3.2.3. Karakteristik Ekspresionisme
Ciri-ciri ekspresionisme berdadarkan buku “Ruang dalam Arsitektur” oleh Cornelius Van De Yen adalah sebagai berikut:
A. Irasional
Ini merupakan pembelokan dari filsafat objektif dan konsep-konsep statis mengenai ruang yang lebih mengarah ke subjektifitas.
B. Emosional
Dalam pemikirannya, lebih mengutamakan emosi dari pada nalar. C. Antopomorfik
Proyeksi simbol-simbol organisme kedalam masa arsitektural dimana bangunan dianggap makhluk yang hidup yang menghasilkan bentuk-bentuk organik dengan garis melengkung dan kurva-kurva.
D. Kristalin
Perwujudan terhadap artistik kristal yang angular dan multi faset. Wujud-wujud angular mereka merupakan pambagian secara sadar atas geometri sederhana dari kubus, kerucut piramida dan sebagainya.
E. Utopian
Ini diakibatkan oleh tendensi pada saat itu yang merupakan keputusasaan akibat perang. Banyak bangunan yang tidak dapat tercipta direalita sehingga para arsitek membangun dalam alam khayal.
F. Monumental
Bagian utama dari komposisi arsitektural biasanya terdiri dari sebuah masa yang sentral, dominan dan menjulang.
3.3. INTERPRETASI TEMA
Art Studio ‘Forum for Music, Dance and Visual Art”merupakan tempat dimana kita bisa mempelajari berbagai jenis seni dan juga sebagai tempat dimana kita mengapresiasikan makna- makna yang terkandung dalam jenis seni tersebut. Seperti yang telah dikatakan diatas ekspresionisme terdapat pada semua aliran seni, tema ekspresionisme diharapkan mampu mengekspresikan setiap nilai yang terkandung pada setiap jenis seni yang dipelajari.
Konsep dasar yang ingin diterapkan pada perancangan Art Studio “Forum For Music, Dance And Visual Art” ini adalah bagaimana menerapkan ekspresi aktifitas para seniman yang kreatif dan ekspresif kedalam bentuk dan karakter bangunan yang dirancang. Sehingga bentuk yang tercipta memiliki karakter yang dimamis dan penuh semangat yang dapat dirasakan oleh masyarakat ketika melihatnya.
Berdasarkan uraian diatas, Interpretasi tema ini akan diungkapkan dalam ekspresi seniman itu sendiri. Dalam dunia seni itu sendiri expresi dapat diartikan sebagai kreativitas. Kreatif itu sendiri adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu (menuntut kecerdasan dan imajinasi)23. Pendekatan tema juga di kaitkan dengan bentuk Art Studio “ Forum for Music, Dance And Visual Art” yang identik dengan bentuk kurva-kurva yang menjadi ciri dari tema Ekspresionis dalam arsitektur itu sendiri.
3.4. Studi Banding Tema Sejenis
3.4.1. Einstein Tower by Eric Mendelson
Bangunan ini dirangcang oleh Eric Medelson, sebagai Arsiteknya. Sang Arsitek mengekspresikan bangunan rancangannya dari raut muka manusia.
Erich Mendelsohn. Yang menyimpulkan dari penelitiannya bahwa expressionism dibina oleh 3 macam arsitek, adalah:
Gambar 3.1. Eksterior Einstein Tower
1) Adalah mereka yang memegang prinsip crystalline symbolists yang mengagungkan simbolik, mengagungkan pengalaman ideal di atas keadaan yang realistis; 2) Adalah arsitek yang selalu menggunakan analisis ruang (dikelompokkan dalam arsitek
intelektual); dan 3) Adalah kelompok arsitek yang mencari bentuk dari bahan dan konstruksi (bahwasannya ada
3.4.2. Eero Saarinen, Twa Building, New York
3.4.3. Guggenheim Museum Bilbao, Bilbao, Spain By Frank O. Gehry
Sang arsitek mengekspresikan bangunan ini yaitu
burung yang siap terbang, mengekspresikan
pergerakan dan perpindahan, yang berhubungan dengan fungsinya sebagai airport.
Gambar 3.2. Eksterior Eero Saarinen
Sumber : Hasil Data Olah Primer
Eksteriornya mengekspresikan awan yang berombak dan bentukan yang organik.
Gambar 3.3. Eksterior Guggenheim Museum Bilbao
Sumber : Hasil Data Olah Primer
Eksteriornya mengekspresikan awan yang berombak dan bentukan yang organik.
Bab IV ANALISA 4.1. ANALISA KONDISI TAPAK DAN LINGKUNGAN
4.1.1. Analisa Lokasi Tapak dalam Skala Kota dan Region
SITE
Gambar 4.1. Lokasi tapak dalam skala kota dan region
Kota Medan memiliki luas 26.510 Hektar (265,10 Km 2 ) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya, Kota Medan memiliki luas wilayah yang relatif kecil, tetapi dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30' – 3° 43' Lintang Utara dan 98° 35' - 98° 44' Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring keutara dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter diatas permukaan laut.
Lokasi tapak berada di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, Pulau Sumatera, Indonesia. Lokasi tapak dekat dengan beberapa Negara maju dan berkembang seperti Singapura dan Malaysia, sehingga sangat berpotensial untuk dibangunnya fasilitas yang bertaraf internasional.
4.1.2. Analisa Tapak dalam Lingkungan Kawasan
Posisi site terhadap Kota-Kawasan dan Lingkungan sangat strategis untuk fungsi bangunan komersil sesuai dengan RUTRK Medan. Lokasinya yang berada didaerah persimpangan yaitu persimpangan jalan Pangkalan Masyhur dan jalan Karya Budi mudah dikenali bila difungsikan sebagai bangunan pendidikan yang bersifat edutaintment sekaligus bangunan yang bersifat komersil.
4.1.3. Analisa Ukuran Tapak dan Batas-Batas Tapak
Keterangan gambar : 1. Lahan kosong
2. Rumah makan Jati Mulyo dan Kafe Rambutan 3. (komersil)
4. Komplek perumahan 5. (permukiman)
6. Rumah makan ACC 7. (komersil)
8. Komplek perumahan 9. (Permukiman)
100m
10. Gedung kosong 4.1.4. Analisa Jarak dan Waktu Tempuh
Pencapaian dengan berbagai
Kendaraan: - Pencapaian dari Universitas
Sumatera Utara (Jl.Dr Mansyur) waktu tempuh ± 25 menit dengan jarak 2,5 km. - Pencapaian dari Lapangan
benteng (Jl.Pengadilan) waktu tempuh ± 40 menit dengan jarak 5,2 km.
- Pencapaian dari Lapangan merdeka waktu tempuh ± 42 menit dengan jarak 5,4 km. - Pecapaian dari Bandara
Polonia waktu tempuh ± 20 menit dengan jarak 1,5 km.
4.1.5. Analisa Zoning dan Tata Guna Lahan
4.1.5. Analisa Zoning dan Tata Guna Lahan
Keterangan gambar : 1. Lahan kosong. 2. Fasilitas publik 3. Perkantoran 4. Komersil 5. Komersil 6. Komersil
7. Permukiman dan Open space 8. Komersil
9. Komersil
10. Bangunan kosong
Gambar 4.4. Analisa jarak dan waktu tempuh Sumber : Hasil olah data primer
11. Permukiman 12. Permukiman 13. Perkantoran 14. Perkantoran 15. Komersil 4.1.6. Analisa Pencapaian Pertimbangan-pertimbangan:
1. Titik A : letaknya terlalu dekat dengan daerah persimpangan sehingga dapat mengakibatkan kemacetan bila entrance diletakkan di bagian A. 2. Titik B : letaknya sangat strategis karena berada
jauh dari daerah persimpangan sehingga tidak menimbulkan kemacetan bila dijadikan pintu masuk-keluar bangunan
3. Titik C : letaknya cukup aman dari bahaya kemacetan karena berada dijalan yang sepi lalu lintas juga jauh dari persimpangan. Sehingga untuk jalur keluar maupun sebagai jalur servis tidak ada hambatan
o Pemilihan Entrance:
Dari hasil pertimbangan diatas, maka dapat ditentukan bahwa Titik B sangat sesuai untuk dijadikan sebagai Entrance Utama menuju bangunan. Titik B berhubungan langsung dengan jalan ateri yaitu Jln. Pangkalan Masyhur sehingga memudahkan pengenalan entrance.
Titik C sesuai untuk dijadikan jalur servis dan keluar dari kompleks bangunan mengingat titik tersebut berhubungan dengan jalan lingkungan yang sepi lalu lintas sehingga tidak menimbulkan kemacetan.
Gambar 4.5. Analisa zoning dan tata guna lahan Sumber : Hasil olah data primer
A B
C
Gambar 4.6. Analisa zoning dan tata guna lahan Sumber : Hasil olah data primer
4.1.7. Analisa View Menuju Tapak
Keterangan gambar :
1. View dari Kafe rambutan (1 lantai) dan Jl. Pangkalan Mahsyur di depan site.
2. View dari SPBU (1 lantai) dan Perkantoran (4 lantai) di kanan atas site.
3. View dari Lahan kosong di samping site.
4. View dari Permukiman (1-2 lantai) di bawah kanan site 5. View dari permukiman (1-2
lantai) di bawah site.
6. View permukiman di Jl. Karya Budi (1-2 lantai) dari samping kiri bawah.
7. View dari Gedung kosong (2 lantai) disamping kiri site. 8. View dari Rumah makan Jati
Mulyo (1 lantai) di samping kiri atas.
4.1.8. Analisa View Dari Tapak
Keterangan gambar :
1. View menuju Jl. Pangkalan Mahsyur (2 arah dipisahkan oleh pulau jalan) dan kafe rambutan (1 lantai) 2. View menuju rumah makan ACC (1
lantai)
3. View menuju lahan kosong
4. View menuju Perumahan ( 1-2 lantai) 5. View menuju Perumahan ( 1-2 lantai) 6. View menuju Perumahan ( 1-2 lantai) 7. View menuju Jl. Karya budi dan
Gedung kosong (2 lantai)
Gambar 4.7. Analisa view menuju tapak Sumber : Hasil olah data primer
8. View menuju Rumah makan Jati mulyo (1 lantai) dan ruko (3 lantai)
Gambar diatas menunjukan foto atau gambaran view yang akan terlihat dari titik yang ada di gambar 4.6
Gambar 4.8. Analisa view dari tapak
Sumber : Hasil olah data primer
Gambar 4.9. Analisa view dari tapak
1
2
3
6
5
4
4.1.9. Analisa Garis Langit ( Sky Line )
Gambar 4.10. Analisa Garis langit (garis langit)
Garis langit yang berada di sekitas site memiliki potensial untuk membentuk bangunan proyek menjadi Landmark bagi kawasan tersebut.
4.1.10. Analisa Sirkulasi Kendaraan
Jalan Pangkalan Masyhur memiliki lebar jalan 16 m. Jalan ini merupakan arteri primer dengan pelayanan 2 arah yang dibatasi median jalan selebar 3 m. Kondisi jalan sangat baik. Kepadatan kendaraan relatif rendah sepanjang hari. Sirkulasi kendaraan lancar
Jalan Karya Budi memiliki lebar jalan 5 m. Jalan ini merupakan jalan lingkungan dengan pelayanan 2 arah. Kondidi jalan sangat baik tanpa median jalan. Kepadatan kendaraan relatif rendah sepanjang hari. Tanggapan: ‐ Pada kawasan ini lalu lintas tergolong lengang (tidak padat) sepanjang hari.
‐ Pengaturan lalu lintas pada kawasan ini cukup baik serta kondisi badan jalan yang masih baik.
- Jalur lalu lintas memudahkan akses menuju lokasi tapak (jalan Pangkalan Masyhur merupakan Jalan arteri primer).
Masalah: Prospek:
Gambar 4.11. Analisa sirkulasi kendaraan
4.1.11. Analisa Sirkulasi Pejalan Kaki
Keterangan :
Lalu lintas pejalan kaki yang akan
dirancang setelah Art Studio “Forum for Music, Dance And Visual Art” dibangun. Lalu lintas dari dan ke gedung.
Lalu lintas pejalan kaki dimana terjadi konfllik dengan kendaraan bermotor
Trotoar belum ada (masih tanah langsung), dan digunakan sebagai jalur pejalan kaki.
Trotoar belum ada (masih tanah langsung), dan digunakan sebagai jalur pejalan kaki.
Masalah: Pada jalan Pangkalan Masyhur dan Karya Budi belum ada trotoar bagi pejalan kaki.
Prospek: Pada jalan Pangkalan Masyhur dan Karya Budi akan dibuat trotoar bagi pejalan kaki sehingga dapat menghindari konflik dengan kendaraan bermotor.
Gambar 4.12. Analisa sirkulasi pejalan kaki Sumber: Hasil olah data primer
4.1.12. Analisa Pola Arsitektur Bangunan
Pola arsitektur bangunan sekitar adalah campuran. Tropis untuk banunan perumahan dan modern dan klasik pada perkantoran pemerintahan
4.1.13. Analisa Vegetasi
Gambar 4.13. Analisa sirkulasi pejalan kaki Sumber: Hasil olah data primer
Gambar 4.14. Tampak bangunan yang ada di sekitar tapak Sumber: Hasil olah data primer
Sumber kebisingan dari arah utara cukup besar karena pada bagian ini merupakan jalan arteri primer yang banyak dilalui kendaraan bermotor
Untuk mengurangi dampak kebisingan:
Ditanam vegetasi sebagai buffer untuk mengurangi merambatnya suara bising ke site.
Membuat jarak yang cukup antara Vegetasi pada eksisting terdapat disepanjang Jl. Pangkalan Mahsyur yang berada pada pulau jalan dan di jalur pejalan kaki ( pedestrian ) banyak penjual yang menjajakan makanan, sehingga menghambat jalur pejalan kaki ( gambar ).
4.1.14. Analisa Matahari
Arah matahari menghadap sisi kanan dari dari tapak yaitu dari lahan kosong, sehingga matahari pagi langsung mengenai bangunan. Sedangkan matahari sore menghadap oleh bangunan kosong yang berada di sebelah kanan tapak sehingga mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke tapak.
Intensitas cahaya matahari pagi akan dimanfaatkan pada bangunan dengan cara memaksimalkan bukaan pada bagian timur sehingga cahaya dapat masuk.
4.1.15. Analisa Kebisingan
Masalah :
Solusi :
Gambar 4.16. Analisa matahari Sumber: Hasil olah data primer
4.1.16. Analisa Utilitas
Jalur utilitas disekeliling tapak khususnya jalur listrik, gas, telepon, dan air bersih yang akan memudahkan didalam perencanaan utilitas bangunan Art Studio “Forum For Music, Dance And Visual Art” nanti.
4.1.17. Analisa Drainase
Adanya jalur drainase yang baik, disekeliling tapak terdapat riol kota sebagai tempat pembuangan air kotor dan limbah cair.
Gambar 4.17. Analisa kebisingan Sumber: Hasil olah data primer
Gambar 4.18. Analisa utilitas Sumber: Hasil olah data primer
4.2. Analisa Fungsional
4.2.1. Program dan Besaran Ruang A. Fasilitas Utama
Pendidikan Musik
Tabel 4.1 Program dan Besaran Ruang
Ruang Standar (m²) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) StudioGitar
Ruang Teori 2 m²/Org 1 15 SB 2x1x15 30
R. Praktek 2 m²/Org 1 25 A (2x1x25)+ 10 60
Locker 1 m²/Org 15 A 15
Studio Bass
Ruang Teori 2 m²/Org 1 15 SB 2x1x15 30
R. Praktek 2 m²/Org 1 25 A (2x1x25)+ 10 60
Locker 1 m²/Org 15 A 15
Studio Keyboard
Ruang Teori 2 m²/Org 1 10 SB 2x1x10 20
R. Praktek. 2 m²/Org 1 25 A (2x1x25)+ 10 60
Locker 1 m²/Org 15 A 15
Studio Drum
Ruang Teori 2 m²/Org 1 5 SB 2x1x5 10
R. Praktek 2 m²/Org 1 15 A (2x1x15)+ 10 60
Locker 1 m²/Org 15 A 15
Studio Vokal
Ruang Teori 2 m²/Org 1 10 SB 2x1x10 20
Gambar 4.19. Analisadrainase Sumber: Hasil olah data primer
R. Praktek 2 m²/Org 1 10 A (2x1x10)+ 10 30
Locker 1 m²/Org 15 A 15
Studio Biola
Ruang Teori 2 m²/Org 1 5 SB 2x1x5 10
R. Praktek 2 m²/Org 1 10 A (2x1x10)+10 40
Locker 1 m²/Org 15 A 15
Studio Piano
Ruang Teori 2 m²/Org 1 5 SB 2x1x5 10
R. Praktek 2 m²/Org 1 20 A (2x1x20)+10 50
Locker 1 m²/Org 15 A 15
Studio Latihan 2 m²/Org 4 15 A (2x4x15)+10 130
Studio rekaman 2 m²/Org 1 20 A (2x1x20)+10 50
Studio Rehearsal 2 m² 1 20 A 2x20 40 Toilet - Pria 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 - Wanita 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 Jumlah 959 Sirkulasi 30% 287.7
Jadi jumlah total luasan untuk fasilitas pendidikan musik yaitu 1246.7 m² = 1247 m²
Studio Tari
Tabel 4.2. Program dan Besaran Ruang Studio Tari
Ruang Standar (m²) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²)
Tari Ballet Studio 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60 R. teori 2 m²/Org 1 15 SB 2x1x15 30 R.ganti 1 m²/Org 1 30 SB 1x1x30 30 Tari latin Studio 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60 R. teori 2 m²/Org 1 15 SB 2x1x15 30 R.ganti 1 m²/Org 1 30 SB 1x1x30 30 Tari tradisonal Studio 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60 R. teori 2 m²/Org 1 15 SB 2x1x15 30 R.ganti 1m²/Org 1 30 SB 1x1x30 30 Tari Kreasi Studio 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60 R. teori 2 m²/Org 1 15 SB 2x1x15 30 R.ganti 1m²/Org 1 30 SB 1x1x30 30 Toilet - Pria 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 - Wanita 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 Jumlah 624 Sirkulasi 30% 187.2
Jadi jumlah total luasan untuk fasilitas pendidikan tari yaitu 811.2 m² = 811 m² Studio Visual Art
1. Studio Lukis
Ruang Standar (m²) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) Seni Lukis
Indoor Studio 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60
Ruang teori 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60
R.ganti 1,2m²/Org 8 10 SB 1,2x8x10 96 R. Rias 1.5 m²/Org 1 10 A 1.5x10 15 Gudang 1,2m²/Org 1 10 SB 1,2x1x10 120 Toilet - Pria 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 - Wanita 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 Jumlah 495 Sirkulasi 30% 148.5
Jadi jumlah total luasan untuk fasilitas kantor yaitu 643.5 m² = 644 m² 2. Studio Fotografi
Tabel 4.4. Program dan Besaran Ruuang Studio Fotografi
Ruang Standar (m²) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) Seni fotografi
Studio foto 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60
Ruang teori 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60
R. Rias 1,5 m²/Org 1 10 A 1.5x10 15
R. digital 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60
R.gelap 2 m²/Org 1 30 SB 2x1x30 60
Locker Pribadi 0,5 m² 1 20 A 20 Gudang 1,2m²/Org 1 10 SB 1,2x1x10 120 Toilet - Pria 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 - Wanita 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 Jumlah 635 Sirkulasi 30% 190,5
Jadi jumlah total luasan untuk studio fotografi yaitu 825,5 m² = 826 m²
R.Pameran
Tabel 4.5. Program dan Besaran Ruang Ruang Pameran
Ruang Standar (m²) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) R. Informasi 2 m²/Org 1 10 DA 2x10 20 R.Pameran tetap 1,2 m²/Org 1 200 DA 1,2x1x200 240 R. pameran sewa 1,2m²/Org 1 200 DA 1,2x1x200 240 Gudang 1,2m²/Org 2 20 SB 1,2x2x20 48 R.persiapan 1,5 m²/Org 1 10 A 1,5x10 15 Toilet - Pria 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 - Wanita 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 Jumlah 707 Sirkulasi 30% 212.1
Jadi jumlah total luasan untuk fasilitas ruang pameran yaitu 919,1m² = 919m² R.Publik
Tabel 4.6. Program dan Besaran Ruang Ruang Publik
Ruang Standar (m²) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) R. Informasi 2 m²/Org 1 10 DA 2x10 20
Wifi Area 1 m²/Org 1 100 A 1x100 100
Hall 1,5 m²/Org 1 50 A 1,5x50 75
Main Lobby 1,5 m²/Org 1 10 A 1,5x10 15
Toilet
- Pria 1,2 m²/Org 2 10 DA 1,2x2x10 24
- Wanita 1,2 m²/Org 2 10 DA 1,2x2x10 24
Jumlah 258
Sirkulasi 30% 77,4
Jadi jumlah total luasan untuk fasilitas ruang publik yaitu 335,8m² = 336 m² Auditorium
Tabel 4.7. Program dan Besaran Ruang Auditorium
Ruang Standar (m²) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) R. Lobby 1 m²/Org 1 200 A 1x200 200 R. Pagelaran 0.8 m²/Org 1 1000 DA 0.8x1000 800 R. Panggung 2 m²/Org 1 50 DA 2x50 100 R. Rias 1.5 m²/Org 1 50 A 1.5x50 75 R. Persiapan + Hall 2 m²/Org 1 25 A 2x25 50
R. Lampu 20 m²/Org 1 A 20
Op. Lighting 20 m²/Org 1 A 20
R. kontrol 4 m²/Org 1 10 DA 4x10 40 R. Gudang 2 m²/Org 1 20 DA 2x20 40 R. AHU 25 m²/unit 1 A 25 R. Genset 25 m²/unit 1 DA 25 Toilet - Pria 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 - Wanita 1,2 m²/Org 6 10 DA 1,2x6x10 72 Jumlah 1569 Sirkulasi 30% 470,7
Jadi jumlah total luasan untuk fasilitas auditorium yaitu2039,7 m² = 2140 m² Fasilitas Kantor Pengelola
Luas ruang yang diperlukan untuk fasilitas kantor Pengelola berdasarkan standard data asumsi. Besaran ruang yang terdapat pada fasilitas kantor Pengelola disesuaikan dengan jumlah staff pengelola dan pengajar. Dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.8. Luasan Fasilitas Kantor Pengelola
Ruang Standar (m²) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) R. Pimpinan 18 m²/Org 1 1 DA 18x1 18 R. pengajar 5,48m²/Org 4 5 DA 5,48x4x5 109,6 R. Tunggu 2 m²/Org 1 10 DA 2x10 20 R. Adm 2 m²/Org 2 10 DA 2x2x10 40 R. Rapat 2 m²/Org 1 100 DA 2x1x100 200 R. Pantry 2 m²/Org 1 15 DA 2x1x15 30 Aula 1,5m²/Org 1 100 DA 1,5x1x100 150
Toilet
- Pria 1,2 m²/Org 4 10 DA 1,2x4x10 48
- Wanita 1,2 m²/Org 4 10 DA 1,2x4x10 48
Jumlah 663,6
Sirkulasi 30% 199
Jadi jumlah total luasan untuk fasilitas kantor yaitu 862,68m² = 863 m² Besaran Ruang Perpustakaan
Luas ruang yang diperlukan untuk fasilitas perpustakaan berdasarkan standard data arsitek dan asumsi. Dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.9. Luasan Fasilitas Perpustakaan
Ruang Standar (m²) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) R. Informasi 2 m²/Org 1 4 DA 2x4 8 Hall 1,5 m²/Org 1 30 A 1,5x30 45
Main Lobby 1,5 m²/Org 1 20 A 1,5x20 30
R.Administrasi 5 m²/Org 1 5 A 5x5 25
R. Ka.
Perpustakaan 15 m²/Org 1 1 A 15x1 15
R. Sekretaris 5 m²/Org 1 1 DA 5x1 5
R. Baca Umum 2 m²/Org 2 100 A 2x2x100 400
R. Penitipan 1 A 15 R. Buku 2700 buku A 50 R. Katalog 2 m²/Org 1 5 A 2x5 10 R. Photocopy 1 A 20 Gudang 1 A 15 Toilet
- Pria 1,2 m²/Org 2 10 DA 1,2x2x10 24
- Wanita 1,2 m²/Org 2 10 DA 1,2x2x10 24
Jumlah 686
Sirkulasi 30% 205,8
Jadi jumlah total luasan untuk fasilitas perpustakaan yaitu 891,8 m² = 892 m² Besaran Ruang Mekanikal Elektrikal (ME)
Luas ruang yang diperlukan untuk ruangan ini berdasarkan asumsi yang disesuaikan dengan kapasitas dan peralatan. Dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.10..Luasan Ruang ME
Ruang Standar (m²/Org) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) R. M & E 36m² 4 - A 36x4 144 R. Genset 30m² 1 - A 30x1 30 R. Mesin AC 25 m² 1 - A 25x1 25 R. AHU 34 m² 4 - A 34x4 136 R. Panel 10 m² 2 - A 10x2 20 R. Kontrol Teknis 10 m² 2 - A 10x2 20 Toilet 1,2 m²/Org 2 2 DA 1,2x2x2 4,8 Jumlah 379.8 Sirkulasi 30% 113.94
Jadi jumlah total luasan untuk ruang mekanikal elektrikal yaitu 493.74 m² = 494 m² Besaran Ruang Mushalla
Tabel 4.11. Luasan Ruang Mushalla
Ruang Standar (m²/Org) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²)
R. Sholat 0,72 m²/Org 1 100 A 0,72x100 72
Tempat wudhu’ 1,2 m²/Org 2 10 A 1,2x10x2 24
Jumlah 96
Sirkulasi 30% 28.8
Jadi jumlah total luasan untuk musholla yaitu 124.8 m² = 125 m² Besaran Cafe
Tabel 4. 12 . Luasan Fasilitas Penunjang Cafe
Ruang Standar (m²/Org) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) Cafe 1 m²/Org 1 200 A 1x200 200 R.Pengelola 1 m²/Org 1 30 A 1x30 30 Dapur 2m²/Org 1 100 DA 1x100 100 Jumlah 330 Sirkulasi 30% 99
Jadi jumlah total luasan untuk cafe yaitu 429m² Art Center Shop
Ruang Standar (m²/Org) Unit Kapasitas (Org) Sumber Perhitungan Luasan (m²) Display 1 m²/Org 1 120 A 1x120 120 Kasir 1 m²/Org 1 5 A 1x5 5 R. Adm 1m²/Org 1 20 DA 1x20 20 Jumlah 145 Sirkulasi 30% 43,5
Jadi jumlah total luasan untuk Art Center Shop yaitu 188,5m² = 189 m² 4.3. Analisa Kebutuhan Parkir
Mobil pribadi, asumsi 60 % = 60 % x 2.360 =1417orang
1 mobil memuat 4 orang, maka jumlah mobil = 1417/4= 354 mobil
Kebutuhan parkir 1 mobil = 12,5 m, maka luas parkir = 354x12,5= 4.425 m Bus wisata, asumsi 10 % = 10 % x 2360 =236 orang
1 bus wisata memuat 40 orang maka ada 236/40= 5,9 = 6 buah bus Kebutuhan parkir 1 bus = 65 m, maka luas parkir = 260 m
Sepeda motor, asumsi 20 % =20 % x 2360 = 472 orang
1 sepeda motor memuat 2 orang, maka jumlah sepeda motor =472/2= 236 sepeda motor. kebutuhan parkir 1 sepeda motor = 2 m, maka luas parkir = 236x2= 472 m
Perkiraan kebutuhan parkir pengelola :
Parkir mobil pengelola untuk 15 mobil = 15x15= 225 m Parkir motor pengelola untuk 40 sepeda motor = 60x2= 120 m Mobil servis untuk 3 mobil = 3x15= 45 m
BAB V KONSEP 5.1. KONSEP RUANG LUAR
5.1.1. Entrance Tapak
Entrance utama diakses melalui Jl. Pangkalan Mahsyur. Akses ini sebagai jalur keluar dan masuk kendaraan roda empat da kendaraan roda dua.
Gbr. 5.1. Konsep entrance
Sumber: Hasil olah data primer
out in Site Entarnce dari Jl. Pangkalan Mahsyur Pintu keluar dari site b Entarnce pejalan kaki Main entrance ke Back entrance dari parkir Main Entarnce
5.1.2. Zoning Tapak
Zoning tapak terbagi menjadi empat zoning utama, yaitu area parkir, open space, publik area dan ampi theatre.
5.1.3. Sirkulasi Kendaraan
Gbr. 5.2. Konsep Zoning Tapak Zona bangunan
Zona open space Parkir roda empat
Parkir bus Publik area
Amphitheatre
Gbr. 5.3. Konsep sirkulasi kendaraan
5.2. Konsep Ruang Dalam 5.2.1. Zoning & Sirkulasi A. Lantai 1
Gbr. 5.3. Konsep sirkulasi pejalan kaki
Sumber: Hasil olah data primer
Tangga service ke basement‐Lt 2
Lift barang basement‐ Lt.4 Lift peumpang ke basement – Lt 4 Eskalator menuju Lt 2
Tangga ke basement & Lt.2
Tangga ke Lt.2 auditorium
Akses langsung ke Auditorium
Lift barang basement‐Lt.4
Area Publik
Area komersil Gbr. 5.4. Konsep Zoning & Sirkulasi Ruang Lt. 1
Sumber: Hasil olah data primer
Area galeri Area servis Area persiapan
B. Lantai 2
C. Lantai 3
Eskalator ke Lt.1 & Lt.3 Lift Basement‐ Lt.4
Akses langsung ke Auditorium
Eskalator ke Lt.2 & Lt.4
Eskalator ke Lt.2 Area edukasi
Gbr. 5.6. Konsep Zoning & Sirkulasi Ruang dalam Lt. 3
Sumber: Hasil olah data primer
Area komersil Area publik Area kontrol Area servis Tangga ke Lt.2 Tangga ke Lt.2 & Lt.4
Lift penumpang basement – Lt.4 Tangga ke Lt.1 & Lt.3
Tangga turun ke Lt. 1 auditorium Lift barang basment – Lt.4
Area publik Area persiapan Area persiapan Area publik Area servis
Gbr. 5.5. Konsep Zoning & Sirkulasi Ruang dalam Lt. 2
D. Lantai 4
D. Basement
Eskalator ke Lt. 3 Tangga ke Lt.3
Lift penumpang basement – Lt.4 Lift barang basement – Lt.4
Area publik Area edukasi
Area servis Area pengelola Gbr. 5.7. Konsep Zoning & Sirkulasi Ruang dalam Lt. 4
Sumber: Hasil olah data primer
Jl. Keluar basement
Tangga menuju Lt. 1
Jl. Masuk ke basement Akses langsung ke amphitheatre
Lift penumpang basement – Lt.4 Lift barang basement – Lt.4
Gbr. 5.8. Konsep Zoning & Sirkulasi Ruang dalam Basement
5.2.2. Pencahayaan
. KONSEP MASSA
5.2.2. Bentukan Massa 5.2.1. Tema
Seni adalah penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia yang dilahirkan dengan perantara alat komunikasi kedalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indra pendengar (seni musik), penglihatan (seni lukis & fotografi) dan dilahirkan dengan perantaraan gerak (seni tari).
Penggunaan skylight pada bangunan yang berada pada sebelah timur bangunan membuat cahaya matahari pagi masuk ke dalam bangunan.
Penggunaan 3d LED pada bangunan membuat bangunan ini menarik baik pada siang da malam hari karena menampilkan animasi‐animasi kesenian yang menarik dari ribuan cahaya‐cahaya bola lampu yang ditampilkan.
Cahaya alami di dapat pada kaca yang berada pada sekeliling bangunan sehingga cahaya alami bisa masuk kedalam bangunan sepanjang pagi sampai sore hari. Pada bagian barat bagian tidak terdapat bukaan untuk
Pada bagian barat bagian tidak terdapat bukaan untuk megurangi panas matahari.
Gbr. 5.9. Konsep pencahayaan
Bentuk dasar dari konsep
5.3.2. Bentuk Dasar
Berdasarkan analisis tema diatas konsep tersebut diterapkan pada seluruh sisi bangunan sehingga terlihat sebagai satu kesatuan desain. komposisi
komposisi komposisi
Ritme Warna
5.3.3. Bahan Bangunan
5.4. Konsep Struktur
Bangunan memakai kolom komposit baja H karena bentangan yang lebar pada bangunan
Gbr. 5.10. Konsep bahan bangunan