ENTITAS ANAK
7. PT Mutiara Express Perdana (“MEP”)
a. Riwayat Singkat
MEP adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, berkedudukan di Bekasi. MEP didirikan pada tahun 2004 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 3, tanggal 23 September 2004, yang dibuat di hadapan Maswati Halim, SH, Notaris di Bogor, yang telah mendapat pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C-13573 HT.01.01.TH.2005, tanggal 18 Mei 2005 dan telah diumumkan dalam BNRI No. 59 tanggal 26 Juli 2005, Tambahan No. 7901.
Anggaran Dasar MEP telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan terakhir Anggaran Dasar MEP adalah sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham MEP No. 206, tanggal 30 April 2012, dibuat di hadapan Emmy Halim, SH, MKn, Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Persetujuan No. AHU-AH 01.10-24157, tanggal 3 Juli 2012 (“Akta No. 206/2012”). b. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar MEP, maksud dan tujuan MEP adalah bergerak dalam bidang pengangkutan darat.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta 206/2012, susunan permodalan dan pemegang saham MEP adalah sebagai berikut:
Keterangan Nilai Nominal Rp100 per Saham
Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %
Modal Dasar 10.000.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. Perseroan 2.490.000 249.000.000 99,60
2. PT Karya Loka Persada 10.000 1.000.000 0,40
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.500.000 250.000.000 100,00
Saham Dalam Portepel 7.500.000 750.000.000
d. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta 206/2012 dan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi MEP adalah sebagai berikut:
Komisaris:
Komisaris : Herwan Gozali Direksi:
Direktur Utama : David Santoso Direktur : Daniel Podiman
e. Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting berdasarkan Laporan Keuangan MEP untuk periode 4 (empat) bulan yang berakhir pada 30 April 2012 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Laporan keuangan MEP untuk periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2012 dan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan (bagian dari Deloitte Southeast Asia Ltd) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. Laporan Keuangan MEP untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dan 2009, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 April 2012 31 Desember
2011 2010 2009
Jumlah Aset 186.001,5 194.421,7 215.724,7 73.207,0
Jumlah Liabilitas 144.119,0 158.634,6 195.493,1 65.580,6
Jumlah Ekuitas 41.882,5 35.787,2 20.231,6 7.626,4
(dalam jutaan Rupiah) Keterangan
Empat Bulan Satu tahun
2012 2011
(tidak diaudit) 2011 2010 2009
Pendapatan 32.166,0 31.335,9 95.016,2 63.895,9 29.309,5 Beban umum dan administrasi 2.978,0 1.270,3 9.822,1 3.041,6 697,4 Laba sebelum beban pajak 8.210,4 9.822,5 20.809,5 16.979,6 6.815,3 Laba bersih periode berjalan dan
jumlah laba komprehensif 6.095,3 7.391,6 15.555,6 12.605,2 5.036,3
Periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2012 dibandingkan dengan periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2011 (tidak diaudit) serta perbandingan posisi keuangan 30 April 2012 dan 31 Desember 2011
Beban umum dan administrasi meningkat sebesar 134,4% atau sebesar Rp1.707,7 juta disebabkan karena meningkatnya beban kantor sebagai akibat dari ekspansi MEP.
Tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010
Pendapatan MEP dari kendaraan taksi meningkat sebesar 48,7% atau sebesar Rp31.120,3 juta terutama disebabkan karena sebagian besar dari ekspansi di tahun 2010 dilakukan di semester kedua yang berdampak pendapatan untuk seluruh armada di tahun 2010 diakui penuh di tahun 2011 dan sebagian dikompensasikan dengan meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar 222,9% atau sebesar Rp6.780,5 juta disebabkan karena meningkatnya beban kantor. Ekuitas meningkat sebesar 76,9% atau sebesar Rp15.555,6 juta karena penambahan laba bersih tahun berjalan.
Tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009
Aset MEP meningkat sebesar 194,7% atau sebesar Rp142.517,7 juta karena penambahan armada dan adanya pembayaran dimuka untuk PPnBM. Liabilitas MEP meningkat sebesar 198,1% atau sebesar Rp129.912,5 juta sejalan dengan penambahan armada. Ekuitas meningkat sebesar 165,3% atau sebesar Rp12.605,2 juta karena penambahan laba bersih tahun berjalan.
Ekspansi armada MEP juga berdampak pada meningkatnya pendapatan dari kendaraan taksi yaitu sebesar 118,0% atau sebesar Rp34.586,4 juta, dimana sebagian dikompensasikan dengan meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar 336,2% atau sebesar Rp2.344,2 juta karena meningkatnya beban kantor. Hal ini menyebabkan meningkatnya laba sebelum beban pajak sebesar 149,1% atau sebesar Rp10.164,3 juta dan laba bersih periode berjalan dan laba komprehensif sebesar 150,3% atau sebesar Rp7.568,9 juta.
8. PT Mutiara Kencana Sejahtera (“MKS”)
a. Riwayat Singkat
MKS adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Barat. MKS didirikan pada tahun 2010 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 2, tanggal 5 Februari 2010, yang dibuat di hadapan Fatma Agung Budiwijaya, SH, Notaris di Jakarta, yang telah mendapat pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-21932.AH.01.01.Tahun 2010, tanggal 29 April 2010.
Anggaran Dasar MKS telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan terakhir Anggaran Dasar MKS adalah sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Sirkuler Para Pemegang Saham No.216, tanggal 30 April 2012, yang dibuat di hadapan Emmy Halim, SH, MKn Notaris di Jakarta, yang pelaporannya telah diterima oleh Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-23725 dan No. AHU-AH.01.10-23726 tanggal 29 Juni 2012 (“Akta No. 216/2012”).
b. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar MKS maksud dan tujuan MKS adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pengangkutan darat, perbengkelan dan jasa.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No. 216/2012, struktur permodalan dan susunan kepemilikan saham MKS adalah sebagai berikut:
Keterangan Nilai Nominal Rp100 per Saham
Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %
Modal Dasar 10.000.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. Perseroan 4.990.000 499.000.000 99,80
2. PT Karya Loka Persada 10.000 1.000.000 0,20
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.000.000 500.000.000 100,00
Saham Dalam Portepel 5.000.000 500.000.000
d. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta No. 216/2012 dan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi MKS adalah sebagai berikut:
Komisaris:
Komisaris : Daniel Podiman
Direksi:
Direktur Utama : Herwan Gozali
e. Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian MKS dan Entitas Anak untuk periode 4 (empat) bulan yang berakhir pada 30 April 2012 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 dan 2010. Laporan keuangan konsolidasian MKS dan Entitas Anak untuk periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan (bagian dari
Deloitte Southeast Asia Ltd) dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
Laporan Keuangan konsolidasian MKS dan Entitas Anak untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 dan 2010, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 April 2012 31 Desember
2011 2010 2009
Jumlah Aset 82.687,8 67.708,8 38.542,1 n.a.
Jumlah Liabilitas 76.107,1 61.339,3 34.957,0 n.a.
Jumlah Ekuitas 6.580,7 6.369,5 3.585,1 n.a.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan Empat Bulan 31 Desember 2011 Periode sejak 5 Februari 2010 (pendirian) – 31 Desember 2010 31 Desember 2009 2012 2011 (tidak diaudit) Pendapatan 13.066,7 3.019,1 10.529,5 13.110,1 n.a.
Beban umum dan administrasi 413,0 1.611,2 1.877,9 7.635,1 n.a.
Laba (rugi) sebelum beban pajak 329,9 (507,1) 3.683,5 66,3 n.a. Laba (rugi) bersih periode berjalan
dan jumlah laba komprehensif 211,2 (356,3) 2.784,4 2.000,4 n.a.
Periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2012 dibandingkan dengan periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2011 (tidak diaudit) serta perbandingan posisi keuangan 30 April 2012 dan 31 Desember 2011
Pendapatan meningkat sebesar 332,8% atau sebesar Rp10.047,7 juta terutama disebabkan karena penambahan penjualan suku cadang dan beban umum dan administrasi menurun sebesar 74,4% atau sebesar Rp1.198,3 juta disebabkan karena menurunnya beban kantor dan beban umum. Hal ini menyebabkan meningkatnya laba sebelum beban pajak sebesar 165,1% atau sebesar Rp836,9 juta dan laba bersih periode berjalan dan laba komprehensif sebesar 159,3% atau sebesar Rp567,5 juta.
Tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010
Aset MKS dan Entitas Anak meningkat sebesar 75,7% atau sebesar Rp29.166,8 juta karena penambahan kendaraan sewa di Entitas Anak dan adanya penambahan piutang kepada pihak berelasi. Liabilitas meningkat sebesar 75,5% atau sebesar Rp26.382,3 juta terutama karena penambahan utang lain-lain kepada pihak berelasi dan penambahan kendaraan sewa di Entitas Anak sehingga mengakibatkan peningkatan kewajiban jangka panjang dari utang bank. Ekuitas meningkat sebesar 77,7% atau sebesar Rp2.784,4 juta karena penambahan laba bersih periode berjalan.
Laba sebelum beban pajak meningkat sebesar 5.454,7% atau sebesar Rp3.617,2 juta terutama karena penurunan beban penyusutan aset tetap dan penurunan beban umum dan administrasi sebesar 75,4% atau sebesar Rp5.757,3 juta yang disebabkan karena menurunnya beban
MKS memiliki entitas anak yaitu PT Express Mulia Perdana, dengan keterangan sebagai berikut:
PT Ekspres Mulia Perdana (“EMP”)
a. Riwayat Singkat
EMP adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Barat. EMP didirikan pada tahun 1996 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 21, tanggal 26 Agustus 1996, yang dibuat dihadapan Sofjan Junus, SH, Notaris di Jakarta, yang telah mendapat pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C2-10761. HT.01.01.TH’96, tanggal 3 Desember 1996 dan telah diumumkan dalam BNRI No. 28, tanggal 8 April 1997, Tambahan No. 1349.
Anggaran Dasar EMP telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan terakhir Anggaran Dasar EMP adalah sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Sirkuler Para Pemegang Saham No. 150, tanggal 24 April 2012, yang dibuat di hadapan Emmy Halim, SH, MKn, Notaris di Jakarta, yang pelaporannya telah diterima oleh Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-24239 dan No. AHU-AH.01.10-24240, tanggal 3 Juli 2012 (“Akta No. 150/2012”).
b. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar EMP maksud dan tujuan EMP adalah bergerak dalam bidang pengangkutan darat, perdagangan, perbengkelan.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No. 150/2012, susunan permodalan dan pemegang saham EMP adalah sebagai berikut:
Keterangan Nilai Nominal Rp100 per Saham
Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %
Modal Dasar 10.000.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. MKS 4.990.000 499.000.000 99,80
2. PT Karya Loka Persada 10.000 1.000.000 0,20
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.000.000 500.000.000 100,00
Saham Dalam Portepel 5.000.000 500.000.000
d. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta No. 216/2012 dan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi EMP adalah sebagai berikut:
Komisaris:
Komisaris : Herwan Gozali Direksi:
Direktur Utama : Daniel Podiman Direktur : David Santoso
e. Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting berdasarkan Laporan Keuangan EMP untuk periode 4 (empat) bulan yang berakhir pada 30 April 2012 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Laporan keuangan EMP untuk periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan (bagian dari Deloitte Southeast Asia Ltd) dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
Laporan Keuangan EMP untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 April 2012 31 Desember
2011 2010 2009
Jumlah Aset 29.033,9 23.582,9 34.350,8 61.315,1
Jumlah Liabilitas 21.986,1 16.782,6 30.383,9 55.519,4
Jumlah Ekuitas 7.047,8 6.800,3 3.966,9 5.795,6
(dalam jutaan Rupiah) Keterangan
Empat Bulan Satu tahun
2012 2011
(tidak diaudit) 2011 2010 2009
Pendapatan 13.066,7 3.019,1 10.529,5 14.822,0 26.859,1
Beban umum dan administrasi 359,3 1.583,1 1.709,9 8.061,4 1.277,4 Laba (rugi) sebelum beban pajak 379,7 (480,8) 3.765,8 (2.766,6) 3.500,8 Laba (rugi) bersih periode berjalan
dan jumlah laba komprehensif 247,6 (332,3) 2.833,4 (2.078,7) 2.678,3
Periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2012 dibandingkan dengan periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2011 (tidak diaudit) serta perbandingan posisi keuangan 30 April 2012 dan 31 Desember 2011
Liabilitas EMP meningkat sebesar 31,0% atau sebesar Rp5.203,5 juta karena meningkatnya pembelian suku cadang dan penambahan armada.
Pendapatan EMP meningkat sebesar 332,8% atau sebesar Rp10.047,7 juta terutama karena penambahan dari penjualan suku cadang dan beban umum dan adminstrasi EMP menurun sebesar 77,3% atau sebesar Rp1.223,9 juta terutama karena penurunan beban kantor dan beban umum. Kedua hal ini berdampak pada peningkatan laba sebelum beban pajak sebesar 179,0% atau sebesar Rp860,5 juta dan laba bersih periode berjalan dan laba komprehensif sebesar 174,5% atau sebesar Rp579,9 juta.
Tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010
Aset EMP menurun sebesar 31,3% atau sebesar Rp10.768,0 juta karena pembayaran piutang lain-lain dari pihak berelasi dan penurunan kas dan setara kas sehubungan dengan pembayaran utang lain-lain kepada pihak berelasi. Liabilitas EMP menurun sebesar 44,8% atau sebesar Rp13.601,3 juta karena adanya pembayaran utang lain-lain kepada pihak berelasi yang dikompensasikan dengan kewajiban jangka panjang dari utang bank. Sedangkan ekuitas meningkat sebesar 71,4% atau sebesar Rp2.833,4 juta karena penambahan laba bersih periode berjalan.
Laba sebelum beban pajak meningkat sebesar 236,1% atau sebesar Rp6.532,4 juta terutama karena penurunan beban penyusutan aset tetap dan beban umum dan adminstrasi EMP menurun sebesar 77,8% atau sebesar Rp6.270,5 juta terutama karena penurunan beban kantor dan beban umum. Kedua hal ini berdampak juga pada meningkatnya laba bersih periode berjalan dan laba komprehensif sebesar 236,3% atau sebesar Rp4.912,1 juta.
Tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009
Aset EMP menurun sebesar 44,0% atau sebesar Rp26.964,3 juta karena pembayaran piutang usaha dan penurunan aset tetap sehubungan dengan penjualan sebagian besar kendaraan sewa EMP ke pihak ketiga. Liabilitas EMP menurun sebesar 45,3% atau sebesar Rp25.135,6 juta karena pembayaran kewajiban jangka panjang. Ekuitas menurun sebesar 31,6% atau sebesar Rp1.828,7 juta karena rugi bersih periode berjalan.
Laba sebelum beban pajak EMP menurun sebesar 179,0% atau sebesar Rp6.267,4 juta terutama karena turunnya pendapatan dari kendaraan sewa yaitu sebesar 44,8% atau sebesar Rp12.037,1 juta yang disebabkan oleh penurunan pendapatan dari sewa kendaraan dengan alasan seperti yang diungkapkan diatas. Beban umum dan administrasi meningkat sebesar 531,1% atau sebesar Rp6.784,1 juta disebabkan karena meningkatnya beban kantor dan beban umum. Hal-hal ini berdampak pada penurunan laba bersih periode berjalan dan laba komprehensif sebesar 177,6% atau sebesar Rp4.757,0 juta.
9. PT Satria Express Perdana (“SEP”)
a. Riwayat Singkat
SEP adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, berkedudukan di Semarang. SEP didirikan pada tahun 2005 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 29, tanggal 19 Februari 2005, yang dibuat di hadapan Roekiyanto, SH, Notaris di Semarang, yang telah mendapat pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C-24963 HT.01.01.TH.2005, tanggal 8 September 2005.
Anggaran Dasar SEP telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan terakhir Anggaran Dasar SEP adalah sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham SEP No. 210, tanggal 30 April 2012, dibuat di hadapan Emmy Halim, SH, MKn, Notaris di Jakarta, yang laporannya telah diberitahukan oleh Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-23289 dan No. AHU-AH.01.10-23290, tanggal 27 Juni 2012 (“Akta No. 210/2012”).
b. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar SEP, maksud dan tujuan SEP adalah bergerak dalam bidang pengangkutan darat.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No. 210/2012, susunan permodalan dan pemegang saham SEP adalah sebagai berikut:
Keterangan Nilai Nominal Rp100 per Saham
Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %
Modal Dasar 10.000.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. Perseroan 4.950.000 495.000.000 99,00
2. PT Karya Loka Persada 50.000 5.000.000 1,00
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.000.000 500.000.000 100,00
d. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta No. 210/2012 dan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi SEP adalah sebagai berikut:
Komisaris:
Komisaris : Daniel Podiman Direksi:
Direktur Utama : Herwan Gozali Direktur : David Santoso e. Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting berdasarkan Laporan Keuangan SEP untuk periode 4 (empat) bulan yang berakhir pada 30 April 2012 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Laporan keuangan SEP untuk periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan (bagian dari Deloitte Southeast Asia Ltd) dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
Laporan Keuangan SEP untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 April 2012 31 Desember
2011 2010 2009
Jumlah Aset 7.769,5 8.106,2 8.349,4 10.862,4
Jumlah Liabilitas 4.519,9 5.682,8 8.494,7 11.572,0
Jumlah Ekuitas 3.249,7 2.423,5 (145,3) (709,6)
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Empat Bulan Satu tahun
2012 (tidak diaudit)2011 2011 2010 2009
Pendapatan 1.760,7 1.982,1 5.961,7 5.982,5 6.094,8
Beban umum dan administrasi 177,2 141,8 448,3 471,9 447,8
Laba sebelum beban pajak 940,7 694,4 3.161,9 733,6 237,1 Laba bersih periode berjalan dan
jumlah laba komprehensif 826,2 534,4 2.568,8 564,3 233,9
Periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2012 dibandingkan dengan periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2011 (tidak diaudit) serta perbandingan posisi keuangan 30 April 2012 dan 31 Desember 2011
Laba sebelum beban pajak SEP meningkat sebesar 35,5% atau sebesar Rp246,2 juta disebabkan karena menurunnya beban penyusutan aset tetap. Hal ini berdampak pada peningkatan laba bersih periode berjalan dan laba komprehensif sebesar 54,6% atau sebesar Rp291,8 juta. Ekuitas meningkat sebesar 34,1% atau sebesar Rp826,2 juta karena laba bersih periode berjalan.
Tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010
Liabilitas SEP menurun sebesar 33,1% atau sebesar Rp2.811,9 juta karena adanya pembayaran utang kepada pihak berelasi dan pembayaran atas liabilitas non bank. Ekuitas meningkat sebesar 1.767,5% atau sebesar Rp2.568,8 juta karena penambahan laba bersih periode berjalan.
Laba sebelum beban pajak meningkat sebesar 331,0% atau sebesar Rp2.428,3 juta karena penurunan beban penyusutan aset tetap. Hal ini berdampak juga pada meningkatnya laba bersih periode berjalan dan laba komprehensif sebesar 355,2% atau sebesar Rp2.004,5 juta. Tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009
Laba sebelum beban pajak meningkat sebesar 209,4% atau sebesar Rp496,5 juta terutama karena menurunnya beban bunga, hal ini juga berdampak pada meningkatnya laba bersih periode berjalan dan laba komprehensif sebesar 141,3% atau sebesar Rp330,4 juta. Ekuitas meningkat sebesar 79,5% atau sebesar Rp564,3 juta karena penambahan laba bersih periode berjalan.
10. PT Semesta Indoprima (“SIP”)
a. Riwayat Singkat
SIP adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta. SIP didirikan pada tahun 1991 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No.8, tanggal 3 September 1991 yang diubah dengan Akta Perubahan No.130, tanggal 21 Mei 1993, yang keduanya dibuat di hadapan Esther Daniar Iskandar, SH, Notaris di Jakarta, yang telah mendapat pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. C2-1246.HT.01.01.TH.94 tanggal 27 Januari 1994 dan telah diumumkan dalam BNRI No. 51, tanggal 27 Juni 2003, Tambahan No. 5033.
Anggaran Dasar SIP telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan terakhir Anggaran Dasar SIP adalah sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham No. 208, tanggal 30 April 2012 yang dibuat dihadapan Emmy Halim, SH, MKn, Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Persetujuan No. AHU-35984.AH.01.02.Tahun 2012, tanggal 3 Juli 2012 (“Akta No. 208/2012”). b. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar SIP, maksud dan tujuan SIP adalah bergerak di bidang pengangkutan darat.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No. 208/2012, permodalan dan susunan kepemilikan saham SIP adalah sebagai berikut:
Keterangan Nilai Nominal Rp100 per Saham
Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %
Modal Dasar 10.000.000 1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. Perseroan 2.499.990 249.999.000 99,99
2. PT Karya Loka Persada 10 1.000 0,01
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.500.000 250.000.000 100,00
d. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta No. 208/2012 dan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi SIP adalah sebagai berikut:
Komisaris:
Komisaris : Daniel Podiman Direksi:
Direktur Utama : Herwan Gozali Direktur : David Santoso e. Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting berdasarkan Laporan Keuangan SIP untuk periode 4 (empat) bulan yang berakhir pada 30 April 2012 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011, 2010 dan 2009. Laporan keuangan SIP untuk periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan (bagian dari Deloitte Southeast Asia Ltd) dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
Laporan Keuangan SIP untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 April 2012 31 Desember
2011 2010 2009
Jumlah Aset 29.553,6 29.397,0 15.692,9 8.184,5
Jumlah Liabilitas 20.223,4 21.465,8 12.183,9 7.322,5
Jumlah Ekuitas 9.330,2 7.931,1 3.508,9 862,1
(dalam jutaan Rupiah) Keterangan
Empat Bulan Satu tahun
2012 2011
(tidak diaudit) 2011 2010 2009
Pendapatan 4.215,6 3.373,0 10.035,4 10.409,7 9.029,2
Beban umum dan administrasi 247,1 163,0 592,8 403,4 3.586,0
Laba sebelum beban pajak 1.730,8 2.170,3 5.612,7 3.591,4 (1.339,7) Laba (rugi) bersih periode berjalan
dan jumlah laba komprehensif 1.399,1 1.867,6 4.422,2 2.646,8 (989,6)
Periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2012 dibandingkan dengan periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2011 (tidak diaudit) serta perbandingan posisi keuangan 30 April 2012 dan 31 Desember 2011
Beban umum dan administrasi meningkat sebesar 51,6% atau sebesar Rp84,1 juta disebabkan karena meningkatnya beban kantor dan jasa profesional.
Tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010
Aset SIP meningkat sebesar 87,3% atau sebesar Rp13.704,1 juta karena penambahan armada. Hal ini berdampak juga pada meningkatnya kewajiban jangka panjang utang bank sehingga
Laba sebelum beban pajak meningkat sebesar 56,3% atau sebesar Rp2.021,3 juta karena penurunan beban langsung yang sebagian dikompensasikan dengan meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar 46,9% atau sebesar Rp189,4 juta disebabkan karena meningkatnya beban kantor dan beban umum. Hal ini berdampak juga pada meningkatnya laba bersih periode berjalan dan laba komprehensif sebesar 67,1% atau sebesar Rp1.775,4 juta. Tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009
Aset SIP meningkat sebesar 91,7% atau sebesar Rp7.508,4 juta karena penambahan armada dan penambahan piutang kepada pihak berelasi. Liabilitas meningkat sebesar 66,4% atau sebesar Rp4.861,5 juta sejalan dengan penambahan armada sehingga mengakibatkan peningkatan kewajiban jangka panjang dari utang bank. Ekuitas meningkat sebesar 307,0% atau sebesar Rp2.646,8 juta karena penambahan laba bersih periode berjalan.
Laba sebelum beban pajak meningkat sebesar 368,1% atau sebesar Rp4.931,1 juta