanfaatan sampah anorganik menjadi kerajinan atau barangbarang yang dapat digunakan kembali, penyediaan bak atau keranjang sampah secara swadaya di lingkungan permukiman penduduk, pengumpulan sampah pada lokasi tertentu yang agak jauh dari lingkungan permukiman sehingga sampah yang ada tidak ditimbun di beberapa tempat yang berbeda namun dapat terkumpul pada satu lokasi dan dapat dibakar atau ditimbun.
E. Sanitasi
Program yang dapat dilakukan dalam upaya penanganan permasalahan bidang sanitasi di Kawasan Passo, yaitu:
Program Penyediaan Sarana Sanitasi Komunal
Program pengembangan atau penyediaan sarana sanitasi komunal ini ditujukan untuk melayani kebutuhan sanitasi (buangan air limbah) pada lingkungan permukiman yang belum dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai. Tidak tersedianya fasilitas sanitasi mampu mempengaruhi kesehatan kondisi lingkungan karena volume limbah buangan yang disalurkan ke sungai akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Pada Kawasan Passo tersedia lahan yang cukup untuk kegiatan pembangunan fasilitas sanitasi komunal di lingkungan permukiman penduduk sehingga fasilitas sanitasi komunal yang disediakan dapat dimanfaatkan oleh beberapa keluarga dalam satu lingkungan. Fasilitas sanitasi komunal ini pada umumnya berupa WC umum atau kamar mandi umum.
F. Jalan
Program yang dapat dilakukan dalam upaya penanganan permasalahan bidang jaringan jalan di Kawasan Passo, yaitu:
Program Peningkatan Kondisi Jalan Lingkungan
Sebagian dari jaringan jalan yang ada di Kawasan Passo masih merupakan jalan tanah, sementara hanya ruas-ruas jalan utama permukiman yang sudah diperkeras dan dalam kondisi yang balk. Kondisi jalan lingkungan yang masih buruk tersebut juga membawa dampak terhadap kondisi lingkungan permukiman yang ada di sekitamya, dimana pada saat hujan air akan menggenang pada badan jalan sehingga menghambat aktivitas pergerakan penduduk. Program peningkatan kondisi jaringan jalan ini ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi perkerasan jalanjalan lingkungan yang mengalami kerusakan ataupun masih berupa jalan tanah tersebut. Program pembangunan jalan ini juga akan meningkatkan nilai aksesibilitas Kawasan Passo sebagai wilayah pengembangan permukiman barn di Kota Ambon.
Hal -