• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMUDI DAN PEMASOK UTAMA

PERUSAHAAN ASOSIASI

H. PENGEMUDI DAN PEMASOK UTAMA

Pengemudi, Perekrutan dan Pelatihan

Pengemudi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis Perseroan. Per tanggal 31 Desember 2009, 2010 dan 2011 dan 30 April 2012, Perseroan secara berturut-turut memiliki 3.198, 4.922, 6.002 dan 6.396 pengemudi, tidak termasuk pengemudi cadangan untuk taksi reguler Perseroan. Per tanggal 31 Desember 2011 dan 30 April 2012, Perseroan memiliki lebih dari 9.000 pengemudi cadangan taksi reguler Perseroan. Tabel berikut ini memuat rincian pengemudi Perseroan (tidak termasuk pengemudi cadangan taksi reguler) berdasarkan bisnis dan wilayah geografis per tanggal yang disebutkan di bawah ini:

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

Empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2009 2010 2011 2011 2012 Taksi Reguler: Jadetabek ... 2.606 4.541 5.621 4.706 6.015 Surabaya ... 296 170 170 170 170 Semarang ... 125 122 122 122 122 Medan... 89 89 89 89 89 Lombok (1) ... 82 - - - Total taksi reguler ... 3.198 4.922 6.002 5.087 6.396

Taksi Premium:

Jadetabek (2) ... 43 - - - Total taksi premium ... 43 - - -

-VATB: Jadetabek (3) ... 289 83 25 54 25 Bali (4) ... 39 24 34 30 43 Lombok (5) ... 4 - - - Total VATB ... 332 107 59 84 68 Total 3.573 5.029 6.061 5.171 6.464

(1) Tidak termasuk para pengemudi yang dipekerjakan oleh LK setelah 12 Agustus 2010 ketika MKS melakukan divestasi atas 80% kepemilikannya dalam ERU.

(2) Tidak termasuk pengemudi yang dipekerjakan oleh EKJJ setelah 12 Agustus 2010 ketika MKS melakukan divestasi atas 80% kepemilikannya dalam EKJJ.

(3) Perseroan memulai kegiatan operasional untuk pelayanan VATB limosin di wilayah Jadetabek pada Juli 2012 dan per tanggal 31 Juli 2012, Perseroan mempekerjakan 13 pengemudi untuk segmen ini.

Berdasarkan skema kemitraan, pengemudi taksi reguler adalah mitra dan bukan karyawan Perseroan. Masing-masing Perusahaan Asosiasi mempekerjakan pengemudi taksi premium dan VATB yang mereka miliki. Selain upah dan komisi untuk pengemudi taksi premium dan upah untuk pengemudi VATB, mereka juga menyediakan manfaat jaminan sosial bagi para pengemudi.

Perseroan merekrut para pengemudi terutama melalui rekomendasi dari pengemudi Perseroan yang telah ada. Perseroan mengadakan program insentif rekomendasi dimana pengemudi Perseroan menerima kombinasi uang tunai dan penghargaan berdasarkan jumlah pengemudi yang berhasil direkrut.

Perseroan juga merekrut para pengemudi melalui iklan media cetak dan radio. Sebagian besar dari pengemudi baru taksi reguler adalah pengemudi yang berpengalaman dan sebagian besar pengemudi baru taksi premium pernah bekerja sebagai pengemudi cadangan dari taksi reguler Perseroan. Perseroan juga secara berkala melakukan rekrutmen pengemudi di wilayah selain Jakarta yang merupakan tempat asal dari beberapa pengemudi Perseroan. Skema kemitraan Perseroan secara khusus telah sukses menarik minat dan mempertahankan para pengemudi taksi reguler Perseroan berdasarkan jumlah pengemudi yang menyelesaikan kontrak mereka.

Perseroan meyakini bahwa Perseroan merupakan salah satu perusahaan yang memiliki tingkat retensi pengemudi yang cukup tinggi. Tabel berikut menggambarkan jumlah perjanjian kerja sama yang berakhir dan jumlah total perjanjian kerja sama yang berlangsung pada periode-periode tertentu.

Keterangan

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

Empat bulan yang berakhir pada tanggal

30 April

2009 2010 2011 2011 2012

Jumlah perjanjian kerja sama yang telah berakhir 136 145 363 97 231

Rata-rata jumlah perjanjian kerja sama (1) 3.198 4.060 5.462 5.005 6.199

(1) Dihitung dengan menambahkan jumlah perjanjian kerja sama pada awal periode dan pada akhir periode dan dibagi dua.

Semua pengemudi baru yang direkrut Perseroan (termasuk para pengemudi yang dipekerjakan oleh Perusahaan Asosiasi) diwajibkan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Perseroan melakukan pemeriksaan latar belakang termasuk catatan kriminal dan mewajibkan para pengemudi baru untuk memiliki surat izin mengemudi, berusia minimal 21 tahun dan lulus ujian standardisasi yang diadakan oleh Departemen Rekrutmen Perseroan. Untuk para pengemudi VATB (termasuk para pengemudi VATB yang dipekerjakan oleh Perusahaan Asosiasi), Perseroan mewajibkan mereka untuk dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan dalam kasus-kasus tertentu seperti hotel yang menggunakan pelayanan limosin Perseroan, pengemudi tersebut juga harus melewati proses wawancara dengan klien Perseroan untuk memastikan agar pengemudi tersebut memenuhi standar yang ditetapkan oleh klien.

Perseroan juga memiliki para pengemudi cadangan untuk armada taksi reguler Perseroan. Kebijakan internal Perseroan menentukan bahwa taksi Perseroan dapat dioperasikan maksimum 18 jam per hari. Untuk mengoptimalkan penggunaan taksi tersebut, para Pengemudi Utama taksi reguler Perseroan diperbolehkan untuk mendaftarkan satu atau lebih pengemudi cadangan. Setiap pool taksi juga menyediakan sejumlah pengemudi cadangan yang tersedia bagi para pengemudi utama. Perjanjian kerja sama ditandatangani hanya oleh pengemudi utama, dan pengemudi utama bertanggung jawab atas tindakan dari pengemudi cadangan. Pengemudi utama dan pengemudi cadangan semata-mata bertanggung jawab atas pengaturan pergantian shift di antara mereka. Meskipun para pengemudi cadangan tidak diwajibkan untuk menandatangani perjanjian dengan Perseroan, mereka tetap harus terdaftar di sistem Perseroan dan diwajibkan untuk membayar jaminan sebesar Rp500.000 kepada Perseroan serta menghadiri pelatihan sejenis yang diadakan Perseroan untuk para pengemudi utama Perseroan.

Pelatihan wajib dan sukarela diadakan secara berkala bagi para pengemudi Perseroan di lokasi pool taksi. Para pengemudi dilatih di bidang keselamatan seperti pencegahan kecelakaan, pelayanan konsumen, percakapan dasar dalam bahasa Inggris, penggunaan alat-alat yang dipasang dalam taksi seperti DDS dan sistem pembaca kartu (card reader) “BCA Flazz” dan cara berkendara yang ekonomis seperti manajemen konsumsi bahan bakar. Para pengemudi juga diberikan pengarahan singkat secara berkala oleh polisi mengenai kondisi dan kecelakaan lalu lintas.

Pemasok Utama

Armada Perseroan berasal dari beberapa pabrikan, dimana Toyota merupakan pemasok kendaraan terbesar Perseroan. Perseroan membeli kendaraan Toyota untuk taksi reguler Perseroan dari Auto 2000, suatu entitas anak dari PT Astra International Tbk. Perusahaan Asosiasi membeli kendaraan Chevrolet dan Mini Cooper dari Nusantara Group dan Mercedes Viano dari Mercedes Indonesia, selaku dealer resmi untuk masing-masing pabrikan tersebut. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, semua armada taksi reguler Perseroan dibeli dari Toyota. Pembelian kendaraan terutama dibiayai dengan dana yang diperoleh dari fasilitas bank.

Untuk pembelian dari Auto 2000, Perseroan biasanya mengadakan perjanjian dengan jangka waktu satu tahun dengan Auto 2000 dan memberitahukan kepada Auto 2000 sekitar tiga sampai enam bulan sebelumnya mengenai jumlah kendaraan yang dibutuhkan Perseroan. Pada saat perjanjian ditandatangani, Perseroan membayar biaya komitmen sebesar Rp1,0 juta per kendaraan. Selanjutnya, Perseroan mendapatkan fasilitas kredit dari bank untuk membiayai pembelian tersebut. Berdasarkan perjanjian antara Perseroan dan Auto 2000, setelah pengiriman kendaraan ke pool Perseroan, Perseroan membayar kepada Auto 2000 dengan menggunakan dana internal sebesar 25% dari harga beli dikurangi dengan biaya komitmen yang telah dibayarkan sebelumnya. Tujuh puluh lima persen dari harga pembelian dibiayai melalui pinjaman Bank BCA dan dibayarkan oleh Bank BCA langsung ke Auto 2000. Perseroan dapat melakukan pembayaran harga beli dengan menggunakan dana internal lebih besar dibandingkan dengan pembiayaan dari bank di kemudian hari. Kendaraan yang dibeli oleh Perseroan selanjutnya digunakan sebagai jaminan atas pinjaman Perseroan.

Perseroan membeli suku cadang dalam jumlah besar untuk pool taksi, dan memperoleh diskon pembelian dalam jumlah besar. Perseroan membeli suku cadang dari pabrikan kendaraan dan lebih dari 300 pemasok, termasuk Metro Motor, Sinar Safari, dan Jaya Agung. Perseroan juga membeli ban dalam jumlah besar dari berbagai pemasok seperti Goodyear, Jaya Agung dan Central Jaya Ban. Perseroan belum mengadakan suatu perjanjian pemasokan apapun dengan pemasok manapun dan membeli suku cadang hanya berdasarkan tagihan (invoice).

I. PENJUALAN DAN PEMASARAN

Perubahan Permintaan (Seasonality)

Bisnis taksi reguler dan taksi premium Perseroan tidak mengalami perubahan permintaan yang signifikan. Tingkat permintaan atas taksi premium biasanya meningkat selama liburan sekolah. Permintaan bisnis limosin VATB biasanya sejalan dengan industri pariwisata di Bali dan Lombok yang biasanya menurun selama tiga bulan pertama dalam satu tahun dan meningkat secara signifikan untuk bulan-bulan berikutnya dalam tahun tersebut.

Pemasaran dan Penjualan

Sebagai bentuk pemasaran Perseroan, Perseroan mencantumkan nomor telepon dari pusat panggilan taksi (call center) Perseroan pada unit taksi dan melalui keberadaan unit taksi Perseroan di pangkalan taksi. Perseroan juga memasang iklan mengenai bisnis Perseroan melalui media cetak dan televisi dan secara berkala mengadakan acara perusahaan seperti donor darah para pengemudi dan pemberian beasiswa yang diliput oleh media. Perseroan juga bekerja sama dengan pusat-pusat perbelanjaan, kompleks apartemen dan tempat-tempat lain sebagai pangkalan bagi taksi Perseroan yang tersedia

masyarakat (public relations). Perseroan juga ditunjuk sebagai kendaraan resmi untuk Turnamen Asosiasi Tenis Wanita tahunan pada tahun 2009, 2010 dan 2011. Dalam menjalankan kegiatan pemasaran, Perseroan menawarkan jasa layanan taksi ke segmen pasar konsumen golongan ekonomi menengah ke atas pada beberapa wilayah operasi Perseroan dan Entitas Anak.

Berikut ini merupakan peluang yang dimiliki oleh Perseroan untuk memperluas wilayah pemasaran dan segmen pasarnya:

• Infrastruktur transportasi umum yang belum berkembang mendorong pertumbuhan industri taksi terutama di daerah perkotaan

• Konsumen kelas menengah menjadi pendorong pertumbuhan industri taksi

• Pembatasan jumlah kepemilikan mobil mendorong komuter untuk menggunakan jenis transportasi lain

• Harga Bahan Bakar. Kenaikan harga bahan bakar dapat mempengaruhi pembelian mobil dan penggunaan taksi di Indonesia, dimana kenaikan ini akan menyebabkan konsumen lebih banyak menggunakan taksi karena Pemerintah telah menentukan bahwa meskipun dengan adanya kenaikan harga bahan bakar sebesar 33%, semua perusahaan taksi hanya dapat menaikkan tarif taksi sebesar 20%.

J. PENGHARGAAN

Perseroan telah memenangkan sejumlah penghargaan, antara lain, termasuk: • 2011 – Top 25 Indonesia Original Brand 2011 oleh majalah SWA;

2011 – Top Indonesia Brand Champion and Service oleh majalah SWA;

2011 – Corporate Image Award 2011 for the Taxi Category dari Frontier Consulting Group &

Bloomberg Businessweek;

2011 – Indonesia Brand Champion Award 2011: The Best Taxi and The Most Popular Taxi dari

MarkPlus Insight and Marketeers Magazine;

2011 – Service Quality Award 2011 for Taxi Service Category dari Carre – Center for Customer

Satisfaction and Loyalty;

2011 – Service Excellence for Call Center 2011, Category Taxi Service from Carre – Center for

Customer Satisfaction and Loyalty together oleh Service Excellence Magazine;

2011 – Best CEO Award oleh majalah SWA.2011 – Top 10 CFO Award oleh majalah SWA;

2010 – Commendation Award 2010 at ISRA event oleh National Center for Sustainability Reporting; • 2010 – Juara pertama dalam penghargaan AdikaryaWisata dari provinsi DKI Jakarta untuk

kontribusi Perseroan dalam mengembangkan industry pariwisata di Jakarta;

2010 – Taxi Favorit 2010 dari Kementerian Budaya dan Pariwisata dalam Indonesia Tourism Award; • 2010 – Juara pertama dalam kompetisi terbaik Medan dalam kompetisi se-provinsi yang disponsori

oleh Kementerian Perhubungan;

• 2010 – Juara pertama dalam kompetisi terbaik Lombok dalam kompetisi se-provinsi yang disponsori oleh Kementrian Perhubungan;

2010 – 2nd rank Top 50 Admired Company Brands 2010 oleh Bloomberg; dan

2010 – 13th rank Top 250 Indonesia Original Brands 2010 version oleh majalah SWA. K. KOMPETISI

Industri pelayanan taksi bersifat sangat kompetitif dan terkelompok berdasarkan wilayah operasional, dengan pemain nasional yang memiliki kegiatan usaha di berbagai kota yang tidak banyak jumlahnya. Setiap pasar biasanya terdiri dari sejumlah pemain lokal serta beberapa perusahaan yang berskala regional dan nasional. Para pesaing Perseroan mencakup para operator pelayanan taksi, limosin dan bus lainnya. Perseroan juga bersaing dalam skala kecil dengan para penyedia jasa yang menawarkan moda transportasi alternatif, seperti penyewaan kendaraan dan penyedia transportasi umum. Sebagian besar dari pesaing taksi dan limosin Perseroan terdiri dari operator regional atau lokal dengan skala kecil yang bersifat independen dalam pasar yang bersangkutan. Perseroan berencana agar bisnis Perseroan dapat menjadi lebih kompetitif mengingat para pesaing yang ada melakukan pengembangan dan banyaknya perusahaan baru yang masuk ke dalam industri ini.

Perseroan bersaing untuk mendapatkan penumpang dengan mengutamakan reputasi, kualitas pelayanan, penetapan argo atau pemberian diskon atas argo kepada penumpang, kehandalan, jumlah armada dan jenis serta usia kendaraan. Dalam bisnis taksi reguler dan premium, Perseroan bersaing dengan dua pemain besar. Perseroan meyakini bahwa jumlah armada, pelayanan berkualitas tinggi dan kehandalan dari bisnis taksi reguler dan premium serta VATB yang dioperasikan oleh Perseroan membuat Perseroan mampu untuk bersaing secara efektif di pasar Indonesia.

Perseroan juga bersaing untuk mendapatkan pengemudi berdasarkan beberapa faktor, termasuk reputasi Perseroan, penetapan Setoran Harian untuk taksi reguler, upah dan komisi pengemudi untuk bisnis taksi premium serta upah untuk VATB yang dioperasikan oleh Perseroan, kendaraan yang disediakan dan insentif serta dukungan lain yang diberikan bagi para pengemudi. Perseroan meyakini bahwa skema kemitraan untuk bisnis taksi reguler memberikan Perseroan keuntungan yang bersaing dalam menarik minat para pengemudi dengan cara memberikan kesempatan kepada para pengemudi yang memenuhi syarat untuk membeli dan mengkonversikannya untuk penggunaan sendiri. Perseroan menawarkan kepada para pengemudi manfaat lainnya berdasarkan skema kemitraan seperti, penyediaan program beasiswa berdasarkan prestasi bagi anak-anak mereka setelah perjanjian kerja sama berlangsung selama satu tahun. Perseroan meyakini bahwa pelatihan dan dukungan yang diberikan oleh Perseroan kepada para pengemudi juga merupakan faktor yang menarik bagi para pengemudi.

Perseroan juga bersaing untuk mendapatkan izin taksi. Persaingan ini dibatasi oleh kesulitan dalam mendapatkan izin operasional taksi. Faktor utama dalam persaingan untuk mendapatkan izin operasional taksi mencakup kondisi keuangan Perseroan, reputasi, jumlah armada, jumlah pengemudi, kondisi pool taksi Perseroan, jenis dan usia kendaraan, dan infrastruktur Perseroan. Perseroan meyakini bahwa jumlah armada, penggunaan izin, kekuatan dari sisi keuangan, dan infrastruktur memungkinkan Perseroan berhasil dalam bersaing untuk mendapatkan izin.

L. LINGKUNGAN

Perseroan mematuhi ketentuan dan peraturan di bidang lingkungan hidup yang berlaku, termasuk peraturan-peraturan yang berhubungan dengan emisi dan pembuangan limbah. Grup Express meremajakan taksi reguler dan taksi premium setelah penggunaan enam sampai tujuh tahun, yang membantu dalam menjaga tingkat emisi Perseroan sesuai dengan pedoman pemerintah. Perseroan mewajibkan setiap taksi untuk mengikuti dan lolos uji emisi di unit pemeriksaan kendaraan bermotor dari lembaga transportasi setempat. Uji emisi dilakukan setiap enam bulan. Unit taksi premium dengan jenis Toyota Alphard yang dioperasikan oleh Perusahaan Asosiasi menggunakan kombinasi dari LPG dan bensin untuk membantu mengurangi tingkat emisi. Perseroan juga diwajibkan untuk mematuhi peraturan mengenai pembuangan limbah. Perseroan mengelola limbah berbahaya Perseroan seperti aki dan pelumas melalui daur ulang dengan bantuan dari pihak ketiga.

Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan masih dalam proses pengajuan Usaha Kelola Lingkungan/Upaya Pengelolaan Lingkungan. Tabel berikut ini menyajikan jenis limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional Perseroan beserta penanganan dan upaya pemantauannya:

Jenis Limbah Sumber Limbah Proses Penanganan Limbah Upaya Pemantauan

Kualitas udara (debu) dan kebisingan

Mobilisasi kendaraan taksi

Penanaman pohon pelindung seperti pohon tanjung, mahoni, sepanjang parkiran dan tanaman hias pada taman

Pengambilan sampel kebisingan udara dengan alat penguji

Limbah padat Limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan pool taksi

Pemanfaatan lubang galian dan pembangunan bak tertutup untuk penampungan dan kerja sama

pengangkutan dengan Dinas kebersihan kota

Pengamatan langsung jumlah limbah padat domestik

Arus lalu lintas dan kemacetan

Mobilisasi kendaraan taksi

Penyiapan petugas pengatur lalu lintas Pengamatan terhadap kelancaran lalu lintas disekitar kegiatan