BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
5. Pengertian Dinas Jaga
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989:206) dinas jaga adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan urusan pekerjaan jawatan, sedang bertugas dan bekerja. Jaga adalah mengawasi, melindungi dan menjaga keselamatan dan keamanan lingkungan sekitar.
Dari definisi di atas, pengertian dinas jaga adalah suatu pekerjaan jaga yang dilakukan di kapal atau di pelabuhan untuk menciptakan situasi dan kondisi agar aman dan terkendali. Sesuai dengan prosedur yang diinginkan dan menjaga semua fasilitas kapal agar terbebas dari pencurian atau pengrusakan dari pihak-pihak tertentu. Agar dalam pelaksanaan jaga terlaksana sesuai dengan prosedur, baik pada saat kapal sedang berlabuh jangkar, sandar di pelabuhan maupun sedang berlayar maka pembagian tugas jaga dilakukan sesuai dengan STCW 1978 amandemen 2010, yaitu periode jam jaga adalah 4 jam dengan selang waktu tiap periode 24 jam istirahat paling sedikit 10 jam dibagi 2 periode setelah satunya tidak dikurangi 6 jam.
9
Aturan tidak berlaku bila keadaan sangat darurat. Agar dalam pelaksanaannya berjalan dengan baik maka jam istirahat harus tersusun dengan cukup baik pula.
Dalam dunia pelayaran sebuah kondisi yang aman sangat diharapkan oleh semua pihak apalagi kapal sebagai tempat dimana terdapat muatan, awak kapal dan kapal itu sendiri tentunya. Agar selama dalam pelayaran para personil yang sedang melaksanakan tugas jaga dapat melaksanakan tugas jaganya dengan baik, maka pihak yang melaksanakan tugas jaga harus benar-benar memahami dan memiliki rasa tanggung jawab akan keselamatan muatan, awak kapal dan kapal itu sendiri agar bisa sampai ke pelabuhan tujuan dengan aman. Kejadian kecelakaan laut tidak hanya menimpa kapal tenggelam, kapal kebakaran dan lain-lain tapi banyak juga karena tabrakan antar kapal. Tabrakan kapal merupakan kejadian yang sangat serius dan menjadi peristiwa yang amat mengerikan dan akan merenggut banyak jiwa dan harta benda. Sebagian dari kecelakaan kapal dilihat penyebabnya menunjukan dominasi kesalahan manusia (human error). Banyaknya kecelakaan-kecelakaan yang terjadi akhir-akhir ini maka penyelidikan terhadap insiden-insiden ini jelas mengharuskan disiplin, keahlian, prosedur dan organisasi jaga yang kuat di anjungan benar-benar mutlak diperlukan.
Menurut T. Hani Handoko (208-209) disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar-standar organisasi. Ada 2 tipe kegiatan kedisiplinan, yaitu preventif dan korektif :
a. Disiplin Preventif adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standar
10
aturan, sehingga penyelewengan-penyelewengan dapat di cegah. Sasaran pokoknya adalah untuk mendorong disiplin diri di antara para karyawan. Dengan cara ini para karyawan menjaga disiplin diri mereka bukan semata-mata dipaksa manajemen.
b. Disiplin Korektif adalah kegiatan yang di ambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut.
Kegiatan korektif sering berupa suatu bentuk hukuman dan di sebut tindakan pendisiplinan. Sebagai contoh, tindakan pendisiplinan bisa berupa peringatan atau skorsing. Maksud pendisiplinan adalah untuk memperbaiki kegiatan di waktu yang akan datang bukan menghukum kegiatan di masa lalu.
Bentuk tindakan pendisiplinan yang terakhir adalah pemecatan.
Tindakan ini sering dikatakan sebagai kegagalan manajemen dan departemen personalia, tetapi pandangan tersebut tidak realistik. Tidak ada manajer maupun karyawan yang sempurna, sehingga hampir pasti ada berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan. Kadang-kadang lebih baik bagi seseorang karyawan untuk pindah bekerja di perusahaan lain. Bagaimanapun juga, organisasi mempunyai batas kemampuan yang dapat dicurahkan untuk mempertahankan seseorang karyawan jelek.
Menurut aplikasi Standart on Training Certification And Watchkeeping For Seafarers (STCW) 1978 standar pelatihan, sertifikasi dan jaga laut para Pelaut, susunan personil jaga yaitu :
11
a. Susunan personil tugas jaga harus pada setiap waktu memadai dan tepat untuk keadaan-keadaan dan kondisi-kondisi yang ada, dan harus memperhitungkan kewajibannya untuk memelihara suatu pengawasan yang tepat dan efektif.
b. Ketika memutuskan susunan personil tugas jaga di anjungan, termasuk penentuan pelaut-pelaut (Deck Ratings). Faktor-faktor berikut harus diperhitungkan :
1) Keharusan untuk memastikan agar anjungan tidak pernah ditinggalkan.
2) Keadaan cuaca, daya tampak, dan apakah dalam keadaan terang atau gelap.
3) Perkiraan bahaya-bahaya laut yang mungkin memerlukan perwira atau jurumudi yang bertanggung jawab terhadap penjagaan tambahan (extra watchkeeping).
4) Periksa dan gunakan alat-alat bantu navigasi seperti radar atau peralatan elektronik lainnya untuk menentukan posisi kapal.
5) Apakah kapal itu memiliki kemudi otomatis.
Para Nakhoda dapat menerbitkan instruksi jaga yang bersifat tetap (Standing Order) yang dilengkapi dengan sebuah buku perintah malam. Tapi dalam pelaksanaannya diharapkan agar para perwira jaga tidak ragu-ragu dalam melakukan tindakan yang tepat sesuai dengan apa yang mereka lakukan.
12
Sistem penjagaan harus sedemikian rupa sehingga efisiensi para perwira jaga di dek dan jaga mesin tidak terganggu karena kelelahan. Tugas-tugas harus diatur sedemikian rupa agar Tugas-tugas jaga pertama pada permulaan suatu pelayaran (voyage) dan pengganti tugas-tugas jaga berikutnya diberi istirahat yang cukup dan yang sebaliknya sehingga tetap bugar untuk bertugas.
Sesuai STCW 1978 amandemen 2010 Bab VIII Section A tentang standar tugas jaga adalah sebagai berikut :
a. Semua orang yang di tunjuk untuk menjalankan tugas sebagai perwira yang melaksanakan suatu tugas jaga atau sebagai bawahan yang ambil bagian dalam suatu tugas jaga, harus diberi waktu istirahat paling sedikit 10 jam setiap periode 24 jam.
b. Jam istirahat ini hanya boleh dibagi paling banyak menjadi 2 periode istirahat, yang salah satunya paling tidak kurang dari 6 jam.
c. Persyaratan untuk periode istirahat yang diuraikan pada paragraf 1 dan paragraf 2 di atas, tidak harus diikuti jika berada dalam situasi darurat atau situasi latihan, atau terjadi kondisi operasional yang mendesak.
d. Meskipun adanya ketentuan di dalm paragraf 1 dan paragraf 2 di atas, tetapi metode minimum 10 jam tersebut dapat dikurangi menjadi paling sedikit 6 jam berturut-turut, asalkan
13
pengurangan semacam ini tidak lebih dari 2 hari, dan paling sedikit harus ada 70 jam istirahat selama periode 7 hari.
e. Pemerintah yang bersangkutan harus menetapkan agar jadwal jaga ditempatkan pada tempat yang mudah dilihat.
No Jam Jaga Perwira Jaga
1 Jam 00.00-04.00 Jaga Larut Malam (Dog Watch) Mualim II 2 Jam 04.00-08.00 Jaga Dini Hari (Morning Watch) Mualim I 3 Jam 08.00-12.00 Jaga Pagi Hari (Forenoon Watch) Mualim III 4 Jam 12.00-16.00 Jaga Siang Hari (Afternoon Watch) Mualim II 5 Jam 16.00-20.00 Jaga Sore Hari (Evening Watch) Mualim I 6 Jam 20.00-24.00 Jaga Malam Hari (Night Watch) Mualim III
Tabel 1. Pembagian Jam Jaga
Kecuali diatur lain oleh Nakhoda, maka penjagaan dilakukan seperti tertera pada daftar di atas. Pertukaran jaga dilakukan dengan menyerah terimakan jaga dari Perwira jaga lama kepada penggantinya, Perwira jaga baru akan dibangunkan.
Perwira jaga yang di ganti menyerahkan jaganya dengan memberikan informasi diperlukan seperti posisi terakhir, cuaca dan kapal lain. Sebagai catatan Perwira jaga setelah selesai jaganya diwajibkan meronda kapal terutama pada malam hari misalnya pemeriksaan peranginan palka, kran air, cerobong asap, muatan dan lain-lain.
14
Perwira jaga harus membaca dan menandatangani perintah-perintah jaga sebelum jaga pertamanya, berada di ruang peta paling tidak 30 menit sebelum jaga dan mengenal peta yang akan digunakan. Jika tugas jaga itu pada malam hari, Perwira jaga harus membaca serta menandatangani perintah malam dan memungkinkan waktu untuk penyesuaian penglihatan malam.
Harus ada daftar periksa atau checklist dimana para Perwira yang bertugas dan menggantikan harus menandatanganinya. Contoh daftar checklist seperti tercantum di bawah ini.
CHECKLIST PERGANTIAN TUGAS JAGA
Tanggal : ... Waktu : ... Port : ...
1
Standing order, instruksi Nakhoda tambahan dan peringatan-peringatan navigasi lainnya.
...
2 Posisi, haluan, kecepatan dan draft kapal. ...
3
Baringan yang dilukis di peta di perairan pantai selama masa bertugas jaga.
...
4 Air pasang yang ada dan diperkirakan cuaca saat ini. ...
5 Kesalahan gyro dan kompas magnetik. ...
6
Kondisi operasi dari semua peralatan navigasi dan keselamatan alat-alat di anjungan termasuk radar, alat bantu navigasi elektronik, course recorder dan VHF.
...
7
Identifikasi lampu-lampu pantai, pelampung dan lain-lain.
...
15
8
Kondisi dan bahaya yang cenderung ditemukan selama jaga.
...
9
Semua anggota jaga mampu melaksanakan tugas-tugas mereka.
...
10 Penyesuaian kejelasan pandangan. ...
11
Pergerakan kapal di lingkungan itu yang bisa
mempengaruhi kapal itu sendiri yang diidentifikasikan di radar dan kejelasan pandangan.
...
12
Dampak-dampak yang mungkin dialami akibat kemiringan,trim dan lain-lain pada dasar kapal yang bebas UKC.
...
Ditanda tangani oleh : Ditanda tangani oleh :
Perwira pengganti Perwira yang digantikan
Tabel 2. Checklist Tugas Jaga