BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
6. Sumber Pustaka
2.4. Manajemen Kualitas
2.4.1. Pengendalian Mutu Terpadu ( Total Quality Management )
Konsep pengendalian mutu terpadu ( total quality management ) dimulai pada tahun 1980-an. Total Quality Management adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan performansi secara terus menerus ( Continuous
Improvment ). Konsep ini dibentuk untuk memenuhi harapan dan persyaratan
pelanggan .
Lima Pilar TQM adalah :
2. Proses yaitu kegiatan pembuatan produk , mutu di dalam produk tidak akan tercapai tanpa adanya proses yang baik.
3. Organisasi , yaitu mutu yang diharapkan tidak akan tercapai tanpa adanya sistem organisasi yang tepat.
4. Pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab penuh untuk berjalannya suatu organisasi, pemimpin yang tepat akan membuat pelaksanaan pengendalian mutu yang berjalan dengan baik.
5. Komitmen yang kuat dari bawah ke atas dalam pelaksanaan setiap kebijakan yang sudah diambil.
Setiap pilar mempunyai hubungan, pilar yang satu merupakan pilar pendukung bagi pilar lainya, dan jika salah satu pilar tersebut lemah maka akan mengganggu atau melemahkan pilar yang lainnya.
2.4.2.Manajemen Kualitas Berdasarkan ISO 9001 : 2000
The International Organization for Stadardization ( ISO ) adalah suatu
badan standar dunia yang dibentuk untuk meningkatkan perdagangan internasional yang berkaitan dengan barang dan jasa.
ISO 9001 : 2000 disusun berlandaskan pada delapan prinsip manajemen kualitas . Prinsip – prinsip ini dapat digunakan oleh manajemen senior sebagai kerangka kerja yang membimbing organisasi menuju peningkatan kinerja. Prinsip ini diturunkan dari pengalaman kolektif dan pengetahuan dari ahli – ahli internasional berpartisipasi dalam Komite Teknik ISO/TC 176 yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mempertahankan standar-standar ISO 9000
Delapan prinsip manajemen kualitas yang menjadi landasan penyusunan ISO 9001 : 2000 itu adalah :
1. Fokus pada pelanggan. 2. Kepemimpinan. 3. Keterlibatan Orang. 4. Pendekatan Proses.
5. Pendekatan Sistem terhadap Manajemen. 6. Peningkatan Terus Menerus.
7. Pendekatan Faktual dalam pembuatan Keputusan. 8. Hubungan Pemasok yang saling menguntungkan.
Dewasa ini manajemen kualitas yang banyak diterapkan di dalam perusahaan adalah manajemen kualitas yang dikenal dengan sistem ISO 9001 : 2000 . Dalam proses penerapannya melibatkan keikutsertaan seluruh karyawan dari semua divisi di dalam suatu organisasi dari pimpinan puncak sampai karyawan bawah ( Top –
Down ).
Sertifikasi ISO 9001 : 2000 mempunyai beberapa manfaat buat perusahaan antara lain :
1. Pertimbangan Pasar. Perusahaan yang sudah bersertifikasi berhak untuk mengiklankan di media massa dan media elektronik bahwa perusahaan tersebut sudah diakui secara internasional.
2. Aspek Legal. Sertifikasi ISO 9001 : 2000 dapat diterima oleh semua badan standar internasional, aspek legal lainnya adalah implikasi dari penerapan
ISO 9001 : 2000 dapat membantu dalam proses penyelesaian klaim/ komplain dari pelanggan .
3. Manajemen dan produktivitas . Meningkatkan kualitas dan produktivitas dari manajemen melalui kerjasama dan komunikasi yang baik.
4. Perubahan hubungan pelanggan dan pemasok, dengan adanya sistem ini terbentuk suatu hubungan standar antara pelanggan dan pemasok, dimana dalam konsep ini dibutuhkan 2 cara yaitu : sistem verifikasi bahwa produk yang dibeli sesuai dengan spesifikasi dan sistem untuk mengevaluasi pemasok yaitu dengan cara pemasok melewati test, apakah pemasok tersebut masuk ke dalam sistem mutu yang ditetapkan pembeli.
5. Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui jaminan kualitas yang terorganisasi dan sistematik mengenai perencanaan kualitas
( Quality Plan ), standar operasi ( Standard Operation Procedure ),
Instruksi Kerja ( Work Instruction ), metode testing yang digunakan ( Test
Methode ) dan kalibrasi ( Calibration ) yang berkaitan dengan kualitas
telah diatur dengan baik.
6. Meningkatkan kesadaran kualitas dalam perusahaan.
7. Perusahaan yang sudah bersertifikasi secara otomatis sudah terdaftar dalam lembaga registrasi sehingga jika suatu pelanggan ingin mencari pemasok yang sudah sertifikasi dapat menghubungi lembaga registras, hal ini memungkinkan untuk mendapatkan pasar baru.
8. Memberikan pelatihan secara sistematik kepada seluruh karyawan dan manajer organisasi melalui prosedur – prosedur dan instruksi – instruksi yang terdefinisi secara baik.
9. Terbentuknya iklim kerja yang positif karena setiap 6 bulan sekali dilakukan audit langsung oleh badan sertifikasi dan setiap karyawan bertanggung jawab untuk melakukan aktivitasnya sesuai dengan standar yang sudah ditentukan dan juga akan dilakukan revisi ( renewal ) setiap 5 tahun sekali .
Adapun klausal yang terdapat di dalam ISO 9001 : 2000 adalah sebagai berikut :
1. Cakupan ( Scope ) berisi cakupan umum dan penerapan . 2. Peraturan ( acuan yang mengatur referensi ).
3. Istilah dan definisi.
4. Sistem manajemen mutu berisi persyaratan umum dan dokumentasi.
5. Tanggung jawab manajemen mencakup keterlibatan manajemen , perhatian pada pelanggan, kebijakan mutu, perencanaan , tanggung jawab, wewenang dan komunikasi , dan tinjauan manajemen.
6. Pengelolaan sumber daya mencakup penyediaan sumber daya , prasarana dan lingkungan kerja.
7. Realisasi produk, mencakup perencanaan dan pengembangan , persyaratan, pembeliaan, produksi dan penyediaan jasa , pengendalian sarana pemantauan dan pengukuran.
8. Pengukuran , analisa dan perbaikan mencakup pemantauan pengukuran, pengendalia produk yang tidak sesuai , analisis data dan perbaikan.
Jika kita melihat peningkatan kualitas yang berdasarkan pada klausal 8 ISO 9001 : 2000 menyatakan bahwa organisasi HARUS menetapkan rencana – rencana dan menerapkan proses – proses pengukuran , pemantauan , analisa dan peningkatan yang diperlukan agar menjamin kesesuaian dari produk , menjamin kesesuain dari sistem manajemen kualitas . Hal ini dapat dicapai melalui metode – metode yang dapat diterapkan, termasuk teknik –teknik statistika dan lainnya,
Peningkatan kualitas merupakan aktivitas teknik dan manajemen , melalui mana kita mengukur karakteristik kualitas dari produk , kemudian membandingkan hasil pengukuran itu dengan spesifikasi produk yang diinginkan pelanggan , serta mengambil tindakan peningkatan yang tepat apabila ditemukan perbedaan diantara kinerja aktual dan standar.
Jadi peningkatan kualitas dapat didefinisikan sebagai metodologi pengumpulan dan analisis data kualitas, serta menentukan dan menginterprestasikan pengukuran – pengukuran yang menjelaskan tentang proses dalam suatu sistem industri, untuk meningkatkan kualitas produk , guna memenuhi kebutuhan dan ekspetasi pelanggan. Dengan demikian pengertian peningkatan sistem manajemen kualitas berdasarkan ISO 9001 : 2000 lebih menekankan pada aspek peningkatan proses industri dengan menggunakan data kualitas yang dikumpulkan dan diinterprestasikan dengan menggunakan alat – alat analisis termasuk teknik – teknik stastistika.