• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV Hasil Penelitian, Pembahasan, dan Keterbatasan Penelitian

B. Pembahasan

1. Pengembangan Perangkat

Peneliti menggunakan langkah-langkah pengembangan menurut Sugiyono, tetapi peneliti memodifikasi penelitian ini sehingga hanya menggunakan tujuh langkah pengembangan.

a. Potensi dan masalah

Peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara untuk menemukan potensi dan masalah di kelas VIII di SMPN 1 Yogyakarta. Observasi dilakukan di kelas VIII E SMPN 1 Yogyakarta, sedangkan wawancara dilakukan dengan guru untuk mendukung hasil observasi.

Hasil wawancara dapat dilihat pada lampiran 17 (halaman 288). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah peneliti lakukan, peneliti dapat menemukan potensi dan masalah yang dimiliki siswa. Potensi yang ada di kelas VIII E SMPN 1 Yogyakarta adalah siswa memiliki rasa keingintahuan yang tinggi serta aktif dalam pembelajaran. Hal ini terlihat ketika siswa belum paham materi siswa tidak malu bertanya kepada guru. Sedangkan masalah yang dihadapi oleh siswa di kelas VIII E SMPN 1 Yogyakarta adalah alat peraga yang digunakan guru masih terbatas dan siswa kurang mampu merefleksikan dan mengevaluasi proses pembelajaran sehingga materi yang diperoleh tidak dikembangkan. Setelah peneliti memperoleh potensi dan masalah di kelas VIII E SMPN 1 Yogyakarta berdasarkan observasi dan wawancara, selanjutnya peneliti mulai merancang desain perangkat pembelajaran.

b. Pengumpulan data

Selanjutnya peneliti mencari berbagi informasi atau sumber yang sesuai untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Berdasarkan potensi dan masalah yang ada, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif yang mengakomodasi teori Van Hiele pada materi bangun ruang sisi datar topik balok. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara, observasi pada analisis kebutuhan, observasi pada uji coba produk, soal tes akhir,

kuesioner respon siswa, lembar validasi dan dokumentasi yang berupa video hasil penelitian serta rekaman wawancara.

c. Desain produk

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, maka peneliti merancang pembelajaran menggunakan Paradigma pedagogi reflektif dengan mengakomodasi teori Van Hiele pada materi bangun ruang sisi datar topik balok. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru dan siswa yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Adapun desain produk perangkat pembelajaran matematka yang dibuat peneliti berupa silabus (lampiran 11 halaman 244), RPP (lampiran 12 halaman 250) bahan ajar (lampiran 13 halaman 261), Lembar Kerja Siswa (lampiran 14

halaman 270), dan penilaian.

d. Validasi desain

Desain produk yang telah dibuat oleh peneliti kemudian divalidasi oleh ahli yaitu yang sudah berpengalaman yaitu 1 dosen dan 1 guru. Hal yang dinilai dalam validasi tersebut adalah apakah perangkat pembelajaran yang dirancang sudah mengakomodasi teori Van Hiele dengan Paradigma Pedagogi Reflektif, apakah peilaian sudah sesuai dengan aspek competence, conscience dan compassion dan apakah perangkat tersebut layak untuk digunakan. Hasil validasi menunjukan kategori dengan skor 4.14 dengan kategori Baik sesuai dengan tabel 3.9 halaman 77 (lampiran 8 halaman 183).

e. Revisi desain

Setelah melakukan validasi desain, terdapat beberapa perangkat yang perlu diperbaiki. Untuk itu, peneliti memperbaiki perangkat pembelajaran sesuai masukkan-masukkan yang diberikan oleh para ahli. Hal ini bertujuan agar perangkat pembelajaran menjadi lebih bermutu dan berkualitas. Peneliti tidak melakukan uji keterbacaan karena tidak menemukan subjek yang sudah membahas materi balok. Namun peneliti sudah melaksanakan validasi oleh para ahli sehingga soal tes akhir sudah layak digunakan untuk siswa.

f. Uji coba produk

Desain yang sudah direvisi diujcobakan untuk meyakinkan bahwa pembelajaran yang dibuat layak digunakan. Uji coba produk dilakukan oleh 35 siswa di kelas VIII E SMPN 1 Yogyakarta. Guru matematika kelas VIII E bertindak sebagai pelaksana uji coba produk dengan mengajarkan materi balok menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh peneliti. Paradigma Pedagogi Reflektif dan fase Van Hiele telah terlihat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Hal tersebut terlihat dari observasi yang dilakukan pada saat uji coba produk. Pada uji coba produk juga dilakukan dokumentasi berupa video kemudian ditranskripsikan.

g. Revisi produk

Setelah uji coba produk dilakukan, peneliti masih perlakukan perbaikan karena terdapat beberpa kekurangan yang ada pada produk perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang telah direvisi tersebut menjadi bentuk prototype.

2. Kualitas perangkat pembelajaran

Produk yang telah selesai diujicobakan dan direvisi telah menjadi bentuk

prototype. Berikut ini merupakan pembahasan mengenai prototype perangkat

pembeajaran dan prosesnya. a. Silabus

Silabus dibuat dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan fase Van Hiele untuk materi bangun ruang sisi datar topik balok dan menjelaskan karakter competence, conscience dan compassion

Silabus yang dikembangkan juga telah divalidasi ole para ahli yaitu 1 dosen dan 1 guru. Hasil dari validasi silabus ini menunjukkan skor 4.19 dengan kategori baik sesuai dengan tabel 3.9 halaman 77 (lampiran 8

halaman 183).

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dirancang untuk 2 kali pertemuan. Materi yang dikembangkan dalam RPP adalah Balok.

Langkah-langkah pembelajaran pada RPP ini menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif menggunakan dengan fase pembelajaran Van Hiele pada kegiatan inti. Penelitian ini memuat 5 komponen dari Paradigma pedagogi reflektif yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi yang akan dikemas dalam 3 tahap kegiatan pembelajaran, yakni pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup

RPP yang dikembangkan juga telah divalidasi oleh para ahli yaitu 1 dosen dan 1 guru. Hasil dari validasi RPP ini menunjukkan skor 4.01 dengan kategori baik sesuai dengan tabel 3.9 halaman 77 (lampiran 8

halaman 183). Peneliti menggunakan lembar observasi untuk melihat

keterlaksanaan tahapan pembelajaran sesuai dengan produk pada uji coba produk. Pelaksanaan RPP ini sudah baik hal ini dapat dilihat pada hasil observasi uji coba produk pada (lampiran 6 halaman 161). Selain itu peneliti juga membuat uji coba produk yang berisi kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir. Transkripsi uji coba produk ini ada pada lampiran 23 halaman 312.

c. Lembar Kerja Siswa (LKS)

LKS digunakan untuk menunjang proses pembelajaran sebagai panduan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran. LKS ini dikembangkan dengan berdasarkan teori Van Hiele dan Paradigma Pedagogi Reflektif. RPP yang dikembangkan juga telah divalidasi oleh

para ahli yaitu 1 dosen dan 1 guru. Hasil dari validasi LKS ini menunjukkan skor 3.96 dengan kategori baik sesuai dengan tabel 3.9 halaman 77 (lampiran 8 halaman 183).

d. Bahan Ajar

Bahan ajar digunakan untuk mempermudah siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Bahan ajar berisi tentang materi bangun ruang sisi datar topik balok. Bahan ajar yang telah divalidasi oleh para ahli dengan memperoleh skor 4.2 dengan kategori baik sesuai dengan tabel 3.9 halaman 77 (lampiran 8 halaman 183). Bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat dilihat lebih lengkapnya pada lampiran 13 halaman 261.

e. Penilaian

Penilaian dibuat berdasarkan tujuan pembelajaran. Penilaian dirancang berdasarkan penilaian dalam Paradigma pedagogi reflektif, dimana terdapat 3 aspek yang dinilai yaitu competence, conscience, dan

compassion.

Penilaian competence dilihat dari tes tertulis yang diberikan pada siswa. Soal tes yang dibuat sebanyak 4 butir berupa soal uraian yang merepresentasikan tahap berpikir siswa berdasarkan Teori Van Hiele. Tes bangun ruang sisi datar ini telah divalidasi oleh para ahli yang memperoleh skor 4 dengan kategori baik sesuai dengan tabel 3.9 halaman

77 (lampiran 8 halaman 183). Penilaian dan hasil jawaban siswa dapat dilihat pada lampiran 26 halaman 327).

Penilaian conscience dan compassion dilihat dari pengamatan pada sikap dan perilaku siswa di dalam kelas pada saat uji coba produk. Penilaian conscience merupakan aspek yang erat yang menekankan suara hati, sedangkan penilaian Compassion merupakan aspek afektif yang dikembangkan sebagai kemampuan untuk berbela rasa pada sesama dan lingkungan. Hasil validasi penilaian conscience dan compassion ini dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 183. Penilaian conscience dan

compassion siswa dapat dilihat pada lampiran 16 halaman 285. Penilaian

conscience ini telah divalidasi oleh para ahli memperoleh skor 4,09

dengan kategori baik sesuai dengan tabel 3.9 halaman 77. Penilaian

compassion ini telah divalidasi oleh para ahli memperoleh skor 4,43

dengan kategori sangat baik sesuai dengan tabel 3.9 halaman 77.

Kualitas belajar juga dapat diukur dengan hasil belajar siswa selama pembelajaran yangt terdapat 3 aspek penilaian yaitu competence, conscience,

dan compassion. Ketiga aspek ini dirancang berdasarkan penilaian dalam

paradigma pedagogi reflektif yang telah disesuaikan dengan materi yang disampaikan.

a. Aspek competence

Untuk mengetahui penilaian competence dapat dilihat pada tes tertulis yang diberikan pada siswa. Soal tes yang dibuat sebanyak 4 butir berupa soal uraian. Materi yang digunakan dalam pengambilan tes ini adalah balok. Hasil tes digunakan untuk mengetahui tahap berpikir siswa sesuai tahap berpikir geometri Van Hiele mengenai materi balok. Berikut rincian hasil perhitungan nilai akhir pada tes tertulis.

1) Ulangan Harian

Ulangan harian dilaksanakan pada tanggal Selasa, 12 April 2016 di kelas VIII E SMP N 1 Yogyakarta. Sebanyak 35 siswa yang mengikuti ulangan harian materi balok. Berikut ini merupakan daftar nilai tes tertulis siswa materi balok:

Tabel 4.5 Persentase Ketuntasan Ulangan Harian

Kriteria Jumlah Siswa Persentase TUNTAS 24 68,6% REMEDI 11 31,4 TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan tentang persentase ketuntasan siswa saat ulangan harian balok. Siswa yang sudah tuntas atau mencapai KKM sebanyak 24 siswa atau 68,6% dengan kategori baik berdasarkan tabel 3.12 halaman 80. Siswa yang belum tuntas atau remedi sebanyak 11 siswa atau 31,4% (lampiran 26 halaman 327).

Tabel 4.6 Persentase Nilai Ulangan Harian

Kriteria Jumlah Siswa Persentase 96-100 5 14.29% 91-95 5 14.29% 86-90 8 22.89% 81-85 0 0% 75-80 6 17.14% <75 11 31.4%% TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan tentang persentase nilai siswa saat ulangan harian balok. Siswa yang mendapat nilai 96-100 sebanyak 5 siswa atau 14,29%. Siswa yang mendapat nilai 91-95 sebanyak 5 siswa atau 14,29%. Siswa yang mendapat nilai 86-90 sebanyak 8 siswa atau 22,89%. Tidak ada siswa yang mendapat nilai antara 81-85. Siswa yang mendapat nilai 75-80 sebanyak 6 siswa atau 31,4%.

2) Remedi Pertama

Remedi pertama kali dilaksanakan pada tanggal Rabu, 27 April 2016 di kelas VIII E SMP N 1 Yogyakarta. Sebanyak 11 siswa yang mengikuti remedi materi balok. Berikut ini merupakan daftar nilai remedi pertama siswa materi balok:

Tabel 4.7 Persentase Ketuntasan Remedi Pertama

Kriteria Jumlah Siswa Persentase TUNTAS 8 72,7% REMEDI 3 27,3 TOTAL 11 100%

Tabel tersebut menjelaskan tentang persentase ketuntasan siswa saat remedi pertama balok. Jumlah total siswa yang masih harus remedi adalah 11 orang. Siswa yang sudah tuntas atau mencapai KKM sebanyak siswa atau 72,7% dengan kategori baik berdasarkan tabel 3.12 halaman 80. Siswa yang belum tuntas atau masih remedi sebanyak 3 siswa atau 27,3%.

Tabel 4.8 Persentase Nilai Remedi Pertama

Kriteria Jumlah Siswa Persentase 96-100 2 18,2% 91-95 2 18,2% 86-90 1 9% 81-85 1 9% 75-80 2 18,2% <75 3 27,3% TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan tentang persentase nilai siswa saat remedi pertama balok. Siswa yang mendapat nilai 96-100 sebanyak 2 siswa atau 18,2%. Siswa yang mendapat nilai 91-95 sebanyak 2 siswa atau 18,2%. Siswa yang mendapat nilai 86-90 sebanyak 1 siswa atau 9%. Siswa yang mendapat nilai antara 81-85 sebanyak 1 siswa atau 9%. Siswa yang mendapat nilai 75-80 sebanyak 3 siswa atau 27,3%.

3) Remedi Kedua

Remedi kedua kali dilaksanakan pada tanggal Rabu, 4 Mei 2016 di kelas VIII E SMP N 1 Yogyakarta. Sebanyak 3 siswa yang mengikuti

remedi materi balok. Berikut ini merupakan daftar nilai remedi kedua siswa materi balok:

Tabel 4.9 Persentase Ketuntasan Remedi Kedua

Kriteria Jumlah Siswa Persentase TUNTAS 3 100% REMEDI 0 0% TOTAL 3 100%

Tabel tersebut menjelaskan tentang persentase ketuntasan siswa saat remedi kedua balok. Jumlah total siswa yang masih harus remedi adalah 3 orang. Siswa yang sudah tuntas atau mencapai KKM sebanyak siswa atau 100% dengan kategori sangat baik berdasarkan tabel 3.12 halaman 80. Namun semua siswa sudah tuntas semua atau mencapai KKM sehingga tidak perlu adanya remedi lagi.

Tabel 4.10 Persentase Nilai Remedi Kedua

Kriteria Jumlah Siswa Persentase 96-100 0 0% 91-95 1 33,3% 86-90 1 33,3% 81-85 1 33,3% 75-80 0 0% <75 0 0% TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan tentang persentase nilai siswa saat remedi kedua balok. Tidak ada siswa yang mendapat nilai 96-100. Siswa yang mendapat nilai 91-95 sebanyak 1 siswa atau 33,3%. Siswa yang

mendapat nilai 86-90 sebanyak 1 siswa atau 33,3%. Siswa yang mendapat nilai antara 81-85 sebanyak 1 siswa atau 33,3%. Tidak ada siswa yang mendapat nilai dibawah 80.

b. Aspek conscience

Penilaian conscience merupakan aspek yang tekankan suara hati, terutama untuk memahamani mengenai nilai-nilai teliti, percaya diri, kerja sama dan tanggung jawab. Aspek conscience juga dinilai pada saat di dalam kelas dengan menilai sikap dan perilaku siswa. Aspek

conscience diukur menggunakan kuesioner yang diberikan saat akhir

pembelajaran. Kuesioner menggunakan pengukuran dengan skala lima. Penilaian conscience dan compassion dapat dilihat pada lampiran 16 halaman 285.

1)Penilaian ketelitian

Penilaian ketelitian dalam pembelajaran dilakukan dengan penilaian sikap dan perilaku siswa di kelas. Hasil penilaian sikap ketelitian disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.11 Penilaian Sikap Ketelitian Siswa

Kriteria Jumlah Siswa Persentase Tidak Baik 0 0% Kurang Baik 3 8,6% Cukup Baik 25 71,4% Baik 7 20% Sangat Baik 0 0% TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan penilaian ketelitian siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran materi balok. Tidak ada siswa yang berkelakuan tidak baik maupun sangat baik dalam aspek ketelitian. Sebanyak 3 siswa atau 8,6% yang berkelakuan cukup baik dalam pembelajaran. Sebanyak 25 siswa atau 71,4% yang berkelakuan baik dalam pembelajaran. Sebanyak 7 siswa atau 20% yang berkelakuan baik dalam pembelajaran.

2)Penilaian percaya diri

Penilaian percaya diri dalam pembelajaran dilakukan dengan penilaian sikap dan perilaku siswa di kelas. Hasil penilaian sikap percaya diri disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.12 Penilaian Sikap Percaya Diri Siswa

Kriteria Jumlah Siswa Persentase Tidak Baik 0 0% Kurang Baik 0 0% Cukup Baik 25 71,4% Baik 10 28,6% Sangat Baik 0 0% TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan penilaian sikap percaya diri siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran materi balok. Tidak ada siswa yang berkelakuan tidak baik, kurang baik maupun sangat baik dalam aspek percaya diri. Sebanyak 25 siswa atau 71,4% yang berkelakuan cukup

baik dalam pembelajaran. Sebanyak 10 siswa atau 28,6% yang berkelakuan baik dalam pembelajaran.

3)Penilaian kerja sama

Penilaian kerja sama dalam pembelajaran dilakukan dengan penilaian sikap dan perilaku siswa di kelas. Hasil penilaian sikap kerja sama disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.13 Penilaian Sikap Kerja Sama Siswa

Kriteria Jumlah Siswa Persentase Tidak Baik 0 0% Kurang Baik 0 0% Cukup Baik 16 45,7% Baik 19 54,3% Sangat Baik 0 0% TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan penilaian sikap kerja sama siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran materi balok. Tidak ada siswa yang berkelakuan tidak baik, kurang baik maupun sangat baik dalam aspek kerja sama. Sebanyak 16 siswa atau 45,7% yang berkelakuan cukup baik dalam pembelajaran. Sebanyak 19 siswa atau 54,3% yang berkelakuan baik dalam pembelajaran.

4)Penilaian tanggung jawab

Penilaian tanggung jawab dalam pembelajaran dilakukan dengan penilaian sikap dan perilaku siswa di kelas. Hasil penilaian sikap

tanggung jawab disajikan pada tabel berikut. Tabel 4.14 Penilaian Sikap Tanggung Jawab Siswa

Kriteria Jumlah Siswa Persentase Tidak Baik 0 0% Kurang Baik 3 8,6% Cukup Baik 20 57,1% Baik 8 22,9% Sangat Baik 4 11,4% TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan penilaian sikap tanggung jawab siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran materi balok. Tidak ada siswa yang berkelakuan tidak baik dalam aspek tanggung jawab. Sebanyak 3 siswa atau 8,6% yang berkelakuan kurang baik dalam pembelajaran. Sebanyak 20 siswa atau 57,1% yang berkelakuan cukup baik dalam pembelajaran. Sebanyak 8 siswa atau 22,9% yang berkelakuan baik dalam pembelajaran. Sebanyak 4 siswa atau 11,4% yang berkelakuan sangat baik dalam pembelajaran.

c. Aspek compassion

Penilaian Compassion merupakan aspek afektif yang dikembangkan sebagai kemampuan untuk berbela rasa pada sesama dan lingkungan. Aspek ini merupakan aspek dalam PPR yang menekankan sikap saling menolong dan saling menghargai. Penilaian conscience dan compassion dapat dilihat pada lampiran 27 halaman 328.

1)Penilaian saling membantu

Penilaian saling membantu dalam pembelajaran dilakukan dengan penilaian sikap dan perilaku siswa di kelas. Hasil penilaian sikap saling membantu disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.15 Penilaian Sikap Saling Membantu Siswa

Kriteria Jumlah Siswa Persentase Tidak Baik 0 0% Kurang Baik 0 0% Cukup Baik 13 37,1% Baik 22 62,9% Sangat Baik 0 0% TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan penilaian sikap saling membantu siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran materi balok. Tidak ada siswa yang berkelakuan tidak baik, kurang baik maupun sangat baik dalam aspek saling membantu. Sebanyak 13 siswa atau 37,1% yang berkelakuan cukup baik dalam pembelajaran. Sebanyak 22 siswa atau 62,9% yang berkelakuan baik dalam pembelajaran.

2)Penilaian saling menghargai

Penilaian saling menghargai dalam pembelajaran dilakukan dengan penilaian sikap dan perilaku siswa di kelas. Hasil penilaian sikap saling menghargai disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.16 Penilaian Sikap Saling Menghargai Siswa

Kriteria Jumlah Siswa Persentase Tidak Baik 0 0% Kurang Baik 0 0% Cukup Baik 13 37% Baik 19 54,2% Sangat Baik 3 8,8% TOTAL 35 100%

Tabel tersebut menjelaskan penilaian sikap saling menghargai siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran materi balok. Tidak ada siswa yang berkelakuan tidak baik dan kurang baik dalam aspek saling membantu. Sebanyak 13 siswa atau 37% yang berkelakuan cukup baik dalam pembelajaran. Sebanyak 19 siswa atau 54,2% yang berkelakuan baik dalam pembelajaran. sebanyak 3 siswa atau 8,8% yang berkelakuan sangat baik dalam pembelajaran.

3. Respon guru dan siswa

Dokumen terkait