• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. Hipotesis

Hipotesis yang akan dibuktikan dalam penelitian ini melalui uji empiris yaitu:

Ha : Terdapat hubungan positif yang signifikan antara bimbingan agama dengan penyesuaian diri remaja

duafa di Yayasan Al Matiin Pamulang Tangerang Selatan.

Ho : Tidak ada hubungan positif yang signifikan antara bimbingan agama dengan penyesuaian diri remaja duafa di Yayasan Al Matiin Pamulang Tangerang Selatan.

Pengujian hipotesis tersebut dapat mengacu pada suatu ketentuan yaitu apabila signifikansi kurang dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan apabila signifikansi lebih dari 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.

70 BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yakni pendekatan kuantitatif yang mendasarkan pada perhitungan angka-angka atau statistik, dengan metode survei. Penelitian kuantitatif menurut Sugiyono merupakan penelitian ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yakni konkrit, obyektif, terukur, rasional dan sistematik.1 Masih menurut Sugiyono, pendekatan ini dapat digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitati atau statistik yang tujuannya adalah untuk menguji teori, menunjukkan hubungan antar variabel serta mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.2

Kemudian penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei. Penelitian survei merupakan penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. 3 Menurut Creswell dalam Supratiknya, survei sebagai salah satu strategi dalam penelitian kauntitatif bertujuan menghasilkan

1 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008) Cet. Ke-4, hlm. 8.

2 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008) Cet. Ke-4, hlm. 8 dan 14.

3 F.C. Susila Adiyanta, “Hukum dan Studi Penelitian Empiris:

Penggunaan Metode Survey sebagai Instrumen Penelitian Hukum Empiris”, Adminitrative Law & Governance Journal, Vol. 2, Issue. 4, November 2019, hlm. 701.

sebuah deskripsi numeric tentang pendapat, sikap ataupun tingkah laku dari sebuah populasi dengan cara meneliti sampel dari populasi tersebut.4

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.5 Dalam hal ini, populasi bukan hanya makhluk hidup saja, akan tetapi juga dengan benda-benda yang ada di alam semesta.

Populasi adalah himpunan yang lengkap dari satuan atau individu yang karakteristiknya ingin diketahui.6 Sesuai dengan pembahasan pada penelitian ini, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Yayasan Al-Matiin yang berjumlah 113 orang.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu

4Augustinus Supratiknya, Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dalam Psikologi, (Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Anggota APPT, 2015), hlm. 49.

5 Sandu Siyoto dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015), hlm. 55.

6 Asmaul Husna dan Budi Suryana, Metodologi Penelitian dan Statistik, (Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2017), hlm. 99.

sehingga dapat mewakili populasinya.7 Sampel menjadi anggota populasi yang memberikan keterangan atau data yang diperlukan dalam suatu penelitian, dengan kata lain, sampel adalah himpunan bagian dari populasi.8

Dalam penelitian ini, penetapan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu salah satu teknik sampling non random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.9 Teknik ini dapat dilakukan dengan kriteria yang peneliti tetapkan. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah :

a. Remaja duafa atau mereka yang memiliki keterbatasan dalam segi ekonomi.

b. Telah mengikuti bimbingan agama minimal selama 6 bulan

Dalam menentukan sampel menurut Arikunto apabila jumlah populasi kurang dari 100 maka dapat diambil keseluruhan untuk dijadikan sebagai sampel penelitian.10 Berdasarkan pernyataan tersebut dalam menentukan

7 Sandu Siyoto dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015), hlm. 56.

8 Asmaul Husna dan Budi Suryana, Metodologi Penelitian dan Statistik, (Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2017), hlm. 100.

9 Syofuan Siregar, Statistik Deskriptif untuk Penelitian, (Jakarta:

Rajawali Press, 2011), edisi. 1-2, hlm. 145.

10 Rully Indarawan dan Poppy Yuniawati, Metodologi Penelitian:

Kuantitatif dab Campuran untuk Manajemen, Pembangunan dan Pendidikan, (Bandung: Refika Aditama, 2014), hlm. 103.

sampel, serta sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan, maka sampel yang terambil dari hasil observasi yaitu sebanyak 45 responden.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan mulai pada bulan Mei 2020.

Penelitian ini bertempat di Yayasan Al-Maatiin yang beralamat di Jl. Tabanas Raya, Gg. Pribadi, RT.011 RW.017, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan. Alasan pemilihan lokasi penelitian ini, berdasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut:

1. Yayasan Al-Matiin adalah yayasan yang memiliki anak asuh usia remaja (usia sekolah SMP dan SMA).

2. Yayasan Al-Matiin merupakan yayasan yang memfasilitasi para anak yang perlu bantuan, seperti anak terlantar, anak yatim/ piatu, anak dari keluarga duafa sesuai dengan subjek penelitian. Yayasan Al Matiin mewadahi anak yatim, piatu, duafa untuk tetap mendapatkan haknya berupa pendidikan layak, baik secara formal maupun informal. Karena di yayasan ini menyediakan ekstrakulikuler layaknya sekolah ataupun ma'had pada umumnya. Di yayasan ini pun bagi yang benar-benar tidak mampu, tidak dipungut biaya, biaya sekolah dan biaya hidup.

3. Yayasan Al-Matiin sudah memenuhi syarat untuk tempat penelitian, yaitu telah berdiri lebih dari 3 tahun.

Yayasan ini sudah berdiri kurang lebih 10 tahun,

merintis dari nol. Dimulai dengan bangunan yang disusun dari bahan seadanya oleh masyarakat setempat berupa kayu dan lain sebagainya, hingga bisa membangun tempat yang dari sana lahir ratusan generasi-generasi rabbani.

4. Jumlah populasi di Yayasan Al-Matiin dapat mewakili penelitian.

5. Ketertarikan penulis untuk mengetahui lebih jauh mengenai hubungan bimbingan agama dengan penyesuaian diri remaja duafa di yayasan Al Matiin Pamulang Tangerang Selatan.

D. Sumber Data

1. Sumber data adalah subjek dari mana data itu dapat diperoleh. 11 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua sumber data yang dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:

a. Data Primer

Data primer adalah sumber data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat penelitian dilakukan.12 Data ini juga bisa disebut sebagai data asli. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara langsung.

Teknik yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data primer antara lain observasi,

11 Iqbal Hasan, Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, (Jakarta:

Ghalia Indonesia, 2002), hlm. 82.

12 Sugiyono, Metodologi Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm. 222.

wawancara, diskusi terfokus atau focus grup discussion (FGD) dan penyebaran kuesioner.13

Data primer yang diperoleh peneliti yakni dengan cara penyebaran kuesioner, observasi dan wawancara langsung. Kuesioner ini dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos atau internet.14 Sedangkan teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan prilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.15 Untuk sumber data yang diambil dengan wawancara langsung, ini termasuk pada saat peneliti melakukan observasi untuk pertama kali dan observasi selanjutnya di Yayasan Al Matiin Pamulang Tangerang Selatan.

b. Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua). Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat

13 Sugiyono, Metodologi Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm. 222.

14 Sugiyono, Metodologi Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm. 199.

15 Sugiyono, Metodologi Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm. 203.

Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain.16 Selain itu, menurut Syofian Siregar pada tahun 2013, data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung dapat diambil langsung oleh penelitian pada responden misalnya melalui orang lain atau dokumen.17 Dokumen yang dimaksud bisa berupa jurnal, textbooks, artikel-artikel di media cetak maupun elektronik, dan lain sebagainya. Peneliti mendokumentasikan Yayasan Al Matiin, baik tempatnya maupun kegiatan bimbingan agamanya dan mencari dokumen lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan penelitian.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupan suatu alat yang dapat digunakan untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh dari para responden yang dilakukan dengan menggunakan pola ukur yang sama.18 Dalam sebuah penelitian, kualitas instrumen menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Karena kualitas instrument dan kualitas pengumpulan data dapat mempengaruhi kualitas hasil penelitian. Di sini akan dibahas

16 Sugiyono, Metodologi Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm. 223.

17Syofian Siregar, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Dilengkali dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS, Edisi Pertama, (Jakarta:

Prenadamedia Group, 2013), hlm. 16.

18 Syofian Siregar, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Dilengkali dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS, Edisi Pertama, (Jakarta:

Prenadamedia Group, 2013), hlm. 46.

mengenai variabel penelitian, definisi operasional, skala yang digunakan, uji validitas dan uji reliabilitas.

1. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat masing-masing satu variabel baik variabel independen (bebas) sebagai variabel X, juga variabel dependen (terikat) sebagai variabel Y.

Variabel independen atau variabel bebas merupakan sebab yang diperkirakan dari beberapa perubahan dalam variabel terkait, yang biasa dinotasikan dengan simbol X.19

Dalam penelitian ini sebagai variabel independen atau variabel bebas adalah bimbingan agama (X) yang meliputi aspek materi, metode dan pembimbingan dalam bimbingan agama. Alat ukur Bimbingan agama yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari alat ukur penelitian Debbie Vitria Febryanie tahun 2020, yang berjudul Tingkat Kepercayaan Diri Mualaf di Yayasan An-Naba Center Sawah Baru Ciputat.

Variabel dependen atau variabel terikat merupakan faktor utama yang ingin dijelaskan atau diprediksi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, yang biasa dinotasikan dengan simbol Y.20 Dalam penelitian ini sebagai variabel dependen atau variabel terikat yaitu penyesuaian diri (Y) yang meliputi persepsi yang akurat terhadap realitas, kemampuan mengatasi stress dan

19 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2011), cet. Ke-1, hlm.48.

20 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2011), cet. Ke-1, hlm.48.

kecemasan, gambaran diri yang positif, kemampuan mengekspresikan perasaan dan hubungan interpersonal yang baik. Alat ukur Penyesuaian diri yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari alat ukur penelitian Arif Darmawan Mahmud tahun 2017 yang berjudul Pengaruh Religiusitas dan Dukungan Sosial terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru Perantau UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan definisi yang didasarkan pada sifat-sifat variabel yang diteliti, bersifat spesifik dan menggambarkan karakteristik variable-variabel peneliti dan juga hal-hal yang dianggap penting.

Berdasarkan definisi operasional ini kemudian didapat suatu indikator yang dijadikan acuan untuk mengukur variabel yang diteliti. Adapun definisi operasional dan indikator dalam penelitian ini yaitu:

Tabel 1. Definisi Operasional

masalah yang

agama kepada

Secara fungsional sebagai penolong dan menyesuaikan perilaku dengan tuntunan ajaran yang berasal dari Allah; sebagai pemberi petunjuk kejalan yang baik

Persepsi yang akurat terhadap realitas

Sedangkan

di jalin oleh para remaja.

Gambaran diri yang positif 1. Persepsi tentang

3. Skala Penelitian

Skala pengukuran instrument penelitian ada bermacam-macam. Skala likert, skala Guttmann, skala Bogardus, skala Thurstone dan skala Semantic Differentials. Dalam membuat kuesioner pada penelitian ini, teknik pengukurannya menggunakan skala likert dengan 4 katagori pilihan jawaban.

Indeks skala likert mengasumsikan bahwa masing-masing kategori jawaban memiliki intensitas yang sama.

Keunggulan indeks ini adalah kategorinya memiliki urutan yang jelas. Mulai dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidan setuju dan sangat tidak setuju.21 Untuk mengetahui hubungan bimbingan agama dengan tingkat penyesuaian diri remaja duafa di Yayasan Al Matiin Pamulang Tangerang Selatan, maka dibuat skala seperti yang dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Skala Likert Skor Positif dan Negatif Pilihan Sangat

Setuju (SS)

Setuju (S)

Tidak Setuju

(TS)

Sangat Tidak Setuju

(STS)

Skor Positif 4 3 2 1

Skor Negatif 1 2 3 4

Berdasarkan tabel 2, penulis hanya menggunakan 4 kategori atau skala 4. Dalam penelitian ini pilihan jawaban ragu-ragu ditiadakan. Alasannya, agar responden tidak memiliki peluang untuk menjawab ragu-ragu atau netral seandainya pilihan respon skala lima, sehingga mengharuskan responden untuk menentukan sikap terhadap fenomena sosial yang ditanyakan atau dinyatakan dalam

21 Sukardi, Metode Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), hlm. 116.

instrumen.22 Menurut Saifuddin Azwar, jika terdapat 5 kategori di mana pilihan ketiga adalah ragu-ragu, responden cenderung memilih pilihan tersebut, sehingga data mengenai perbedaan responden menjadi kurang informatif.23 Kemudian alasan menggunakan butir positif dan butir negatif yaitu untuk menguji tingkat konsistensi responden dalam mengisi kuesioner.

Selanjutnya, untuk mengetahui apakah instrumen tersebut tepat untuk melakukan pengukuran dan untuk mengukur konsistensi instrumen penelitian, maka dilakukan uji validasi dan uji reliabilitas instrumen.

4. Uji Validitas

Uji Validitas menunjukkan seberapa akurat suatu item itu mengukur apa yang ingin diukur. Dengan ini, peneliti akan menggunakan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, maka kuesioner yang disusun tersebut harus melalui proses uji validitas. Yayasan Al Kamilah Serua, menjadi tempat dalam melakukan uji validitas.

Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, metode Corrected item-Total Correlation dengan cara mengorelasikan tiap-tap indikator dengan skor total

22 S. Eko Widoyoko, Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2012), hlm. 106.

23 Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah, Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010), hlm. 110.

indikator. Dasar pengambilan keputusan pada uji validitas dalam penelitian ini, sebagai berikut:

a. Jika r hitung ≥ (0.361) r table, maka butir pernyataan atau variabel valid.

b. Jika r hitung ≤ (0.361) r table, maka pernyataan variabel tidak valid.24

Tabel 3. menunjukkan Blue Print skala faktor-faktor yang berhubungan dengan Penyesuaian Diri (Bimbingan Agama) sebelum Uji Instrumen.

Tabel 3. Blue Print Aspek-aspek Bimbingan Agama Sebelum uji instrument

No Dimensi Item Jumlah

Butir Positif Butif Negatif 1 Materi 1,3,5,6,7,8,9,

10,12,13,14

2,4,15 15

2 Metode 16,17,18,21,23

,24,25,26,27, 28,29

19,22,30 15

3 Pembimbing 31,32,33,36 34,35 6

Jumlah 36

Uji validitas penelitian ini dilakukan di Yayasan Al Kamilah Serua dengan teknik Product Moment yang diuji coba kepada 30 responden, dari 36 item butir pernyataan yang diuji cobakan diketahui 32 item butir valid dan 4 item

24 Dwi Priyatno, SPSS 22: Pengolah Data Terpraktis, (Yogyakarta:

Andi, 2014), hlm. 51.

butir tidak valid yakni butir ke 1, 3, 6 dan 24. Pernyataan yang tidak valid dihapus atau diperbaiki kemudian digunakan untuk pengambilan data inti.

Tabel 4.Blue Print Aspek-aspek Bimbingan Agama setelah uji instrument

No Dimensi Item Jumlah

Butir Positif Butif Negatif 1 Materi 1,3,5,6,7,8,9,

10,12,13,14

2,4,15 15

2 Metode 16,17,18,21,23

,24,25,26,27, 28,29

19,22,30 15

3 Pembimbing 31,32,33,36 34,35 6

Jumlah 36

Selanjutnya pada tabel 5 terdapat Blue Print skala aspek-aspek yang ada pada variabel dependent (terikat) yaitu variabel Penyesuaian Diri sebelum Uji Instrumen.

Tabel 5. Blue Print Aspek-aspek Penyesuaian Diri Sebelum uji instrument

No Dimensi Item Jumlah

Butir Positif Butif Negatif 1 Persepsi

terhadap realitas

1,3 2,4 4

2 Kemampuan mengatasi stres dan kecemasan

5,6,8 7 4

3 Gambaran diri yang positif

9,10,12,13,14 11 6

4 Kemampuan mengekspresikan perasaan

15,17,18,20 16,19,21 7

5 Hubungan interpersonal yang baik

23,25 22,24,26 5

Jumlah 30

Uji validitas penelitian ini dilakukan di Yayasan Al Kamilah Serua dengan teknik Product Moment yang diuji coba kepada 30 responden, dari 26 item butir pernyataan yang diuji cobakan diketahui 23 item butir valid dan 3 item butir tidak valid, yakni butir ke 7, 21 dan 24. Pernyataan yang tidak valid dihapus atau diperbaiki kemudian digunakan untuk pengambilan data inti.

Kemudian pada tabel 6 terdapat Blue Print skala aspek-aspek variabel penyesuaian diri setelah dilakukannya uji instrumen.

Tabel 6. Blue Print Aspek-aspek Penyesuaian Diri Sesudah uji instrument

No Dimensi Item Jumlah

Butir Positif Butir Negatif

1 Persepsi

terhadap realitas

1,3 2,4 4

2 Kemampuan mengatasi stres dan kecemasan

5,6,7 - 3

3 Gambaran diri yang positif

8,9,11,12,13 10 6

4 Kemampuan mengekspresikan perasaan

14,16,17 15,18 5

5 Hubungan interpersonal yang baik

19,21,22 20,23 5

Jumlah 16 7 23

Berdasarkan hasil uji validitas terdapat beberapa item yang tidak valid. Hal ini disebabkan oleh penggunaan tata bahasa yang kurang sesuai sehingga terdapat beberapa item pernyataan yang memiliki makna ganda sehingga atau ambigu dan membuat responden bingung dalam menentukan pilihan jawaban.

5. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah kesesuaian alat ukur dengan yang diukur, sehingga alat ukur dipercaya atau dapat diandalkan. 25 Setiap pengukur seharusnya memiliki

25 Masri Singarimbun dan Sofian Efendi, Metode Penelitian Survei, (Jakarta: LP3ES, 1995), cet. Ke- 2, hlm. 96.

kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Semakin kecil kesalahan pengukuran, maka reliabel alat pengukur. Sebaliknya makin besar kesalahan pengukur, makin tidak reliabel alat pengukur tersebut.

Metode yang biasa digukana dalam penelitian untuk mengukur skala rentangan (seperti skala Likert 1-4) adalah Cronbach Alpha. Kriteria pengujian reliabilitas Cronbach Alpha > 0,6.26 Semakin mendekati 1 berarti semakin tinggi konsistensi internal reliabilitasnya. Nilai Cronbach’s Alpha lebih kecil dari 0,60 dikategorikan reliabilitasnya kurang baik.

Dalam penelitian kuantitatif, instrumen penelitian berkaitan dengan validitas dan reliabilitas unstrumen.

Sedangksan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu, kedua hal ini harus digunakan secara tepat agar dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel.

Instrumen dalam penelitian kuantitatif dapat berupa pedoman wawancara, test, pedoman observasi dan kuesioner.27

26 Syofian Siregar, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Dilengkali dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS, Edisi Pertama, (Jakarta:

Prenadamedia Group, 2013), hlm. 56.

27 Sugiyono, Metodologi Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm. 222.

F. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mencari dan mengumpulkan data, dalam penelitian ini peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi ialah pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan tetapi tidak mengajukan pertanyaan.28 Jenis observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis observasi non partisipasif, dimana peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat bebas.

Observasi dilakukan penulis untuk mengamati secara langsung santri atau remaja yang berada di yayasan Al Matiin Pamulang Tangerang Selatan.

2. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pernyataan tertulis kepada responden yang nantinya akan mereka jawab. 29 Dalam penelitian ini, penulis menyebarkan kuesioner kepada remaja duafa di Yayasan Al Matiin Pamulang Tangerang Selatan, yang nantinya akan diperoleh data-data untuk diolah dalam aplikasi SPSS 22.

28 Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya, (Bandung:

PT Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 69.

29 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, dan R&D, (Bandung:

Alfabeta, 2011), Cet Ke-14, hlm. 199.

G. Teknik Pengolahan Data

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara bimbingan agama dengan penyesuaian diri remaja duafa. Untuk itu, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data hasil kuesioner (angket), kemudian dianalisa menggunakan SPSS 22.0 untuk mengetahui hubungan bimbingan agama dengan penyesuaian diri remaja duafa di Yayasan Al Matiin Pamulang Tangerang Selatan, dengan menggunakan analisis korelasi.

1. Uji Deskripsi

Uji deskriptif adalah uji statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah diperoleh sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan atau generalisasi. 30 Analisis deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat bimbingan agama dan tingkat penyesuaian diri remaja di Yayasan Al Matiin Pamulang Tangerang Selatan.

2. Uji Normalitas Kormogolov-Smirnov

Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi atau tidak. 31 Dasar pengambilan keputusan pada uji Normalitas Kormogolov-Smirnov dalam penelitian ini, sebagai berikut:

a. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka

30 Sugiyono, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 147.

31 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2011), cet. Ke-1, hlm. 132.

data tersebut berdistribusi normal.

b. Jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.

3. Uji Korelasi Perason Product Moment

Analisis Pearson ialah suatu analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kausal antar variabel bebas dengan variabel terikat. Dasar pengambilan keputusan pada uji Pearson Product Moment dalam penelitian ini, sebagai berikut:

a. Jika r hitung positif serta > r table, maka butir atau varibael tersebut valid

b. Jika r hitung tidak positif serta r hitung < r table, maka butir atau variabel tersebut tidak valid

c. Jika r hitung > r table, tapi bertanda negatif maka butir atau variabel tidak valid

4. Uji Koefisien Korelasi

Analisis korelasi dengan uji koefisien korelasi dimaksud untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel X (Bimbingan Agama) dengan variable Y (penyesuaian diri).

Uji korelasi bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi. Baik bersifat simetris, kausal dan

reciprocal.32Arah hubungan dalam korelasi ada dua, yaitu:

a. Bila kenaikan suatu variabel diikuti oleh kenaikan variabel lain, maka arah hubungannya positif.

b. Bila kenaikan suatu variabel diikuti oleh penurunan variabel lain, maka arah hubungannya negatif.

Uji koefisien korelasi dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana kekuatan dan arah hubungan antara variabel bimbingan agama sebagai variabel independen dengan variabel penyesuaian diri sebagai variabel terikat. Untuk mengetahui hal tersebut, maka bisa dilakukan cara interpretasi nilai yang diperoleh dari uji koefisien dengan berpedoman pada pembagian kekuatan korelasi menurut Sugiyono :

Tabel 7. Tingkat Hubungan No. Interval

Koefisien

Tingkat Hubungan 1. 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 2. 0,20 – 0,399 rendah 3. 0,40 – 0,599 Sedang 4. 0,60 – 0,799 Kuat 5. 0,80 – 1,000 Sangat Kuat

32 Imam Ghozali, Aplikasi Multivarians dengan Program SPSS, (Semarang: UNDIP, 2003), hlm. 260.

Nilai “r” berkisar antara 0.0 yang berarti tidak ada korelasi,

Nilai “r” berkisar antara 0.0 yang berarti tidak ada korelasi,