A. Pembelajaran Matematika
1. Pengertian Belajar dan Pembelajaran
Belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.1 Perubahan-perubahan yang dihasilkan akibat proses belajar merupakan hasil pengalaman yang dilakukan dengan sadar dan bukan kebetulan karena melibatkan kognitif seseorang. Dalam hal ini, seseorang yang belajar menyadari adanya perubahan dalam dirinya. Perubahan yang diakibatkan oleh mabuk, gila dan sebagainya tidak dapat dikatakan belajar karena individu yang bersangkutan tidak menyadarinya.
Lebih dari sekedar melibatkan kemampuan kognitif, proses belajar juga melibatkan kemampuan afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan) yang dimiliki seseorang. Hal ini dimaksudkan agar perubahan akibat proses belajar bersifat positif dan berguna sehingga lebih baik dari yang sebelumnya. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh Djamarah dalam bukunya Psikologi Belajar yang mengatakan bahwa
“belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik”.2 Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Disebabkan oleh kemampuan berubah karena belajarlah, maka manusia dapat berkembang
1Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006), h. 90
2Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008), h. 13
lebih jauh daripada makhluk-makhluk lainnya, sebagai khalifah Tuhan di muka bumi.
Beberapa pendapat yang mengemukakan tentang pengertian belajar sebagai berikut:
1. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan perilaku.3
2. Cronbach berpendapat bahwa :”learning is shown by a change in behavior as a result of experieence”. Belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.4 Pengalaman tersebut diperoleh individu dalam interaksi dengan lingkungannya baik yang menyangkut ranah kognitif, afektif maupun psikomotor.
3. Morgan dan kawan-kawan mendefinisikan belajar sebagai perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi dari sebuah pengalaman.5 Belajar menurut pandangan konstruktivis merupakan hasil konstuksi kognitif melalui kegiatan seseorang. Pandangan ini memberikan penekanan bahwa pengetahuan kita adalah bentukan kita sendiri.6Menurut Wasti Soemanto dalam buku psikologi pendidikan dituliskan belajar adalah suatu proses, dan bukan hasil. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integrative dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.7 Dengan demikian belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung
3 Wina Sanjaya, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Kencana Prenada Media Grup, 2005), Cet. 3, Ed. 1, h. 89
4Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008), Ed. 2, h. 13
5 Udin S. Wiranataputra, dkk, Prinsip Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Universitas Terbuka, 1994), h. 10
6 Triyanto, Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), h. 28
7 Wasti Soemanto, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006), Cet. 5, h.
104-105
pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri.
Berdasarkan perbedaan-perbedaan pendapat mengenai belajar, namun prinsipnya sama, yakni adanya perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif, afektif maupun psikomotor. Segala aktivitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil dari belajar hanya berbeda cara dan usaha pencapaiannya.
Sedangkan proses yang terjadi yang membuat seseorang melakukan proses belajar disebut pembelajaran. Kata “pembelajaran” adalah terjemahan dari “instruction” yang banyak dipakai dalam dunia pendidikan Amerika Serikat. Istilah ini bayak dipengaruhi oleh aliran psikologi kognitif-wholistik, yang menempatkan siswa sebagai sumber dari kegiatan.8 Pembelajaran merupakan suatu proses yang terdiri dari kombinasi antara guru dengan siswa, secara hakikatnya pembelajaran adalah proses komunikasi antara peserta didik dengan pendidik serta antara peserta didik dalam rangka perubahan sukap.9
Istilah pembelajaran merupakan istilah baru yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan guru dan siswa. Kata belajar sengaja dipakai sebagai padanan kata dari kata intruction, karena kata intruction mempunyai pengertian yang lebih luas dari kata pengajaran.10 Oleh karena itu, mengajar atau “teaching” merupakan bagian dari pembelajaran (instruction), dimana peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang atau
8 Wina Sanjaya, 2005. Kurikulum dan pembelajaran Tori dan Praktek Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, . (Jakarta : Kencana Prenada Grup), h. 213
9 Asep Jihad, 2008. Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta : Multi Pressindo), Cet, 1 h. 11
10 Yudhi Munadi, 2008. Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta : Gaung Persada Press),h. 4
mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dalam mempelajari sesuatu. 11
Menurut Fontana (dalam Suherman) pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal.12 Dengan demikian proses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa perilaku.
Untuk itu, agar kegiatan pembelajaran menjadi bermakna bagi peserta didik, maka harus diciptakan lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi peserta didik.
“pembelajaran berarti upaya membelajarkan siswa (Degeng, 1989)”.13 Dari penjelasan pembelajaran diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses yang sengaja dirancang dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan yang memungkinkan seseorang atau pelajar melaksanakan kegiatan belajar, adanya perubahan tingkah laku dan proses tersebut dirancang oleh guru sebagai fasilitator sementara siswa diposisikan sebagai subjek belajar yang memegang peranan utama dalam proses belajar.
Setelah membahas tentang belajar dan pembelajaran, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa proses belajar bersifat internal dalam diri siswa, maksudnya proses belajar merupakan peningkatan memori siswa itu sendiri sebagai hasil belajar terdahulu. Sedangkan, pembelajaran bersifat eksternal yaitu kegiatan yang sengaja direncanakan dan dirancang oleh guru dalam proses belajar.