BAB II TINJAUAN TEORI
C. Bimbingan Agama Islam
1. Pengertian Bimbingan Agama Islam
Istilah bimbingan merupakan terjemahan dari bahasa Inggris
“guidance”. Kata guidance dalam masalah pendidikan disebut bantuan, selain itu bimbingan dapat diartikan arahan, pedoman, dan petunjuk. Kata guidance berasal dari kata dasar (to) guide, yang artinya menuntun, mempedomani, menjadi petunjuk jalan, mengemudikan, menuntun orang ke jalan yang benar.45
Adapun pengertian bimbingan yang lebih formulatif adalah bantuan yang diberikan kepada individu agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.46
Beberapa pendapat lain mengenai definisi bimbingan diantaranya: a. Jear Book of Education, mengemukakan bahwa bimbingan adalah
suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk
45
M. Umar, Sartono,Bimbingan dan penyuluhan, (Bandung: CV Pustaka Setia, 1998), cet ke-1, h. 9.
46Ib
mengembangkan kemampuan agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.
b. Stops, mengemukakan bahwa bimbingan adalah suatu proses membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya secara maksimal dalam mengarahkan manfaat yang sebenar-benarnya, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat.
c. Miller, mengemukakan bimbingan adalah proses terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum kepada sekolah. Keluarga, serta masyarakat.
Adapun menurut Samsul Munir, bimbingan berarti pemberian bantuan kepada sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup.47 Menurutnya, “...Bantuan itu bersifat psikis (kejiwaan) bukan “pertolongan” finansial, media, dan lain sebagainya. Dengan adanya
bantuan ini, seseorang akhirnya dapat mengatasi sendiri masalah yang dihadapinya sekarang dan menjadi lebih mapan untuk mengahdapi
masalah yang akan dihadapinya kelak...”.48
Dari pendapat di atas kita dapat memahami bahwa yang dimaksud bimbingan adalah bukan pemberian bantuan secara fisik atau pun finansial, melainkan lebih menitik beratkan kepada pemberian bantuan psikis atau kejiwaan seseorang atau kelompok untuk menggali segala
47
Samsul Munir Amin,Bimbingan dan Konseling Islam, (Jakarta: AMZAH, 2010), h. 3.
48Ib
potensi yang dimiliki seseorang atau kelompok tersebut untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri.
Jadi secara singkat bimbingan adalah suatu proses bantuan psikis kepada seseorang maupun kepada kelompok agar dapat memahami dirinya, menggali potensinya, sehingga ia sanggup mengarahkan dirinya sesuai dengan lingkungannya, menyelesaikan masalahnya dan dapat memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang.
Pada saat ini berbagai jenis bimbingan yang ada banyak yang mengacu pada kebutuhan hidup manusia, seperti adanya bimbingan karir, bimbingan belajar, dan salah satunya bimbingan agama khususnya bimbingan agama Islam. Hampir disetiap lembaga, instansi baik swasta maupun pemerintah sudah banyak yang memiliki program bimbingan agama Islam sebagai agama yang paling banyak penganutnya di negara Indonesia ini. Fenomena bimbingan agama Islam ini tak lain karena sangat besarnya kebutuhan manusia akan agama terutama dalam bimbingannya.
Agama adalah wahyu yang diturunkan Tuhan untuk manusia. Fungsi dasar agama adalah memberikan orientasi, motivasi dan membantu manusia untuk mengenal dan menghayati sesuatu yang sakral.49
Menurut Zakiah Darajat, agama adalah kebutuhan jiwa (psikis) manusia, yang akan mengatur dan mengendalikan sikap, pandangan hidup, kelakuan, dan cara menghadapi tiap-tiap masalah.50
49
Mastuhu,Metodologi Penelitian Agama, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), h.1.
50
Zakiah Darajat,Pendidikan Agama dan Pembinaan mental, (Jakarta: Bulan Bintang, 1982), cet. Ke-3, h. 52.
Pengertian agama dari segi bahasa dikenal dengan kata “ad-Dien”
(bahasa Arab) yang artinya menguasai, menundukkan, patuh, hutang, balasan, dan kebiasaan. Selanjutnya din dalam bahasa semit berarti undang-undang atau hukum.51 Dalam bahasa Indonesia sama artinya dengan peraturan.
Sedangkan agama menurut para ahli sebagai berikut:
1. Menurut Harun Nasution, agama adalah suatu sistem kepercayaan dan tingkah laku yang berasal dari suatu kekuatan yang ghaib.
2. Menurut Al-syahrastani, agama adalah kekuatan dan kepatuhan yang terkadang biasa diartikan sebagai pembalasan dan perhitungan (amal perbuatan di akhirat).52
Arif Budiman melihat agama dalam dua kategori, “pertama, agama
sebagai keimanan (doktrin), dimana orang percaya terhadap kehidupan kekal dikemudian hari, lalu orang mengabdikan dirinya untuk kepercayaan tersebut. Kedua, agama sebagai yang mempengaruhi perilaku manusia.
Dengan demikian agama identik dengan kebudayaan”.53
Dalam kamus Sosiologi pengertian agama (religion) mencakup 3 hal:
a. Kepercayaan kepada hal spiritual
b. Perangkat kepercayaan dan praktek-praktek yang dianggap tujuan sendiri
c. Ideologi mengenai hal-hal yang bersifat supranatural.54
51
Abudin Nata,Metodologi Studi Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), h. 9.
52
Jalaludin,Psikologi Agama, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1998), cet. Ke-3, h. 13.
53
Arif Budiman, Agama Demokrasi dan Keadilan, (dalam M. Imam Azis) Agama Demokrasi dan Keadilan, (Jakarta: PT Gramedia, 1993), h. 20.
54
Pembahasan lain tentang agama adalah tentang sikap keagamaan. Sikap keagamaan merupakan suatu keadaan yang ada dalam diri seseorang yang mendorong sisi orang untuk bertingkah laku yang berkaitan dengan agama. Sikap keagamaan terbentuk karena adanya konsistensi antara kepercayaan terhadap agama sebagai komponen kognitif perasaan terhadap agama sebagai komponen efektif dan perilaku terhadap agama sebagai komponen kognitif.55
Sedangkan kata Islam mempunyai beberapa pengertian atau memiliki beberapa makna. Islam berasal dari bahasa arab, yang diambil
dari kata “sallama” yang berarti “selamat sentausa”. Dari kata tersebut dibentuk menjadi kata “aslama” artinya “memelihara diri dalam keadaan selamat sentausa”.56
Prof. Dr. Harun Nasution menyatakan, Islam agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan untuk masyarakat manusia kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai rasul. Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenai satu segi saja, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. Sumber dari ajaran-ajaran yang mengambil berbagai aspek itu ialah al-Qur’an dan al-Hadist.57
Bimbingan Islam merupakan proses pemberian bantuan, kepada seseorang yang mengalami kesulitan baik lahiriyah maupun bathiniyah. Bantuan tersebut berupa pertolongan dibidang mental spiritual, dengan maksud agar orang yang bersangkutan mampu mengatasi kesulitannya
55
Ramayulis, Psikologi Agama,(Jakarta: Kalam Mulia, 2004), cet. Ke-7, h. 96.
56
M. Ali Hasan dan Abuddin Nata, Materi Pokok Agama Islam, (Jakarta: Direktorat jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama, 1998), h. 4.
57
Harun Nasution,Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, (Jakarta: UI Press, 1987), cet. Ke-5, Jilid 1, h. 24.
dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri, melalui dorongan dari kekuatan iman, dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.58
Dalam ajaran Islam yang tercantum dalam al-Qur’an Allah SWT
mengajarkan untuk saling nasehat menasehati seperti yang tersirat dalam al-Qur’an surat Al-‘Ashr : 3
Artinya: “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.59(Q.S. Al-‘Ashr ayat: 3)
Sedangkan bimbingan agama Islam menurut Aunur Rahim Faqih yaitu proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.60
Jadi, kesimpulan bimbingan agama Islam adalah suatu proses atau cara untuk bimbingan yang diarahkan kepada agama, baik tujuan materi maupun metode yang diterapkan. Bimbingan tersebut berupa pertolongan di bidang mental spiritual, yang bertujuan agar dapat mengembangkan potensi fitrah yang dibawa sejak lahir secara optimal dengan cara menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an dan al -Hadist Rasulullah dalam dirinya, sehingga ia mampu hidup selaras sesuai
58
M. Arifin,Pedoman Pelaksanaan dan Penyuluhan Agama, (Jakarta: PT. Golden Terayon Press, 1998), cet. Ke-6, h. 2.
59
Departemen Agama RI,Al-Qur’an dan Terjemahannya Disertai Tanda-tanda Tajwid dengan Tafsir Singkat, (Jakarta: Bayan Qur’an, 2012), h. 601.
60
Aunur Rahim Faqih,Bimbingan dan Konseling Dalam Islam, (Yogyakarta: VII Press, 2002), h. 4.
dengan apa yang dianjurkan Allah dan Rasulullah sehingga mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Bimbingan agama Islam menjadi materi wajib yang didapat di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) kebayoran Baru Jakarta Selatan. Materi ini khusus untuk penyandang tunadaksa yang beragama Islam. Proses mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta dengan jalan belajar mengenal agama Islam merupakan hal wajib terutama karena alasan menuntut ilmunya. Penyandang tunadaksa akan lebih percaya diri karena yakin dirinya terlahir sempurna dan terus bersabar serta tawakal menyerahkan segala sesuatunya kepada Yang Maha Kuasa atas segalanya. Bimbingan Agama Islam ini akan menjadi jalan untuk semua orang untuk hidup lebih optimis, lebih sabar, dan menyandarkan segala sesuatunya terhadap bimbingan agama yaitu al-Qur’an dan al-Hadits.