Total Rerata Skor
2. Pengembangan Produk Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Didasarkan pada hasilnya analisis kebutuhan, pengembangan produk media pembelajaran berbasis android ini dinilai sebagai salah satu solusi dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran online. Sebelum diterapkan untuk kegiatan pembelajaran, produk media pembelajaran berbasis andorid ini terlebih dulu divalidasi baik secara teoritis maupun media dan praktisi sehingga terjadi proses umpan balik untuk meningkatkan kualitas produk dalam rangka mendapatkan predikat kelayakan sebagai produk media pembelajaran yang berbasis android layak dipergunakan saat proses pembelajaran.
Implementasi kurikulum 2013 mengharuskan agar teknologi dapat berintegrasi pada pembelajaran, bentuk pengintegrasian ini yakni penggunaan media pembelajaran dengan teknologi. Pengembangan media berbasis android ini dilandasi atas hasil analisis kebutuhan dan pengintegrasian pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran sebagaimana dicantumkan dalam implementasi kurikulum 2013 tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknologi pendidikan, AECT mengungkapkan teknologi pendidikan tahun 2004 bahwasannya sebagai teori dan praktek etis dalam memberikan fasilitas pembelajaran serta menambah kinerjanya lewat pengembangan, pemanfaatan, serta mengelolas sumber daya dan teknologinya dengan benar (Januszewski &
Molenda, 2004 : 6).
Proses pengembangan produk media pembelajaran berbasis android ini berdasarkan atas sumber daya, hasil analisis kebutuhan dan teknologi yang diharapkan tepat untuk pembelajaran sehingga dapat memberikan kontribusi berupa peningkatan kualitas pendidikan yang tergambarkan pada peningkatan performa siswa menggapai tujuannya pembelajaran. Penelitian yang dilaksanakan oleh Miftah (2014 : 2 – 3) diperoleh hasil dibahwa pendidik dan siswa butuh media pembelajaran telah terintegrasi dengan teknologi, sesuai kebutuhan pendidik serta siswa
yang menjadi pengguna media, memotivasi untuk belajar, dan bisa memberi kemudahan pada siswa untuk memahami informasi pembelajaran, adanya penelitian dan pengembangan ini, kebutuhan pendidik serta siswa akan produk inovasi media belajar digital dapat terpenuhi.
Media pembelajaran yang dikembangkan harus melalui tahap validasi atau penilaian secara teoritis dan media. Masing-masing penilaian memiliki tujuan yaitu untuk mengukur tingkat kelayakan produk media yang dijadikan sebagai landasan pengambilan keputusan bahwa media tersebut layak atau tidak layak dalam proses pembelajarannya.
a. Validasi Teori Oleh Ahli Media dan Ahli Materi
Tahap awal penilaian tingkat kelayakannya produk media belajar ini dilaksanakan tim ahli yang memiliki sesuai biidangnya dan terdiri 2 ahli media serta 2 ahli materi. Berdasarkan hasil peniliaan dari dua orang ahli media pembelajaran, didapatkan skor 4,52 dari rentang skor 1-5, kategori “sangat baik” sehingga dapat terkait konversi rerata skor terhadap tingkat kelayakannya produk media pembelajaran, maka penilaian oleh ahli media pembelajaran berbasis android mendapat predikat “layak” untuk diujicobakan secara praktis oleh praktisi pembelajaran dan peserta didik sebagai pengguna produk.meskipun dalam beberapa komponennya masing-masing ahli memberikan masukan untuk kemudian dapat diperbaii sebelum diuji coba secara praktis.
Hasil penilaian teoritis berikutnya dilakukan guna tahu tingkat kelayakannya produk media ini dari segi materi atau informasi yang disampaikan, proses validasi materi ini dilaksanakan oleh dua orang ahli materi. Dari penelitian dengan dua orang ahli materi , didapatkan informasi abhwa telah diperoleh skor 4,76 dari rentang skor 1-5, yang kategori “sangat baik” sehingga terkait konversi skor terhadap tingkat kelayakannya produk media belajar ini, maka penilaiannya tim ahli
mendapatkan predikat “layak” untuk di uji cobakan secara praktis oleh praktisi pembelajaran dan peserta didik sebagai pengguna produk.
Mengacu pada hasil penilaian yang dilaksanakan oleh tim ahli dapat diberikan kesimpulan produk media pembelajaran berbasis android ini ”layak” untuk diuji cobakan kepada peserta didik dan pendidik setelah dilakukan perevisian sesuai saran ahli.
b. Validasi praktisi oleh praktisi pembelajaran (Pendidik) dan siswa.
Penilaian kelayakan selanjutnya dilaksanakan oleh pendidik dan siswa, pendidik yang turut menjadi validator terdiri dari dua pendidik mata pelajaran Penjasorkes. Hasil penilaian pada dua pendidik mata pelajaran terhadap seluruh aspek didapatkan skor 4,76 dari rentang skor 1-5, kategori “sangat baik”, sehingga terkait konversi rerata skor terhadap tingkat kelayakan produk media belajar ini berpredikat
“layak” dilakukan pengujian pada siswa. Dikarenakan produk media ini sesuai kebutuhan siswa dan materi disajikan dengan kurikulum yang berlaku di sekolah.
Setelah dilakukan penilaian oleh pendidik, produk media pembelajaran berbasis android ini kemudian di ujikan kepada siswa, pengujian ini berlangsung selama tiga kali, yang terdiri dari pengujian individu bersama 3 siswa, pengujian skala kecil yang dilaksanakan pada lima siswa, serta pengujian lapangan yang diikuti 10 siswa. Hasil penilaian siswa pada produk media pembelajaran ini dalam uji coba perorangan didapatkan total skor 4,6 dari rentang skor 1-5 , yang dikonversi nilai untuk kelayakan produk media ini kategorinya
“sangat baik” serta “layak” diimplementasikan untuk pembelajaran.
Sementara itu, hasil dari penilaian pada pengujian skala kecil bersama lima orang siswa terhadap produk media pembelajaran ini skornya 4,4 dari rentang skornya 1-5, termasuk kualifikasi “sangat baik”sehingga
“layak” untuk dijadikan sebagai media dalam belajar. Selanjutnya pada uji coba lapangan memperoleh skor 4,4 dari rentang skornya 1-5, kategori “sangat baik”. Dari hasil pengujian lapangan , kesimpulannya
dengan total rerata skor 4,4 dari rentang 1-5, maka tingkat kelayakan produk media pembelajaran ini masuk kategori “layak” untuk dijadikan media belajar Penjasorkes.
Sehingga secara keseluruhan produk media pembelajaran berbasis android yang telah melalui proses penilaian baik secara teoritis oleh ahli media dan ahli materi maupun secara praktis oleh pendidik dan siswa mendapatkan predikat “layak” untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Seiring perkembangan teknologi, menjadi sebuah kemungkinan memasukkan informasi dan pengetahuan ke dalam berbagai bentuk seperti gambar, teks, animasi, video dan audio. Sehingga hadirnya teknologi dalam kehidupan manusia diharapkan dapat memberikan kemudahan ketika dengan berbasiskan teknologi komunikasi dan pengetahuan. Media pembelajaran dengan berbasiskan teknologi komunikasi dan informasi di era digital seperti saat ini telah mengalami peningkatan kemajuan serta memiliki fitur yang menarik, sehingga dapat menunjang proses pembelajaran dan dapat mengakomodasi gaya belajar, serta dapat menarik perhatiannya serta memberikan motivasi siswa agar belajar (Leuther, 2014 : 175).
Selain itu, kelayakan media pembelajaran berbasis android yang telah dikembangkan tidak bisa dilepas dari unsur-unsur pembelajaran dan fungsi suatu media pembelajaran yaitu sebagai alat pemusat perhatian. Sebagaimana diungkapkan oleh Gagne et al (2005 : 194) bahwa secara teoritis terdapat sembilan kegiatan yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran (nine event of instruction) yang salah satunya adalah Gaining Attention atau memutuskan perhatian. Beberapa caranya dari guru atau memusatkan perhatian siswa ketika prposes pembelajaran ialah : 1) penggunaan media pembelajaran, 2) memainkan volume suara ketika menjelaskan materi, 3) memainkan gesture tubuh, 4) menginformasikan kepada peserta
didik hal-hal penting yang akan dipelajari pada pertemuan atau materi tersebut.
Perolehan skor terkait tingkat kelayakan produk media yang dikembangkan juga tidak lepas dari unsur-unsur desain pesan pembelajaran yang telah diimplementasikan pada saat penyusunan materi dan pengembangan produk media pembelajaran berbasis android. Desain pesan secara teoritis termasuk dalam kawasan desain yang tercantum dalam definisi teknologi pendidikan 1994 (Seels &
Richey, 1994 : 1). Budiningsih (2003 : 6) mengungkapkan bahwa apabila ingin menghasilkan suatu desain pesan yang dapat menarik perhatian peserta didik, maka perlu memperhatikan dan mengorganisir elemen-elemen grafis penyusun tampilan suatu media penyampaian informasi, suatu pesan dapat didukung dengan keberadaan visual sehingga informasi mudah dipahami oleh peserta didik . selain itu, desain baik dari segi tampilan dan teks yang dikembangkan sebaiknya menggambarkan atau mendukung secara psikologis bagi pembaca, sehingga muncul suatu kenyamanan dan ketertarikan untuk belajar.
Pada era Revolusi Industri 4.0 yang identik penggunaan dan penyebaran informasi melalui jaringan dan perangkat digital yang terhubung dengan internet secara signifikan telah merambah ke berbagai aspek kehidupan individu, situasi ini memberikan kesempatan besar bagi individu untuk menggunakan perangkat dan jaringan digital serta dukungan internet dalam interaksi sehari-hari dan komunikasi, segala informasi atau materi pelajaran dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat luas termasuk siswa, namun diperlukan sosok pendidik untuk dapat memberikan filter terhadap informasi dan materi yang memang diperlukan oleh siswa (Rejekiningsih, 2019 : 307), sehingga proses validasi atau penilaian yang telah diberikan oleh ahli materi, merupakan salah satu upaya untuk melakukan penyaringan informasi terhadap aktualisasi dan faktualisasi materi pembelajaran yang ada pada media pembelajaran.
Oleh karena itu, sebagai seorang pendidik yang profesional diharapkan dapat terus melakukan inovasi-inovasi guna meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dengan cara melakukan pengembangan atau penciptaan produk media ini berdasarkan kebutuhannya siswa dan selaras pada pemanfaatan teknologi.
Sebagai salah satu kompetesi abad 21, kompetensi keterampilan pendidikan jasmani olahraga dan kesehata gerak dasar lari jarak pendek menjadi sagat penting untuk dapat dikuasi oleh siswa. Pembelajaran dengan teknologi, menurut teoritis serta empiris dapat memberi dampak yang baik pada peningkatan kemampuan belajar dan prestasi akademik siswa pada peningkatan kemampuan belajar serta prestasi akademik siswa baik dalam ranah afektif, psikomotor maupun kognitifnya Nehir & Ebru (2016 : 52 ; Nugraha & Wahyono, 2019 : 234), meningkatkan motivasi peserta didik (Lin et al . 2017 : 3561), hasil belajar siswa, bahkan mampu menguatkan suatu karakter pada siswa (Suyantiningsih et al, 2016 : 12), potensi pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran juga didukung dengan kemampuan peserta didik yang saat ini sudah sangat familiar atau terbiasa pada pemanfaatan teknologi pada kesehariannya.
Melalui penelitian yang telah dilaksanakan berhasil teridentifikasi beberapa keunggulan yang dimiliki pada media pembelajaran berbasis android ini, diantaranya : 1) produk media pembelajran ini menjadi suatu inovasi yang baru dan belum pernah dikembangkan sebelumnya di sekolah sebagai subjek penelitian, 2) produk media pembelajaran ini mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan ketrampilan gerak dasar lari jarak pendek pada siswa, 3) produk media pembelajaran berbasis android ini telah disusun atas beberapa komponen media seperti, teks, narasi, video pembelajaran, animasi, serta latihan soal untuk mempelajari materi. 4) produk media pembelajaran ini dapat digunakan atau dioperasikan saat offline.
Oleh karena itu guna peningkatan keterampilan gerak dasar lari jarak pendek peserta didik,seorang pendidik yang memiliki peran untuk dapat memfasilitasi proses pembelajaran sudah sepatutnya mampu memberikan inovasi dan
meningkatkan kinerja melalui stimulus yang diberikan kepada komponen-komponen penyusun sistem pembelajaran sehingga ketika komponen-komponen tersebut berfungsi secara maksimal maka akan dapat membantu siswa menggapai kompetensinya.
Pemanfaatan media belajar digital dengan berbasis android, pada hal ini berupa program media pembelajaran berbasis andorid untuk proses pembelajaran dapat menciptakan dan memberikan stimulus dalam rangka optimalisasi komponen-komponen penyusun sistem pembelajaran, sehingga siswa merasa terfasilitasi saat pencapaian tujuan pembelajaran sudah sesuai penetapannya, disisi lain, diantaranya fungsi dari media ini yaitu sebagai komplemen dan suplemen, yakni dapat digunakan sebagai pelengkap dan penunjang proses pembelajaran baik dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas ataupun mandiri.