• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

F. Strategi Pemberdayaan Masyarakat

3. Pengembangan Sistem dan Sarana Pemasaran Hasil Peternakan

berkelanjutan. Untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan peternak dapat di

lakukan melalui sertifikasi kompetensi dan mempasilitasi peternak untuk memperoleh sertifikasi kompotensi.

2. Penyuluhan dan Pendampingan

Penyuluhan dan pendampingan dilakukan agar peternak dapat melakukan tatacara budidaya, pengelolahan, dan pemasaran yang baik, kemudian menganalisis kelayakan usaha dan kemitraan dengan pelaku usaha.

3. Pengembangan Sistem dan Sarana Pemasaran Hasil Peternakan

Dalam pemgembangan sistem dan sarana pemasarn hasil peternakan yaitu, dapat mewujudkan pasar hasil peternakan yang memenuhi satandar keamanan pangan, senantiasa mamperhatikan ketertiban umum, mewujudkan terminal agribisnis dan subterminal agribisnis untuk pemasaran hasil peternakan, kemudian mewujudkan pasilitas pendukung pasar hasil peternakan, mempasilitasi pengembangan pasar hasil peternakan yang dimiliki atau yang dikelolah oleh peternak, gabungan peternak koprasi atau kelembagaan ekonomi peternak lainnya di Daerah produksi komoditas peternakan dan membatasi pasar moderen yang bukan dimiliki atau tidak bekerja sama dengan peternak.

4. Kemudahan Akses Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Informasi

Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban memberikan kemudahan akses ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi untuk mencapai standar mutu komoditas peternakan. Kemudahan akses sebagaimana dimaksud penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kerja sama ahli

teknologi dan penyediaan fasilitas bagi Peternak untuk mengakses ilmu

pengetahuan, teknologi, dan informasi.

Penyediaan informasi, sarana produksi peternakan, harga komoditas peternakan, peluang dan tantangan pasar, perkiraan iklim, dan ledakan organisme pengganggu tumbuhan atau wabah penyakit hewan menular, pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan, pemberian subsidi dan bantuan modal dan ketersediaan lahan Peternakan.

5. Pengendalian Penyakit/Penjagaan Kesehan

Pengendalian penyakit sapi potong yang baik adalah menjaga kesehatan sapi dengan tindakan pencegahan meliputi: menjaga kebersihan kandang dan peralatannya, vaksinasi dan pemberian obat cacing. Pemisahan sapi potong yang sakit dan segera dilakukan pengobatan, lantai kandang selalu kering, pemeriksaan sapi secara teratur, pemberian vitamin dan pelaksanaan vaksinasi sesuai petunjuk dari dokter hewan berwenang.

C. Pemberdayaan Masyarakat

Permberdayaan peternak dapat dilakukan melalui pemberian pemahaman baik melalui penyuluhan maupun komunikasi antar-peternak agar mereka mampu memperbaiki sistem pengelolaan usaha peternakan sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu contoh bentuk pemberdayaan peternak ialah mengikut sertakan peternak dalam pengambilan keputusan mengenai program Pemerintah yang akan dijalankan menyangkut masalah peningkatan produktivitas peternakan seperti, mengajarkan peternak proses insiminasi buatan (IB), pengolahan sumber daya lokal

(sisa hasil pertanian) sebagai bahan pakan berkualitas, pelatihan pemanfaatan sisa

hasil peternakan menjadi pupuk dan sebagainya. (Hardiyanto, 2007).

Menurut Korten (1980:1984). Pemberdayaan masyarakat adalah pembangunan yang lebih berpihak kepada rakyat. Individu melainkan berperan sebagai pelaku, yang menentukan tujuan mengontrol sumberdaya dan mengarahkan proses yang mempengaruhi hidupnya sendiri.

Wirotomo (2003). Pemberdayaan bagi masyarakat sangatlah penting bagi suatu konteks pemecahan masalah ketegangan hubungan antara Negara (state) dengan Masyarakat (cummunitiy) yaitu, untuk menggeser tanggung jawab Negara dalam menanggulangi kemiskinan dan masyarakat. Keberhasilan pemberdayaan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat sebagai pelaku serta berperan dalam pembangunan.

D. Tahap-Tahap Pemberdayaan

Menurut Somodiningrat (2004:42). Pemberdayaan tidak bersipat selamanya, melainkan sampai target masyarakat mampuh untuk mandiri, dan kemudian di lepas untuk mandiri, meski dari jauh di jaga agar tidak jatuh lagi.

Dilihat dari pendapat tersebut berarti pemberdayaan melalui suatu proses belajar, hingga mencapai status mandiri. Meskipun demikian dalam rangka menjaga kemandirian tersebut tetap di lakukan pemeliharaan semangat, kondisi, dan kemampuan secara terus menerus supaya tidak mengalami kemunduran lagi.

Sebagaimana disampaikan dimuka bahwa proses belajar dalam rangka

pemberdayaan akan berlangsung secara bertahap. Tahap-tahap yang harus dilalui tersebut adalah meliputi:

1. Tahap penyadaran dan pembentukan perilaku menuju perilaku sadar dan peduli sehingga merasa membutuhkan peningkatan kapasitas diri.

2. Tahap transformasi kemampuan berupa wawasan pengetahuan, kecakapan keterampilan agar terbuka wawasan dan memberikan keterampilan dasar sehingga dapat mengambil peran di dalam pembangunan.

3. Tahap peningkatan intelektual, kecakapan keterampilan sehingga terbentuklah inisiatif dan kemampuan inovatif untuk menghantarkan pada kemandirian.

E. Konsep Pemberdayaan Masyarakat

Friedman (1994:76) mengemukakan bahwa pendekatan pemberdayaan pada intinya memberikan tekanan pada otonomi pengembilan keputusan dan dari suatu kelompok masyarakat yang berlandaskan pada sumber yang pribadi, langsung melalui partisipasi demokratis dan pembelajaran sosial melalui pengalaman langsung.

Friedman dalam hal ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya sebatas ekonomi saja, tetapi juga secara politis sehingga pada akhirnya masyarakat akan memiliki posisi tawar menawar (berganing position) baik secara nasional maupun secara internasional

F. Strategi Pemberdayaan Masyarakat

Anwas (2013:87-88). Dalam pemberdayaan masyarakat ditujukan untuk mengubah prilaku masyarakat agar mampu berdaya sehingga ia dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya. Namun keberhasilan pemberdayaan tidak sekedar menekan pada hasil, tapi juga pada prosesnya melalaui tingkat partisipasi yang tinggi, yang berbasis pada kebutuhan dan potensi masyarakat. Untuk meraih keberhasilan itu, agen pemberdayaan dapat melakukan pendekatan (buttom-up), dengan cara menggali potensi masalah dan kebutuhan masyarakat.

1. Pendididkan dan Pelatihan

Dalam rangka menyukseskan pembangunan peternakan Dinas Peternakan melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Peternakan yang merupakan salah satu unit pelaksana teknis Dinas Peternakan, membangun dunia peternakan yang berkesinambungan. Balai Pelatihan Peternakan berusaha meningkatkan sumber daya manusia baik secara kualitas maupun kuantitasnya.

sumber daya manusia dapat dilihat dari dua aspek, yaitu : kuantitas dan kualitas.

Kuantitas adalah Sumber daya Manusia. Kuantitas sumber daya manusia tanpa disertai dengan kualitas yang akan menjadi beban bagi pembangunan suatu bangsa.

sedangkan kualitas Sumber Daya Manusia adalah mutu Sumber Daya Manusia yang menyangkut kemampuan, baik kemampuan fisik, maupun non fisik. Untuk kepentingan akselarasi suatu pembangunan di bidang apapun, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia merupakan salah satu syarat utama. Oleh sebab itu untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. (Abdurrahman, 2010)

2. Penyuluhan dan Pendampingan

Penyuluhan sebagai proses bimbingan dan pendidikan nonformal bagi peternak memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan di sub sektor peternakan. Penyuluhan berperan untuk menyampaikan informasi terbaru tentang inovasi di bidang peternakan. Penyuluh berkewajiban untuk membantu peternak yang mengalami masalah di lapangan, membimbing peternak dan sebagai sumber informasi bagi peternak. Kinerja PPL sangat penting dalam membantu peternak menyelesaikan masalah-masalah yang ada pada peternak tersebut. Semakin baik kinerja PPL dalam menjalankan tugasnya maka akan semakin baik pula hasil yang diperoleh oleh peternak. Untuk memperoleh kinerja yang baik PPL harus didukung oleh beberapa faktor. Untuk meningkatkan kinerja PPL dalam melakukan penyuluhan di antaranya adalah motivasi, penghargaan dari pemerintah, fasilitas yang diberikan kepada PPL dan juga pelatihan yang dilakukan oleh PPL tersebut. (Abdurrahman, 2010)

3. Pengembangan Sistem Sarana dan Pemasaran Hasil Peternakan

Untuk mewujudkan Pasar Hasil Peternakan dan memenuhi standar keamanan pangan meningkatkan produksi dan produktifitas ternak serta terpenuhinya konsumsi pangan asal ternak, bahan baku industri dan ekspor.

(Abdurrahman, 2010)

Dalam melaksanakan pemberdayaan perlu di lakukan melalui berbagai pendekatan. Menurut Suharto (2005:53), penerapan pendekatan pemberdayaan dapat di lakukan melalui 5 pendekatan yaitu:

1. Pemukiman: menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang secara optimal. Pemberdayaan harus mampu

membebaskan masyarakat dari sekarat-sekarat kultural dan stukturak yang

menghambat.

2. Penguatan: memperkuat pengetahuan dan kemampuan yang di miliki masyarakat dalam memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

3. Perlindungan: masyarakat terutama kelompok-kelompok lemah agar tidak tertindas oleh kelompok kuat, manghindari terjadinya persaingan yang tidak seimbang (apalagi tidak sehat) antara yang kuat dan lemah, dan mencegah terjadinya eksploitasi kelompok kuat terhadap kelompok lemah.

4. Penyokongan: memberikan bimbingan dan dukungan agar masyarakat mampu menjalankan perannya dan tugas-tugas kehidupannya.

5. Pemeliharaan: memelihara kondusi yang kundusif agar tetap terjadi keseimbangan distribusi kekuasaan antara berbagai kelompok dalam masyarakat.

Dokumen terkait