31 Maret 2014 31 Desember 2013
Rp'000 Rp'000
Pihak berelasi
Bank Pan Indonesia 161,769,066 185,759,596
Pihak ketiga
Bank Negara Indonesia (Persero) 489,081,229 445,526,584
Bank Resona Perdania 135,555,555 78,325,125
Bank Permata 93,083,691 108,389,422
Bank Sinarmas 55,984,358 61,683,294
Bank DKI 29,850,000
-Jumlah 965,323,899 879,684,021
Bank Pan Indonesia
Pada tanggal 30 Nopember 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian fasilitas pinjaman tetap dan fasilitas pinjaman cerukan dengan Bank Pan Indonesia (Panin) masing-masing sebesar Rp 75 miliar dan Rp 25 miliar. Pada tanggal 10 September 2013, Perusahaan memperoleh penambahan plafond untuk fasilitas pinjaman cerukan menjadi sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan sebesar 11,00%. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6). Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 saldo fasilitas pinjaman tetap masing-masing sebesar Rp 26.805.556 ribu dan Rp 32.946.185 ribu, sementara saldo fasilitas pinjaman cerukan pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 adalah nihil. Fasilitas pinjaman tetap jatuh tempo pada tanggal 30 Mei 2013 dan telah diperpanjang sampai dengan 25 Juli 2015. Fasilitas pinjaman cerukan yang jatuh tempo pada tanggal 30 Nopember 2013 telah diperpanjang sampai dengan 10 September 2014.
Pada tanggal 2 Agustus 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Panin sebesar Rp 150 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 15 Agustus 2015. Suku bunga sebesar 9,75%
per tahun. Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, saldo fasilitas pinjaman tetap masing-masing adalah sebesar Rp 85.501.010 ribu dan Rp 97.995.391 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7).
Pada tanggal 10 September 2013, Perusahaan juga memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Panin sebesar Rp 250 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2017. Suku bunga sebesar 11,75% per tahun. Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, saldo fasilitas pinjaman tetap adalah sebesar Rp 49.462.500 ribu dan Rp 54.818.020 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7).
Bank Negara Indonesia (Persero) (BNI)
Pada tanggal 22 Maret 2005 dan 12 Juni 2007, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit channeling
with recourse masing-masing sebesar Rp 50 miliar dan Rp 500 miliar, di luar kredit konsumen
kemitraan pola channeling without recourse sebesar Rp 100 miliar. Perjanjian kerjasama ini telah diubah beberapa kali sehubungan dengan perpanjangan atas fasilitas pinjaman tersebut, pada tanggal 23 Desember 2010 fasilitas kredit yang diperoleh berubah menjadi fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 530 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2013 tetapi telah diperpanjang sampai dengan 14 Desember 2014. Pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2014 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013, fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 11,00% - 13,00%. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6).
Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BNI, dengan saldo sejumlah Rp 12.413 ribu dan Rp 561.445 ribu masing-masing pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, disajikan sebagai Kas yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari akun Aset Lain-lain (Catatan 12).
Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan, Perusahaan bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumen-dokumen. Sebagai imbalannya, Perusahaan diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BNI. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan akan menanggung seluruh risiko kerugian yang terkait dengan pembiayaan yang diberikan sesuai dengan perjanjian tersebut dan membukukan piutang pembiayaan konsumen tersebut pada laporan keuangan Perusahaan.
Bank Resona Perdania
Pada tanggal 22 Desember 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman promissory note sejumlah Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of
Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan kepada
pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Pebruari 2014 (Catatan 35). Pada tanggal 31 Desember 2013 saldo fasilitas pinjaman sebesar Rp 889.422 ribu. Pada tahun 2014 saldo fasilitas ini telah dilunasi oleh Perusahaan. Pada tanggal 13 Juni 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman promissory note sejumlah Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 4,60% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman (Caratan 6 dan 7). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus 2015. Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, saldo fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp 23.333.333 ribu dan Rp 27.500.000 ribu.
Pada tanggal 9 Desember 2013, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman promissory note sejumlah Rp 120 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 4,00% di atas Cost of
Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa
pembiayaan Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6 dan 7). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2017. Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, saldo fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp 112.222.222 dan Rp 80.000.000 ribu.
Bank Permata
Pada tanggal 21 Desember 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kemitraan konsumen channeling sebesar Rp 100 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 12,00%-12,75% dan 10,00% masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2014 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013. Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, saldo fasilitas kredit konsumen kemitraan channeling masing-masing sebesar Rp 75.350.905 ribu dan Rp 55.968.848 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7). Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2014 dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama antara Bank dan Nasabah.
Pada tanggal 21 Desember 2011, Perusahaan juga memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Permata sebesar Rp 50 miliar suku bunga yang dikenakan adalah sebesar 10,50% per tahun. Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, saldo pinjaman tetap masing-masing adalah sebesar Rp 18.025.905 ribu dan Rp 22.356.277 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7). Fasilitas pinjaman jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2012 dan telah diperpanjang sampai dengan 21 Juni 2015.
Bank Sinarmas
Pada tanggal 8 Maret 2011, Perusahaan dan Sinarmas merubah perjanjian fasilitas demand loan menjadi fasilitas term loan dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar. Pada tanggal 16 April 2013, Perusahaan dan Sinarmas merubah maksimum fasilitas kredit menjadi Rp 75 miliar. Tingkat suku bunga tahunan sebesar 12,00% dan 11,00% - 12,00% untuk masing-masing periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2014 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 110% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7) dan akan jatuh tempo dalam 36 bulan sejak pencairan kredit. Saldo fasilitas pinjaman term loan masing-masing sebesar Rp 55.984.358 ribu dan Rp 61.683.294 ribu pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Bank DKI)
Pada tanggal 27 Maret 2014, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja Linkage Executing untuk diterus pinjamkan kepada end user. Fasilitas ini dikenakan bunga 13,00% untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2014 dan dijamin dengan piutang pembiayaan alat berat minimal 110% dari saldo pinjaman, Pada tanggal 31 Maret 2014 saldo pinjaman adalah sebesar Rp 29.850.000 ribu. Fasilitas pinjaman jatuh tempo tanggal 27 Juni 2017.