• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORITIS

E. Sumber dan Fungsi Efikasi Diri Siswa

Invidivu yang memiliki efikasi diri yang rendah memiliki ciri-ciri sebagai berikut tidak yakin dengan kemampuannya, mengindari tugas yang sulit, menganggap tugas tersebut ancaman bagi dirinya, mengurangi usaha dan cepat menyerah ketika mengahadapi masalah, ragu terhadap kemampuan yang dimilikinya, tidak suka mencari situasi yang baru, aspirasi dan komitmen pada tugas lemah.

2. Persuasi sosial

Efikasi diri jug dapat di proleh diperkuat atau dilemahkan melalui persuasi sosial. Dampak dari sumber ini terbatas, tetapi pada kondisi yang tepat persuasi dari orang lain dapat mempengaruhi efikasi diri. Kondisi ini adalah rasa pecaya kepada pemberi persuasi, dan sifat realistik apa yang dipersuasikan.

3. Keadaan emosi

Keadaan emosi yang mengikuti suatu kegitan akan mempengaruhi efikasi dibidang kegiatan itu. Emosi yang kuat , takut, cemas, stress, dan dapat mengurangi efikasi diri. Namun bisa terjadi, peningkatan emosi (yang tidak berlebihan) dapat meningkatkan efikasi diri. Perubahan tingkah laku akan terjadi kalau sumber ekspektasi efikasinya berubah. 50

Efikasi diri dipengaruhi oleh empat sumber yang penting yaitu pengalaman menyelesaikan masalah, pengalaman orang lain, persuasi verbal dan kondisi fisik dan emsional. Dikutif dalam buku Jess Feis & Gregory J. Feist, Menurut Bandura terdapat empat sumber penting yang digunakan individu dalam membentuk efikasi diri yaitu. 51

1. Pengalaman menguasai sesuatu (mastery experience)

Hal ini merupakan sumber yang paling penting dari efikasi diri karena didasarkan pada pengalaman orang itu sendiri. Pengalaman keberhasilan dapat meningkatkan efikasi diri dan sedangkan kegagalan dapat menurunkan efikasi ______________

50 Luhur Wicaksono, Keefektivan Pemodelan Terhadap Peningkatan Efikasi Diri Akademik Siswa Smp, Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, Diakses Pada Tanggal 6 September 2022 situs https://sg.docworkspace.com/d/sLBeztJ0q5rbbmay

51 Jess Feis & Gregory J. Feist. 2010. Teori kepribadian (Terjemahan Smita Prathita Siahputri). Jakarta: salemba humanika, h. 213-216

dirinya. setelah seseorang memiliki efikasi diri yang tingi, dia cenderung menggeneralisasi pengalaman. Beberapa kesulitan dan kegagalan diperlukan untuk membentuk individu yang kuat dan menyadarkan manusia bahwa kesuksesasan membutuhkan suatu usaha, seseorang yang memiliki keyakinan akan sukses mendorongnya untuk bangkit dan berusaha untuk mewujudkan kesuksesasan tersebut. Padalah beberapa kegagalan dan rintangan dalam usaha manusia mengajarkan bahwa kesuksesan membutuhkan kerja keras. Individu akan berusaha terus untuk bangkit dan keluar dari kegagalan, karena efikasi diri yang kuat membutuhkan pengalaman mengahadapi rintangan dengan melalui usaha yang tekun.

2. Pengalaman orang lain (vicarius exprerience)

Pengematan terhadap keberhasilan orang lain dengan kemampuan yang sebanding dalam mengerjakan suatu tugas akan meningkatkan efikasi diri individu dalam mengerjakan tugas yang sama. pengalaman ini diproleh melalui modal sosial. Efikasi diri akan meningkatkan ketika mengamati keberhasilan orang lain, sebaliknya efikasi akan menurun jika mengamati orang yang kemampuannya kira-kira sama dengan dirinya ternyata telah gagal. Jika figur yang diamati berbeda dengan dirinya, maka pengaruh vicarius tidak besar. Sebaliknya jika mengamati kegagalan figus yang setara dengan dirinya, bisa jadi orang tidak mau mengerjakan apa yang pernah gagal dikerjakan figur yang diamati itu dalam jangka waktu yang lama.52 Sumber yang berasal dari pengalaman orang lain ini

______________

52 M. Nur Ghufron & Rini Risnawati, Teori-Teori..., h. 78

merupakan sumber yang berasal dari ekternal atau berasal dari luar diri seseorang tersebut.

3. Persuasi sosial (vicarius exprerience)

Persuasi verbal adalah cara ketiga meningkatkan kepercayaan seseorang mengenai hal-hal yang dimilikinya untuk berusaha lebih gigih dalam mencapai tujuan dan keberhasilan atau kesuksesan. Persuasi verbal mempunyai pengaruh yang kuat pada peningkatan efikasi diri individu dan menunjukan perilaku yang digunakan secara efektif. Seseorang mendapatkan sugesti atau bujukan untuk percaya bahwa dirinya mampu mentasi masalah-masalah yang akan dihadapinya.

Persuasi verbal berhubungan dengan kondisi yang tepat bagaimana dan kapan persuasi itu diberikan agar dapat meningkatan efikasi diri seseorang. Kondisi individu adalah rasa percaya kepada pemberi persuasi dan sifatnya realistik dari apa yang dipersuasikan. Seseorang yang dikenal persuasi verbal bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan, maka orang tersebut akan menggerkankan usaha yang lebih besar dan akan meneruskan penyelesaian tugas tersebut.

4. Keadaan fisiologis dan emosional

Keadaan emosi yang mengikuti suatu kegiatan akan mempengaruhi efikasi dibidang kegiatan itu. Emosi yang kuat, takut, cemas, stres, dapat mempengaruhi efikasi diri. Namun bisa terjadi, peningkatan emosi (yang tidak berlebihan) dapat meningkatkan efikasi diri. Kedumudian, perubahan tingkah laku akan terjadi kalau sumber ekspektasinya berubah, pengubahan self-efficacy banyak dipakai

untuk meperbaiki kesulitan dan adaptasi tingkah laku orang yang mengalami berbagai masalah behavioral.53

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa sumber-sumber efikasi diri ialah mastery experience (pengalaman menyelesaikan masalah), vicarious experience (pengalaman orang lain sebagai model sosial), pesuasi verbel (pengaruh ucapan yang kharismatik), serta keadaan fisologis dan

emosional

Efikasi diri yang telah terbentuk akan mempengaruhi dan memberi fungsi pada aktivitas individu. Bandura 54 adapun fungsi-fungsi efikasi diri yaitu:

1. Fungsi kognitif

Bandura menyebutkan bahwa pengaruh dari efikasi diri pada proses kognitif seseorang sangat bervariasi. Pertama, efikasi diri yang kuat akan mempengaruhi tujuan pribadinya. Semakin kuat efiksi diri yang dirasakan, semakin tinggi tantangan/tugas yang akan dipilih untuk individu tersebut, Semakin kuat efikasi diri, semakin tinggi juga tujuan yang ditetapkan oleh individu bagi dirinya sendiri dan yang memperkuat adalah komitmen individu terhadap tujuan tersebut. Individu dengan efikasi diri yang kuat akan memepunyai cita-cita untuk mencapai tujuan tersebut. Kedua, individu dengan efikasi diri yang kuat akan mempengaruhi bagaimana individu tersebut menyiapkan langkah-langkah antisipasi bila usahanya yang pertama gagal dilakukan.

______________

53 Alwisol, Psikologi Kepribadian, (Malang: UMM, Press, 2007), 288-289.

54 Albert Bandura, 1989, Human In Social Cognitive Theory Americans Psychologist, Jurnal Of Personality An Social Psychology, vol. 44, NO. 9, h. 188-189

2. Fungsi motivasi.

Efikasi diri memainkan peranan penting dalam pengaturan motivasi diri.

Sebagian besar motivasi manusia dibangkitkan secara kognitif. Individu memotivasi dirinya sendiri dan memandu tindakan-tindakannya dengan menggunakan pemikiran-pemikiran tentang masa depan sehingga individu tersebut akan membentuk kepercayaan mengenai apa yang dapat dirinya lakukan.

Jadi, motivasi individu timbul dari pemikiran optimis dalam dirinya untuk mewujudkan tujuan yang dharapkan. Terkadang individu juga akan menetapkan dan merencanakan tujuan yang akan direalisasikan dimasa depan. Selain itu terdapat tiga macam motivasi kognitif yang dibangun dari beberapa teori, yaitu atribusi, nilai pengharapan, dan teori tujuan. Dimana teori tersebut saling berkesinabungan. Seperti, efikasi diri memepengaruhi atribusi kausal, ketika individu memiliki efikasi diri belajar yang tinggi maka individu tersebut akan menilai kegagalannya dalam mengerjakan tugas sebagai kurangnya usaha untuk belajar. Sedangkan nilai pengharapan memandang motivasi diatur oleh pengaharapan hasil dan nilai akhir dari tugas tersebut. Untuk teori tujuan, semakin besar tantangan dalam mencapai tujuan seseorang individu maka motivasi yang ada pada diri individu akan semakin kuat dan meningkat.55

3. Fungsi afeksi

Proses afeksi merupakan kepercayaan individu dalam kemampuan mangatsi masalah/rintangan mereka, dapat memepengaruhi seberapa banyak stres dan depresi yang individu alami dalam situasi yang sulit. Afeksi ditunjukan ______________

55 Bandura Albert, Self Efficacy,... h. 4

dengan mongontrol kecemasan dan perasaan stres atau depresi yang mengahalangi pola pikir yang benar untuk mencapai tujuan individu tersebut. Proses afektif berkaitan dengan kemampuan mengatasi emosi yang timbul pada diri sendiri untuk mencapai tujuan yang diharapakan. 56

Fungsi efikasi diri akan mempunyai kemampuan coping individu dalam mengatasi besarnya stres dan depresi yang individu alami pada keadaan yang sulit dan menekan, dan juga akan mempengaruhi tingkat motivasi individu tersebut.

Efikasi diri memegang peranan penting dalam kecemasan yaitu untuk mengontrol stres yang terjadi. Penjelesan tersebut sesuai dengan pernyataan Bandura bahwa efikasi diri mengatur perilaku untuk mengindari suatu kecemasan. Semakin kuat efikasi diri siswa semakin berani menghadapai tindakan yang menekan dan mengancam.

4. Fungsi Selektif

Proses seleksi merupakan proses seleksi ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk menyeleksi tingkah laku dan lingkungan yang tepat. Sehingga dapat mencapai tujuan yang harapkan. Ketidakmampuan individu dalam menyeleksi tingkah laku dan lingkungan yang tepat, membuat individu tidak percaya diri, bingung, dan mudah menyerah dalam membentuk hidup individu melalui pemilihan tipe aktivitas (tingkah laku) dan lingkungan yang tepat.

______________

56 Bandura Albert, Self Efficacy.... h. 5

F. Aspek dan Fakor Yang Mempengaruhi Efikasi Diri Siswa.

Hasil penelitian dari Jayadi, Alivermana, Lensa, menurut Corsin aspek-aspek efikasi diri yaitu

1. Kognitif adalah kemampuan seseorang untuk memikirkan cara-cara yang digunakan dan merancang tindakan yang akan dilakukan untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Motivasi adalah kemampuan seseorang untuk memotivasi diri melalui pikiriannya agar dapat melakukan suatu tindakan dan keputusan dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

3. Efektif adalah kemampuan mengatasi emosi yang timbul pada diri emi mencapai tujuan yang diharapkan

4. Seleksi adalah kemampuan untuk menyeleksi tingkah laku dan lingkungan yang tepat demi tercapainya tujuan yang diharapkan. Seseorang akan cenderung untuk menghindari kegiatan atau situasi yang mereka yakini diluar kemampuan mereka, tetapi mereka akan mudah melakukan kegiatan atau tantangan yang dirasa sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.57

Dikutip dari jurnal Moh Hadi Mahmudi dan Suroso, menurut Bandura efikasi diri pada setiap individu terletak tigas aspek yaitu magnitude (tingkat kesulitan tugas), strenght (kekuatan keyakinan), dan generality (generalitas).

______________

57Jayadi, Alivermana, Lensa, Analisis Efikasi Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sampit Tahun Pelajaran 2016/2017, Jurnal Paedagogie STIKP Muhammadiyah Sampit, Vol. 6, No. 1, Januari-Juni 2018, P-ISSN. 1907-1086, E-ISSN. 2656-458, h. 9-16

1. Magnitude (tingkat kesulitan tugas), yaitu masalah yang berkaitan dengan derajat kesulitan tugas individu. Komponen ini berimplikasi pada pemilihan perilaku yang akan di coba individu berdasarkan ekspektasi efikasi pada tingkat kesulitan tugas.

2. Strenght (kekuatan keyakinan), yaitu aspek yang berkaitan dengan kekuatan keyakinan individu atas kemampuannya. Penharapan yang kuat dan mantap pada individu akan mendorong untuk gigih dalam berupaya mencapai tujuan walaupun mugkin belum memiliki pengalaman – pengalaman yang menunjang.

3. Generality (generalitas), yaitu hal yang berkaitan dengan luas cukupan tingkah laku diyakini oleh individu mampu dilaksanakan. 58 Aspek-aspek efikasi diri menurut Albert Bandura ada tiga dimensi yaitu:

1. Level/magnitude (tingkat kesulitan)

Dimensi ini berkaitan dengan derajat atau tingkat kesulitan tugas individu merasa mampu untuk melakukaknnya, jika individu tersebut diharapkan dengan tugas tugas yang digolongkan atau disusun berdasarkan tingkat kesulitannya, maka akan mungkin terjadi efikasi diri indivu tersebut akan terbatas pada tugas yang mudah, sedang bahkan meliputi tugas-tugas yang paling sulit, sesuai dengan batas kemampuan untuk memenuhi tuntunan perilaku yang dibutuhkan pada masing-masing tingkatan. Aspek ini memiliki implikasi terhadap tingkatan

______________

58 Moh Hadi Mahmudi dan Suroso, Efikasi Diri, Dukungan Sosial dan Penyesuaian Diri Dalam Belajar, Jurnal Psikologi Indonesia, Vol. 3, No. 2, Maret 2014, h. 183-194

pemilihan tingkah laku yang dirasa mampu dilakukaknnya dan menghindari tingkah laku yang berada diluar bats kemampuan yang dirasakannya.59

2. Streght (kekuatan keyakinan)

Dimensi ini berkaitan dengan kekuatan penilaian tentang kecakapan individu. Dimensi ini juga mengacu pada derajat kemampuan individu terhadap keyakinan yang dibuatnya. Maka kemantapan ini yang akan menentukan ketahanan dan kekuatan individu dalam usahanya dimensi ini merupakan keyakinan individu dalam mempertahankan prilaku tertentu. Dimensi ini terkait dari efikasi diri seseorang ketika berhadapan dengan tuntunan tugas atau suatu permasalahan. 60

3. Generality (umum)

Dimensi ini berkaitan luas dengan tingkah laku yang mana individu merasa yakin akan kemampuannya. Individu dapat merasa yakin terhadap kemampuan dirinya. Apakah terbatas pada suatu aktvitas dan situasi tertentu atau pada serangkaian aktivitas dan situasi yang bervariasi. Dalam dimensi ini dapat dilihat bagaimana siswa mampu dan tidak mudah putus asa ketika dihadapkan pada tuntunanan mengerjakan tugas.

Berdasarkan pendapat diatas, peneliti menggunakan self-efficacy yang dipaparakan oleh oleh albert bandura yang terdiri dari 3 aspek efikasi diri adalah tingkatan (level) yang merupakan tingkatan kesulitan dari tugas yang dikerjakan, ______________

59 Iffrah Rosyana, Innovative Behavior Ar Work: Tinjaun Psikilogi, h. 97

dimensi kekuatan (trenght) merupakan kuatnya keyakinan individu untuk dapat menyelesaikan tugasnya, dan dimensi generalisasi (generality) merupakan luasnya tingkah laku dari individu yang didapatkan dari hasil keyakinan untuk bisa digunakan pada aktivitas atau situasi yang lain.

Faktor yang yang mempengaruhi self efficacy (efikasi diri) siswa Menurut Pudjiastuti terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi efikasi diri yaitu

1. Faktor orientasi terkendali diri. Bila seseorang memcapai suatu orientasi pengendalian internal akan mengarahkan dan mengembangkan cara-cara yang sukses dalam mencapai tujuan, efikasi menunjukan pada perasaan dalam diri seseorang bahwa ia yakin akan kemampuannya untuk mengatasi suatu permasalahan dalam hal ini ketika ia sedang ujian. Hal ini juga berhubungan dengan perkambangan efikasi diri siswa, maka dapat dikatakan bahwa orientasi kendali diri yang bersifat internal juga diperlukan untuk mengembangkan efikasi diri siswa yang positif.

2. Faktor situasional efikasi diri bergantung pada faktor kontekstual dan situasional.

3. Status atau peran individu dalam lingkungannya mempengaruhi efikasi diri siswa. Seseorang yang memiliki status lebih tinggi dalam lingkungannya atau kelompoknya semakin mempunyai derajat kontrol lebih besar pula.

Sehingga memiliki tingkat efikasi diri lebih tinggi daripada bahawannya.

4. Faktor intensif ekstenal atau reward yang diterima individu dari orang lain mempengaruhi efikasi diri. Semakin besar intensif atau riwerd yang diproleh seseorang dalam penyelesaian tugas, maka akan semakin tinggi

derajat self efficacy. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan self efficacy adalah competence congtinggent incentive yaitu intensif atau reward yang diberikan oleh orang lain yang merefleksikan keberhasilan seseorang dalam menguasi atau melaksanakan tugas tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri menurut Bandura yaitu

1. Sifat tugas yang dihadapi. Situasi-situasi atau jenis tertentu menuntut kinerja yang lebih sulit dan berat daripada situasi tugas yang lain

2. Intensif ekternal. Intensif ekternal berupa hadiah (reward) yang diberikan oleh orang lain untuk merefleksi keberhasilan seseorang dalam menguasai atau melaksanakan suatu tugas

3. Status atau peran individu dalam lingkungan derajat sosial seseorang mempengaruhi penghargaan dari orang lain dan rasa percaya dirinya.

4. Infromasi tentang kemampuan dirinya. Efikasi diri seseorang akan meningkat atau menurun jika mendapatkan informasi yang positif atau neg atif tentang dirinya.

Menurut Atkinson mengatakan bahwa efikasi diri dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor-faktor yaitu:

1. Keterlibatan individu dalam peristiwa yang dialami oleh orang lain, dimana hal tersebut membuat individu merasa ia memiliki kemampuan yang sama atau lebih dari orang lain. Hal ini kemudian akan meningkatkan motivasi siswa untuk mencapai prestasi.

2. Persuasi verbal yang dialami siswa yang berisis nasehat dan bimbingan yang realistis dapat membuat siswa merasa semakin yakin bahwa ia memiliki kemapuan yang dapat membantunya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Vara seperti ini sering digunakan untuk meningkatkan efikasi diri siswa.

3. Situasi psikologis dimana seseorang dapat menilai kemampau, kekuatan dan ketenteraman terhadap kegagalam atau kelebihan siswa masing-masing. Siswa mungkin akan lebih berhasil bila dihadapkan pada situasi sbelumnya yang penuh dengan tekanan, ia berhasil melaksanakan suatu tugas dengan baik.61

Efikasi diri bukanlah ekspektasi dari hasil tindakan seseorang, melainkan efikasi diri merujuk kepada keyakinan diri seseorang. Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri menurut Jeanne Ellis Oemar yaitu

1. Keberhasilan dan kegagalan dari pembelajaran sebelumnya 2. Pesan yang di sampaikan dari orang lain

3. Melihat kesuksesasan dan kegagalan dari orang lain

4. Melihat kesuksesasan dan kegagalan dari sekelompok orang yang lebih banyak. 62

______________

61Atkinson. 1995. Pengantar Psikologi (ter. Nurjannah dan Rukmini), Jakarta: Erlangga.

h. 78

62 Jeanne Ellis Ormrod, Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh Dan Berkembang Jilid Edisi Terj emahan, h. 23-27

Dokumen terkait