• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Metode

D. Pengertian Facebook

19

pada 4 februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 mei 1984 facebook ini memungkinkan para penggguna dapat menambahkan profile dengan foto, kontak, ataupun informasi personil lainya dan dapat bergabung dalam komunitas untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan pengguna lainya

(http:// www.checkfacebook.com, diakses kamis 9 maret 2017 pukul 13.WIB ) E.Dampak Negatif Facebook

Menurut M. Yanhar dalam blognya bahwa penggunaan facebook akan memberikan dampak negatif bagi penggunanya, yaitu:

a. Mengganggu Pekerjaan

Banyak karyawan, dosen dan mahasiswa yang curi-curi waktu bermain facebook saat bekerja yang tentunya akan mengurangi hasil kerja dan dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

b. Batasan Ranah Pribadi yang Menjadi Kabur

Dalam facebook kita bebas menulis apa saja dan seringkali tanpa sadar kita menuliskan hal yang seharusnya tidak disampaikan melalui jejaring sosial, maka tak jarang pengguna facebook terkadang tak sadar menuliskan aib dirinya sendiri pada wall facebook nya.

c. Interaksi Sosial Berkurang

Banyak orang memilih menyendiri dirumah atau warnet ketimbang bergaul dengan teman-teman atau anggota keluarganya.

d. Dapat Menimbulkan Kesalahpahaman Antar Pengguna Facebook

20

disadari menulis status di wall facebook dan mengomentari status teman adalah sama hal nya seperti obrolan di kehidupan nyata bahkan efeknya mungkin lebih parah karena bahasa tulisan terkadang meimbulkan salah tafsir yang dapat menimbulkan masalah antar sesama pengguna facebook. e. Penipuan

seperti media online lainnya, facebook juga rentan dimanfaatkan untuk tujuan penipuan sampai kasus pembunuhan.

f.Mengganggu Kesehatan

Facebook membuat orang berlama-lama di duduk depan komputer, padahal duduk berlama-lama didepan komputer sangat mengganggu kesehatan seperti kekurangan vitamin D yang akibatnya bisa membuat tulang mudah rapuh.

g. Lupa Waktu

Update status, upload foto, mengobrol atau melihat dinding teman facebook sangat mengasikkan dan yang akhirnya bisa membuat lupa waktu.

h. Pencurian Identitas

Mencantumkan identitas pribadi secara lengkap seperti nomor telepomn, alamat rumah dan lain-lain, dapat digunakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan hal-hal negatif.

Selain dampak negatif diatas, ditambahkan oleh Ahmad Taqiyudin bahwa facebook juga memberikan beberapa dampak negatif sebagai berikut:

21

Lebih banyak waktu kita yang terbuang sia - sia hanya untuk hal yang kurang bermanfaat, apa lagi kalau sudah kecanduan sulit untuk menghentikannya. b. Pemborosan uang.

Ini terasa sekali jika online lewat handphone, membuat tidak kita tidak menyadari dan tiba-tiba pulsa kita habis saat kita lagi asyik bermain facebook.

c. Malas belajar.

Mengerjakan tugas atau pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan jadi terbengkalai karena bermain facebook terus, akibatnya secara tidak langsung telah berjam-jam tugas itu belum selesai juga.

d. Memicu terjadinya pergaulan bebas tanpa batas.

Di dunia maya, dunia tanpa batas, seseorang bisa menjadi siapa saja dan berbuat apa saja, baik atau buruk ( Irfan, 2013: 25 )

F. Akhlak

Kata akhlak secara etimologis berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti adat, perangai, atau tabiat.Sedangkan secara terminologis, dapat dikatakan bahwa akhlak merupakan pranata perilaku manusia dalam segala aspek kehidupan.Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong untuk melakukan perbuatan tanpa melakukan pemikiran.Sementara Imam Ghazali berpendapat bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gamblang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.Sedangkan pendidikan akhlak merupakan upaya ke arah terwujudnya sikap batin yang

22

mampu mendorong secara spontan lahirnya perbuatan-perbuatan yang bernilai baik dari seseorang. Menurut Imam Ghazali arah pendidikan lebih diutamakan pada pendidikan moral dan pembinaan budi pekerti dan penanaman sifat-sifat keutamaan pada anak didik, sebagaimana rumusannya tentang akhlak sebagai sifat yang mengakar dalam hati yang mendorong munculnya perbuatan tanpapertimbangan dan pemikiran, sehingga sifat yang seperti itulah yang terwujud menjadi karakter seseorang.

Tugas pendidikan akhlak adalah membantu anak mencapai tahapan perkembangan moral yang tertinggi (kesempurnaan akhlak). Adapun aspek yang dibutuhkan dalam pendidikan akhlak adalah prinsip penghayatan dan penyadaran (internalisasi), prinsip pembiasaan (conditioning) dan prinsip peniruan (imitation) yang mengarah pada terjadinya keteladanan (modelling),(Muhibbin Syah, 1995 : 7)

Dalam aplikasi pendidikan bahwa ketiga aspek ini memegang peranan penting bagi upaya pendidikan akhlak. Jika tujuan dari pendidikan akhlak adalah pembentukan akhlak mulia, maka dalam pembentukannya tidak cukup hanya sebatas pemberian pelajaran sebatas materi ajar akhlak tetapi ia meliputi seluruh proses pendidikan di lingkungan madrasah. Dengan demikian dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan akhlak diperlukan adanya upaya yang terpadu oleh seluruh komponen yang ada di dalam madrasah.

Secara umum akhlak atau perilaku/perbuatan manusia terbagi menjadi dua yaitu pertama adalah akhlak yang baik/mulia dan kedua adalah akhlak

23

yang buruk/tercela. Adapun inti dari berakhlak tersebut di atas adalah berakhlak baik kepada Allah swt. Karena Allah swt telah menjadikan diri dan lingkungan sekitar dengan lengkap dan sempurna. Mari kita ingat kembali bahwa Allah swt menciptakan manusia dengan tujuan utama penciptaannya adalah untuk beribadah atau mengabdi, sebagaimana firman Allah swt yang Artinya : “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. al-Dariyat : 56)

a. Hal-hal yang mempengaruhi akhlak

Seseorang mempunyai tingkah laku atau akhlak, karena adanya pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung.Oleh karena itu, di antara faktor yang mempengaruhi akhlak anak yaitu; factor keturunan atau keluarga dan faktor lingkungan atau pergaulan.aktor keturunan/keluarga merupakan pendidikan yang utama bagi pembentukan akhlak anaknya. Hal-hal yang dilakukan oleh orang tuanya biasanya anak mengikutinya. Oleh karena itu peran guru sangat mempengaruhi watak dan karakter siswanya. Nabi Muhammad saw juga menjelaskan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci atau fitrah tergantung kedua orang tuanya mau dijadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi. Didikan dan bimbingan dalam keluarga secara langsung banyak memberikan bekas bagi penghuni rumah itu sendiri dalam tindak tanduknya. Faktor yang mempengaruhi akhlak seseorang di samping factor keturunan dan juga aktor lingkungan, dari faktor kedua ini factor pergaulan/lingkunganlah yang sangat kuat pengaruhnya atau sangat dominan pengaruhnya dalam pembentukan karakter atau akhlak. Seperti orang tua dahulu bilang siapa yang

24

bergaul dengan jualan minyak wangi maka akan dapat wanginya dan siapa yang bergaul dengan tukang ikan maka akan terkena amisnya jua. Nabi Muhammad saw menggambarkan bahwa teman itu bagaikan barang tambalan.Teman itu bagaikan barang tambalan pada pakaianmu, maka lihatlah dengan apa kamu menambalnya, Maksudnya ialah seseorang harus mampu dengan mempergunakan akalnya di dalam mencari teman yang senantiasa memberikan suatu kebaikan pada kita dalam hidup dan kehidupan. intinya pandai-pandailah mencari teman untuk bergaul karena tak jarang kepribadian seseorang itu dilihat dari siapa temannya.Hal-hal yang merusak akhlak.

Kalau kita perhatikan bersama sungguh amat banyak sekali hal-hal yang dapat merusak akhlak manusia sehingga tergelincir dalam keterpurukan akhlak. dalam kitab Tahdhib al-Akhlak, Ibnu Miskawaih yang mengatakan bahwa empat hal yang merusak akhlak diantaranya ialah dorongan shahwat (seksual) yang tak terkendali, kenakalan diri dan jiwa, kesalahan dan kegagalan yang terlalu diratapi, dan kemurungan dan keterhimpitan. Dari empat hal ini dapat kita uraikan satu persatu, sebagai berikut:

1) Dorongan shahwat (seksual)

Shahwat dapat diartinya selera, nafsu, keinginan, atau kecintaan, dan dalam bahasa Indonesia itu sendiri, tampaknya shahwat sering hanya berarti nafsu seks.

Sementara itu Ibnu Miskawaih menjelaskan bahwa shahwat mendorong manusia untuk membahayakan orang lain untuk mencapai keinginannya.

25

Dorongan shahwat bisa membuatnya melakukan apa saja Terkait dengan masalah shahwat, banyak ulama’ yang memberikan penjelasan tentang bahayanya shahwat ini, diantaranya adalah: Al-Kattani mengatakan bahwa syahwat itu adalah kendali syetan, siapa yang mengambil kendalinya maka dia akan menjadi budaknya. Hal tersebut sebagaimana yang dikutip oleh al-Qushairy dalam kitabnya Risalah al- Qushairiyah.

2) Kesalahan dan kegagalan yang diratapi

Ibnu Miskawaih menjelaskan tentang kesalahan ini ialah bahwa pelaku kesalahan tidak bermaksud membahayakan orang lain dan meyebabkan penderitaan orang lain serta tidak menikmatinya, namun sebaliknya dia melakukan sesuatu kemudian terjadi sesuatu yang lain yang membuat orang lain menderita (tidak sengaja) kemudian ia menyesali hal itu ketika mengetahuinya. Penyesalan sebagai bentuk terlalu meratapi kesalahan dan kegagalan yang dihadapi oleh seseorang, pada gilirannya akan membuat orang tersebut menjadi sedih, yaitu emosi yang bertolak belakang dengan senang dan gembira, sedih terjadi manakala seseorang kehilangan orang yang disayangi, sesuatu yang sangat berharga atau gagal mewujudkan urusan yang dianggapnya penting. Ardani,( 2008, 80 )Kesedihan itu merupakan emosi yang membuat keruh. Sebab, ketika menimbulkan penderitaan pada manusia, kesedihan itu akan membuat keruh kejernihan hidupnya.Dan pada gilirannya, ketika kesedihan itu kian mendalam merasuk pada diri seseorang, maka akan menyebabkan dia menjadi frustasi, yaitu keadaan dimana satu kebutuhan tidak bisa dipenuhi, tujuan tidak bisa dicapai, jadi frustasi itu merupakan kekecewaan yang disebabkan oleh

26

gagalnya pencapaian suatu tujuan, atau juga suatu keadaan ketegangan yang tak menyenangkan, dipenuhi perasaan dan aktifitas simpatetis yang semakin meninggi yang disebabkan oleh rintangan dan hambatan.

3) Kemurungan dan keterhimpitan

Ibnu Miskawaih dalam hal ini menggunakan kalimat Al-Shaqa’ yang secara bahasa memiliki arti kesukaran, kesengsaraan, kemalangan dan kesialan Dalam penjelasannya Ibnu Miskawaih menyatakan bahwa kemurungan adalah orang yang tidak melakukan sesuatu tetapi secara tidak langsung menyebabkan orang lain menderita, seperti orang yang memiliki kuda kemudian kudanya menyepak temannya sampai mati dan dia menyesalinya. Kemurungan akan membawa seseorang kepada menjauhkan diri dari norma-norma agama, tapi hal ini hanya akan terjadi bagi orang yang tipis imannya. satu misal apabila seseorang sedang terhimpit dengan masalah ekonomi maka ia pun akan murung dan selanjutnya iapun akan gelap pikiran dan melakukan apa saja untuk mendapatkan yang ia inginkan. Akhlak tercela dianggap sebagai psikopatologi, sebab hal itu mengakibatkan dosa, baik dosa vertikal maupun dosa horisontal. Dosa merupakan kondisi emosi seseorang yang dirasa tidak tenang setelah melakukan suatu perbuatan, baik perbuatan lahiriyah maupun bathiniyah, Karena itu, tidak mengherankan apabila pelaku dosa hidupnya merasa sedih, susah, resah, gelisah dan dihantui perbuatannya. Emosi negatif ini apabila terus menerus dialami seseorang maka akan mendatangkan psikopatologi atau penyakit jiwa.

27 BAB III

Dokumen terkait