BAB II KAJ IAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.13 Pengertian Geng Motor
Geng motor adalah sekumpulan orang yang memiliki hobi bersepeda motor yang membuat kegiatan berkendara sepeda motor secara bersama-sama yang memiliki tujuan konvoi maupun touring dengan sepeda motor. Pengertian geng motor ini sebenarnya berawal dari sebuah kecenderungan hobi yang sama dari beberapa orang, namun belakangan geng motor semakin meresahkan masyarakat karrna pada saat ini pengertian geng motor memang melekat dengan aksi kekerasan. Hal ini karena beberapa geng motor belakangan telah berubah dari sekumpulan hobi
mengendarai motor menjadi hobi menganiaya orang, hingga hobi melakukan aksi perampokan masal.
Geng motor ini pada awalnya berkembang di kota Bandung, namun saat ini geng motor bisa kita temui hampir di setiap kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, bahkan merembet ke kota kecil seperti Malang, Kediri , dan lain sebagainya. Perlu dibedakan antara geng motor dengan Club Motor. Club Motor biasanya mengusung merek tertentu atau spesifikasi jenis motor tertentu dengan perangkat organisasi formal, seperti HDC (Harley Davidson Club), Scooter, kelompok HONDA,
SUZUKI, TIGER, dan MIO. Ada juga Brotherhood kelompok pecinta motor
besar tua. Tapi kalau soal aksi jalanan, semuanya sama saja. Kebanyakan sama-sama merasa jadi raja jalanan, tak mau didahului, apalagi disalip oleh pengendara lain.
Saat ini geng-geng motor sudah berada dalam taraf berbahaya, tak segan mereka tawuran karena beberapa anggota geng tersebut melakukan tindakan kriminalitas. Perbedaan mencolok dari geng motor dan club motor adalah :
1. Kebanyakan anggota geng motor tidak memakai perangkat safety
seperti helm, sepatu dan jaket.
2. Membawa senjata tajam yang dibuat sendiri atau udah dari
pabriknya seperti samurai, badik hingga bom Molotov.
3. Biasanya hanya ada pada malam hari dan tidak menggunakan
4. Anggota geng motor cenderung jauh dari beberapa kegiatan sosial
5. Anggota geng motor lebih banyak kepada kaum lelaki yang sangar,
peminuma alkohol, penjudi dan lain sebagainya.
6. Motor yang mereka gunakan cenderung tidak lengkap (tidak
menggunakan spion, knalpot standart, dan lain sebagainya)
7. Visi dan misi mereka jelas, hanya membuat kekacauan dan ingin
menjadi geng terseram diantara geng motor lainnya hingga sering terjadi tawuran diatas motor.
8. Tidak terdaftar di kepolisian atau masyarakat setempat.
Namun sekarang perlu diwaspadai karena ada geng motor yang berkedok club motor. Berpakaian rapi, safety dan penuh perlengkapan berkendaraan namun arogan, anarkis dan egois kalau dijalan serta tak segan mereka membuat rusuh bila merasa diganggu. Selama AD/ART mereka jelas dan terdaftar dipihak kepolisian, club motor tidak bakal berubah
menjadi geng motor. (http:// wordpress.com/2012/05/02/geng-motor/)
2.1.14 Penyebab Remaja Ter libat Dalam Geng Motor
Tentunya sangat banyak hal-hal yang menyebabkan remaja terjerumus ke dalam kawanan geng motor. Namun, salah satu penyebab utama mengapa remaja memilih bergabung dengan geng motor adalah kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh terlalu sibuknya kedua orang tua mereka dengan pekerjaan, sehingga perhatian dan kasih sayang kepada anaknya hanya diekspresikan
dalam bentuk materi saja. Padahal materi tidak dapat mengganti dahaga mereka akan kasih sayang dan perhatian orang tua.
Pada dasarnya setiap orang menginginkan pengakuan, perhatian, pujian, dan kasih sayang dari lingkungannya, khususnya dari orang tua atau keluarganya, karena secara alamiah orang tua dan keluarga memiliki ikatan emosi yang sangat kuat. Pada saat pengakuan, perhatian, dan kasih sayang tersebut tidak mereka dapatkan di rumah, maka mereka akan mencarinya di tempat lain. Salah satu tempat yang paling mudah mereka temukan untuk mendapatkan pengakuan tersebut adalah di lingkungan teman sebayanya. Sayangnya, kegiatan-kegiatan negatif kerap menjadi pilihan anak- anakbroken home tersebut sebagai cara untuk mendapatkan pengakuan eksistensinya.
Faktor lain yang juga ikut berperan menjadi alasan mengapa remaja saat ini memilih bergabung dengan geng motor adalah kurangnya sarana atau media bagi mereka untuk mengaktualisasikan dirinya secara positif. Remaja pada umumnya, lebih suka memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Namun, ajang-ajang lomba balap yang legal sangat jarang digelar. Padahal, ajang-ajang seperti ini sangat besar manfaatnya, selain dapat memotivasi untuk berprestasi, juga sebagai ajang aktualisasi diri. Karena sarana aktualisasi diri yang positif ini sulit mereka dapatkan, akhirnya mereka melampiaskannya dengan aksi ugal-ugalan di jalan umum yang berpotensi mencelakakan dirinya dan orang lain.
2.2 Kerangka Berpikir
Setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda-beda dalam memaknai sesuatu peristiwa atau objek. Hal ini dikarenakan latar belakang pengalaman (field of experience) dan pengetahuan (frame of reference) yang berbeda-beda setiap individu tersebut dalam menciptakan sebuah pesan komunikasi, dalam hal ini pesan disampaikan dalam bentuk berita yakni berupa berita mengenai aksi Geng Motor yang marak terjadi belakangan ini.
Didalam dirinya, manusia mengalami komunikasi dengan dirinya yang disebut dengan komunikasi intrapersonal. Komunikasi intrapersonal pada hakikatnya adalah jenis komunikasi ditinjau dari segi tatanannya. Secara umum tatanan komunikasi terbagi menjadi tiga, komunikasi pribadi (personal communication), komunikasi kelompok (group communication), dan komunikasi massa (mass communication). Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya.
Dalam penelitian ini, peneliti ingin meneliti tentang persepsi remaja di Surabaya terhadap isi berita Geng Motor di media cetak yang akan diteliti melalui indikator penyampaian pesan melalui berita tersebut. Individu dari remaja yang memiliki pengetahuan atau wawasan yang tinggi adalah individu yang pandai, sehingga akan lebih perhatian dalam memahami isi
berita mengenai aksi Geng Motor yang marak belakangan ini. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa semakin tinggi pengetahuan maupun wawasan individu dalam remaja maka akan semakin baik dalam mempersepsikan isi berita mengenai aksi Geng Motor