• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.6. Penilaian Risiko Sesuai Acuan Kriteria W T Fine

5.6.4. Pengendalian Risiko

Tingkatan risiko yang dihasilkan dari penilaian risiko kemudian dilihat pengendalian yang sudah ada (existing control), apabila masih kurang perlu dibuat pengendalian tambahan (additional control) seperti pada Tabel 5.19 berikut.

Tabel 5.19. Pengendalian Risiko di Bagian Produksi

No. Risiko

Hirarki Pengendalian Pengendalian

Aktual Pengendalian Usulan 1. Luka akibat tersayat

pisau

Penggunaan sarung tangan

Pengawasan pekerja saat memotong

2. Jari terpotong pisau pemotong

Penggunaan sarung tangan

Pengawasan pekerja saat memotong 3. Cedera akibat terpeleset Penggunaan sepatu Housekeeping 4.

Luka bakar akibat kontak dengan mesin dan cetakan yang panas

Penggunaan sarung tangan

Penggunaan tongkat untuk menyentuh karet pada mesin

5.

Kebakaran akibat oli tercecer terkena percikan api

Tidak ada

Housekeeping dan melarang pekerja merokok di dalam lokasi

6. Cedera akibat terjatuh Tidak ada Tidak menaiki meja saat menarik karet

7. Luka akibat tertusuk alat pembuang kotoran

Penggunaan sarung tangan

Membuat ujung alat menjadi tumpul

8. Luka akibat terpotong

alat penggunting Tidak ada Penggunaan sarung tangan 9.

Luka bakar akibat jari

terjepit cetakan Penggunaan sarung tangan

Penggunaan baju kerja dan sarung tangan pengganti

10. Jari terjepit cetakan (molding)

Penggunaan sarung tangan

Jauhkan jari dari daerah titik jepit

11. Tertimpa cetakan (molding) yang jatuh

Penggunaan sepatu

Menyusun cetakan (molding) yang telah digunakan di tempat khusus 12. Tejatuh akibat cetakan (molding) yang berserakan Penggunaan sepatu Housekeeping 5.7. Metode 5S

Setelah dilakukan penilaian resiko dengan metode W. T. Fine, maka diperoleh pengendalian risiko berdasarkan aktivitas dan risiko yang ada. Berdasarkan penilaian risiko secara menyeluruh maka dilakukan analisis penerapan program K3 dengan metode 5S digunakan dapat dilihat pada Tabel 5.20.

Tabel 5.20. Pengendalian Risiko dengan Metode 5S

Aktivitas Resiko Pengendalian Metode 5 S

Melepas packing pintu rebusan dari cetakan (molding)

Luka bakar akibat kontak dengan mesin dan cetakan yang panas

Penggunaan tongkat untuk menyentuh karet pada cetakan (molding)

Menyimpan

cetakan (molding) ke rak

Memotong sisa scrap

yang ada pada packing

pintu rebusan Cedera akibat terpeleset Housekeeping Meletakkan sisa potongan scrap packing pintu rebusan ke dalam tempat penyimpanan sementara. Menempatkan alat kebersihan seperti sapu dan tong sampah plastik di tempat khusus. Memindahkan cetakan

(molding) dari mesin

Terjatuh akibat cetakan (molding) yang berserakan Housekeeping Meletakkan cetakan (molding) yang masih panas ke tempat yang

Menimbang bahan baku kimia Cedera akibat terpeleset Housekeeping Membuat tempat khusus penimbangan bahan kimia. Membawa potongan

karet dan bahan kimia

dari tempat penimbangan ke mesin penggilingan Cedera akibat terpeleset Housekeeping Menempatkan oli di dalam botol yang tertutup agar tidak tumpah. Memasukkan bahan

baku ke dalam mesin

penggiling lalu melakukan proses penggilingan

Kebakaran akibat oli tercecer terkena percikan api Housekeeping dan melarang pekerja merokok di dalam lokasi Membiasakan untuk selalu disiplin saat bekerja. Memindahkan

lembaran karet dari meja ke tempat penyimpanan sementara Cedera akibat terpeleset Housekeeping Meletakkan lembaran karet ke meja penempatan khusus

Tabel 5.20. Pengendalian Risiko dengan Metode 5S (Lanjutan)

Aktivitas Resiko Pengendalian Metode 5 S

Menggiling kembali untuk menipiskan lembaran karet sesuai permintaan pelanggan

Luka bakar akibat kontak dengan mesin yang panas Penggunaan tongkat untuk menyentuh karet pada mesin Pekerja harus membiasakan berhati-hati dalam bekerja.

Memotong bahan baku karet menjadi lebih kecil

Luka akibat tersayat pisau

Pergantian pekerja setiap 30 menit

Pekerja memotong bahan baku karet menjadi lebih kecil

tidak boleh bersenda gurau dengan pekerja lain. Menempatkan cetakan ke mesin press

Jari terjepit cetakan (molding)

Jauhkan jari dari daerah titik jepit

Pekerja harus hati-

hati dalam menempatkan

cetakan ke mesin

press. Memutar setir mesin

press untuk mencetak

packing pintu rebusan

Luka bakar akibat kontak dengan mesin yang panas

Penggunaan sarung tangan pengganti

Pekerja harus teliti saat memutar setir mesin press untuk mencetak packing

pintu rebusan. Memotong lembaran

karet sesuai ukuran

Luka akibat tersayat pisau

Pergantian pekerja setiap 30 menit

Pekerja memotong karet sesuai ukuran

pekerja lain. Membuang kotoran

pada lembaran karet

Luka akibat tertusuk alat pembuang kotoran

Membuat ujung alat menjadi tumpul Pekerja harus membiasakan meletakkan alat pembuang kotoran di tempat khusus. Langkah selanjutnya yang dilakukan setelah analisis penerapan program K3 dengan metode 5S adalah pengelompokkan aktivitas dan solusi berdasarkan kriteria metode 5S. Pengelompokkan tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.21.

Tabel 5.21. Pengendalian Aktivitas dengan Metode 5S

Aktivitas Metode 5 S Keterangan

Melepas packing pintu rebusan dari cetakan (molding)

Menyimpan cetakan (molding) ke

rak. Seiri

Memotong sisa scrap yang ada pada packing pintu rebusan

Meletakkan sisa potongan scrap packing pintu rebusan ke dalam tempat penyimpanan sementara.

Seiri

Menempatkan alat kebersihan seperti sapu dan tong sampah plastik di tempat khusus.

Seiso

Memindahkan cetakan (molding) dari mesin

Meletakkan cetakan (molding) yang

masih panas ke tempat yang aman. Seiton Menimbang bahan baku kimia Membuat tempat khusus

penimbangan bahan kimia. Seiton Membawa potongan karet dan

bahan kimia dari tempat penimbangan ke mesin penggilingan

Menempatkan oli di dalam botol

yang tertutup agar tidak tumpah. Seiton Memasukkan bahan baku ke

dalam mesin penggiling lalu

melakukan proses penggilingan

Membiasakan untuk selalu disiplin

saat bekerja. Shitsuke

Memindahkan lembaran karet dari meja ke tempat penyimpanan sementara

Meletakkan lembaran karet ke meja

menipiskan lembaran karet sesuai permintaan pelanggan

hati dalam bekerja. Memotong bahan baku karet

menjadi lebih kecil

Pekerja memotong bahan baku karet menjadi lebih kecil tidak boleh bersenda gurau dengan pekerja lain.

Seiketsu

Menempatkan cetakan ke mesin press

Pekerja harus hati-hati dalam menempatkan cetakan ke mesin

press.

Seiketsu

Memutar setir mesin press

untuk mencetak packing pintu rebusan

Pekerja harus teliti saat memutar setir mesin press untuk mencetak

packing pintu rebusan.

Seiketsu

Memotong lembaran karet sesuai ukuran

Pekerja memotong karet sesuai ukuran tidak boleh bercerita dengan pekerja lain.

Seiketsu

Membuang kotoran pada lembaran karet

Pekerja harus membiasakan meletakkan alat pembuang kotoran di tempat khusus.

Shitsuke

5.7.1. Hubungan Penerapan Program K3 Perusahaan dengan Metode 5 S

Dokumen terkait