Perusahaan memiliki Divisi Audit Internal yang secara independen melaporkan proses dan hasil pemeriksaannya kepada Dewan Komisaris dan Direktur Utama. Akuntabilitas dari Divisi Audit Internal mencakup:
Menyediakan penilaian atas kecukupan dan efektifitas dari semua proses yang ada di dalam Perusahaan;
Melaporkan masalah-masalah penting yang terkait dengan proses pengendalian aktivitas-aktivitas di dalam Perusahaan termasuk perbaikan yang potensial terhadap proses-proses tersebut; Koordinasi dengan fungsi pengendali dan pengawasan lainnya (manajemen risiko, kepatuhan, hukum dan audit eksternal).
Risiko Modal
Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas.
Struktur modal Perusahaan terdiri dari pinjaman, dalam hal ini utang bank dan surat berharga yang diterbitkan (Catatan 13 dan 18) dan ekuitas yang terdiri dari modal ditempatkan dan disetor, tambahan modal disetor dan saldo laba.
Dewan Direksi Perusahaan secara berkala melakukan penelaahan atas struktur pemodalan Perusahaan. Sebagai bagian dari review ini, Dewan Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
Gearing ratio sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tanggal 29
September 2006 Pasal 25 ayat 3 adalah jumlah pinjaman yang dimiliki perusahaan pembiayaan dibandingkan jumlah modal sendiri (networth) dan pinjaman subordinasi dikurangi penyertaan (gearing ratio) yang ditetapkan setinggi-tingginya sebesar 10 (sepuluh) kali. Gearing ratio pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2014 31 Desember 2013
Rp'000 Rp'000
Pinjaman 1,699,865,481 1,779,685,497
Ekuitas 229,801,871 226,164,261
Risiko Pasar
Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan karena perubahan tingkat bunga, nilai tukar mata uang Rupiah, harga komoditas dan harga modal atau pinjaman, yang dapat menimbulkan risiko bagi Perusahaan. Dalam perencanaan usaha Perusahaan, risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada Perusahaan adalah dalam hal pengelolaan tingkat bunga.
Untuk mengatasi perubahan suku bunga dan mata uang serta menutup suku bunga yang dikenakan kepada konsumen, Perusahaan dalam perjanjian kerjasama dengan pihak Bank memperoleh tingkat biaya perolehan dana (cost of fund) yang menggunakan suku bunga tetap (fixed rate), dengan jangka waktu yang sama untuk pembiayaan yang diberikan dan pinjaman dari bank, dan dengan menggunakan pinjaman dalam mata uang Rupiah. Hal ini untuk mencegah risiko yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kinerja keuangan Perusahaan.
Dengan pola aktivitas usaha yang dijalankan Perusahaan saat ini, risiko pasar Perusahaan adalah minimal. Perusahaan tidak mempunyai kegiatan usaha pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan dalam bentuk maupun menggunakan mata uang asing.
Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang dikelompokkan menurut mana yang lebih awal antara tanggal repricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual untuk melihat dampak perubahan tingkat suku bunga:
Sampai dengan Sampai dengan
1 bulan >1-12 bulan >1-5 tahun 1 bulan >1-12 bulan >1-5 tahun Jumlah
Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000
Aset keuangan
Kas dan setara kas 20,360,511 - - - - - 20,360,511
Piutang pembiayaan
konsumen - - - 80,216,811 443,350,444 515,050,648 1,038,617,903
Piutang sewa
pembiayaan - - - 68,440,768 414,540,813 428,974,527 911,956,108
Piutang lain-lain kepada
pihak berelasi - - - 3,800 80,699 2,097,221 2,181,720
Kas yang dibatasi
penggunaannya 1,808,982 - - - - - 1,808,982
Jumlah 22,169,493 - - 148,661,379 857,971,956 946,122,396 1,974,925,224
Liabilitas keuangan
Utang bank 6,657,795 74,377,826 110,504,293 37,248,415 373,964,946 362,570,624 965,323,899 Biaya yang masih
harus dibayar 121,082 - - 2,823,182 3,367,509 - 6,311,773
Surat berharga yang
diterbitkan-bersih - - - - 202,048,701 532,492,881 734,541,582
Jumlah 6,778,877 74,377,826 110,504,293 40,071,597 579,381,156 895,063,505 1,706,177,254 Jumlah 15,390,616 (74,377,826) (110,504,293) 108,589,782 278,590,800 51,058,891 268,747,970
31 Maret 2014
Sampai dengan Sampai dengan
1 bulan >1-12 bulan >1-5 tahun 1 bulan >1-12 bulan >1-5 tahun Jumlah
Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000
Aset keuangan
Kas dan setara kas 18,676,210 - - 81,500,000 - - 100,176,210
Piutang pembiayaan
konsumen - - - 81,514,925 478,085,774 556,967,356 1,116,568,055
Piutang sewa
pembiayaan - - - 50,860,963 374,164,057 394,397,878 819,422,898 Piutang lain-lain kepada
pihak berelasi - - - 9,933 116,513 2,343,978 2,470,424 Kas yang dibatasi
penggunaannya 3,815,638 - - - - - 3,815,638
Jumlah 22,491,848 - - 213,885,821 852,366,344 953,709,212 2,042,453,225 Liabilitas keuangan
Utang bank 6,150,234 61,862,385 102,060,097 33,364,641 340,642,841 335,603,823 879,684,021 Biaya yang masih
harus dibayar 131,901 - - - 2,564,872 4,069,875 6,766,648 Surat berharga yang
diterbitkan-bersih - - - - 499,813,221 400,188,255 900,001,476
Jumlah 6,282,135 61,862,385 102,060,097 33,364,641 843,020,934 739,861,953 1,786,452,145 Jumlah 16,209,713 (61,862,385) (102,060,097) 180,521,180 9,345,410 213,847,259 256,001,080
31 Desember 2013
Suku bunga variabel Suku bunga tetap
Perusahaan terpapar risiko suku bunga yang tidak signifikan karena piutang pembiayaan konsumen, utang jangka panjang dan sebagian besar utang bank memiliki suku bunga tetap.
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar dan risiko suku bunga atas arus kas dijelaskan dalam Catatan 6, 7,13 dan 18.
Analisis Sensitivitas
Untuk utang bank suku bunga mengambang, analisis sensitivitas disusun dengan asumsi jumlah utang bank terutang pada tanggal laporan posisi keuangan adalah yang terutang untuk sepanjang tahun. Perubahan dari 100 basis poin suku bunga pada tanggal laporan keuangan akan meningkatkan atau menurunkan laba sebelum pajak untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2014 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013 masing-masing sebesar Rp 1.915.399 ribu dan Rp 1.700.727 ribu. Analisis ini mengasumsikan bahwa semua variabel lainnya tetap konstan. Perubahan terutama disebabkan oleh tingkat suku bunga pinjaman variabel.
Untuk modal kerja, utang dan pinjaman investasi, Perusahaan berusaha dengan mengurangi risiko tingkat suku bunganya dengan cara mendapatkan struktur pinjaman dengan suku bunga kompetitif.
Risiko Kredit
Risiko kredit merupakan risiko utama karena Perusahaan bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan. Secara langsung, Perusahaan menghadapi risiko seandainya konsumen tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam melunasi kredit sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara konsumen dengan Perusahaan. Oleh karenanya Perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian. Prinsip “Benar dari Awal” yang diterapkan oleh Perusahaan merupakan pencerminan dari sikap kehati-hatian ini. Perusahaan menerapkan proses pemberian kredit yang ketat, antara lain survei calon konsumen, verifikasi data konsumen, dan persyaratan uang muka yang berlaku. Prinsip 5C sudah merupakan standar dalam setiap analisa kelayakan konsumen. Juga pemilihan dan analisa Dealer/Showroom atau vendor merupakan kesatuan dari analisa persetujuan proses pembiayaan.
Analisa calon Konsumen dan pemantauan Konsumen secara menyeluruh, Perusahaan menggunakan jasa survei eksternal untuk validasi informasi calon konsumen dan survei yang telah dilakukan oleh marketing (CMO) tanpa mengurangi kecepatan dalam mengambil keputusan persetujuan
pembiayaan. Perusahaan pun melakukan pemantauan karakteristik pembayaran angsuran dari konsumen, status jaminan dan kondisi-kondisi yang dapat mempengaruhi sumber penghasilan konsumen sehingga konsumen yang akan bermasalah dapat diantisipasi lebih awal.
Berikut adalah eksposur maksimum terhadap risiko kredit dan analisa konsentrasi risiko kredit Perusahaan.
I. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit
Eksposur Perusahaan terhadap risiko kredit hampir seluruhnya berasal dari piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan, dimana eksposur maksimum terhadap risiko kredit sama dengan nilai tercatat.
II. Analisis konsentrasi risiko kredit
Konsentrasi risiko kredit timbul ketika sejumlah konsumen bergerak dalam aktivitas usaha yang sama atau aktivitas dalam wilayah geografis yang sama, atau ketika mereka memiliki karakteristik yang sejenis yang akan menyebabkan kemampuan untuk memenuhi liabilitas kontraktualnya sama-sama dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi atau yang lainnya.
Perusahaan bergerak di bidang usaha pembiayaan konsumen yang pelanggannya mayoritas adalah Individu dan tidak terkonsentrasi pada wilayah geografis tertentu, kecuali untuk sewa pembiayaan. Untuk usaha pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan, proses pemberian kredit yang dijalankan sangat ketat, mulai dari survei calon konsumen, verifikasi data konsumen serta pemberian uang muka sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga risiko yang mungkin timbul dapat dikendalikan dengan baik. Perusahaan juga menerapkan Pedoman Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan No. 30/PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank dan Peraturan Ketua Bapepam-LK No. PER-05/BL/2011 tentang Pedoman Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Perusahaan Pembiayaan.
Tabel berikut menggambarkan jumlah risiko kredit dan konsentrasi risiko atas piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan yang dimiliki Perusahaan:
31 Maret 2014 31 Desember 2013
Rp'000 Rp'000
Piutang pembiayaan konsumen
Korporasi 38,053,782 31,128,107 Individu 1,184,618,004 1,278,052,243 Subjumlah 1,222,671,786 1,309,180,350 Investasi neto sewa pembiayaan
Korporasi 893,778,521 787,941,243 Individu 183,440,850 185,293,088 Subjumlah 1,077,219,371 973,234,331 Jumlah 2,299,891,157 2,282,414,681
Kualitas kredit berdasarkan golongan aset keuangan untuk piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan.
Tabel dibawah ini menyajikan kualitas piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan berdasarkan golongan dengan risiko kredit, jumlah yang disajikan adalah bruto.
Telah Jatuh Tempo Tetapi Tidak
Mengalami Mengalami
Grade Tinggi Grade Menengah Grade Rendah Tidak dirating Penurunan Nilai Penurunan Nilai Jumlah
Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Pembiayaan konsumen 764,122,168 58,686,253 - 69,432,972 140,021,271 6,355,239 1,038,617,903
Sewa pembiayaan 455,561,337 199,091,639 48,512,234 55,742,107 87,785,976 65,262,815 911,956,108
31 Maret 2014
Belum Jatuh Tempo dan Tidak Mengalami Penurunan Nilai
Telah Jatuh Tempo Tetapi Tidak
Mengalami Mengalami
Grade Tinggi Grade Menengah Grade Rendah Tidak dirating Penurunan Nilai Penurunan Nilai Jumlah
Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Pembiayaan konsumen 835,857,687 51,381,592 - 88,159,486 137,024,925 4,144,365 1,116,568,055
Sewa pembiayaan 428,890,649 192,835,293 35,850,240 90,120,524 49,993,515 21,732,677 819,422,898
31 Desember 2013
Belum Jatuh Tempo dan Tidak Mengalami Penurunan Nilai
Penggolongan kualitas piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan ditetapkan sebagai berikut:
Kelompok lancar
Kelompok lancar dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a. Dirating :Piutang lancar yang dirating berdasarkan Low Grade (High Risk), Medium Grade
(Medium Risk) dan High Grade (Low Risk).
b. Tidak dirating :Piutang lancar yang tidak di rating yaitu pembayaran baru di bulan berjalan. Kelompok yang dirating kemudian dilakukan pengelompokkan dengan ketentuan sebagai berikut:
Grade Rendah/Low Grade Tenor grade rendah + DP grade rendah + Histori pembayaran (grade rendah/tinggi)/ Term low grade + DP low grade + Historical payment (low /high grade)
Grade Menengah/Medium Grade Tenor grade menengah + DP grade rendah + Histori pembayaran (grade menengah/tinggi)/ Term medium grade + DP low grade + Historical payment (medium/high grade)
Tenor grade rendah + DP grade menengah + Histori pembayaran (grade menengah/tinggi)/ Term medium grade + DP medium grade + Historical payment (medium/high grade) Tenor grade menengah + DP grade menengah + Histori pembayaran grade menengah/ Term medium grade + DP medium grade + Historical payment medium grade
Grade Tinggi/High Grade Tenor grade tinggi + DP (grade rendah/menengah/tinggi) + Histori pembayaran (grade menengah/tinggi)/ Term high grade + DP (low /medium/high grade) + Historical payment (medium/high grade)
Tenor grade menengah + DP (grade menengah/tinggi) + Histori pembayaran grade tinggi/ Term low grade + DP (medium/high grade) + Historical payment high grade
Tenor grade rendah + DP grade tinggi + Histori pembayaran (grade menengah/tinggi)/ Term low grade + DP high grade + Historical payment (medium/high grade) Tenor grade menengah + DP grade tinggi + Histori pembayaran grade menengah/ Term medium grade + DP high grade + Historical payment medium grade Komposisi Grading /Composit Grade:
Kelompok Overdue
Kelompok overdue dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a. Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai (overdue dari kelompok collective) b. Mengalami penurunan nilai (overdue dari kelompok individual)
Tabel berikut merupakan rincian nilai dari agunan yang dimiliki oleh Perusahaan per tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013:
Pembiayaan Sewa Kredit konsumen/ pembiayaan/ karyawan/
Consumer Finance Employee Jumlah/
finance lease loan Total
Eksposur kredit 1,038,617,903 911,956,108 2,181,720 1,952,755,731 Nilai jaminan *) 1,567,083,000 1,094,252,291 - 2,661,335,291 Total eksposur tanpa
jaminan kredit - - 2,181,720 2,181,720 Porsi eksposur kredit tanpa
jaminan kredit - - 100% 0.11% Tanah dan bangunan - 652,670 - 652,670 Kendaraan 1,552,381,600 1,821,270 - 1,554,202,870 Mesin dan alat berat - 1,091,778,351 - 1,091,778,351 Lainnya 14,701,400 - - 14,701,400 Jumlah 1,567,083,000 1,094,252,291 - 2,661,335,291
31 Maret 2014
Pembiayaan Sewa Kredit
konsumen/ pembiayaan/ karyawan/
Consumer Finance Employee Jumlah/
finance lease loan Total
Eksposur kredit 1,116,568,055 819,422,898 2,470,424 1,938,461,377 Nilai jaminan *) 1,601,164,939 910,850,664 - 2,512,015,603 Total eksposur tanpa
jaminan kredit - - 2,470,424 2,470,424 Porsi eksposur kredit tanpa
jaminan kredit - - 100% 0.13% Tanah dan bangunan - 652,670 - 652,670 Kendaraan 1,595,908,609 1,821,270 - 1,597,729,879 Mesin dan alat berat - 908,376,724 - 908,376,724 Lainnya 5,256,330 - - 5,256,330 Jumlah 1,601,164,939 910,850,664 - 2,512,015,603
31 Desember 2013
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko yang mana Perusahaan tidak memiliki sumber keuangan yang mencukupi untuk memenuhi liabilitasnya yang telah jatuh tempo. Risiko tersebut dapat diatasi oleh Perusahaan karena dalam pemberian fasilitas pembiayaan konsumen, selain menggunakan dana sendiri, Perusahaan juga membina kerjasama dengan beberapa bank nasional dan bank pemerintah maupun bank asing dalam bentuk fasilitas penerusan pinjaman untuk pembiayaan (channeling) maupun demand loan dan term loan. Dalam hal ini Perusahaan mengharuskan limit fasilitas pinjaman yang didapatkan minimal 110% dari total kebutuhan dana untuk aktivitas pembiayaan.
Saldo kas setiap hari cukup untuk minimal menutupi kebutuhan dana pembiayaan satu hari. Perusahaan juga mempunyai fasilitas Pinjaman Rekening Koran yang dapat ditarik setiap waktu dengan limit minimal menutup kebutuhan dana 5 hari kerja.
Tabel berikut merupakan rincian sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan periode pembayaran yang disepakati milik Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas tidak terdiskonto dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal awal di mana Perusahaan harus melakukan pembayaran. Tabel ini mencakup arus kas bunga dan pokok. Apabila arus kas bunga menggunakan tingkat bunga mengambang, maka jumlah terdiskonto berasal dari kurva suku bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal awal di mana Perusahaan melakukan pembayaran.
Sampai dengan
1 bulan 1-3 bulan >3-6 bulan >6-12 bulan >1-5 tahun Jumlah
Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000
Tanpa suku bunga
Utang usaha 5,618,413 - - - - 5,618,413
Utang lain-lain 1,501,118 18,161,514 9,371,835 - 5,250,523 34,284,990 Suku bunga variabel
Utang bank - - - - 191,539,914 191,539,914 Biaya yang masih harus
dibayar 1,087,771 1,933,379 2,900,069 5,800,137 16,866,196 28,587,552 Suku bunga tetap
Utang bank - - - 503,366,246 184,679,509 688,045,755 Biaya yang masih harus
dibayar 6,298,739 35,876,662 38,890,392 72,267,833 107,267,872 260,601,498 Surat berharga yang
diterbitkan - bersih - - - 203,000,000 535,000,000 738,000,000 Jumlah 14,506,041 55,971,555 51,162,296 784,434,216 1,040,604,014 1,946,678,122
31 Maret 2014
Sampai dengan
1 bulan 1-3 bulan >3-6 bulan >6-12 bulan >1-5 tahun Jumlah
Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000 Rp 000
Tanpa suku bunga
Utang usaha 4,712,273 - - - - 4,712,273
Utang lain-lain 658,630 18,718,634 7,339,786 - 4,902,971 31,620,021 Suku bunga variabel
Utang bank - 62,572,716 - - 107,500,000 170,072,716
Biaya yang masih harus
dibayar 1,878,949 3,478,095 3,270,727 6,487,339 20,398,736 35,513,846 Suku bunga tetap
Utang bank - 56,168,369 33,055,556 414,142,321 208,732,539 712,098,785 Biaya yang masih harus
dibayar 9,329,243 41,723,792 34,848,185 68,986,866 90,157,640 245,045,726 Surat berharga yang
diterbitkan - bersih - 300,000,000 - 200,000,000 403,000,000 903,000,000 Jumlah 16,579,095 482,661,606 78,514,254 689,616,526 834,691,886 2,102,063,367
31 Desember 2013
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan liabilitas keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013:
Sampai dengan > 1 bulan s.d > 3 bulan s.d > 6 bulan s.d > 1 tahun s.d
1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan 5 tahun Jumlah
Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Aset keuangan Tanpa suku bunga:
Kas dan setara kas 2,969,000 - - - - 2,969,000
Piutang lain-lain kepada
pihak ketiga - 449,720 - - - 449,720 Suku bunga variabel
Kas dan setara kas 20,360,511 - - - - 20,360,511
Kas yang Dibatasi
Penggunaannya 1,808,983 - - - - 1,808,983
Suku bunga tetap
Kas dan setara kas - - - - -
-Piutang pembiayaan
konsumen 80,216,811 89,812,193 128,286,996 225,251,255 515,050,648 1,038,617,903 Piutang sewa pembiayaan 68,440,768 80,646,481 118,441,853 215,452,477 428,974,527 911,956,106 Piutang lain-lain kepada
pihak berelasi 3,800 705 14,733 65,262 2,097,221 2,181,721 Jumlah 173,799,873 170,909,099 246,743,582 440,768,994 946,122,396 1,978,343,944 Liabilitas keuangan
Tanpa suku bunga:
Utang usaha 5,618,413 - - - - 5,618,413
Utang lain-lain 1,501,118 18,161,514 9,371,835 - 5,250,523 34,284,990 Suku bunga variabel:
Utang bank 6,657,795 13,370,441 20,195,386 40,811,999 110,504,293 191,539,914 Biaya yang masih
harus dibayar 121,082 - - - - 121,082
Suku bunga tetap:
Utang bank 37,248,415 72,908,375 105,794,741 195,261,830 362,570,624 773,783,985 Biaya yang masih
harus dibayar 2,823,182 3,367,509 - - - 6,190,691
Surat berharga yang
diterbitkan - bersih - - - 202,048,701 532,492,881 734,541,582 Jumlah 53,970,005 107,807,839 135,361,962 438,122,530 1,010,818,321 1,746,080,657 Selisih 119,829,868 63,101,260 111,381,620 2,646,464 (64,695,925) 232,263,287
Sampai dengan > 1 bulan s.d > 3 bulan s.d > 6 bulan s.d > 1 tahun s.d
1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan 5 tahun Jumlah
Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Aset keuangan Tanpa suku bunga:
Kas dan setara kas 1,445,000 - - - - 1,445,000
Piutang lain-lain kepada
pihak ketiga - 506,674 - - - 506,674
Suku bunga variabel
Kas dan setara kas 18,676,210 - - - - 18,676,210
Kas yang Dibatasi
Penggunaannya 3,815,638 - - - - 3,815,638
Suku bunga tetap
Kas dan setara kas 81,500,000 - - - - 81,500,000
Piutang pembiayaan
konsumen 81,514,925 96,610,976 161,213,982 220,260,816 556,967,356 1,116,568,055 Piutang sewa pembiayaan 50,860,963 70,626,893 124,810,337 178,726,828 394,397,877 819,422,898 Piutang lain-lain kepada
pihak berelasi 9,933 54,202 8,578 62,780 2,343,978 2,479,471 Jumlah 237,822,669 167,798,745 286,032,897 399,050,424 953,709,211 2,044,413,946 Liabilitas keuangan
Tanpa suku bunga:
Utang usaha 4,712,273 - - - - 4,712,273
Utang lain-lain 658,630 18,718,634 7,339,786 - 4,902,971 31,620,021 Suku bunga variabel:
Utang bank 6,150,234 11,271,549 16,694,869 33,895,967 102,060,097 170,072,716 Biaya yang masih
harus dibayar 131,901 - - - - 131,901
Suku bunga tetap:
Utang bank 33,364,641 66,312,825 96,556,971 177,773,045 335,603,823 709,611,305 Biaya yang masih
harus dibayar 2,564,872 4,069,875 - - - 6,634,747
Surat berharga yang
diterbitkan - bersih - 299,969,644 - 199,843,577 400,188,255 900,001,476 Jumlah 47,582,551 400,342,527 120,591,626 411,512,589 842,755,146 1,822,784,439 Selisih 190,240,118 (232,543,782) 165,441,271 (12,462,165) 110,954,065 221,629,507
31 Desember 2013
Risiko Operasional
Risiko operasional merupakan risiko yang disebabkan karena kekurangan dan kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem ataupun permasalahan-permasalahan yang berdampak pada operasi Perusahaan. Penanganan risiko operasional dalam Perusahaan dilakukan dengan 3 (tiga) langkah, yaitu:
Pengidentifikasian risiko Pengukuran risiko
Manajemen, pengawasan dan pengendalian risiko
Ketiga langkah di atas merupakan satu kesatuan proses yang tidak terpisahkan. Langkah di atas telah diterjemahkan Perusahaan dalam mekanisme manajemen risiko operasional sebagai berikut:
Pengertian yang jelas oleh semua lini yang terkait terhadap risiko yang melekat pada setiap tahapan proses kegiatan operasional yang berhubungan terutama dengan persetujuan dan pencairan pembiayaan, pelayanan konsumen, pencatatan pembukuan dan penyusunan laporan. Pembagian tugas yang jelas dan terpisah antara pelaksana dan kontrol. Sebagai pelaksana, aktivitas yang dikerjakan berdasarkan Standard Operating Procedures (SOP) baku Perusahaan, sedangkan fungsi kontrol memastikan aktivitas sudah memenuhi persyaratan yang digariskan oleh SOP.
Perusahaan menggunakan Sistem Teknologi Informasi dari perusahaan terkemuka Sigma agar kelangsungan dan kelancaran pengoperasian sistem dapat terjamin. Perusahaan sudah menerapkan sistem on-line dan real time sehingga dengan demikian pihak manajemen dapat memonitor seluruh aktivitas operasional secara langsung, dan dengan cepat dapat mengambil keputusan strategis dan tepat untuk memitigasi kemungkinan risiko yang terjadi akibat kelalaian, tidak berfungsinya sistem, maupun penyimpangan dari pelaksanaan SOP dan/atau kebijakan Perusahaan.
Perusahaan juga sudah menerapkan Risk Control Self Assessment (RCSA), suatu konsep manajemen risiko yang dibentuk berdasarkan Prosedur Operasi Standar yang berlaku dalam Perusahaan, untuk menelaah dan mengukur besarnya potensi risiko-risiko yang berlangsung selama proses internal untuk menghasilkan status risiko operasional, dan dilaporkan secara periodik.
Perusahaan senantiasa mengembangkan kemampuan dan pengetahuan karyawannya dengan berbagai pelatihan melalui VLC (Verena Learning Centre) agar dapat menekan seminimal mungkin frekuensi kesalahan manusia dan sistem operasional dan dampak kerugian finansial yang diakibatkan oleh hal tersebut.
Risiko Hukum
Risiko hukum adalah risiko tuntutan hukum yang disebabkan lemahnya aspek yuridis, seperti tidak adanya peraturan perundang-undangan yang mendukung atau pengikatan dokumen legal yang lemah, kejadian tersebut dapat timbul dari karyawan yang melanggar hukum, kecurangan dan perbuatan lain yang merugikan Perusahaan maupun pihak lain seperti konsumen dan masyarakat. Sebagai Perusahaan yang berdiri dalam sebuah negara hukum, Perusahaan harus selalu tunduk terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegagalan Perusahaan dalam mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku akan mengakibatkan pada timbulnya tuntutan hukum yang akan ditujukan kepada Perusahaan.
Untuk memitigasi risiko hukum, Perusahaan memastikan bahwa pengikatan perjanjian Perusahaan dengan para pihak telah dilaksanakan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian dalam upaya melindungi kepentingan Perusahaan. Perusahaan melakukan pengumpulan data, analisis pengukuran dan pemantauan atas perkembangan outstanding cases dan
potential claim secara berkala. Bagian Legal bersama-sama unit kerja terkait ditugaskan manajemen
untuk menangani dan meng-administrasikan gugatan hukum (litigasi) serta menyelesaikan masalah-masalah hukum.
Risiko reputasi
Risiko reputasi merupakan risiko yang disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Perusahaan atau persepsi negatif terhadap Perusahaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko reputasi antara lain image Perusahaan, penyelesaian pengaduan konsumen yang tidak diselesaikan dengan baik, pelayanan yang buruk terhadap konsumen atau pihak lain, konflik internal, harga saham dan sebagainya.
Pengelolaan risiko reputasi dengan cara memfasilitasi, menyelesaikan serta mengadministrasikan setiap pengaduan dan penyelesaian pengaduan konsumen. Perusahaan juga telah melaksanakan program Corporate Sosial Responsibility (CSR) melalui program Verena Peduli serta kegiatan sosial lainnya. Risiko reputasi juga dikelola melalui pemantauan publikasi negatif dan keluhan konsumen yang dimuat di media cetak baik surat pembaca maupun artikel berita dan keluhan konsumen yang disampaikan kepada Perusahaan.
Risiko Strategis
Risiko strategis merupakan risiko akibat ketidaktepatan penetapan dan pelaksanaan strategi Perusahaan, termasuk kurang responsifnya Perusahaan terhadap perubahan eksternal.
Pengelolaan risiko strategis, dimulai dengan pembuatan business plan untuk mengoptimalkan potensi pendapatan Perusahaan. Selanjutnya Perusahaan secara berkala melakukan analisa pencapaian target yang telah ditetapkan untuk dapat ditentukan tindak lanjutnya.
Risiko Kepatuhan
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan karena Perusahaan tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku yang akan berdampak kepada kegiatan usaha Perusahaan. Apabila terjadi pelanggaran terhadap salah satu dari peraturan perundang-undangan ataupun ketentuan lain yang berlaku, maka risiko yang mungkin terjadi adalah sanksi bagi Perusahaan yang dapat berupa sanksi keuangan berupa denda material maupun sanksi non keuangan berbentuk teguran tertulis, sanksi ketidaklayakan dan ketidakmampuan bagi manajemen Perusahaan untuk mengelola bisnis Perusahaan. Hal ini dapat menurunkan kinerja Perusahaan baik secara finansial maupun non finansial.
Pengelolaan risiko kepatuhan antara lain :
- Memantau terhadap peraturan perundang-undangan serta ketentuan yang berlaku.
- Melakukan pengkinian terhadap pengelolaan Perusahaan sesuai peraturan perundang-undangan serta ketentuan yang berlaku.
- Melakukan sosialisasi/pelatihan terhadap peraturan perundang-undangan serta ketentuan yang berlaku.
- Melakukan pemantauan pelaksanaan kepatuhan melalui compliance matrix
35. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN
PERUSAHAAN
Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan pada halaman 1 sampai dengan 60 merupakan tanggungjawab manajemen, dan telah disetujui oleh Direksi Perusahaan untuk diterbitkan pada tanggal 23 April 2014.