• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORITIS

D. Pengertian dan Ciri-Ciri Efikasi Diri siswa

Teori yang pertama kali memperkenalkan istilah efikasi diri (self efficacy) adalah Bandura. Beliau mendefinisikan efikasi diri adalah keyakinan seseorang akan potensi yang dimilikinya dalam mengerjakan tugas atau tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. 41

______________

41 M Nur Ghufron & Rini Risnawati, Teori-Teori Psikilogi (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2021) h. 75.

Secara umum efikasi diri (self efficacy) adalah penilaian individu akan kemampuan yang ada dalam dirinya, dan kemampuan itu berguna untuk menjalankan sesuatu dengan mencapai tujuan tertentu.42

Menurut Baron dan Byne yang dikutip oleh M Nur Ghufron dan rini risnawati bahwa efikasi diri sebagai bentuk evaluasi seseorang akan kemampuannnya atau kompetemsi dirinya dalam melakukan tugas-tugas, mencapai tujuan yang hendak dicapai dan megtasi permasalahan yang dihadapi.43

Menurut Bandura dikutip oleh Dede Rahmat Hidayatpsikologi ke pribadian dalam konseling, dari semua pemikiran yang mempengaruhi fungsi manusia, dan merupakan bagian inti dari teori kognotif sosial adalah efikasi diri (self efficacy). Efikasi diri adalah “penilaian diri terhadap untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang ditetapkan”.

44

Efikasi diri adalah penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan tugas sesuai dengan yang isyaratkan. Efikasi diri ini berbeda dengan aspirasi (cita-cita), karena cita-cita menggambarkan sesuatu yang ideal yang seharusnya dapat dicapai, sedangkan efiksi diri menggambarkan penilaian kemapuan diri.45 Efikasi diri lebih penting

______________

42 Jeanne Ellis Ormrod, Psikilogi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh Dan Berkembang Jilid 2 Edisi Terjemahan (Jakarta: Erlangga, 2008) h. 20

43 M Nur Ghufron & Rini Risnawati, Teori-Teori Psikilogi....h. 74

44 Dede Rahmat Hidayat, Psikologi Kepribadian Dalam Konseling, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2015), h. 156

45 Alwisol, Psikologi Kepribadian, (Malang: UMM Press, 2007), h. 287

dari kemampuan yang sebenarnya karena hasil penilaian diri akan mempengaruhi cara berpikir, rekasi, emosi, dan prilaku individu.

Efikasi diri berhubungan dengan keyakinan seseorang bahwa mereka dapat mempergunakan kontrol dirinya, motivasi, kognitif, afeksi dan lingkungan sosial.

Efikasi diri berpengaruh pada perasaan, pikiran dan tindakan seseorang dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan. Tinggi rendahnya efikasi diri yang persepsikan akan memotivasi siswa secara kognitif untuk bertindak lebih cepat terarah, terutamanya apabila tujuan yang hendak dicapai merupakan tujuan yang jelas. Bandura mengistilahkan keyakinan seseorang bahwa dirinya akan mampu nelaksanakan tingkah laku yang dibutuhkan dalam suatu tugas.46 pikiran individu terhadap efikasi diri menentukan seberapa besar usaha yang akan dicurahkan dan seberapa lama individu akan tetap bertahan dalam mengahdapi hambatan dan pengalaman yang tidak menyenangkan.47

Menurut Bandura Ciri-ciri efikasi diri siswa yang tinggi adalah ketika siswa tersebut merasa yakin bahwa dirinya mampu menangani secara efektif dan mampu mengatasi situasi yang mereka hadapi, tekun dalam meyelesaikan tugas-tugas, percaya pada kemampuan diri yang mereka miliki, memandang kesulitan sebagai tantangan bukan ancaman dan suka mencari situasi baru, menanamkan usaha yang kuat dalam apa yang dilakukannya dan meningkatkan usaha saat mengahapi kegagalan, berfokus pada tugas dan memikirkan stretegi dalam menghadapi kesulitan.

______________

46 Albert Bandura, “Human Agency In Social Theory Amercans Psyhologist”, Journal Of Personality Ang Social Psyhology, Vol. 44, No. 9, 1989, h. 1175-1184

47 Albert Bandura, “Human Agency..., h. 1180

Ciri-ciri efikasi rendah yaitu lamban dalam membenahi diri atau menyerah ketika mendapatkan tantangan yang sulit, tidak yakin dengan kemampuannya, tidak yakin mengahdapi rintangan, menganggap tugas yang dikerjakan sebagai acaman, tidak suka mencari situasi yang baru, dan ragu dengan kemampuan yang dimikinya. Secara garis besar, self-efficacy terbagi dua jenis yaitu

1. Self- efficacay tinggi

Dalam mengerjakan tugas individu yang memiliki self efficacy yang tinggi akan cenderung memiliih terlibat langsung, individu yang memiliki self-efficacy yang tinggi cenderung mengerjakan tugas tertentu, sekalipun tugas tersebut adalah tugas yang sulit. Mereka tidak memandang tugas sebagai suatu ancaman yang harus mereka hindari. Selain itu, mereka mengembangkan minat dan ketertarikan yang mendalam terhadap suatu aktivitas, mengembangkan tujuan, dan berkomitmen dalam mencapai tujuan tersebut. Mereka juga meningkatkan usaha mereka dalam menegah kegagalan yang mungkin timbul. Mereka yang gagal dalam melaksanakan sesuatu, biasanya cepat mendapatkan kembali selif-efficacay mereka setelah mengalami kegagalan.48

Individu yang memiliki efikasi yang tinggi menganggap kegagalan sebagai akibat dari kurangnya usaha yang keras, pengetahuan, dan keterampilan. Di dalam melaksanakan berbagai tugas, orang yang mempunyai efikasi diri tinggi adalah

______________

48 Bandura, A Self-Efficacy. In V. S. Ramachaudran (Ed), Encylopedia of human behavior (vol. 4, h. 71-81, New York: Academic Press. (Reprinted in H. Friedman (Ed), Encyclopedia of mental healt. San Diego: Academic press, 1998)

sebagai orang yang berkinerja sangat baik. Mereka yang mempunyai efikasi tinggi dengan senang hati menyonsong tantangan. 49

Individu yang memiliki efikasi diri yang tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: mampu menangani masalah yang mereka hadapi secara efektif, yakin terhadap kesuksesan dalam menghadapi masalah atau rintangan, masalah dipandang sebagai suatu tantangan yang harus dihadapi bukan untuk dihindari, gigih dalam usahanya, cepat bangkit dari kegagalan yang dihadapinya, suka mencari situasi yang baru.

2. self-efficacy rendah

Siswa yang memiliki efikasi diri yang rendah akan menjauhi tugas-tugas yang sulit karena tugas tersebut dipandang sebagai ancaman bagi mereka. Siswa yang seperti ini memiliki aspirasi yang rendah serta komitmen yang rendah dalam mencapi tujuan yang mereka pilih atau mereka tetapkan. Ketika mengahadapi tugas-tugas yang sulit, mereka sibuk memikirkan kekurangan dirinya, merasa ragu pada kemampuan yang dimilikinya, cenderung menghindari tugas yang sulit dan menganggap tugas tersebut sangat sulit.

Individu yang memiliki efikasi diri yang rendah tidak berpikir tentang bagaimana cara yang baik dalam menghadapi tugas-tugas yang sulit, saat menghadapi tugas yang sulit, mereka juga lambat dalam membenahi atau pun mendapatkan kembali self-efficacy mereka ketika menghadapi kegagalan.

______________

49 Bandura, A. (1997). Self-efficacy, the exercise of control. New york: W.H. Freeman and Company.

Invidivu yang memiliki efikasi diri yang rendah memiliki ciri-ciri sebagai berikut tidak yakin dengan kemampuannya, mengindari tugas yang sulit, menganggap tugas tersebut ancaman bagi dirinya, mengurangi usaha dan cepat menyerah ketika mengahadapi masalah, ragu terhadap kemampuan yang dimilikinya, tidak suka mencari situasi yang baru, aspirasi dan komitmen pada tugas lemah.

Dokumen terkait